Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 66. Meninggalkan Kota Kerajaan Bintang Selatan


__ADS_3

Tepat ketika tubuh Zhang En menghilang melewati ruang hampa dan tubuh Han Fei jatuh ke lantai, dan sesosok tubuh terlihat sampai disana.


“Siapa yang berani membuat masalah di Rumah Luo-ku!!” teriaknya marah.


Orang yang baru saja datang adalah seorang pria tua berusia delapan puluhan. Orang tua ini adalah Kepala Pelayan Keluarga Luo, Luo Rong.


Luo Rong lalu terbang mendekat ke dua orang yang sudah tidak bernyawa di lantai. Melihat Luo Yuan dan Han Fei terbaring dipenuhi darah, seketika wajah Luo Rong memucat.


"Tuan Muda Luo Yuan!" Dia mendekati tubuh Luo Yuan dan menangis sambil berteriak histeris.


Tak lama kemudian, sepuluh menit kemudian berita kematian Luo Yuan dan Han Fei mengguncang seluruh kediaman Keluarga Luo, lebih dari seribu ahli Keluarga Luo yang ada di kediaman Luo berkumpul untuk mencari pelaku sementara Zhang En sudah dalam perjalanan menuju gerbang Kota Kerajaan Bintang Selatan untuk keluar dari Kota itu. Namun, ketika dia hendak keluar melewati gerbang, gerbang itu ditutup.


Melihat gerbang kota tertutup, Zhang En mencibir dengan nada dingin, "Anggap saja ini sebuah pelajaran bagi mereka yang mencari masalah dengan ku."


Zhang En lalu berjalan mencari jalan menuju gang yang terlihat sepi, siluet Zhang En kemudian menghilang ke udara, muncul lagi di dalam aula Kuil Gunung Dewa. 


Dia lalu mengaktifkan Formasi Sepuluh Buddha, Gunung Dewa yang seperti gunung emas itu lalu menyusut menjadi seukuran telapak tangan dan kemudian Gunung Dewa itu terbang ke udara keluar dari Kota Kerajaan Bintang Selatan.


Tentu saja, Zhang En memiliki metode lain untuk bisa meninggalkan kota itu dengan mudah dengan menggunakan token pemberian penasehat Ding Mao atau Token Kehidupan pemberian Raja Hong Bei kepadanya. Namun, cara seperti itu akan menarik terlalu banyak perhatian banyak orang.


Setelah keluar dari Kota Kerajaan Bintang Selatan, Zhang En melanjutkan perjalanan dengan mengendalikan Gunung Dewa untuk terbang membawanya pulang. Zhang En terus berada di dalam Kuil Gunung Dewa sambil berlatih di Kuil itu.


•••


Hampir satu bulan terus berlatih tanpa henti, akhirnya Zhang En sampai di ibu kota Kekaisaran.


Dalam Kultivasi, semakin tinggi kultivasi seseorang, semakin sulit untuk bisa naik ke tahap selanjutnya dan Zhang En juga memgalami hal itu. Setelah menerobos ranah pendekar Dewa bintang dua, kecepatan kultivasinya lebih lambat dibandingkan sebelumnya. Tetap saja, malahan dia berhasil menguatkan fondasi serta meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Zhang En lalu keluar dari Kuil Gunung Dewa, sebelum dia masuk melawati gerbang Kota, Zhang En menarik napas dalam-dalam lalu mengangkat kakinya dan berjalan menuju gerbang kota.


Tidak banyak perubahan di Kota Kekaisaran Ming, pemandangan menyapu dan memenuhi matanya. Dia melihat masih terlihat sama dan tidak ada perubahan sedikitpun, di dalam Kota masih sesibuk dan seramai seperti biasanya.


“Dalam beberapa hari, ini adalah perayaan pernikahan besar Keluarga Xin dan Yao. Aku mendengar bahwa kali ini, lebih dari seribu kerajaan di bawah Kekaisaran Zhu mengirim utusan atau Pangeran mereka untuk memberi selamat pada acara pernikahan tersebut!"


"Tidak hanya itu! Berita yang kudengar adalah bahkan Kaisar Zhu sendiri akan muncul di upacara pernikahan!"


Zhang En mendengarkan beberapa pembicaran di sekitarnya saat dia berjalan di sepanjang jalan.


Pernikahan itu akan berlangsung akan di adakan tiga hari lagi, perkumpulan antara Keluarga Xin dan Yao dan Kota Kekaisaran berada dalam suasana yang meriah dengan lentera warna-warni tergantung tinggi di jalanan.


Pada saat itu, keributan tiba-tiba menyapu keramaian jalan yang ada di sekitar membuat Zhang En menoleh dan melihat sekelompok orang yang sedang menunggang kuda.


Salah satu pemuda yang ada di dekat Zhang En berteriak "Itu orang-orang Keluarga Guo!"


“Keluarga Guo?” Zhang En merasa bingung melihat sikap semua orang yang sedang melihat ke arah kelompok yang sedang menunggangi kuda.


Tapi kemudian kerutan muncul di wajahnya saat dia melihat ke arah pemuda Keluarga Guo di atas kuda yang terlihat gagah. Pemuda itu berkata, "Murid Keluarga Guo benar-benar berani balapan kuda mereka di dalam Kota Kekaisaran, bukankah mereka takut akan mendapat hukuman?”


Pertanyaan yang terdengar naif ini membuat pemuda itu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, “Sekarang Keluarga Yao akan menjadi mertua dengan Keluarga Xin, bahkan Kaisar Zhu perlu memberi wajah kepada Keluarga Yao. Selain itu, Keluarga Guo adalah mertua dari Keluarga Yao, belum lagi balapan kuda di jalanan Kota Kekaisaran, bahkan jika Guo membunuh seseorang di siang hari bolong di jalanan ini, tidak ada yang berani menghentikan mereka! "


Pada saat ini, sekelompok murid Keluarga Guo dengan menunggang kuda telah tiba dalam jarak seratus meter dari Zhang En. Orang-orang lain di dekatnya bergegas untuk berpencar dan menghindari jalan mereka.


Melihat Zhang En, pemuda itu menasihati dengan cemas, "Mari kita menghindar dengan cepat, kalau tidak orang-orang dari Keluarga Guo itu akan benar-benar..!" Bahkan sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, tangannya. menarik Zhang En ke sisi jalan yang lebih aman.


Namun, Zhang En tetap berdiri seperti gunung yang kokoh yang tidak bisa di gerakkan.

__ADS_1


Pemuda itu tertegun. Tapi jarak dari kelompok Keluarga Guo tinggal beberapa meter lagi dari mereka, wajah pemuda itu pucat pasi dan mau tidak mau melepaskan tangannya. Sama seperti orang lain sekitarnya, dia melompat keluar dari jalur jalan yang akan di lewati murid Keluarga Guo.


Pada saat ini, hanya ada beberapa meter tersisa antara kuda yang sedang berlari itu dengan Zhang En, sedangkan kelompok murid Keluarga Guo meledak dalam tawa keras setelah itu mereka terkejut sesaat ketika mereka melihat Zhang En masih berdiri di jalan yang akan mereka lewati, Zhang En tidak seperti orang lain yang lari demi menyelamatkan diri mereka.


“Saudaraku, masih ada orang yang tidak takut mati!” Pemuda paling depan di antara kelompok itu tertawa keras, dan seolah memberi isyarat, kelompok lain yang ada di belakang tertawa bersamanya.


Sementara Zhang En melihat kelompok yang tertawa itu dengan ekspresi dingin.


Kurang dari lima meter jarak di antara mereka, Zhang En tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan memukul menggunakan telapak tangannya ke depan. Beberapa sinar emas berdengung di udara dan meluncur ke arah kelompok itu. Di depan mata kerumunan orang banyak yang ada di sekitarnya, mereka melihat setiap orang yang sedang menunggang kuda yang terkena sinar keemasan berhenti bergerak di tempat hanya beberapa meter dari Zhang En.


Pemuda sebelumnya yang menarik Zhang En merasa terkejut dari wajahnya menatap kelompok itu mirip seperti patung hidup.


"Kekuatan macam apa ini?!" Dan dia bukan satu-satunya yang terlihat tercengang melihat pemandangan di depannya, semua orang yang melihat hal itu juga ikut melebarkan bola mata mereka.


Zhang En melangkah santai menuju arah pemuda yang memimpin kelompok dari Keluarga Guo.


Melihat Zhang En mendekati mereka, pemuda itu ketakutan dan juga merasa marah pada saat bersamaan. Untuk menyamarkan ketakutannya, dia mengancam Zhang En, "Hei, kau benar-benar mencari mati! Apa kau benar-benar berani menyerang dan melukai kami? Tahukah kau siapa kami? Kami anggota dari Keluarga Guo! Aku Guo Xiao dan ayahku adalah Patriark Keluarga Guo, Guo Fang! Kau benar-benar akan mati jika hal ini di dengar oleh ayahku! " 


"Guo Fang?" Zhang En mencibir.


Pria ini adalah putra Patriark Keluarga Guo ... dengan kata lain, dia adalah keponakan Yao Wen? Tidak heran bocah ini merasa sombong dan arogant.


Zhang En mengangkat tangan kanannya lagi, jari-jarinya menekuk sedikit seperti cakar saat dia mencengkeram tenggorokan Guo Xiao, mengangkatnya ke udara. Guo Xiao langsung ketakutan terlihat di wajahnya.


"Hei, kau sungguh berani!"


Jangan lupa berikan like, vote dan juga koment nya. See you next chapter!

__ADS_1


Buat para pembaca semua, kalau bisa Author minta bantu untuk berikan rate penilaian bintang yang ada di bawah sebelah kanan cover Author.


🙏🙏🙏


__ADS_2