Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 339. Kemunculan Master Gagak Hitam


__ADS_3

"Zhang En, Sekte Pedang Galaxy tidak akan membiarkanmu!" Kata-kata terakhir yang diteriakkan Xie Su sebelum kematiannya, bergema di aula yang luas.


Saat ini, Zhang En tidak akan pernah takut kepada siapapun.


'Pada saat banjir datang, aku akan menutupinya dengan tanah, jika musuh datang kepadaku, maka aku akan siap berperang' Gumam Zhang En.


Setelah berurusan dengan mayat Xie Su, Zhang En berbalik, memerintahkan Kumbang Mayat Beracun dan menggunakan Bendera Hantu untuk membersihkan Mayat Tetua Agung Ye.


Setelah kedua mayat itu ditangani, Zhang En mengambil cincin spasial mereka. Dengan memggunkan Mata Langit, dia melihat lebih dalam di sekitar aula.


Beberapa napas kemudian, Zhang En menutup Mata Langitnya. Dia mengerutkan kening dengan perasaan heran, karena Master Sekte Gagak Hitam Mo Tian sebenarnya tidak muncul dan tidak ada tanda-tanda aura darinya.


Zhang En menggelengkan kepalanya. Rencananya untuk menyerang Sekte Gagak Hitam tidak mungkin bocor, mereka tidak mengetahui hal itu. 


Mo Tian mungkin tidak tahu. Jika dia melakukannya, dia mungkin akan mengambil beberapa tindakan pencegahan, dan Zhang En pasti tidak akan bisa sampai di sini dengan mudah.


Zhang En lalu terbang ke aula bagian dalam, memindai sekeliling tempat itu dengan indra spiritualnya dan menyisir setiap inci ruangan dengan hati-hati. 


Meski begitu, dia gagal mendeteksi tanda-tanda aura seseorang.


“Sepertinya Mo Tian benar-benar tidak ada di sini!” 


Zhang En merasa kecewa. Dia mengira bisa mencabut Sekte Gagak Hitam dalam satu gerakan kali ini. Dia tidak akan pernah bisa merasa nyaman selama sehari kecuali Mo Tian sudah mati.


Meskipun dia gagal menemukan Mo Tian, ​​Zhang En bertemu dengan beberapa Tetua Sekte Gagak Hitam di ruangan tersembunyi di dalam aula bagian dalam, dan orang-orang itu dengan mudah ditangani olehnya.


Setelah memeriksa aula tengah dan aula dalam untuk terakhir kalinya, Zhang En lalu terbang keluar dari gedung itu.


Di luar, jeritan pembunuhan dan pembantaian membuat udara dan darah mengalir ke tanah. Tanah di pulau itu diwarnai dengan berwarna merah, darah para murid Sekte Gagak Hitam yang melarikan diri, bahkan pepohonan kuno dan semak hijau berubah menjadi merah darah.


Di mana-mana di pulau itu ada murid-murid Sekte Gagal Hitam yang ketakutan. Kelompok murid ranah Pertapa Suci tingkat tinggi berjumlah lebih dari seratus ribu orang, namun hanya dalam waktu satu jam, setengah dari mereka dibunuh oleh Tetua Shu, Tetua Fu, dan ahli lainnya. 

__ADS_1


Sedangkan ahli Pertapa Dewa hanya ada dua ratus atau lebih yang masih tersisa.


Zhang En melayang dan berdiri tinggi di udara. Pukulan sederhana darinya dari jarak jauh, langsung meledakkan tubuh mereka berkeping-keping.


Tiga jam kemudian, semua murid-murid Sekte Gagak Hitam dimusnahkan.


Jeritan kematian akhirnya berhenti, meninggalkan pulau yang sunyi dan menakutkan.


"Sekarang, bersihkan dan dan bakar mayat mereka." Zhang En berkata kepada Tetua Shu dan Tetua Fu.


Tiba-tiba, Kaisar Naga Long Xioba meneriakkan peringatan di benaknya, "Awas!"


Sebelum Kaisar Naga Long Xioba bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah tangan muncul dari ruang kekosongan di atas. Sebuah tangan yang menyerupai batu giok berwarna putih berkilau di bawah sinar matahari, memantulkan cahaya yang memikat. Satu jarinya dengan ringan menunjuk ke dada Zhang En.


Tubuh Zhang En bergidik, dan jatuh ke dalam lubang yang dalam.


BOOMMMM!!!


Teua Shu, Tetua Fu, dan para ahli yang berada di bawah Zhang En bereaksi, mereka berteriak saat mereka terbang ke sisinya dari berbagai arah.


Jauh di dasar lubang, Zhang En secara bertahap memulihkan kemampuannya untuk bergerak. Dengan goyangan badan yang sangat ringan, dia mengibaskan tanah dan debu dari tubuhnya dan terbang keluar.


Tetua Shu, Tetua Fu, dan yang lainnya tercengang melihat lubang besar di tubuh Zhang En. Darah mengalir dengan cepat, mewarnai lambang Naga di jubahnya.


Semua orang menarik napas dingin memperhatikan lukanya, karena mereka tahu betapa mengerikannya fisik Zhang En, namun saat ini tubuhnya telah ditusuk hanya dengan satu jari.


Pada saat ini, beberapa ahli yang bersama dengan Zhang Eb dari Benua Mata Angin yang merasa marah mulai menyerang jari raksasa itu.


Jari itu hanya bergerak sedikit dan itu memantulkan cahaya giok berwarna putih yang mengerikan yang terkena di bawah sinar matahari, beberapa tubuh mereka meledak bahkan sebelum mereka mendekatinya.


Adegan ini merupakan pukulan bagi semua orang di pihak Zhang En.

__ADS_1


“Kalian semua mundur!” Zhang En meneriakkan perintah kepada Tetua Shu, Tetua Fu dan kepada mereka yang akan bersiap untuk menyerang.


Zhang En yakin bahwa serangan itu berasal dari kultivator ranah God Emperor. Hanya ranah God Emperor yang dapat memiliki kekuatan yang menakutkan menggunakan serangan dengan satu jari, jika Tetua Shu, Tetua Fu, atau yang lainnya akan bergerak, mereka hanya akan mati sia-sia.


Menerima perintah keras dari Zhang En, Tetua Shu dan semua orang yang bersiap untuk maju menyerang menghentikan gerakan mereka dan mundur ke samping, mematuhi perintah tersebut.


Zhang En memulai Pemulihan Instan, mempercepat penyembuhan luka di tubuhnya.


Seruan terkejut terdengar dari langit di atas. Jelas, musuhnya kali ini tidak berharap Zhang En pulih begitu cepat setelah menerima pukulan dari jarinya.


Zhang En memiringkan kepalanya, melihat ruang kekosongan di atas dengan mata dingin, kedua tangannya melancarkan serangan ke atas dengan Cakar Dewa Naga Iblis ke langit. 


Dalam radius beberapa ratus meter, teriakan ratapan iblis memenuhi wilayah itu.


Lawannya masih menggunakan satu jari, dengan ringan mengetuk serangan cakarnya, langsung menghancurkannya di tengah udara. 


Ruang udara bergetar hebat saat siluet yang diselimuti kabut hitam bergulung muncul di hadapan semua orang.


Kabut hitam melonjak dalam keheningan, memancarkan aura kematian yang sangat kuat. Dari jauh, Tetua Shu, Tetua Fu, dan ahli lainnya merasa sulit bernapas meskipun jauh dari kabut hitam.


“MO TIAN...!” 


Zhang En menatap sisi lain dengan dingin. Tidak diragukan lagi, orang yang diselimuti kabut hitam ini adalah Master Sekte Gagak Hitam, Mo Tian.


Mo Tian berdiri dengan tangan terlipat di punggungnya, menatap Zhang En dengan wajah tanpa ekspresi, “Aku tidak menyangka kau telah membunuh dan membuat kekacauan dalam waktu singkat, tapi tidak apa-apa seperti ini..”


"Benarkah?" 


Ketenangan Zhang En cocok dengan wajah tanpa ekspresi Mo Tian. Roh bela diri naga terbang keluar dari tubuh Zhang En, memancarkan aura Dewa Naga kuno, kekuatan agung Naaga menyelimuti seluruh pulau itu dan tubuhnya bertransformasi dalam sekejap.


Sisik Naga yang sangat tebal muncul di kulit Zhang En seperti baju besi, di bagian dada, lengan, dan juga kakinya. 

__ADS_1


Cakar tajam panjang berjajar di sepanjang kakinya, memantulkan sinar matahari dengan kilatan dingin. Ukiran kepala naga seperti tato muncul di punggung Zhang En.


__ADS_2