Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 576 - Kekalahan Nuyan Tian


__ADS_3

"Aku akan membunuhmu bocah manusia, terima seranganku!” Suara menusuk Nuyan Tian bergema bermil-mil jauhnya dan mengetarkan seluruh ruang di langit yang luas seperti gemuruh.


Bentuk tubuh sejati Nuyan Tian melebarkan sayapnya yang luar biasa yang membawa deru angin dan api yang kencang. Sayapnya menembakkan ratusan lebih bilah angin api raksasa yang mengeluarkan api, menusuk ke arah Zhang En.


Setiap bilah angin api raksasa mencapai panjang seribu meter, tetapi ada satu bilah yang lebih panjang dari yang lain, membawa kekuatan api phoenix yang bahkan lebih menakutkan dari sebelumnya.


Teknik serangan ini adalah keterampilan bawaan yang unik dari Klan Phoenix, seperti serangan teknik rahasia tingkat tinggi, gelombang auman Naga milik Zhang En, dan serangan ini juga adalah salah satu teknil tingkat tinggi dan serangan terkuat dari Klan Phoenix.


Nuyan Tian pernah menggunakan teknik ini untuk membelah gunung yang kokoh di area terdalam dari Dunia Kematian menjadi lebih dari seratus bagian.


Menyaksikan ada ratusan lebih bilah angin api raksasa terbang ke arahnya, mata Zhang En menyipit, tetapi dia tidak menghindar atau mundur. Sebaliknya, dia terbang ke depan. Cahaya putih keemasan melintas di udara saat tinjunya meninju bilah angin api raksasa serangan Nuyan Tian.


Di kejauhan, semua tetua dari Klan Phoenix tercengang ketika mereka melihat ini. Sebenarnya ada seseorang yang ingin menggunakan tinjunya secara langsung untuk melawan serangan tingkat tinggil lainnya milik Patriark mereka.


Pada saat yang bersamaan, lapisan api dewa sejati muncul di kepalan tangan tinju Zhang En saat mereka bertabrakan dengan salah satu bilah angin api raksasa paling depan.


RUMBLEEE!!


BOOMMMM!!


Ledakan yang memekakkan telinga bergema di udara saat bilah angin api raksasa milik Nuyan Tian hancur di depan tinju Zhang En.


Kata terkejut saat mereka bermimpi belut mereka dihancurkan, bahkan tidak bisa menggambarkan ekspresi semua wajah para tetua bawahan Nuyan Tian saat mereka menyaksikan ini.


Dalam sepersekian detik, bilah angin api raksasa kedua mendekati Zhang En dengan kecepatan yang mengerikan. Zhang En lalu mengangkat salah satu tinjunya lagi dan mengeluarkan pukulan lainnya.


Lalu yang ketiga, yang keempat.


BOOMMM!!!


BOOOMMM!!!


BOOMMMM!!!


Saat ledakan ledakan terdengar di udara berturut-turut, bilah serangan angin api raksasa dihancurkan oleh Zhang En satu demi satu.


Pada akhirnya, lebih dari seratus bilah angin api raksasa itu menghilang begitu saja saat setiap tinju Zhang En melawan serangan itu secara langsung.

__ADS_1


Mata Nuyan Tian melebar karena terkejut menatap Zhang En dan berkata pada dirinya sendiri tanpa sadar. 'Tubuh manusia ini sangat kuat sampai sejauh ini?! Dia menyaingi tubuh binatang kuno tingkat tinggi! Tidak, tubuhnya bahkan lebih menakutkan daripada binatang kuno dalam legenda!'


Nuyan Tian dengan cepat mengatasi keterkejutannya dan niat membunuh di matanya yang dengan cepat semakin meningkat.


Sayapnya yang terbentang di udara lalu terlipat di belakang, lalu seluruh tubuh phoenixnya berputar dengan kecepatan tinggi, percikan api di sekelilingnya terbentuk saat membentuk badai api dan membesar seperti tornado, bertiup ke arah Zhang En.


Kekuatan dari badai api itu bahkan menerbangkan sembilan lapisan awan yang ada langit karena efeknya.


Melihat ini, Zhang En juga tidak mau kalah dan dia melompat maju membuat putaran pada tubuhnya. Angin yang sangat kencang juga berkumpul di sekelilingnya, berubah menjadi badai topan membentuk ilusi naga iblis tipe angin.


Teknik ini adalah Badai Topan Naga Angin.


Ini adalah teknik yang sama yang digunakan Zhang En di Dunia Wuyan ketika dia menghancurkan wilayah pusat klan Ye dan membunuh mereka semua. Pada saat itu, Zhang En masih memiliki kultivasi ranah Alam Dewa Leluhur Bintang Dua, tapi sekarang, kultivasinya berada di ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir.


Teknik ini sekarang seratus kali lebih kuat pada tingkat kekuatannya saat ini.


Serangkaian badai topan besar dalam bentuk naga angin membubung ke langit seolah-olah mereka ingin menembus badai api phoenix milik Nuyan Tian.


"GROARRRR!!!!"


"UWEEEEEKK!!!'


Kekuatan Api berkobar dan bilah angin bersiul di langit yang luas. Langit yang tadinya cerah menjadi gelap seolah-olah akhir kiamat akan datang, gelombang suara kejut yang mengerikan mencapai sepuluh ribu kilo meter jauhnya.


Para tetua klan Nuyan Tian mundur lebih jauh dalam ketakutan, mereka yang terlambat menjauh, tubuh mereka langsung diiris menjadi potongan daging yang tak terhitung jumlahnya oleh kedua serangan gelombang kejut yang mengerikan itu.


Saat topan naga angin dan topan phoenix api saling bertabrakan, setelah beberapa waktu kemudian, badai topan api milik Nuyan Tuan meledak tiba-tiba.


BOOOOMMMM!!!


DUUAAARRR!!!


Tubuh Nuyan Tian lalu dipukul mundur oleh kekuatan badai topan angin milik Zhang En, menabrak puncak gunung di bawah. 


GROAAMMMM!!!


DUUAARRRRR!!!

__ADS_1


Gunung itu terbelah, segala jenis bebatuan dan batu-batu besar berguling, dan pasir beterbangan di langit.


Api di permukaan tubuh sejati Nuyan Tian meredup saat dia sekali lagi kembali ke bentuk manusianya.


Dalam serangan terakhir, api dewa Zhang En yang juga bergabung degan badai topannya menyebabkan kerusakan besar pada qi Nuyan Tian, menyebabkan Nuyan Tian gagal mempertahankan wujud pheonix sejatinya.


"K-k-kau!" Ketakutan tumbuh di hati Nuyan Tian saat melihat Zhang En kali ini.


Baru saja, ketika dia mengeksekusi teknik serangan badai apinya,, dia menggunakan kekuatan penuhnya, bahkan mengerahkan kekuatan dewa emas sejati, namun dia masih kalah.


“Aku tidak kalah, tidak mungkin! Aku seorang ahli Alam Emas, sang phoenix suci, bagaimana aku bisa kalah dari seorang manusia ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir?! TIDAK!” Nuyan Tian berteriak, tidak dapat menerima kebenaran ini.


Tidak hanya dia, tetapi setiap ahli ranah Alam Emas lainnya yang dikalahkan oleh seorang kultivator ranah Alam Dewa Surgawi yang dimata mereka sangat lemah juga akan merasakan hal yang sama.


Zhang En tidak peduli dengan perkataan dan ekspresi Nuyan Tian saat ini. Dalam sekejap, dia sudah berada di depan Nuyan Tian. Tidak membuang-buang banyak bicara, tinjunya sudah terayun di wajah Nuyan Tian.


DUARRR!!!!


"ARGGHHH!!!


Jeritan menyedihkan serta suara ledakan dari serangan tinju yang telak mengenai wajah Nuyan Tian mengguncang udara saat Nuyan Tian terlempar ke udara dan jatuh kembali ke tanah. 


Bukkk!!


Ketika tubuhnya mendarat di atas tanah, orang bisa melihat bahwa sisi kanan wajahnya bengkak dan tidak berbentuk.


"Bocah manusia sialan, Kau berani meninju wajah tampanku!!" (Boah mausia ialan, uuweu beeeaii meiijju wayaj thafanq) Ucap Nuyan Tian sambil mencengkeram pipinya yang masih terasa panas. Matanya memuntahkan kemarahan, ketidakpercayaan, dan kebencian yang memelototi Zhang En. Tapi setiap kata-katanya tidak jelas dan tidak dapat dimengerti karena wajah kirinya yang bengkak.


Mendengar suara yang tidak jelas memasuki pendengarannya, Zhang En meraih tubuh lawannya dalam sekejap, tinjunya terayun lagi di sisi kiri wajah Nuyan Tian.


DUAARRR!!!


Sekali lagi, Nuyan Tian dikirim terbang ke udara dan jatuh ke tanah.


Semua tetua bawahan Nuyan Tian marah melihat Patriark mereka diperlakukan seperti itu dan ingin menyerang Zhang En.


ARGGHHHHH?!

__ADS_1



Diatas adalah ilustrasi Nuyan Tian!


__ADS_2