
Seiring berjalannya waktu, kelompok Zhang En semakin dekat dengan Gunung Berapi yang sangat panas itu..
Setengah hari kemudian, dalam perjalanan, Zhang En menjinakkan binatang iblis lain, Kera Emas Api tingkat ranah Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir.
Pada saat ini, kedatangan kelompok Zhang En akhirnya di rasakan oleh Klan Phoenix yang ada di Gunung Berapi itu.
Klan Phoenix sangat penyendiri dan memiliki temperamen yang ganas dan dingin.
...
Di dalam gunung..
"Apa? Ada hampir tiga puluh binatang iblis ranah Alam Dewa Surgawi yang datang ke Gunung Berapi milik kita” Patriark Klan Phoenix, Nuyan Tian, terkejut ketika mendengar laporan dari tetua klannya.
Begitu pula dengan dua puluh tetua lainnya.
Awalnya, Patriark dan semua Tetua ini berkumpul untuk membahas fluktuasi energi kekerasan yang datang dari bawah Gunung, mereka tidak menyangka akan mendengar laporan seperti itu.
"Benar Patriark, apalagi, enam di antara bintang iblis itu berada di tahap Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir, dan sebelas adalah Alam Dewa Surgawi tahap akhir, serta sisanya Alam Dewa Surgawi dari tahap awal dan menengah!" Tetua bernama Nuyan Yuan menekankan kalimatnya.
Ini membawa reaksi yang lebih besar dari semua tetua yang hadir di ruangan itu
"Apakah kau yakin mereka terbang menuju wilayah kita?" Patriark Klan Phoenix Nuyan Tian bertanya dengan suara serius.
Bahkan jika Klan Phoenix mereka dapat mengalahkan dan membunuh kelompok binatang iblis ini, mereka akan membayar harga yang mahal.
"Dari arah mereka terbang, kemungkinan bahwa mereka datang ke arah gunung kita!" Nuyan Yuan menjawab, suaranya terdengar sama seriusnya. "Satu hal yang aneh adalah, ada seorang manusia ranah Alam Dewa Surgawi tahap menengah antara mereka."
__ADS_1
"Manusia ranah Alam Dewa Surgawi tahap menengah!" Suara keheranan terdengar di aula itu
"Dari apa yang bisa dilihat bawahan ini, begitu banyak binatang iblis tingkat tinggi yang menuju ke Gunung Berapi kita, kemungkinan besar terkait dengan manusia ini." Nuyan Yuan menambahkan.
"Benarkah, katakan alasannya." Nuyan Tian bertanya.
“Karena manusia itu sedang duduk dinatas kepala bintang iblis api ranah Alam Surgawi tahap puncak akhir yang ada di depan kelompok binatang iblis itu, binatang iblis lainnya mengikuti di belakangnya.” Nuyan Yuan menjawab.
"Itu tidak mungkin masuk akal!" Mendengar jawaban Nuyan Yuan, pikiran yang melintas di benak mereka semua adalah tidak mungkin.
"Kau mengatakan bahwa kelompok binatang iblis ini mendengarkan perintah dari seorang manusia Alam Dewa Surgawi tahap menengah itu?" Nuyan Tian juga merasa tidak bisa dipercaya.
"Bawahan ini berpikir itu mungkin benar." Nuyan Yuan menjawab, meskipun dia sendiri tidak percaya bahwa hal seperti ini mungkin terjadi, tetapi ini adalah jawaban yang paling logis.
"Patriark, haruskah kita melaporkan masalah ini kepada Leluhur?" Salah satu tetua bertanya.
"Baik, Patriark!" Tetua Agung Klan Phoenix dan semua tetua klan berdiri, dengan hormat mengakui perintah Nuyan Tian dan mengikuti di belakangnya saat dia melangkah keluar untuk menghentikan Zhanv En dan dan binatang iblis itu.
Sesuai perintah Nuyan Tian, seluruh Klan Phoenix di Gunung itudari atas ke bawah merasa tegang dalam persiapan, seolah-olah mereka akan melawan musuh bebuyutan.
Pada saat ini, kelompok Zhang En berjarak kurang dari puluhan ribu meter lagi dari Gunung Berapi itu, semakin dekat dari waktu ke waktu
Segera, kelompok Zhang En melihat Nuyan Tian dan semua tetua Agung Klan Phoenix yang keluar untuk menghentikan mereka.
Dengan pandangan sekilas ke kelompok ini, Zhang En sudah mengetahui kekuatan Nuyan Tian dan para Tetua di hadapannya.
Selain Nuyan Tian yang merupakan ahli ranah Alam Dewa Emas tahap, ada kurang lebih dua puluh ahli ranah Alam Dewa Surgawi. di antara dua puluh lebih dari tetua ini, delapan diantaranya adalah ahli Alam Dewa Surgawi tahap akhir, dan empat orang lainnya berada di ranah Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir.
__ADS_1
Dilihat dari kekuatan mereka saja, kelompok binatang iblis di belakang Zhang En pasti lebih unggul dari kekuatan milik tetua burung Phoenix ini. Dan Zhang En sendiri bisa menahan Nuyan Tian untuk dalam pertukaran serangan.
Setelah menganalisis situasi mereka, Zhang En dalam hati merasa lega. Jika ini adalah kekuatan penuh dari Klan Phoenix, maka dia merasa tidak terlalu terbebani.
Tetap saja, dia tidak berani menganggap remeh kelompok ini. Menurut perkiraannya, Klan Burung Phoenix harus memiliki ahli ranah Alam Emas lain di dalam Klan mereka..
Kedua belah pihak berhenti agak jauh satu sama lain di udara.
Tubuh Nuyan Tian memancarkan aura dewa emas yang samar. Tatapannya yang tinggi menyapu binatang iblis dan jatuh pada Zhang En dan Singa Api yang ditunggangi didepannya.
Alis Nuyan Tian berkerut menjadi kerutan yang dalam. Dia mengenali Singa Api ini, yang berasal dari Gunung Awan Berapi yang telah mencapai puncak akhir Alam Dewa Surgawi, yang dapat menerobos ke ranah Alam Emas setiap saat. Binatang buas Singa Api ini adalah biantang iblis yang keras kepala dan tidak sering meninggalkan Gunung Awan Berapi. Tetapi, sekarang, tepat di depannya, ada manusia yang duduk di atasnya, datang jauh-jauh ke wilayah gunung mereka.
Pikiran-pikiran ini melintas di benak Nuyan Tian dengan kecepatan kilat, lalu dia menoleh ke arah Zhang En, bertanya, “Bocah, siapa kau? Tahukah kau bahwa Gunung Berapi ini adalah wilayah Klan Burung Phoenixku? Jika kau bersikeras untuk melanjutkan melangkah lebih jauh, jangan salahkan aku karena membunuhmu.”
Tekanan aura dari Nuyan Tian juga tertuju pada Zhang En. Selama Zhang En dan binatang iblisnya ingin mengambil langkah maju ke wilayahnya, dia tidak akan ragu untuk menyerang, berniat membunuh Zhang En dalam satu gerakan. Tapi sayang, orang yang dia hadapi adalah Murid Master Kun yang tampan, yang juga memiliki kesombingan mutlak saat berbicara, Zhang En.
Zhang En tampak acuh tak acuh, seolah-olah dia tidak mendengar ancaman Nuyan Tian, dengan tenang membalas, “Dan siapa kau pak tua? Jika kau mengatakan bahwa Gunung Berapi ini adalah wilayah Klan Burung Phoenixmu, maka aku katakan padamu bahwa seluruh Dunia Kematian ini adalah wilayahku.”
Saat Zhang En selesai mengatakan itu, para tetua Klan Burung Phoenix menjadi marah.
"Bocah kurang ajar, beraninya berbicara seperti itu kepada Patriark kami!" Salah satu Tetua Klan Phoenix ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir kehilangan kesabaran dan menyerang.
SWOSHHHH!!! Tangannya melengkung menjadi cakar, mendekati Zhang En.
Bayangan burung phoenix dan cakar merah menyala menukik ke bawah menuju kepala Zhang En. Energi api di sekitarnya bergolak hebat, dipengaruhi oleh serangan itu.
Zhang En bahkan tidak melirik tetua itu, dia malah membalas dengan serangan telapak tangannya.
__ADS_1