Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 435 - Semua Dikalahkan Dengan Tragis


__ADS_3

Cahaya yang memuncul ditubuh Xu Wei adalah salah satu teknik tubuh api tingkat tinggi Sekte Roh Api. Setelah mencapai penyelesaian besar, tubuh sipengguna akan berubah sepenuhnya menjadi tubuh besi, tidak dapat dihancurkan karena pertahanannya yang mengerikan serta dapat membakar orang yang bersentuhan dengan tubuh sipengguna teknik ini.


Melihat Xu Wei yang sudah menyerang, Zhang En mengaktifkan mode kekuatan naga dewa iblisnya, dan dibelakang punggungnya mengeluarkan dua sayap berwana hitam.


"Hancurkan...!" 


Xu Wei berteriak saat dia mengayunkan tinjunya, pada saat yang bersamaan, kedua tinjunya terarah kepada Zhang En.


Zhang En juga bergerak dan menghilang dari tempat dia berdiri.


Namun, dia tiba-tiba muncul kembali beberapa meter di depan Xu Wei, kedua telapak tangannya terulur kedepan memukul dada Xu Wei tanpa ampun. Serangan telapak tangan Zhang En mendarat dengan akurat di dua puncak gunung kembar Xu Wei yang menonjol.


Zhang En tidak menahan diri dengan serangan telapak tangannya.


Booommmmm!


Ledakan teredam bergema di udara, dan semua anggota faksi kura-kura dan Fei Yang sepertinya mendengar suara renyah yang jelas dari sesuatu yang meledak di bawah telapak tangan Zhang En.


Selanjutnya, mereka semua melihat dada Xu Wei, satu-satunya wanita diantara wakil pemimpin faksi mereka meledak, dan tubuhnya tanpa ampun dikirim jatuh dari udara kepermukaan tanah.


Sama seperti yang dialami Chen Ming, tubuh bagian atasnya, termasuk kepalanya, terkubur ke dalam tanah. Secara kebetulan, tempat pendaratannya berada tepat di samping lubang yang ditinggalkan oleh Chen Ming. Juga, dalam postur yang sama, bokong Xu Wei yang besar dan bulat menonjol ke udara.


Ini membuat mereka semua merasa terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba ini.


Sebagai salah satu dari penagak hukum dan wakil pemimpin faksi kura-kura, Xu Wei adalah kultivator Alam Dewa Sejati Bintang Tiga, namun Xu Wei dikalahkan dengan satu serangan telapak tangan Zhang En.


Perhatian semua orang beralih ke sepasang tangan Zhang En, menyadari bahwa tangannya tidak terbakar setelah bersentuhan dengan tubuh api Xu Wei. Bahkan jelas tidak terluka sedikit pun.

__ADS_1


Sementara para semua anggota faksi kura-kura ini masih linglung karena terkejut, siluet Zhang En menghilang untuk kedua kalinya. Dengan salto ke belakang, sebuah pukulan datang berayun ke arah Tio Shan.


Tio Shan dikejutkan oleh serangan yang tiba-tiba mengarah kepadanya, mengeluarkan suara teriakan saat ukuran tubuhnya yang sudah besar tumbuh semakin besar, menerkam Zhang En.


Tapi, serangannya hanya mengenai di ruang kosong saat Zhang En sepertinya menghilang lagi. Detik berikutnya, rasa sakit yang menusuk dari dadanya menyebabkan wajahnya berubah saat dia dikirim terbang.


Keempat wakil pemimpin faksi kura-kura dan ratusan anggota faski mereka dengan cepat mendapatkan kembali pikiran linglung mereka masing-masing, bersama-sama meluncurkan serangan kuat kearah Zhang En, namun, sekali lagi, Zhang En menghilang dari pandangan mereka.


Beberapa saat kemudian, lebih dari puluhan murid anggota faksi kura-kura terlempar ke udara. 


Pertempuran yang brutal berlanjut di puncak itu


Setiap helaan napas, akan ada beberapa anggota faksi kura-kura yang dikirim terbang ke udara oleh Zhang En. 


"Argh.. Arghh.. Argghhh..!"


Melihat semua yang terjadi didepan matanya, kejutan jelas terlihat di wajah Fei Yang. Dia hampir tidak bisa menangkap bayangan kabur Zhang En yang bergerak diudara, tidak bisa melihat setiap serangan Zhang En. 


Fei Yang hanya tahu bahwa jumlah mereka anggota faksi kura-kura yang datang kesini dan sedang diserang Zhang En berkurang dengan cepat. Jumlah mereka semua kurang ada tiga ratus orang, tetapi dalam waktu beberapa saat, jumlah mereka telah berkurang setengahnya. 


30 menit kemudian, hanya Tong Li dan Shen Peng yang tetap berdiri.


Sejak awal, fluktuasi energi dari pertempuran dipuncak ini telah menarik banyak murid elit lainnya. Mereka tiba setelah melihat adegan di mana lebih dari tiga ratus murid anggota faksi kura-kura terkubur kedalam tanah sambil meringkuk mencengkeram pangkal paha mereka, menyebabkan getaran dingin menjalari murid-murid elit yang baru datang melihat pemandangan yang mengejutkan. 


Setelah pulih dari keterkejutan, masing-masing dari mereka dengan cepat menanyakan identitas Zhang En kepada rekan mereka masing-masing.


Sedangkan Tong Li dan Shen Peng sedang dalam keadaan terkejut melihat semua rekan dan anggota faksi mereka. Mereka tidak menyerah, emosi mereka bercampur dengan rasa takut, dan juga penyesalan.

__ADS_1


Kekuatan Zhang En benar-benar berbeda dengan apa yang mereka prediksi. Sebelum kesini, mereka dengan santai berpikir bahwa salah satu dari mereka akan mampu menekan Zhang En hanya dengan mengangkat satu jari. 


Tetapi, yang membuat mereka sekarang terkejut, semuanya menjadi serba salah dari apa yang mereka bayangkan. Bahkan dengan empat orang wakil pemimpin faksi sudah bergabung dalam pertempuran, menambahkan tiga ratus murid terkuat faksi kura-kura, mereka masih dikalahkan dengan tragis.


"Z-Zhang En, selama kau membiarkan kami pergi dari sini dan memilih puncak gunung lain untuk membuka kediaman tempat tinggal kultivasimu, Faksi Kura-Kura kami tidak akan melanjutkan masalah ini lebih jauh." Ucap Tong Li berteriak dengan cemas, "Tentang kompesasi yang diminta Xu Wei, kami tidak menginginkannya lagi!"


"B-benar...!" Shen Peng dengan cepat menambahkan, "Jika tidak, permusuhan antara kau dan faksi kami tidak akan pernah berakhir sampai salah satu dari kita mati!"


Zhang En hanya mencibir dengan tatapan mengejek mendengar perkataan mereka berdua , sepertinya kedua orang ini masih belum bisa melihat situasi dengan jelas, Zhang En juga terlalu malas untuk banyak bicara dengan mereka berdua. 


Tiba-tiba saja, Zhang En kembali menyerang saat ribuan tapak buddha muncul diudara dan meninju kedepan dengan tinju naga dewa iblisnya.


Ribuan telapak tangan dan bayangan naga muncul dari atas langit, memancarkan kekuatan Buddha sejati dan Dewa Naga Iblis yang agung saat auman mereka bergema di langit.


Tong Li dan Shen Peng terkejut saat menatap tapak buddha dan ilusi naga diatas mereka, membuat kaki mereka terhuyung mundur kebelakang dengan panik sementara tangan mereka mengirimkan serangan acak untuk bertahan. 


Namun, di depan serangan Tapak Buddha ditambah dengan Tinju Dewa Naga Iblis, terlepas dari seberapa kuat mereka berdua membalas atau menghindar, mereka tidak berdaya saat dibombardir serangan Zhang En.


Dalam sekejap mata, tubuh mereka berdua ditenggelamkan oleh serangan Zhang En dan tidak terlihat.


Di mata para murid elit yang menyaksikan di kejauhan, dua murid puncak Alam Dewa Sejati Bintang Tiga tahap menengah, Tong Li, dan Shen Peng, terbantik keras kepermukaan tanah.


Rumblee...! Bumi berguncang keras saat dua lubang berbentuk manusia terbentuk dipermukaan tanah. 


Semua murid-murid faksi kura-kura telah dikalahkan.


Dalam sekejap, Zhang En muncul lagi di atas dua lubang berbentuk manusia itu, menghentakkan kakinya ke bawah. Segera, dua teriakan tragis terdengar karena lengan mereka patah di bawah kaki Zhang En.

__ADS_1


"Kembalilah dan beri tahu Fu Jiao, dua puluh puncak di sekitar Puncak Dewa milikku, semua menjadi wilayah kekuasaanku!" Tatapan Zhang En menjadi dingin melihat keduanya, "Jika dia tidak senang tentang itu, katakan padanya untuk datang menemui aku..!"


__ADS_2