
"Sekte Pedang Bayangan?" Zhang En terkejut, dia tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya di Kekaisaran Ming.
Fang Yao melanjutkan, “Selain itu, Kaisar Kekaisaran Musim Semi saat ini adalah paman dari pihak keluarga ayah Huo Ping.”
“Kaisar Kekaisaran Musim Semi adalah paman dari keluarga ayah Huo Ping? Tidak heran dia begitu sombong." Zhang En mencibir dan tidak menaruh Huo Ping sedikitpun di matanya, bahkan saat dia mengetahui bahwa dia adalah murid Patriark Sekte Pedang Bayangan dan keponakan Kaisar Musim Semi, itu terlihat biasa saja.
"Tapi, bukankah peserta Turnament Kota Kekaisaran Ming terbatas hanya pada kerajaan teritorial di bawah Kekaisaran Ming? Bagaimana cara Huo Ping ini bisa masuk menjadi peserta ?"
Melihat Zhang En bingung, Fang Yao menjelaskan, "Huo Ping ini mendaftar ke Sekte Iblis Darah dua tahun lalu, karena itu dia dapat berpartisipasi dalam Turnament Kota Kekaisaran kita sebagai murid Sekte Darah Iblis."
Zhang En mengangguk. Sekte Darah Iblis adalah salah satu dari Tujuh Sekte besar dan paling bergengsi di Kekaisaran Ming.
Keduanya berbicara dan minum selama lebih dari belasan jam, Fang Yao pergi saat matahari terbenam di cakrawala.
Fang Yao pergi, dan keesokan paginya, Kaisar Zhu mengunjungi Sekte Naga Merah bersama putranya, anak dari selirnya, Duan Wuhen. Kaisar Zhu memiliki seorang putri tunggal dan hanya satu-stunya dari istri sahnya Permaisauri Kekaisaran saat ini. Murid Tetua Agung Sekte Naga Merah, Putri Yhu Zhu.
Di depan Ketua Sekte Xin Long, tingkah laku Kaisar Zhu menunjukkan rasa hormat. Kunjungan Kaisar Zhang En kali ini untuk menyampaikan kabar tentang penyusupan Sekte-sekte golongan hitam yanng di punggungi oleh Sekte Gagak Hitam di kerajaan-kerajaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Ming saat ini.
Dua jam kemudian, Kaisar Duanren dan Duan Wuhen meninggalkan Kawasan Bukit Selatan Sekte Naga Merah setelah bertemu dan mengadakan pertemuan dengan Ketua Xin Long. Sedangkan saudara perempuannya Yhu Zhu tidak berada di Sekte karena sedang melaksanakan misi.
Oleh karena itu, tugas Zhang En saat ini adalah harus mengekang pasukan Sekte Gagak Hitam agar tidak mengakar lebih dalam kedalam pasukan Kekaisaran.
Setelah menemui dan berbicara dengan Ketua Xin Long, Zhang En memasuki Kuil Gunung Dewa Emas dan kembali mengeluarkan satu butir Pil Roh Raja Hantu dan menelannya, memulai latihan pintu tertutup. Dua hari kemudian, dia selesai mengosumsi Pil Roh Raja Hantu, meningkatkan pemahaman hukum ruang serta cadangan Qi pertempurannya.
Zhang En terus melanjutkan menelan Pil Roh Raja Hantu yang keempat, kelima dan keenam. Zhang En terus berkultivasi dengan cara yang sama hingga menelan Pil Roh Raja Hantu yang kesepuluh. Dia berusaha keras untuk segera menerobos alam ranah Pertap Dewa sedini mungkin.
Setelah menyerap Pil Roh Raja Hantu kesepuluh, Zhang En keluar dari Kuil gunung Dewa dan menemui Ketua Xin Long dan Tetua Chao, menanyakan kabar terbaru.
__ADS_1
Tetua Chao yang menjawab, "Menurut berita yang diterima oleh kami, Penguasa Chen Tianqi telah tiba Di Benua Angin Salju."
"Penguasa Chen Tianqi? Benua Angin Salju?" Tanya Zhang E bingung.
"Benar. Mungkin kau masih belum mengaetahui hal ini. Penguasa Chen Tianqi adalah salah satu penguasa sebuah Domain yang jauh dari Kekaisaran kita ini. Tepatnya yang ada di Benua Awan Bintang, di daratan kita ini, ada tiga benua yang dipisahkan menjadi tiga benua utama yaitu, Benua Angin Salju, Benua Awan Bintang, dan Benua Mata Angin. Benua Angin Salju adalah wilayah dimana Kekaisaran Ming berada saat ini." Ucap Tetua Chao menjelaskan.
"Ternyata, aku masih kurang wawasan mengenai tentang itu. Terimakasih Guru" Balas Zhang En setelah mendengar penjelasan Tetua Chao.
"Menurut penyelidikan mata-mata dari murid Sekte kita, Chen Tianqi menuju ke Hutan Asal setelah datang ke sini setelah tiba di Benua Angin Salju." Ketua Xin Long berkata.
"Mereka pergi ke Hutan Asal?" Zhang En bingung, "Apa yang dilakukan Chen Tianqi di Hutan Asal?"
"Hutan Asal adalah salah satu tempat paling berbahaya di Dunia Roh Bela Diri. Legenda mengatakan bahwa ras manusia dari Dunia Roh Bela Diri, binatang iblis, dan jutaan ras semuanya berasal dari Hutan Asal. Hutan Asal adalah salah satu hutan kuno yang ada di Dunia Roh Bela Diri." Sambung Tetua Chao.
"Kalau soal tujuannya di Hutan Asal ... Mata-mata kita masih belum mengetahui hal itu."
Beberapa saat kemudian, Zhang En meninggalkan kedua gurunya. Zhang En kembali ke halaman rumahnya sendiri. Berdiri di halaman rumahnya, dia melihat bulan yang bersinar di langit malam yang cerah, sambil berpikir.
Kata-kata kematian Ao Baixue diputar berkali-kali di kepala Zhang En sejak saat itu.
"Apakah aku akan mati?"
Zhang En menghela nafas berat di dalam dadanya. Kegelisahan telah tumbuh di hatinya dalam beberapa hari ini.
Zhang En menghabiskan waktu berjam-jam berdiri di halaman sebelum dia menenangkan diri, lalu memasuki Kuil Gunung Dewa dan menelan Pil Roh Raja Hantu dan terus berlatih.
Saat Zhang En memasuki praktik tertutup untuk kedua kalinya dalam jangka waktu yang singkat, berita tentang Zhang En yang telah membunuh Tetua Ao Baixue salah satu Tetua tingkat tinggi Sekte Gagak Hitam akhirnya terdengar menghantam setiap sudut Kota Kekaisaran Ming seperti badai.
__ADS_1
Entah apa penyebab berita itu baru saja terdengar dan siapa orang yang menyebarkannya masih belum ada yang tau. Tetapi, semua orang yang mendengar berita kematian Tetua Sekte Gagak Hitam menjadi gempar.
"Tetua Gagak Hitam Ao Baixue dibunuh oleh Zhang En!"
Berita ini mengguncang semua orang Kekaisaran Ming.
•••
Klan Fang Manor.
Manor / Mansion \= Kediaman / Tempat tinggal.
Fang Yao yang sedang berlatih keterampilan dan jurus pertempuran di halaman rumahnya ketika salah satu bawahannya berlari dengan cepat untuk menemuinya dan melaporkan berita ini kepadanya. Ketika Fang Yao mendengar berita itu, dia tercengang di tempat, “Zhang En membunuh Tetua Sekte Gagak Hitam, Ao Baixue ?!”
"Dia membunuh seorang Ahli ranah Pertapa Dewa? Astaga Dragonnn..!!"
Pedang besar di tangan Fang Yao jatuh tanpa dia sadari, lalu menusuk kaki kirinya sendiri. Fang Yao menjerit kesakitan sambil melompat-lompat di halaman itu dengan satu kaki.
Memberikan reaksi yang mirip dengan Fang Yao adalah Kaisar Zhu. Jauh di dalam ruang rahasia di dalam halaman istana, Kaisar Zhu terkejut saat menerima berita itu.
Yang benar-benar menakutkan Kaisar Zhu adalah usia Zhang En yang masih sangat muda. "Memperkirakan kecepatan kultivasi Zhang En, bukankah itu berarti bahwa dalam waktu seratus tahun, dia bahkan bisa menjadi kultivator terkuat sepanjang sejarah ?" Ucap Kaisar Zhu Kelu dari mulutnya sendiri saat mengatakan hal ini.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote!