Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 91. Kekalahan


__ADS_3

Cahaya gelap Qi Iblis memancarkan kekuatan misterius yang melonjak hebat di sekitar Jiang Tianhua.


Tepat pada saat itu, serangan Seni Pedang Amarah Dewa Naga Surgawi meluncur dengan kecepatan kilat menebas ke arah Jiang Tianhua.


Serangan jurus Pedang Seni Dewa Naga Surgawi Zhang En berbenturan dengan kekuatan Qi gelap misterius yang berputar-putar di sekitar Jiang Tianhua yang menggilingi tubuhnya. Hanya butuh satu detik ketika jurus pedang Zhang En menembus penghalang kekuatan misterius yang mengelilingi tubuh Jiang Tianhua lalu menusuk menembus ke dalam daging Jiang Tianhua.


TRANGGG! 


Suara benturan logam terdengar saat sisik besi yang menutupi tubuh Jiang Tianhua. Tubuhnya terhuyung mundur kebelakang. Jiang Tianhua menyentuh dadanya di mana serangan pedang Zhang En telak mengenai dadanya yang sudah ada tanda garis miring terlihat di dadanya.


Zhang En juga terkejut saat melihat efek dari jurus pedang amarah naga surgawi. Armor yang melindungi bagian luar tubuh Jiang Tianhua benar-benar melindungi tubuhnya. Pertahanan Fisik Iblis Abadi Jiang Tianhua ini memang tangguh.


Selain itu, Jari Kesengsaraan Iblis Jiang Tianhua maupun Fisik Iblis Abadi nya belum mencapai tingkat sempurna. Jika dia benar-benar mencapai hasil itu, bukankah Jiang Tianhua akan menjadi lebih kuat dari Zhang En?.


Meskipun merasa terkejut, hal ini memberi Zhang En pemahaman tertentu tentang Fisik Iblis Abadi Jiang Tianhua. Itu memang terlihat sangat hebat, tapi sayangnya Jiang Tianhua belum mencapai tingkat sempurna. Jika Zhang En ingin menerobos pertahanan baju besi bersisik Jiang Tianhua, maka dia harus meningkatkan efektivitas serangannya lebih intens.


Detik berikutnya, Zhang En kembali menyerang Jiang Tianhua. Dalam sekejap mata, dia telah berada di depan Jiang Tianhua dan memukulnya dengan menggunakan telapak tangan.


Sebelum wajah Jiang Tianhua terkejut, sebuah cincin berwarna keemasan terbang keluar dari serangan telapak tangan Zhang En.


Jurus pengikat Telapak Tangan Buddha-!


Saat Jiang Tianhua ingin membalas dan memblokir serangan Zhang En, dia terkejut ketuka merasakan bahwa kedua lengannya sebenarnya tidak bisa digerakkan. Tak hanya lengannya, seluruh tubuhnya pun tak bisa bergerak satu inci pun.


"Ini adalah!?" Jiang Tianhua merasa ketakutan, bingung, dan cemas saat dia melihat serta kaget saat kedua telapak tangan Zhang En akan menghampirinya. Namun, semburan Qi berwarna ungu tua tiba-tiba keluar dari tubuh Jiang Tianhua.


“Qi iblis Keabadian!” Dari kejauhan, suara Chen Xiaotian terdengar. Para pembudidaya Tubuh Iblis Abadi mengandung Qi iblis abadi di dalam tubuh mereka dan Qi iblis abadi ini sangat misterius dan tidak dapat diprediksi.

__ADS_1


Qi iblis abadi menyembur keluar dari dalam tubuhnya mengguncangkan seluruh area sekitarnya. Jiang Tianhua dengan cepat mengangkat tangannya kemudian menjulurkan telapak tangan kedepan.


DUUAAARRRR-!


Dua telapak tangan saling bertabrakan dan meledak mengobrak abrik gedung aula.


Jiang Tianhua didorong mundur saat ledakan itu, dia terhuyung-huyung ke belakang dengan tubuh yang mulai melemah, wajahnya menjadi pucat pasi. Qi iblis abadi di tubuhnya mungkin telah mencapai batasan yang tidak terlihat, tetapi dia tidak dapat mengeluarkan Qi pertempuran apa pun saat ini. Itulah alasan dia gagal menahan serangan telapak tangan Zhang En sebelumnya, dan sekarang, darah dan energi didalam tubuhnya mengalir dengan kacau merusak organ bagian dalam tubuhnya secara internal.


Zhang En bergerak dari posisinya setelah telapak tangan mereka bertabrakan dan siluetnya menghilang.


"Menghilang?" Jiang Tianhia tertegun sejenak, dia segera mencoba merasakan lingkungan sekitar dengan mengedarkan penglihatannya menggunakan energi spiritualnnya, tetapi dalam ruang lingkup aula besar itu, aura Zhang En telah lenyap. Beberapa saat kemudian, Zhang En muncul kembali di depannya entah dari mana saat pedang Zhang En menebas kembali ke arahnya.


Cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya berubah membentuk seperti bunga lotus yang terlihat mekar saat berputar di udara.


Bunga Lotus Buddha Kebenaran-!


Zhang En melayang di udara dan setelah itu turun ke bawah sambil berjalan perlahan menuju Jiang Tianhua.


“Apakah kau ingin melanjutkan pertarungan ini?” Zhang En bertanya.


Wajah Jiang Tianhua saat ini terlihat suram.


Zhang En berdiri dengan sabar menunggu jawabannya.


Jiang Tianhua memandang Zhang En dengan keengganan yang tak terbatas di dalam hatinya, juga keterkejutan dan ketidakpercayaan. Dia seseorang yang telah berkultivasi dalam bentuk Tubuh fisik Iblis yang Abadi yang selama ini telah meningkatkan kekuatannya sampai tingkat tertentu.


Beberapa saat berlalu, akhirnya Jiang Tianhua berbicara, "Bolehkah aku tahu, Teknik pedangmu barusan, keterampilan pertempuran apa itu?" Teknik pedang yang kuat yang ditunjukkan Zhang En lebih kuat dari teknik Jari Kesengsaraan Iblisnya.

__ADS_1


"Teknik Pedang Dewa Naga." Zhang En menjawab.


Semua orang yang berdiri di aula besar termasuk Chen Xiaotian, Geng Ken, hingga yang lainnya, semuanya telah tunduk kepadanya, tidak masalah bagi Zhang En jika mereka semua ingin mengetahui Teknik Pedang miliknya.


"Teknik Pedang Naga Dewa ..." Jiang Tianhua mengulangi nama itu untuk dirinya sendiri, tapi ini adalah pertama kalinya mendengar nama jurus pedang Zhang En.


“Baiklah, karena aku kalah, aku akan tunduk padamu.” Jiang Tianhua melihat ke langit, sambil mendesah saat dia berkata. Keengganan untuk mengakui kekalahan karena mendapat kekalahan menghadapi Zhang En masih kuat di hatinya, Kalah berarti harus berpegang teguh pada setiap perkataannya, ini adalah prinsip hidupnya.


“Tapi kuharap kau bisa membiarkan mereka hidup dan jangan menghukum mereka.” Jiang Tianhua menunjuk ke arah Cui Ming dan lima orang Tetua Sekte Penjilat Darah.


"Selama mereka tunduk padaku, aku bisa mengampuni nyawa mereka." Ucap Zhang En sambil mengangguk. Dia tidak memiliki dendam dengan Cui Ming atau dengan ke lima orang Tetua Sekte Penjilat Darah. tidak seperti dia benar-benar harus membunuh mereka, tapi sekali lagi, itu bergantung dengan pilihan mereka apakah mereka bersedia tunduk kepada Zhang En atau lebih memilih kematian mereka sendiri.


Cui Ming dan lima Tetua Sekte Penjilat Darah pada awalnya terlihat ragu-ragu, tetapi pada akhirnya mereka mengangguk dan memilih untuk tunduk. Sejak Patriak mereka, Jiang Tianhua telah memilih untuk tunduk kepada Zhang En, mau tidak mau mereka lebih memilih untuk tunduk pada orang yang lebih kuat seperti Zhang En.


Selanjutnya, Zhang En memberi tahu Jiang Tianhua, Cui Ming, dan lima Tetua itu untuk melepaskan penghalang ke lautan jiwa mereka agar dia mencapnya dengan tanda jiwa.


"Tanda jiwa!" Mendengar bahwa Zhang En ingin mencap jiwa mereka, Jiang Tianhua dan lima orang lainnya mengungkapkan ekspresi yang sama seperti Chen Xiaotian dan setiap Tetua di Sekte Penyihir Langit, mereka juga sangat terkejut. Tetap saja, seperti pendahulunya, mereka kemudian melepaskan lautan jiwa mereka dan membiarkan Zhang En untuk menandai mereka satu per satu.


Zhang En diam-diam menarik napas lega ketika semua proses penandaan jiwa sudah selesai. Karena Jiang Tianhua, Cui Ming, dan sisa tetua dari Sekte Penjilat Darah telah tunduk, itu berarti setengah dari rencananya telah selesai. Dia sekarang telah memiliki kendali penuh atas Sekte penjilat Darah.


Dengan Sekte Penyihir Langit dan Sekte Penjilat Darah di bawah kendalinya, rencana yang tersisa adalah menaklukkan Sekte Sembilan Iblis. Pada saat ini, Sekte Sembilan Iblis tidak lagi menjadi penghalang besar dalam rencananya untuk mengambil alih seluruh Kota Kematian. Sebagai kesimpulan, dia memiliki lebih dari setengah kekuatan Kota Kematian di bawah kendalinya dan tinggal menunggu waktu saja dia akan mengambil alih Kota Kematian setelah menaklukkan Sekte Sembilan Iblis.


.


-


-

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Vote!


__ADS_2