Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 369 - Zhang En VS Wang Biao


__ADS_3

Pada saat ini, Wang Biao telah meningkatkan kemuatannya ke tahap puncak.


"Kau tidak menggunakan pedangmy?" Tatapan Zhang En jatuh pada pedang kuno yang tergantung di pinggang Wang Biao. Dia tahu bahwa Wang Biao ini adalah seorang pendekar pedang seperti dia, yang pastu memiliki keterampilan pedang hebat.


Tatapan mata Wang Biao sangat dingin, menjawab "Melawanmu, aku tidak perlu menggunakan pedangku."


Zhang En mengangkat alisnya mendengar jawaban Wang Biao, karena memang begitu, maka dia tidak akan perlu basa-basi lagi saat dia berkata dalam hati. 'Heh.. Betapa sombongnya kau anak muda..!'


Tiba-tiba,


" Terima seranganku..!”


Wang Biao tiba-tiba menerjang ke depan dengan kedua tinju menyerang dengan niat membunuh. Ketika tinjunya menyerang, bayangan tinju yang mengeluarkan Qi emas berturut-turut terbang keluar, bergerak ke atas dan ke bawah, kiri dan kanan, sehingga sulit bagi siapa pun untuk memprediksi lintasan serangannya.


Zhang En lalu mendengus, dia lalu melangkah ke depan bukannya bergerak ke samping untuk menghindari serangan itu, dia malah memukul kedepan dengan menggunakan kedua tinjunya untuk mengadu tinju mereka.


“Apakah Zhang En ini tidak tahu bahwa tinju dari tubuh Buddha Wang Biao sekeras artefak setengah dewa?! Dia masih berani bertarung langsung dengan Wang Biao dengan kedua tinjunya!”


"Sepertinya tinju Zhang En ini akan sia-sia!"


Semua orang yang melihat pertarungan mereka metasa kasihan saat mereka menyaksikan Zhang En menghadapi musuhnya secara langsung.


Wajah ejekan merayap di wajah Wang Biao ketika melihat Zhang En mencoba melawan serangannya dengan cara yang sama, tetapi cahaya ingin membunuh berkedip di kedalaman matanya.


DUARRR!!!


Dalam sepersekian detik, tinju mereka bertabrakan dengan ledakan menggelegar.


Wajah mengejek di wajah Wang Biao menegang saat dia merasakan otot-ototnya jyga ikut menegang, cahaya kejam di matanya digantikan dengan kegelisahan yang tidak diketahui oleh siapapun.


Dia menatap Zhang En, tetapi tepat ketika dia akan berbicara, energi Qi yang mengerikan menabrak seluruh tubuhnya.


Rasa sakit yang tajam menjalar dari tinjunya, begitu kuat sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan jeritan sedih. 

__ADS_1


"Ughh...!"


Wang Biao dikirim terbang kembali, di lemparkan oleh kekuatan yang sangat kuat.


Mata Zhang En menyipit karena dalam mode setengah bertarung serius. Dalam sekejap, dia muncul di mana sosok Wang Biao terpental saat dia masih di udara.


"Apa yang kalian lakukan.. Semuanya berhenti!" 


Jeritan Wang Biao membuat para murid dan pasukan dari Klanya kembali sadar saat melihat empat siluet bergegas keluar dari tempat kelompok mereka berada yang akan menyerang Zhang En.


“Mati...!” 


Suara Zhang En bergema seperti guntur bersamaan dengan melayangkan satu serangan telapak tangannya ke arah empat orang yang akan menyerangnya sekaligus. Tindakan keempat orang itu membeku di udara selama kurang dari satu helaan nafas sebelum jatuh ke tanah seperti meteor, menabrak permukaan tanah.


Pah.....!


Ekspresi wajah Zhang En tetap tidak berubah saat dia menambahkan serangan lain di punggung Wang Biao saat dia bergerak.


Darah terbang keluar seperti anak panah saat dia muntah darah. Wang Biao lalu dikirim terbang terlmpar ke langit, jeritannya terdengar lemah dan lebih terdengat jauh, menghilang ke lapisan awan.


Kerumunan itu menarik napas dingin ketika melihat empat pasukan dari Keluarga Wang yang dipukul ke tanah oleh Zhang En, tergeletak di tanah dengan setengah napas tersisa serta kejang-kejang.


Keempat pasukan Keluarga Wang ini semuanya adalah pembudidaya ranah Kaisar Dewa tahap akhir, mereka dikalahkan hanya dengan satu telapak tangan Zhang En.


Beberapa saat kemudian, teriakan Wang Biao kembali terdengar lagi dari atas langit, dia jatuh kembali dengan kecepatan tinggi.


"BOOOMMM!!!"


Sebuah ledakan bergema ketika tubuhnya menyentuh tanah. Garis zigzak seoerti jaring laba-laba telah terbentuk di permukaan tanah dimana dia terjatuh.


Ketika semua orang akhirnya menatap Wang Biaoyuan, dengan perasaan ngeri, mereka melihat bahwa butiran daging kecil muncul di lengan tubuh Buddha Wang Biao yang dikenal sebagai tubuh unik yang tidak dapat dihancurkan, dan ada bekas pukulan yang terlihat mencolok yang tampak sedikit menonjol di dadanya dan punggung.


Du Leng yang saat ini juga melihat tubuh Wang Biao yang sedang tergeletak di sana seolah-olah dia akan pingsan kapan saja, otot wajahnya sedikit berkedut saat dia bergumam, 'Sangat kejam..! Apakah Zhang En ini masih seorang manusia?' Sudut matanya lalu bergeser saat dia mengamati Zhang En.

__ADS_1


Tatapan mata Zhang En juga menyapu dimana Du Leng, Li Shao, Xu Shaoqing, dan yang lainnya berada. Dia sangat mengharapkan apakah ada dari antara mereka yang akan mau mencoba bertarung dengannya.


Melihat adanya provokasi dalam tatapan Zhang En, ekspresi tidak menyenangkan membayangi wajah Li Shao, Xu Shaoqing, Zhu Haixiang, dan para murid genius top lainnya, namun tidak ada yang berani melangkah keluar dari barisan, termasuk Du Leng.


Kerumunan jatuh ke dalam keheningan berat yang berkepanjangan ketika teriakan marah tiba-tiba terdengar saat sesosok siluet melompat keluar dari tengah-tengah kerumunan Klan Wang, menyerang Zhang En, seorang pembudidaya ranah Kaisar Dewa Bintang tiga.


Serangan orang ini terlalu cepat, tidak terpikir oleh siapa pun bahwa Tetua dari Keluarga Wang akan mencoba membunuh Zhang En.


"Bangs4t!"


Tepat ketika tuan Keluarga Wang hendak memukul Zhang En, seberkas cahaya pedang sekilas terlihat dan menghilang di udara.


Tetua dari Klan Wang tiba melolong kesakitan, mencengkeram tangannya saat dia terbang mundur, menatap takut pada Tetua Zhang Huan.


Tetua Zhang Huan lah yang menyerangnya barusan.


Semua orang bisa melihat bahwa pergelangan tangan tetua daru Klan Wang itu telah terpotong dengan rapi.


Zhang Huan memelototi semua orang-orang Klan Wang dengan tatapan dingin, menekankan setiap kata-katanya saat dia berbicara, "Ini adalah Benua Awan Laut, dan kalian semua berada di Kota Roh kami. Kali ini, aku memotong pergelangan tanganmu sebagai hukuman, tapi lain kali, itu akan menjadi akhir dari hidupmu!” Sambil menatap tetua yang barusan menyerang Zhang En.


Zhang En telah membuktikan kekuatannya. Dengan demikian, dia adalah peserta yang menempati peringkat pertama seleksi penerimaan murid tahun ini. Jika Zhang En terbunuh di Kota Roh, bukankah itu akan menjadikan seluruh Sekte Roh Api menjadi lelucon terbesar pada abad ini?


Seorang murid jenius seperti Zhang En adalah pemandangan yang sangat langka yang hanya muncul dalam seratus ribu tahun yang pasti akan menjadi murid berharga Sekte Roh Apu di masa depan, tentu saja mereka harus perlu melindunginya.


Mencengkeram lengannya yang sedang terluka, Tetua itu tidak punya pilihan selain menelan amarahnya, sama seperti tetua serta murid Klan Wang lainnya.


Zhang En dan Wang Biao telah sepakat bahwa tidak ada yang diizinkan untuk ikut campur dalam pertarungan mereka, tetapi Klan Wang melakukan serangan diam-diam setelah Wang Biao kalah.


Tatapan dingin Zhang Huan mengamati semua orang sebelum berbalik melihat Zhang En dengan senyum ramah, "Adik Zhang, apakah kau baik-baik saja?" 


Zhang En melihat senyum ramah Tetua Zhang Huan dengan perasaan sedikit tersanjung, dengan sopan menjawab, "Tetua Zhang, aku masih baik-baik saja...."


Zhang Huan mengangguk dengan senyum lebar, tetapi matanya yang tajam seperti elang tertuju pada Zhang En.

__ADS_1


Selanjutnya, Zhang Huan secara resmi mengumumkan daftar peringakat 1 sampai 10. Adapun peringkat diatasnya, Zhang Huan hanya memerintahkan tetua lain untuk mengumumkan peringkat lainnya kepada seluruh dunia.


Setelah peringkat satu sampai sepuluh diumumkan, segera upacara pemberian hadiah kepada setiap masing-masing peserta.


__ADS_2