Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 335. Tiba Di Sekte Gagak Hitam


__ADS_3

Zhang En melesat secepat kilat, sosoknya mencapai salah satu binatang iblis kuno mendekati Harimau Hitam, dalam sekejap. Sebelum Harimau Hitam itu bisa bereaksi, tinju Zhang En telah mendarat di tubuhnya, mengirimkannya menabrak tanah di bawah.


BOOOMMMMM!!!


Suara gemuruh yang keras datang dari tanah dan bahkan pulau yang sangat besar itu pun berguncang karena benturan.


Kekuatan hisap yang kuat datang dari Zhang En, menghisap tubuh Harimau Hitam ke dalam Mutiara Naga, menyerahkannya kepada Kaisar Naga Long Xioba.


MENGAUM!


Spesies binatang iblis kuno lainnya bereaksi, mengeluarkan raungan menggelegar dan menyerang Zhang En.


Energi iblis yang mengerikan menyelimuti langit dan bumi seolah-olah ingin melubangi ruang di sekitar Zhang En.


Zhang En dengan mudah menghindari serangan itu, mengaburkan dirinya dalam sekejap untuk muncul kembali di atas Kelalawar Iblis. Telapak tangannya menampar punggungnya dan teriakan tragis lainnya terdengar saat itu juga dikirim ke tanah oleh Zhang En.


Dengan memutar pergelangan tangan dengan santai, Kelelawar Iblis dilemparkan Zhang En kepada Kaisar Naga Long Xioba di dalam Mutiara Naga.


Hanya dalam beberapa helaan napas, setengah dari binatang iblis itu dilemparkan ke dalam Mutiara Naga oleh Zhang En, kemudian binatang iblis kuno itu ditekan oleh Kaisar Naga Long Xioba. Zhang En hanya bertugas menghajar mereka setiap kali bergerak.


Tiba-tiba, teriakan marah terdengar di udara. Dalam sekejap mata, beberapa sosok manusia terbang ke udara dari lokasi berbeda di pulau itu, mengelilingi Zhang En.


Gempa tak biasa tersebut akhirnya menyadarkan para ahli Sekte Gagak Hitam yang ada di pulau itu.


Melihat kedatangan orang-orang ini, Zhang En mendengus dingin. Dalam sekejap mata, dia mengeluarkan Tetua Shu, Tetua Fu, dan para ahli yang bersamanya keluar dari Gunung Dewa Emas, meminta mereka berurusan dengan para orang-orang dari Sekte Gagak Hitam sementara dia melanjutkan untuk menangani binatang iblis kuno yang tersisa.


Para ahli dari Sekte Gagak Hitam bergegas menuju Zhang En, bersiap untuk menyerangnya, tetapi kemunculan tiba-tiba Tetua Shu, Tetua Fu, dan banyak ahli lainnya menyebabkan kepanikan dan kebingungan mereka sendiri. 

__ADS_1


Situasi ini dengan cepat membuat para ahli Sekte Gagak Hitam mundur, menyebabkan mereka melarikan diri seperti ayam tanpa kepala.


Tetua Shu Dan Tetua Fu beserta seribu ahli lainnya mengejar mereka dan membunuh mereka satu persatu.


Tak lama kemudian, darah mewarnai tanah pulau itu menjadi merah. Bau darah itu terasa tumpang tindih bercampur dengan bau asin laut.


Zhang En bertindak cepat, tidak butuh waktu lama baginya untuk menangkap makhluk iblis kuno yang tersisa dan melemparkannya kepada Kaisar Naga Long Xioba dan ditekan di dalam Mutiara Naga. Sedangkan para ahli Sekte Gagak Hitam menjadi pucat saat mereka menyaksikan Zhang En dengan mudah menangkap binatang iblis kuno satu per satu.


Itu semua adalah makhluk iblis kuno Alam Dewa Surgawi! Jika Zhang En mampu berurusan dengan binatang iblis spesies kuno itu dengan mudah, maka tingkat kekuatannya saat ini sangat mengerikan dan jauh dari apa yang mereka bayangkan.


Ketika Zhang En selesai menangani binatang iblis kuno, sosok Zhang En terbang ke pulau itu, menuju gedung terbesar. Tapi tepat ketika dia tiba di atas gedung aula utama, puluhan siluet manusia keluar dari gedung di bawah dengan kecepatan tinggi, menghalangi jalan Zhang En.


Orang-orang ini semuanya adalah para Tetua Sekte Gagak Hitam. Mereka adalah ahli ranah Alam Dewa Surgawi menengah dan puncak tingkat akhir.


“Zhang En, ternyata kau yang membuat keributan!” Beberapa orang diantara mereka segera mengenali Zhang En.


“Kau benar-benar punya nyali, berani datang ke wilayah Sekte Gagal Hitam kami!” Salah satu Tetua berkata dengan nada yang terdengar sombong.


DUARRRRR!!


DUARRRRR!!


DUARRRRR!!


Tubuhnya meledak saat itu juga. Sebelum semua Tetua lainnya bisa mengeluarkan sepatah kata pun dan tidak bisa bereaksi, satu persatu dari mereka mati hanya dengan satu pukulan dari tinju Zhang En.


Zhang En lalu mengeluarkan Formasi Array Bendera Hantu dan Kumbang Mayat Beracun, memungkinkan mereka untuk berpesta dengan daging dan jiwa dari para Tetua Sekte Gagal Hitam yang telah meninggal dan Zhang En tidak mau menyia-nyiakan jiwa dan tubuh mereka.

__ADS_1


Zhang En melayang dengan ringan dan mendarat di depan pintu masuk aula utama Sekte Gagak Hitam.


Pintu masuk utama ke gedung itu setinggi seratus meter dan lebarnya tiga puluh meter. Itu dibangun dari bahan yang tidak diketahui yang berwarna hitam seperti tinta, memantulkan cahaya hitam di bawah sinar matahari. 


Zhang En bisa merasakan hawa dingin yang dapat membekukan dari pintu itu meskipun dia berdiri lebih dari sepuluh meter jauhnya.


Dingin yang membekukan ini berasal dari jiwa.


Semburan cahaya aura putih emas menyelimuti tubuh Zhang En dan energi Buddhisme segera menyebar ke seluruh tubuhnya, menyebarkan rasa dingin. Dia lalu mengangkat lengannya, membanting pukulan kuat ke gerbang beewarna hitam itu dan membenturkan pukulannya untuk membuat pintu itu terbuka. 


Yang mengejutkan Zhang En adalah bahwa pintunya tidak rusak sedikit pun setelah pukulan dari tinjunya memgenai pintu itu. Bahkan, tidak ada satu tanda kerusakan apapun pun yang terlihat di permukaannya.


“Bocah Zhang, tidak perlu memukulnya, pintu ini terbuat dari bahan dari Dunia Alam Dewa. Hanya Ranah God Emperor tingkat tinggi ke atas yang dapat merusaknya." Sementara Zhang En tenggelam dalam keterkejutannya, dia mendengar suara Kaisar Naga Long Xioba.


“God Emperor Tingkat Tinggi!” Zhang En tertegun, napasnya sedikit bertambah cepat. Dia tidak menyangka Sekte Gagak Hitam akan memiliki bahan bermutu tinggi semacam ini. Jika bahan seperti itu digunakan untuk membuat armor pertahanan, bukankah itu berarti sangat mengerikan.


Seolah mengetahui pikiran Zhang En, Kaisar Naga Long Xioba meyakinkannya, “Bocah Zhang, jangan khawatir, tidak mudah untuk menempa baju besi tingkat dewa. Untuk menempa baju besi dewa, persyaratannya adalah memiliki api ilahi. Kedua, untuk menempa baju besi dewa, seseorang harus memiliki pengetahuan tentang simbol jimat formasi susunan Dunia Alam Dewa."


Zhang En terkejut mendengar perkataan Kaisar Naga Xioba, namun, mengetahui bahwa Master Sekte Mo Tian tidak mungkin telah menempa baju besi dewa dari bahan ini, dia merasa jauh lebih baik.


Setelah hampir tidak mengambil beberapa langkah mendekat pintu aula Sekte Gagak Hitam, dua sinar pedang yang menembus keluar dari dalam aula, menargetkan Zhang En. Kedua pedang itu diarahkan langsung ke matanya.


Secara refleks Zhang En bereaksi dengan cepat, mengangkat lengannya sebagai pertahanan.


Saat kedua pedang menusuk telapak tangannya, pedang itu bergetar seperti menabrak logam dan bergema, diikuti dengan seruan terkejut dari bagian dalam aula.


Jelas, penyerang terkejut bahwa Zhang En mampu memblokir serangan pedangnya dengan mudah.

__ADS_1


Dari dalam, dua siluet muncul dari kehampaan.


Salah satunya adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah brokat Sekte Gagak Hitam dengan alis panjang jatuh ke sisi wajahnya. Namun, gaya jubah brokatnya berbeda dari para Tetua dan Tetua Agung Sekte Gagak Hitam. Terlihat ada diagram kecil di bagian dada jubahnya, dibentuk dari jimat misterius.


__ADS_2