
Saat aula utama Klan Zhang lagi berkumpul membahas pergantian Pemimpin Sekte Roh Api, seorang murid Klan Zhang berlari memasuki aula, melaporkan dengan suara yang sangat antusias, "Nona Muda Lue Hue, Tuan Muda Zhang telah kembali!"
Disaat ini, aula itu menjadi sunyi senyap mendengar perkataan murid itu. Kedua orang tua Lue Hue dan yang lainnya di aula itu menjadi bersorak saat kebahagiaan melanda mereka.
"Aapa? Kakak Zhang telah kembali!" Lue Hue berdiri dengan gembira.
Murid itu dengan hormat menjawab, "Benar Nona Muda Hue, pesan yang di kirim melalui jimat komunikasi oleh penjaga dari Portal antar Dunia, bahwa Tuan Muda Zhang baru saja keluar dari sana dan dalam perjalananan ke sini."
Mendengar ini, semua anggota Klan Zhang saling tersenyum cerah, lalu mempercepat langkah mereka, meninggalkan aula itu dalam sekejap.
Tepat ketika mereka dekat dengan gerbang masuk pintu utama kediaman Klan Zhang, mereka bisa melihat sosok pemuda terbang ke arah mereka.
"Kakak Zhang!"
"Tuan Muda Zhang!"
"Paman besar!"
Melihat Lue Hue beserta kedua orang tuanya, juga para pemuda yang dekil dan nakal dulu sudah sangat dewasa, yang keluar untuk menemuinya, perasaan hangat mengalir ke hati Zhang En.
Senyum kecil tersungging di wajahnya.
"Aku pulang!" Zhang En berseru senang, dengan wajah polos seperti bukan sosok Dewa Pembantai di luar sana.
"Senang karena kau kembali." Ucap Lue Hue.
" Paman besar, ayo, beri tahu kami, berapa peringkatmu pada kompetisi Antar Dewa?" Ucap anak dari anak dari adik laki-laki Lue Hue, Xiao Yin mendesak, "Apakah peringkat satu juta? Seribu? Ratusan?"
Sepertinya di mata Xiao Yin, itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Orang harus tahu bahwa ada 10 juta murid dari berbagai dunia yang ikut serta.
Semua orang menoleh, mengantisipasi jawaban Zhang En.
Zhang En hanya melihat tatapan tajam yang diarahkan padanya, menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat Zhang En menggelengkan kepalanya, Xiao Yin menepuk dahinya sendiri, sedikit ragu, "Apakah Paman besar tidak masuk peringkat? Ini tidak mungkin!!"
Zhang En merasa tertekan mendengar kata-kata Xiao Yin!
Ketika Xiao Yin memperhatikan senyum kecut Zhang En, dia pikir tebakannya tepat , “Tidak apa-apa, peringkatnya tidak terlalu penting. Paman Besar, kau tidak perlu merasa tertekan, masih ada kompetisi berikutnya, kau pasti bisa masuk peringkat jika bekerja keras dimasa depan.
"Ya, benar sekali Kakak Besar! "
"Benar Tuan Muda, jangan putus asa, masih ada kompetisi berikutnya dimasa depan! "
Beberapa pemuda dan pelayan Klan Zhang memberi semangat kepada Zhang En.
Mendengarkan semua yang mereka katakan, Zhang En menampar keningnya, menegur sambil tersenyum, “Kalian mengira kalau aku ini sangat lemah?! Tentu saja, dalam kompetisi pertempuran antar Dewa kali ini, aku memenangkan peringkat pertama.!
Mendengar pengakuan Zhang En, tiba-tiba semua orang menjadi hening, dan Xiao Yin dengan cekikikan kecil, berkata, “Paman Besar, saat ini kau bahkan tidak perlu memasang wajah memerah karena berbohong seperti ini di hadapan kami semua? Tapi, melihat ekspresi wajahmu, sepertinya kau hanya mengarang cerita saja. Hahahhaa.”
Lue Hue dan semua orang juga tertawa.
Xiao Yin juga berbicara lagi, “Itu benar! Paman Besar tidak usah menipu kami. Jujur adalah pilihan lebih baik!"
Zhang En tidak bisa berkata apa-apa, sepertinya dia merasa ada benarnya bahwa terkadang tidak ada yang percaya ketika seseorang seperti dirinya mengatakan yang sebenarnya. Tapi Zhang En tidak menjelaskan lebih lanjut, lagipula, dalam beberapa hari, berita itu akan menyebar keseluruh penjuru Alam Menengah hingga Alam Bawah. Pada saat itu, semua anggota Klan Zhang akan mengetahui kebenarannya.
Kemudiann, semua orang berjalan kembali memasuki Kediaman Klan Zhang, masing-masing duduk di aula utama.
Dalam perjalanan memasuki kediaman Klan Zhang, Zhang En dengan santai bertanya tentang hal-hal yang terjadi saat dia pergi belakangan ini di Dunia mereka. Seperti biasa, semua orang mencoba untuk saling melengkapi, bertarung di antara mereka sendiri untuk memberi tahu Zhang En.
Setelah memasuki aula, duduk di kursi utama paling depan, Zhang En menceritakan semua apa yang dia lalui di Alam Rahasia, tetapi ketika dia mencapai bagian cerita saat melakukan pembantaian semua Murid Klan Tang dan Klan Yu, Zhang En tidak menceritakannya secara detail, dia hanya mengatakan bahwa dia telah membantai semua murid dari kedua Klan itu.
Xiao Yin akhirnya tertawa terbahak-bahak, “Paman Besar, kau pikir kami tidak tahu kekuatan Yu Feng itu? Dikatakan bahwa dia berada di Ranah Dewa Emas Bintang 3. ”
Mereka semua terus berpikir bahwa Zhang En mencoba menipu mereka. Melihat reaksi orang-orang ini, Zhang En merasakan napas tertahan di dadanya.
"Sudah, lupakan semua yang aku katakan barusan! " Zhang En lalu menatap Lue Hue, yang saat ini menundukkan kepalanya dengan malu-malu dan pipinya memerah karena di tatap oleh Zhang En.
__ADS_1
Zhang En lalu tersenyum, berkata, “Sesuai janjiku dulu, aku berencana mengadakan pernikahanku dengan Nona Muda kalian, di adakan satu bulan dari sekarang.!"
Mendengar ini, sorakan bahagia semua anggota Klan Zhang meletus di aula itu.
Mendengar perkataan Zhang En, tubuh mungil Lue Hue bergetar, kegembiraan dan kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
Hari itu juga itu, persiapan untuk pernikahan Zhang En mulai dilaksanakan.
Nuyan Yao, beserta semua bawahan Dewa Emas yang mendengar perkataan Zhang En, Serta Sang Kaisar Naga Azure, Long Xioba, muncul tiba-tiba, lalu maju untuk memberi selamat kepada Zhang En.
Tiba-tiba, suasana aula itu menjadi meriah menyebar ke seluruh Istana Klan Zhang.
Long Xioba lalu memanggil pemimpin pelayan Klan Zhang selama ini, langsung segera memerintahkan untuk memulai semua persiapan yang diperlukan, bahkan para penjaga Klan Zhang juga harus berkontribusi dalam persiapan pernikahan Zhang En.
....
Saat malam hari dan langit malam di penuhi bintang-bintang.
Zhang En saat ini sedang berdiri di kediaman khusus miliknya, merenungkan berbagai hal.
Berita pernikahannya akan segera menyebar melalui di seluruh Alam Bawah dan Alam Menengah dan selanjutnya, sampai ke telinga orang-orang tertentu. Orang-orang seperti dari Klan Yu dan Klan Tang, yang juga akan mendengar berita pernikahannya.
Pada hari pernikahannya, Zhang En yakin bahwa kedua Klan itu akan datang membalas dendam.
Sebelum hari itu tiba, dia masih ada waktu sebulan untuk bersiap.
Sementara Zhang En sedang membuat rencananya, suara riang terdengar memasuki telinganya seperti alarm rusak.
“Dasar sialannnnnn!! Bocah laknat, kudengar kau telah kembali! Aku sudah tahu kalau kau tidak akan mati dengan mudah di luar sana.”
Zhang En tersenyum kecut mendengar suara yang tidak asing ini. Dia berbalik dan melihat sosok Gurunya, Master Kun yang tampan dari luar pintu depan.
Pria tua itu sedang berjalan masuk melalui pintu depan, tiba-tiba membeku dalam langkahnya, menatap Zhang En seolah-olah dia baru saja melihat sesuatu yang tak terbayangkan, berteriak dengan cara yang dramatis, “A-Apaaaaa??? Kultivasi Dewa Emas Bintang 3?? D-Dan di tahap menengah mendekati tahap akhirrrrr?! Bocah tak tahu diri, sialan!!”
__ADS_1