Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 580 - Pertukaran Serangan I


__ADS_3

"Apakah kau yakin, membiarkan kita bertiga menyerang bersama?" Pria nernama Peng Dafei bertanya dengan susah payah karena tenggorokannya yang anehnya kering. "Nuyan Yao dan Nuyan Tian tidak akan ikut membantu, kan?"


Zhang En mengangguk menjawab, "Ya."


“Selain itu, sepuluh ribu batu roh ini juga akan menjadi milik kalian bahkan jika kalian masih gagal membunuhku dalam waktu satu jam.” Zhang En menambahkan.


"Apa?!" Ketiga bersaudara itu memandang Zhang En dengan wajah tidak percaya, termasuk Nuyan Yao dan Nuyan Tian.


Zhang En lalu berbicara lagi, “Sepuluh ribu batu roh dewa kelas tinggi ini bukanlah apa-apa bagiku. Di masa depan, selama ahli Alam Emas bersedia untuk tunduk kepadaku, mereka akan memiliki batu roh tingkat tertinggi yang tak ada habisnya. Berapapun yang mereka inginkan.”


Ketiga bersaudara itu dan dua Nuyan Yao serta Nuyan Tian terkejut ternganga mendengar ucapan Zhang En.


Hanya Long Xioba yang tetap tidak terganggu. Menyaksikan ekspresi keterkejutan yang berlebihan pada lima orang ini, dia melengkungkan bibirnya dengan tatapan jijik.


Beberapa saat kemudian, ketiga bersaudara itu sadar kembali.


"Setuju!" Peng Dafei memandang Zhang En dengan ekspresi tegas, “Dengan cara ini, kami bertiga akan menyerang pada saat yang bersamaan, tetapi masing-masing dari kami hanya akan menyerang satu kali. Jika kau dapat menahan serangan dari kami bertiga, maka itu adalah kerugian kami. ”


"Baik." Zhang En mengangguk.


Peng Dafei menatap adik mudanya, Peng Xiaofei, dan Peng Xiaofei menanggapi dengan maju dan mendekati Zhang En, “Aku akan menyerang dengan seranganku yang paling kuat, kay sebaiknya berhati-hati!”


Senyum tipis terbentuk di bibir Zhang En, dia mengangguk kepada Peng Xiaofei untuk menunjukkan bahwa dia mengerti.


Hampir seketika, api menakutkan melonjak keluar dari tubuh Peng Xiaofei, membentuk awan api emas.

__ADS_1


Kekuatan api mengalir keluar dari tubuhnya dan dua angin kencang berkumpul di tangannya yang terangkat di udara. Kemudian, lengannya mengayun ke arah Zhang En dengan memberi serangan mendadak.


Saat lengan Peng Xiaofei terayun, serangkaian bilah api melesat seperti roket. Saat bilah api itu melesat ke depan, mereka berputar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, langsung menebas Zhang En.


Saat bilah api itu berputar di udara, membentuk dua pusaran badai dengan lebar lebih dari puluhan meter, mata pusaran itu mengeluarkan suara mendesis.


Gelombang suara desis bilah api itu menempuh jarak ratusan meter, membuat semua binatang iblis di dalam Gunung Awan Api menurunkan tubuh mereka ke tanah dengan kepala tertunduk, dan ketakutan sangat terlihat jelas di mata mereka.


Menyaksikan pusaran yang dibentuk oleh banyak bilah api akan menhenainya, cahaya tajam melintas dari tangan Zhang En saat bilah kekuatan naga dewa iblisnya muncul di kedua telapak tangannya.


Tangannya melambai dan bilah itu menebas, menyebabkan bilah angin yang tak terhitung jumlahnya melesat ke depan. Qi naga dewa iblis yang dingin menyelimuti seluruh energi langit dan bumi.


Dua pusaran angin raksasa dan dua pusaran api berada di jalur tabrakan.


Akhirnya, pusaran bilah angin naga dewa iblis Zhang En bertabrakan dengan pusaran bilah api milik Peng Xiaofei.


Empat pusaran yang berbeda terus bertabrakan, ledakan bergema, cahaya merah dan biru kehitaman menerangi langit.


Menyaksikan gelombang kejut yang menakutkan dari pertukaran serangan mereka yang meledak, Nuyan Tian dengan cepat mundur jauh ke tempat yang aman, bahkan Nuyan Yao membentuk penghalang pelindung di sekitar tubuhnya dengan apinya, wajahnya menjadi gelap saat dia bertahan melawan gelombang kejut yang luar biasa itu. Hanya Long Xioba yang masih berdiri dengan santai menyaksikan pertempuran di depannya, sedangkan gelombang kejut yang menyebar ke arahnya dihamburkan oleh kekuatan tak terlihat.


Bahkan Peng Xiaofei terhuyung mundur beberapa kali dari tabrakan serangan dirinya dan Zhang En, lebih dari puluham meter, meninggalkan jejak langkah kaki di bawah permukaan tanah.


Tidak lama kemudian kekuatan angin Zhang En menjadi tenang dan kekuatan api Peng Xiaofei juga menjadi tenang.


Zhang En tetap berdiri di tempatmya

__ADS_1


Di kejauhan, Peng Dafei dan Peng Erfei terbelalak tak percaya menatap hasil pertukaran serangan ini.


Serangan kekuatan penuh adik ketiga mereka benar-benar ditahan dan membuat adik ketiga mereka mundur puluhan meter kebelakang karena efek benturan serangan.


'Bagaimana ini bisa terjadi?! Adik Xiao fei berada di puncak Alam Dewa Emas Bintang Satu tahap awal dan selangkah lagi menerobos ke tahap menengah.'


Kejutan yang dirasakan Peng Xiaofei lebih besar dari yang dirasakan oleh kedua saudaranya serta Nuyan Yao dan Nuyan Tian.


Tidak lama kemudian, Peng Dafei menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sekali lagi, ekspresinya lebih serius dari sebelumnya, “Sepertinya kami memang buta, kau ternyata hampir sekuat kamu bertiga. Jelas, adik keduamu tidak perlu lagi melakukan apa pun. Sekarang, selama kau bisa menahan seranganku, kami bertiga akan mengikutimu!”


Peng Erfei memiliki kultivasi Alam Dewa Emas Bintang Satu tahap menegah. Oleh karena itu, Peng Dafei memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan turun tangan secara pribadi.


Dia perlahan berjalan ke depan.


Alis Zhang En sedikit berkerut. Dia bisa melihat bahwa Peng Dafei ini bahkan lebih kuat dari Nuyan Yao.


Peng Dafei berdiri beberapa meter dari Zhang En. Kekuatan api bergolak dari tubuhnya, lapisan api membakar lebih tinggi diudara dengan dia sebagai pusatnya, suhu udara disekitarnya juga beriak.


Zhang En tidak berani gegabah, dia lalu melakukan transformasi Naga Dewa Iblisnya dan merangsang kekuatan Qi dewa sejatinya dari dantiannya dengan segala upaya. Energi api berwana emas dan Energi Qi Naga Iblis berwarna hitam meletus dari tubuhnya untuk melawan keluatan api milik Peng Dafei.


Melihat ini, mata Peng Dafei semakin menyipit, diam-diam terkesan oleh api emas hitam Zhang En yang dapat menekan api bawaannya. Akan tetapi, kekuatan api ya masih naik dan semakin kuat.


WUSHHH!!!


Di atas puncak Gunung Awan Api, angin bertiup kencang, dengan awan bergerak cepat yang menutupi matahari.

__ADS_1


RUMBLE!!!


Guntur bergemuruh dan kilat petir melesat melintasi langit.


__ADS_2