
Pada saat ini, mata ke tiga Ketua Sekte itu dipenuhi dengan keterkejutan setelah mengetahui identitas Tetua Chao Pao. Mereka menyesal tidak berhasil menyingkirkan Zhang En yang akan menjadi penghalang rencana mereka dimasa depan.
Setelah itu, mereka bertiga lalu meninggalkan Kekaisaran dan kembali ke sekte mereka masing-masing.
Kaisar Zhu dan Ketua Xin Long lalu datang menghampiri Tetua Chao Pao, "Senior. Terimakasih sudah datang membantu" ucap Kaisar.
"Kaisar Zhu. Jangan sungkan, aku hanya sedikit membantu" balas tetua Chao Pao.
Para Ketua Sekte yang ada di belakang Kaisar hanya menatap Tetua Chao Pao dengan segan. Terlihat Ada jejak ketakutan di mata mereka dan memberi hormat kepada Tetua Chao Pao setelah mengenalinya. Bukan hanya itu saja, mereka tidak menyangka bahwa Zhang En adalah murid Tetua Chao Pao.
Siapa yang tidak mengenal Tetua Chao Pao? Ia adalah seorang legenda pendekar pedang No 1 di kekaisaran Ming yang sangat ditakuti dan sudah dikenal pada masa jayanya.
Selama ini, Tetua Chao Pao sudah sangat lama mengasingkan diri dan memutuskan untuk berkultivasi dengan damai jauh dari keramaian. Kalau bukan karena mengunjungi serta menyelamatkan muridnya, Dia tidak akan pernah keluar dari Hutan tempat dia tinggal selama ini, apa lagi mencampuri segala urusan dunia persilatan.
Setelah berbicara sebentar, Kaisar Zhu Lalu memanggil Jenderal Kekaisaran untuk membersihkan dan memperbaiki sebagian gedung yang telah hancur lalu menyuruh semua orang untuk bubar dari tempat itu kecuali 3 orang dari mereka untuk tetap tinggal.
Kaisar Zhu mengajak Tetua Chao Pao dan juga Ketua Xin Long serta Zhang En untuk masuk ke dalam istana untuk berbincang-bincang dan menjamu mereka ditemani Permaisuri dan Putri Yhu Zhu.
"Senior, Sudah sangat lama tidak bertemu. Hal apa yang membuat tetua datang berkunjung kesini?" Tanya Kaisar Zhu.
"Aku hanya ingin melihat perkembangan dan menonton muridku saja pada Turnament kekaisaran tahun ini".
"Hahaa.. Aku sangat beruntung karena Tetua sudah datang. kalau tidak, pasti masalah hari ini akan menimbulkan kekacauan".
Tetua Chao Pao hanya menganggukan kepala sambil meminum arak yang ada di meja.
"Ketua Xin Long. Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Tetua Chao.
"Mmm. Tetua, maaf sebelumnya karena telah lancang sudah ingin menjadikan Zhang En sebagai murid serta sudah memilihnya menjadi penerusku" ucap Ketua Xin Long sedikit merasa tidak enak hati.
"Soal itu, aku tidak mempersalahkan, kalau kau ingin membimbingnya menjadi gurunya, aku juga tidak keberatan demi kebaikan dan masa depannya". kata Tetua Chao Pao sambil melirik ke arah Zhang En.
"Aku juga ingin Zhang En banyak belajar dan terus berlatih untuk bisa menggantikan posisiku dimasa depan" sambung Tetua Chao Pao.
__ADS_1
"Terimakasih Senior. Walau aku tak sehebat dirimu, Tapi aku akan melakukan yang terbaik".
Mendengar perkataan Mereka, Zhang En hanya mengambil nafas sedikit berat. Ia tau bahwa saat ini, ia harus bertambah kuat setelah mengetahui dalang dari pembantaian desa serta keluarganya. Demi membalaskan dendam kepada Sekte Gagak Hitam, ia harus terus bertambah kuat.
"Guru. Aku berjanji akan terus berlatih untuk terus bertambah kuat, aku akan ikut dengan Kakek Xin Long ke sekte Naga Merah".
"Baiklah kalau itu keputusanmu, kalau ada waktu, jangan lupa untuk mengunjungi gurumu ini".
Diam-diam, Putri Yhu Zhu yang sedari tadi diam mendengar semua pembicaraan di ruangan itu merasa sangat senang. Bagaimana tidak, walaupun ia putri kaisar, tapi ia juga adalah seorang murid inti Sekte Naga Merah. Otomatis, ia akan bisa bertemu dengan Zhang En.
Terlihat senyuman di bibir mungil gadis itu setelah mengetahui Zhang En menjadi murid serta penerus Ketua Sekte Xin Long.
"Tetua.. Kebetulan Putriku juga murid dari Tetua Agung Sekte Naga Merah" ucap Kaisar Sambil memperkenalkan Yhu Zhu.
Tetua Chao Pao melirik ke arah gadis muda yang duduk di sebelah permaisuri. Putri Yhu Zhu langsung memasang senyum lalu memperkenalkan diri, " Tetua, namaku Yhu Zhu Xuan".
Sedangkan Zhang En sedikit terkejut mengetahui kalau gadis itu seorang murid Tetua Agung Sekte Naga Merah. Tetapi ia hanya memasang wajah yang biasa saja tidak menampakan keterkejutan.
"Tetua, sepertinya Zhang En dan Putri Yhu Zhu terlihat sangat cocok" ucap Ketua Xin Long memberi pendapat.
"Hahaa. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu" jawab Tetua Chao Pao tertawa terbahak-bahak melihat ke arah Zhang En. Tetua Chao Sedikit bingung melihat muridnya itu terlihat biasa saja tanpa menunjukan ketertarikan.
Sedangkan Putri Yhu Zhu merasa senang mendengar perkataan mereka, apa lagi saat Kaisar menyambung ucapan Ketua Xin Long dan Tetua Chao, " Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka?"
Kaisar Zhu yang telah melihat sendiri bakat dan kemampuan Zhang En sudah tertarik, apa lagi setelah mengetahui bahwa pemuda itu murid dari Sang Legenda. Tinggal menunggu waktu saja pemuda itu akan menjadi pendekar terhebat dan ingin membangun hubungan mulai dari sekarang dengan cara menjodohkan putrinya kepada murid Sang Legenda.
Permaisuri juga tampak menyetujui perkataan suaminya. Ia juga ingin calon pasangan putrinya adalah seseorang yang kuat dan bisa di andalkan dimasa depan.
"Kalau soal itu, aku setuju. Kita hanya perlu menanyakan kepada mereka berdua mau atau tidak" balas Tetua Chao Pao.
"Yhuer, apa kau setuju jika aku jodohkan dengan dia" tanya Kaisar kepada putrinya sambil melihat Zhang En.
"Mmm.. Ayah, aku akan menyetujui segala keputusan ayah" jawab Yhu Zhu malu-malu lalu menunduk ke bawah.
__ADS_1
Kaisar Zhu tersenyum puas mendengar jawaban putrinya karena tidak ada penolakan dari perkataan putrinya itu.
"Zhang er, apa kau mau aku jodohkan untuk menjadi pasangan dari Yhu er? tanya kaisar kepada Zhang En.
Zhang En tidak langsung menjawab pertanyaan Kaisar. Memang kecantikan Putri Yhu Zhu tidak diragukan lagi. tetapi ia masih belum berpikir mengenai hal itu apa lagi di hatinya saat ini hanya ada Lie Hue seorang.
Zhang En masih menampakan wajah yang terlihat tenang, tetapi dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa kepada Kaisar. Setelah lama berpikir, Zhang En tidak ingin membuat penolakan langsung dan tak ingin menyinggung perasaan Kaisar.
"Maaf kaisar, untuk saat ini aku belum berpikir sampai ke sana, saat ini aku fokus meningkatkan kultivasiku saja" jawab Zhang En memberi alasan yang masuk akal.
Kaisar Zhu hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Zhang En. Ia juga tidak bisa memaksa pemuda itu.
"Baiklah. Tidak apa-apa." ucap Kaisar dengan wajah sedikit berharap walau terlihat sedikit nada kekecewaan.
Putri Kaisar Yhu Zhu merasa hatinya sangat kecewa, matanya terlihat memerah ingin menangis. Tapi ia tidak mau mempermalukan diri di hadapan pemuda itu apa lagi di depan ayahnya sendiri. Putri Yhu Zhu lalu berdiri dari kursinya lalu berlari menuju kamarnya.
Permaisuri melihat putrinya pergi begitu saja, meminta izin untuk meninggalkan mereka dan segera menemui putrinya. Tetua Chao Pao dan Ketua Xin Long tidak bisa berkata apa-apa.
"Tetua, maaf dengan sikap putriku"
"Haha. Kaisar Zhu, aku yang seharusnya minta maaf karena aku tidak tau harus berbuat apa. Kalau masalah perasaan, kita tidak bisa melakukan apa-apa".
Zhang En merasa tidak enak hati merasa bersalah kepada Kaisar. Mereka akhirnya mengakhiri jamuan Kaisar setelah bercerita banyak hal selama beberapa jam.
"Kaisar Zhu. Terima kasih atas jamuan pada hari ini" ucap ketua Xin Long dan juga Tetua Chao Pao.
"Terima kasih juga Kepada kalian berdua".
•••
Setelah ke luar dari istana Kaisar, Tetua Chao Pao mengatakan kalau dia akan langsung pulang dan tidak bisa mengantar Zhang En ke Sekte Naga Merah, merekapun akhirnya berpisah di tengah perjalanan.
**♡Jangan lupa berikan Like dan Vote jika berkenan♡
__ADS_1
See you next chapter♧**