Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 33. Ingatan di Masa Lalu


__ADS_3

Jurus Auman Naga Langit yang di keluarkan oleh Zhang En pada serangan terakhir untuk menyerang Ming Yao mengejutkan semua orang yang hadir menyaksikan pertarungan mereka. Pertandingan final yang sangat hebat yang ditampilkan Zhang En dan Ming Yao telah membius hati semua orang yang menyaksikan.


Jurus mematikan serta keahlian jurus pedang yang ditampilkan Zhang En juga benar-benar membuat mereka kagum pada setiap pertarungan yang sangat luar biasa dari awal babak penyisihan.


"Ternyata jurus auman naga langit yang baru kupelajari ternyata sangat mematikan serta menghabiskan hampir seluruh Qi yang ku punya" Gumam Zhang En sambil melirik Ming Yao yang sedang di angkat menuju ruang perawatan.


"Pemenang pada final pertandingan Kekaisaran tahun ini adalah Zhang Xian En".


Akhirnya wasit mengumumkan peserta kemenangan puncak partai final Kekaisaran. Semua penonton memberikan tepuk tangan yang meriah dan bersorak kepada Zhang En karena menjadi juara 1.


•••


Didepan gerbang istana kekaisaran tempat turnament sedang dilaksanakan, seorang pria tua terlihat sedang berjalan seorang diri sambil melihat kerumunan orang yang sedang terlihat ramai di kursi penonton.


"Sudah lama sekali aku tidak melihat keramaian seperti ini" Ucap pria tua itu sambil terus berjalan menuju kesana.


Setelah memperhatikan situasi sejenak dan melihat-lihat sekelilingnya, pria tua itu kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong paling belakang.


"Haishhh.. Sepertinya aku datang terlambat"


Pria tua ini tidak lain adalah Tetua Chao Pao, Guru Zhang En.


•••


Dikursi utama,


Kaisar Zhu Xuan yang masih duduk dikursi ditemani oleh Permaisuri dan Juga Putri kaisar, setelah wasit mengumumkan kemenangan Zhang En, mereka kemudian berdiri dari kursi mereka masing-masing juga memberikan tepuk tangan kepada Zhang En.

__ADS_1


Putri Yhu Zhu Xuan yang sedang duduk di sebelah permaisuri kaisar, juga turut memberikan tepuk tangan kepada Zhang En sambil menampilkan senyum sumringgah serta mata yang terlihat bersinar memandang pemuda itu.


"Pemuda itu sangat hebat, bahkan semua tekniknya juga sangat mematikan" Ucap Kaisar Zhu lalu mengalihkan pandangan melihat Permaisurinya yang ada di sampingnya sambil memperhatikan wajah putri Yhu Zhu Xuan yang sangat bahagia sekali tidak seperti biasanya.


"Istriku, apa yang sedang terjadi dengan putri kita?" Tanya Kaisar.


"Aku juga tidak tau, sepertinya putri kita sudah dewasa" Jawab Permaisuri Zhu kepada Kaisar Zhu sambil melirik ke arah putri mereka sambil tersenyum memperhatikan sikap gadis itu dari dekat.


Kaisar Zhu Xuan dan Permaisuri Zhu akhirnya mengerti dengan perubahan yang mereka lihat pada putri mereka satu-satunya.


"Putri kita sepertinya tertarik dengan pemuda itu" Ucap permaisuri sambil memegang tangan Kaisar Zhu. Mendengar perkataan istrinya, Kaisar Zhu hanya menganggukan kepala mendengar perkataan istrinya kemudian memanggil putri mereka itu untuk mendekat.


"Yhu'er.. Bagaimana pendapatmu tentang pemuda itu?" Tanya kaisar kepada Putri Yhu Zhu.


"Mm-mm.. Iya ayah, menurutku dia sangat hebat juga berbakat dan pantas menjadi jenius nomor satu pada turnament ini" Jawab Putri Yhu Zhu antusias yang masih memandang ke arah Zhang En.


"Apakah kamu menyukai pemuda itu?" Tanya Kaisar Zhu ingin melihat reaksi putri Yhu Zhu.


"Kalau kamu mau, ayah tidak melarangmu untuk dekat dengan pemuda itu"


Kaisar Zhu mengetahui bakat Zhang En dan dia yakin pemuda itu kedepan nya akan menjadi sosok penting di masa mendatang, jadi tidak ada salahnya untuk putri mereka menyukai pria berbakat seperti Zhang En.


"Benarkah? ayah tau kamu menyukai pemuda itu" Ucap Kaisar Zhu.


Putri Yhu Zhu tidak membalas ataupun menjawab perkataan ayah nya, ia hanya menampilkan senyum serta wajah yang terlihat merah merona. Reaksi yang di perlihatkan putri mereka membuat Kaisar dan juga Permaisuri tidak lagi mengatakan apa-apa.


"Hmm.. Kalau aku tidak salah jurus pedang pemuda itu hampir sama dengannya!" Ucap kaisar Zhu kepada Permaisuri Zhu.

__ADS_1


Permaisuri tidak mengerti dengan ucapan Suaminya lalu bertanya "Sayang, Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, Dengan nya siapa maksudmu?" tanya Permaisuri Zhu.


Kaisar Zhu lalu bererita kepada permaisuri Zhu bahwa dulu bertemu dengan seorang Pria paruh baya sewaktu masih 17 tahun. Sebelum ia menggantikan ayahnya menjadi seorang Kaisar, Kaisar Zhu masih murid di Sekte Naga Merah.


Ketua Xin Long adalah seniornya waktu itu dan kebetulan Ketua Xin Long pada saat itu sedang ikut menemaninya untuk melakukan misi kerajaan di berbagai tempat untuk membasmi kelompok-kelompok Sekte Golongan Hitam.


Singkatnya, pada masa itu, Kaisar Zhu dan Senior Xin Long tanpa sengaja bertemu dengan seorang pendekar pedang yang mereka kira seorang pendekar golongan hitam dan melakukan pertempuran hebat.


"Kami di kalahkan dengan mudah padahal waktu itu ada 350 orang pendekar tingkat tinggi bersama kami. Juga ada 2 orang Tetua bertugas melindungiku sebagai putra mahkota. Kedua tetua itu tingkat kultivasinya diranah pendekar tingkat Tahap Dewa bintang 3. Akhir pertarungan, kami semua kalah. Pria itu pergi begitu saja dan tidak membunuh kami yang sudah menyerangnya. Waktu itu, setelah kami pulang dari misi, terjadi pemberontakan besar-besaran dari Sekte golongan Hitam. Saat itu,kami semua hampir dikalahkan karena adanya aliansi dari pendekar luar kekaisaran untuk membantu pemberontak. Pada saat genting, Pria itu kembali muncul dan membantai hampir 2000 pendekar dari sekte golangan hitam dan menyelamatkan kekaisaran kita ini dan menjadi pahlawan. Dia pernah menjadi pendekar No 1 di Kekaisaran kita ini serta namanya sudah melegenda, bahkan sangat ditakuti dan terkenal pada masa puncak kejayaannya karena jurus-jurusnya yang sangat mengerikan. Saat itu dia dijuluki Pendekar Kilat Pedang Pencabut Nyawa" Kata Kaisar Zhu sambil mengingat-ingat.


"Terus, Hubungannya dengan pemuda itu?"


"Teknik dan jurus yang di miliki oleh pemuda itu hampir sama dengannya. Bahkan aku merasa pedang pemuda itu sama persis dengan miliknya" jawab Kaisar Zhu.


Dikursi lain di belakang kursi Kaisar Zhu, Para ketua sekte sedang melakukan perdebatan satu dengan yang lainnya untuk memilih peserta yang akan mereka rekrut diantara peserta pemenang kompetisi. Terutama Zhang En yang tidak berasal dari sekte manapun, mereka menyiapkan berbagai rencana untuk merekrut pemuda itu.


"Kekuatan Zhang En ini sangat hebat"


"Kita harus merekrut pemuda itu apapun yang terjadi"


"Kemampuan Zhang En ini sangat menakutkan sekali"


Ucap beberapa ketua sekte satu sama lain sambil memikirkan cara untuk menjadikan Zhang En sebagai murid pribadi mereka.


Beda halnya dengan 3 sekte golongan hitam yang ada ditempat itu. Mereka memikirkan berbagai cara untuk menyingkirkan Zhang En dari awal sebelum berkembang.


Mereka tahu bahwa dimasa depan, Zhang En akan menjadi penghalang besar untuk kubu mereka jika Zhang En memilih bergabung dengan Sekte golongan putih.

__ADS_1


Mereka melakukan rencana tersendiri untuk merekrut Zhang En dengan memaksa Zhang En masuk Ke kubu mereka atau membunuh pemuda jika ada kesempatan.


Jangan lupa berikan Like, Koment dan Votenya kalau berkenan.


__ADS_2