Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 43. Rencana Pembalasan


__ADS_3

Ketika dia masuk ke kamarnya, jubah merah yang awalnya terlihat bagus sekarang compang-camping dan berlumuran noda darah. Ketika dia memasuki ruangan yang dia tinggali bersama seorang temanya, ekspresi kebencian menghilang dari wajahnya.


“Ah, apa yang terjadi padamu? Kau hanya keluar sebentar saja, tetapi kau pulang seperti ini. Apa yang terjadi?"


Setelah memasuki rumah, ada seorang pemuda diruangan itu dan memandang terkejut melihat keadaannya. Dia menanyai pemuda itu dan kemudian memeriksa lukanya.


Pemuda yang memeriksa lukanya bernama Chu Hao sedangkan yang pemuda yang dipukuli oleh Zhang En adalah Dai Zo.


Wajah bingung Chu Hao terlihat sambil memeriksa luka temanya itu. lalu bertanya balik, "Siapa yang membuatmu seperti ini?"


Dai Zo menjawab Chu Hao dengan tatapan marah "Zhang En!"


Chu Hao mengangkat alisnya dan menunjukkan keterkejutan, “Zhang En? Pemuda yang memenangkan turnament kekaisaran dan telah diangkat menjadi murid serta penerus ketua sekte? Tapi kenapa dia memukulimu? Bukankah dia selama ini jarang terlihat dan keluar dari kediamannya?"


"Sudahlah aku akan pergi mencari saudara Zin Bai. Bukankah dia mengatakan bahwa dia akan berurusan dengan orang miskin itu cepat atau lambat? Sekarang kesempatan telah datang.” ucapnga seakan tidak peduli dengan luka di wajahnya.


Chu Hao tidak berbicara tetapi terus merenungkan dan membiarkan temannya itu terus menjelaskan apa yang telah terjadi.


•••


Di tempat lain, masih di sekitar puncak sekte.


Dua orang pemuda lainnya secara brutal dipukuli oleh Zhang En. Meskipun bukan mereka mengatakan mereka hanya ikut saja serta memukuli Shu Fai dan adiknya, Zhang En tidak peduli lagi. Dia berencana untuk memukuli mereka semua saat dia menemukan mereka.


Awalnya, Zhang En ingin menemukan lebih banyak kelompok itu, tetapi, kebanyakan dari mereka telah kembali ketempat mereka, jadinya Zhang En tidak dapat menemukan kelompok itu untuk diberi pelajaran.

__ADS_1


Setelah memberi pelajaran kepada tiga orang yang dia temui, suasana malam berangsur-angsur redup dan malam menjadi sejuk di sekitarnya.


•••


Ditempat Dai Zo dan Chu Hao, murid-murid dari kelompok Dai Zo sudah berkumpul dan berdatangan di tempat itu memenuhi ruangan dan mereka berjumlah sekitar 35 orang.


Mereka semua adalah orang-orang yang merupakan Keluarga bangsawan dan dari keluarga yang berpengaruh. Pada saat ini, mereka semua terlihat marah saat mengetahui apa yang terjadi.


Zin Mo dan Zin Bai sudah datang ditempat itu. Setelah mereka mendengar tentang apa yang terjadi, semua orang diam dan melihat ke arah mereka berdua dan menunggu mereka berdua untuk berbicara. Mereka ingin melihat bagaimana masalah ini akan ditangani oleh mereka dan rencana selanjutnya.


“Apakah kamu yakin Zhang En mengatakan hal seperti itu? Aku tidak dapat menemukan alasan untuk menghadapinya. Sepertinya Shu Fai ikut dalam permasalahan ini. Karena dia ingin mencampuri urusan untuk murid-murid rakyat jelata itu, aku akan membiarkan dia melakukannya. Aku akan berurusan dengan mereka dan memberi mereka semua pukulan untuk membayar semua yang dilakukan Zhang En kepadamu." Zin Bai menyeringai dan matanya terlihat bercahaya. Setelah dia selesai berbicara, dia menjilat bibirnya.


Begitu Zin Bai selesai berbicara, semua kelompok yang ada didalam ruangan itu terlihta bersemangat. Mereka tidak takut apapun di dunia ini dan hanya ingin bersenang-senang.


Dari nada bicara Zin Bai, mereka menyimpulkan bahwa Zin Bai akan menemui rakyat jelata itu dan memberikan mereka masalah lagi dan juga membalaskan perlakuan Zhang En. Pertarungan antara keduanya pasti tidak bisa dihindari karena Zin Bai selalu ingin bertarung dengan orang seperti Zhang En.


“Benar, biarkan murid-murid jelata itu melihat kekuatan kita karena kami masih memiliki Kakak Senior Zin Mo dan Kakak Zin Bai yang hebat dipihak kita."


“Kita semua harus langsung menemui Zhang En besok. Kita tidak bisa membiarkan dia memukuli salah satu dari kita tanpa alasan. Jika kita tidak memberi pelajaran, mereka tidak akan tahu bahwa mereka harus takut pada kita. Aku tidak tahan melihat Zhang En ini selama ini yang jarang memperlihatkan wajahnya dan berpura-pura menjadi hebat."


Zin Bai sepertinya sangat menikmati semua ucapan mereka dan tersenyum saat dia menerima sanjungan dari mulut kelompok itu, alisnya berkerut dan dia menunjukkan ekspresi bangga. Hanya Zin mo yang tetap tenang, seolah-olah dia belum mendengar sanjungan munafik itu.


“Zhang En tidak mudah ditangani apa lagi Shu Fai. Zhang En juga punya ketua sekte yang mendukung dan juga melindunginya, ”seorang pemuda bertubuh kecil, wajah lembut, dan pipi kemerahan bergumam dengan suara rendah. Kemudian dia tiba-tiba menyadari semua orang memelototinya dengan marah. Dia tampak seperti anak kecil yang telah melakukan kesalahan, dan dia menunduk karena malu.


“Meski dia di penerus ketua sekte, yang terpenting adalah menyelesaikan masalah ini. Kita tidak bisa membiarkan seseorang dipukuli dengan sia-sia, walaupun begitu, pasti ada solusi untuk menghadapi Zhang En dan juga Shu Fai".

__ADS_1


Zin Mo yang tenang dari tadi sedikit tidak menyukai suasana di sini dan menganggapnya terlalu berisik. Dia dengan lembut berkata, “Aku akan pergi sekarang. Yakinlah, aku akan punya jawaban untuk kalian semua tentang masalah ini. Besok malam, Pertama-tama saya akan menemui Zhang En."


Setelah dia selesai berbicara, dia pergi sambil mengabaikan reaksi semua orang dan bahkan tidak mempertimbangkan apa yang dipikirkan orang lain. Bahkan jika dia marah atau merasa jijik, dia akan tetap mempertahankan sikap elegan itu karena merasa kuat dari antar murid lainnya.


Meskipun Zin Mo tampak sedikit bangga dengan sikapnya, dibandingkan dengan kesembronoan dan kesombongan Zin Bai, semua orang sebenarnya lebih menyukai Zin Mo yang tampaknya dingin dan tenang.


Setelah dia berbicara, semua orang tahu bahwa masalah ini tidak akan berakhir seperti ini. Mereka akan tahu apa yang akan terjadi besok malam.


Orang-orang di dalam ruangan menjadi bersemangat dan mengantisipasi balasan Zin Mo besok. Mereka percaya bahwa Zin Mo tidak akan mengecewakan mereka.


Zin Mo pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Zin Bai, juga tidak meminta pendapat Zin Bai, seperti dia adalah masternya.


Sikap Zin Mo Ini membuat Zin Bai sangat malu. Tetapi dia tidak berdaya melawan Zin Mo karena dia sendiri tidak bisa mengalahkan Zin Mo dalam pertarungan, dia tidak bisa mengalahkan latar belakang Zin Mo, dan bahkan dari segi prestasi, dia tidak sebaik milik Zin Mo.


Namun, Zin Bai terbiasa bangga dengan sikapnya. Setelah melihat Zin Mo pergi, dia merasa agak malu untuk tinggal. Dia sengaja menegangkan wajahnya dan berkata dengan suara keras, “Tunggu saja dan lihat bagaimana aku menangani Zhang En dan semua murid-murid jelata. Kalian semua bubar dan kembali ketempat masing-masing, aku akan membalas dendam untukmu Dao Zi." ucap Zin Bai sambil menatap Dao Zi. lalu Zin Bao pergi meninggalkan mereka semua tanpa melihat ke belakang.


Sinar bulan malam yang ada dilangit memancarkan cahaya kedamaian , Tetapi Zin Mo merasakan perasaan seperti air mendidih. Ketika dia berjalan keluar halaman, angin sepoi-sepoi menyebabkan beberapa helai rambutnya berkibar. Itu sesuai suasana dalam hatinya yang tidak akan tenang bahkan setelah waktu yang lama.


Matanya menyipit dan Zin Mo menatap langit dengan tatapan yang rumit.


“Zhang En, apakah kita akan menjadi lawan? Sudah lama aku ingin benar-benar bertarung denganmu".


Dengan desahan singkat diikuti dengan desahan dalam, Zin Mo berbalik dan meninggalkan tempat itu.


Zin Mo membuat keputusan di dalam hatinya. Besok, dia akan menemui Zhang En dan Shu Fai untuk mengatur pertempuran!

__ADS_1


Berpikir tentang Zhag En, Zin Mo yang memiliki ekspresi dingin, tiba-tiba tersenyum sedikit. “Zhang En, aku harap kau tidak mengecewakan aku jika bertemu denganku" gumamnya sambil melangkah ke kediamannya.


Jangan lupa like dan vote jika berkenan. Terimakasih!


__ADS_2