Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 714 - Membuat Rencana


__ADS_3

Setelah selesai mengasingkan diri, Zhang En saat ini muncul di aula utama kediaman Klan Zhang yang baru dibangun kembali. 


Kemudian memanggil bawahannya untuk melaporkan situasi terbaru.


Leluhur Fang ragu-ragu sebelum melaporkan, "Tuan, sejauh ini, ada lima ratus dari Pemimpin dan Leluhur dari setiap Sekte dan Klan di seluruh Alam Menengah telah tiba."


Mendengar ini, kilatan tajam bersinar di mata Zhang En.


Di seluruh Alam Menengah, memiliki lebih dari enam ratus orang kultivator Dewa Emas, tetapi jumlah ini hanya menghitung pembididaya dari ras manusia saja, tidak termasuk dari klan binatang iblis termasuk yang berada dalam pengasingan yang sangat lama. Secara keseluruhan, Zhang En yakin jika di seluruh Alam Menengah memiliki tidak kurang dari seribu ahli Dewa Emas.


Dengan kata lain, setengahnya datang ke Kediaman Klan Zhang.


"Terus, ada berita apa lagi?" Tanya Zhang En, suaranya yang rendah sepertinya memancarkan tekanan yang tak terlihat.


Raja Naga Laut lalu melaporkan, "Ketua Sekte Phoenix Api, Guo Shen Fei telah memimpin sejumlah besar Pemimpin Sekte dan Leluhur diuar sana untuk tunduk di bawah Sekte Menara Langit."


"Sekte Menara Langit?" Ekspresi Zhang En menjadi gelap mendengar ini.


“Guo Shen itu juga mengatakan bahwa Tuan Muda Zhang tidak bisa sombong setelah ini, jadi semua orang-orang yang mengikutimu saat ini akan mati dengan menyedihkan!” Leluhur Fang menambahkan.


Zhang En mendengus dengan dingin mendengar semua ini.


"Tuan Muda, haruskah kita memburu Guo Shen dan kelompoknya?" Leluhur Fang bertanya.


Zhang En menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, biarkan mereka pergi dan tunduk di bawah Sekte Menara Langit. Ketika saatnya tiba, aku akan menangani mereka semua sekaligus."


"Bagaimana dengan para pengkhianat itu?" Zhang En mengajukan pertanyaan lain.


“Khan He dan kelompoknya sekarang sudah mati, kepala mereka ada di sini.” Ucap Raja Naga Laut sambil mengeluarkan belasan kepala.


Tatapan mata Zhang En terasa dingin. Dengan jentikan jarinya, kekuatan api jatuh ke kepala yang terpenggal itu, membakarnya menjadi abu.


"Ini hadiah dariku, berikan kepada mereka yang memburu para pengkhianat itu." Ucap Zhang En sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda." Kedua pria itu berkata serempak.


Zhang En mengangguk dan meminta mereka memanggil semua tamu yang telah datang


Setelah kelima ratus orang itu memasuki aula, Zhang En tidak peduli dengan basa-basi dan langsung ke intinya, menyuruh mereka untuk tunduk padanya.


Tentu saja, Zhang En menggunakan pendekatan yang bisa dibilang menguntungkan, juga memberikan ratusan batu roh sesuai dengan kultivasi setiap orang.


Awalnya, beberapa dari merela sangat kesal mendengarkan Zhang En memerintahkan mereka untuk tunduk, tetapi ketika mereka mendengar bahwa setiap dari mereka dapat menerima rarusan ribu batu roh kelas Dewa, semuanya memerah karena kegembiraan.


Namun di saat berikutnya, Zhang En menyatakan bahwa mereka yang tunduk padanya harus di tandai dengan tanda jiwa Zhang En, menyebabkan kegembiraan mereka padam seketika.


Tatapan Zhang En menyapu mereka semua di aula itu, melanjutkan, “Mereka yang tidak mau tunduk padaku bisa pergi, aku tidak akan memaksa kalian. Namun, siapa pun yang melangkah keluar dari aula ini tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk hidupnya! "


Wajah mereka semua menegang.


"Zhang En, kami dapat setuju dengan kau menempatkan tanda jiwa pada kami, namun, ratusan batu roh ini terlalu sedikit untuk melayanimu selama setahun, belum lagi jika puluhan tahun" Tiba-tiba, sebuah suara memecahkan suasana, "Kami ingin satu juta batu roh kelas langka setiap tahun!"


Banyak Pemimpin dan Leluhur yang masih diam terkejut, mata mereka melihat ke kiri dan ke kanan mencari pemilik suara yang tampaknya datang dari semua sudut aula, sedemikian rupa sehingga orang sulit menentukan siapa yang berbicara.


SWOOSSHHHH!!!


Tangan Zhang En tiba-tiba terulur, mendorong ke tempat tertentu di udara.


Tiga jeritan sengsara terdengar di aula itu pada saat yang sama ketika tiga sosok dikirim terbang dengan darah menyembur keluar dari mulut mereka.


Mereka bertiga memiliki ketakutan saat mereka melihat Zhang En.


"Zhang En, apa artinya ini?" Salah satu dari mereka dengan cepat menyembunyikan rasa takutnya dengan marah berteriak, "Kami datang untuk tunduk padamu, namun kau menyerang kami, sungguh tercela!"


Zhang En menyaksikan tindakan keras kepala orang ini, lalu dia mendengus, mengungkapkan ketidaksabarannya. 


HONNGGGG!!

__ADS_1


Serangan jiwa langsung menuju orang itu.


Pria itu tiba-tiba menjadi kaku dan jatuh ke lantai, tidak lagi bernapas. Terengah-engah kecil terdengar di aula, menyebabkan semua orang merasakan hawa dingin bertiup di leher mereka.


"Bukankah kalian barusan menuntut dan mengatakan lebih baik tunduk pada Sekte Menara Langit?" Zhang En menatap dua orang yang tersisa, "Bagaimana kalau sekarang?"


"K-kami sekarang bersedia untuk tunduk, kami berharap Tuan Muda Zhang akan menunjukkan belas kasihan dan tidak membunuh kami." Mereka berdua berlutut dan memohon.


Melihat adegan ini, beberapa kelompok yang tidak ingin mati bergegas mengumumkan penyerahan mereka kepada Zhang En, tidak lagi berani memainkan trik apa pun.


Tanpa penundaan, Zhang En menandai jiwa mereka semua, sepenuhnya memegang nyawa mereka di tangannya.


Setelah memberikan upah yang dia janjikan, Zhang En menyuruh mereka meninggalkan aula.


Namun, saat duduk di aula utama, ada kerutan yang dalam di dahi Zhang En setelah orang-orang ini pergi.


Meskipun kekuatan pasukannya tidak dianggap lemah setelah menambahkan lima ratus orang ini, itu masih jauh dari mampu melawan Sekte Raksasa dan Sekte Kuno seperti Sekte Menara Langit yang memiliki warisan panjang dan sangat dalam.


Karena itu, Zhang En sangat perlu meningkatkan pasukannya dan kekuatannya sendiri, lalu segera meninggalkan aula untuk membuat rencana.


Tidak lama kemudian, Zhang En tiba di mansion tempat Master Kun berada untuk menanyakan apakah pria tua itu tahu ke mana dia bisa pergi untuk meningkatkan kekuatannya dalam waktu sesingkat mungkin.


Master Kun menjawab tanpa ragu, "Pergilah ke Alam Iblis, di sana ada Dunia Iblis yang tak terbatas."


"Alam Iblis?" Zhang En terkejut. Sebelumnya, sebelum dia membunuh Yu Fei, saat menjelajahi ingatannya, Zhang En menemukan bahwa Leluhur Klan Yu saat ini berada di Dunia Iblis. Termasuk Leluhur Klan Tang juga ada di sana.


Master Kun mengangguk, “Jika ada tempat di Tiga Alam yang dapat membantu meningkatkan kekuatan seseorang dalam waktu singkat, yang pertama dalam daftar adalah menjalajahi Alam Iblis dengan menantang Menara Iblis, sedangkan yang kedua adalah memasuki jalan menuju Neraka yang ada di Alam Iblis.”


Mendengar ini, semangat akan pengembaraan kembali menyala di mata Zhang En setelah sekian lama.


Selanjutnya, Zhang En mengajukan beberapa pertanyaan lagi terkait Alam Iblis. Master Kun memberi tahu Zhang En semua yang dia tahu tentang Alam Iblis.


Di Alam Iblis, Tidak hanya Klan Iblis penghuni alam itu. Bahkan orang luar dari Alam Menengah dari ras manusia dan yang lainnya telah membuka cabang mereka di Alam Iblis. Akan tetapi, otoritas dan kekuatan mutlak di pegang oleh Klan Iblis Kuno yang menguasai seluruh Alam Iblis.

__ADS_1


__ADS_2