
Ketika Zhaang En selesai membaca kitab yang ada di tangannya, Zhang En lalu menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan miliknya. Dia tidak bisa untuk menenangkan pikirannya.
Sejak dia berlatih dengan Tetua Chao Pao, dia mengerti bahwa dia harus terus bekerja keras. Terlebih lagi, setelah mengalami dan melalui banyak hal, Zhang En sudah tidak bisa lagi menunggu untuk menaikan tahap kultivasinya sehingga dia bisa menjalankan misi di luar sekte untuk mendapatkan konstribusi. Namun, dirinya juga tahu bahwa jalannya masih sangat panjang dan dibutuhkan usaha terbaik dan memulai segalanya selangkah demi selangkah.
Dia masih duduk di sana dan berpikir sejenak, "Untuk sekarang, akan lebih baik jika aku harus belajar dari Guru Xin Long dan memperkuat fondasi pelatihan jurus pedang milikku dan harus mengambil misi yang diberikan sekte untuk mencari pengalaman diluar"
Memang benar, Seseorang tidak bisa hanya mengandalkan diri mereka sendiri ketika berkultivasi, ada banyak hal yang harus dilakukan selain berkultivsi yaitu sebuah pengalaman bertarung atau semacamnya yang bisa meningkatkan kemampuan.
Itulah mengapa seorang kultivator harus keluar mencari pengalaman bertarung selain berlatih sambil berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya. Pertarungan antara hidup dan mati atau menghadapi bahaya adalah proses dari semua itu, tidak ada yang instan begitu saja dapat di raih untuk mencapai sebuah tujuan.
Zhang En kemudian berpikir bahwa akan lebih baik berkultivasi dulu beberapa bulan kedepan sebelum mengambil misi. Setelah merenung cukup lama, Zhang En lalu kembali ke tempat tinggalnya untuk beristirahat.
•••
Keesokan harinya, Zhang En bangun seperti biasanya dan langsung melakukan kultivasi tertutup sebelum berlatih jurus.
"Aku tidak banyak waktu melakukan hal-hal yang tidak penting, jadi akan lebih baik jika aku terus meningkatkan kultivasiku" ucap Zhang En dalam hatinya.
Ia kemudian mengeluarkan pil yang dia dapat dari pemberian hadiah turnament kekaisaran lalu menelan beberapa pil itu dan mencoba memanfaatkan apakah dia bisa menerobos ke tingkat selanjutnya.
Hampir Tiga bulan lamanya Zhang En masih bersila berkultivasi di dalam kamar. Tiba-tiba, suara terdengar bergema di dalam seluruh ruangan. Energi spiritual di tempat itu juga menjadi sangat padat, sehingga energi spiritual di sekitar Zhang En menjadi sangat kental di bandingkan sebelumnya.
Sebuah cahaya disertai gelombang secara bertahap muncul di udara yang awalnya terlihat kosong, dan energi itu semua secara perlahan bergegas masuk tubuh Zhang En. Zhang En merasa terkejut ketika dia merasakan energi spiritual mengalir masuk ke dalam dantiannya.
BOOMMM!!
__ADS_1
Suara ledakan bergema di dalam tubuhnya, dan aura yang di pancarkan Zhang En menjadi lebih cerah. Dia akhirnya berhasil menerobos ke Tahap Pendekar Suci tahap menengah.
Zhang En merasa badannya semakin ringan saja serta wajahnya juga semakin cerah. Setelah itu Zhang En membasuh kotoran yang keluar dari dalam tubuhnya kemudian melatih fisik serta jurus pedangnya di depan halaman tempat tinggalnya.
Sambil menguji kekuatannya setelah melakukan terobosan, Zhang En mengeluarkan pedang miliknya dan berlatih jurus demi jurus. Ledakan ledakan kecil terdengar dari luar sehingga Ketua Xin Long keluar dari tempatnya melihat ke arah suara ledakan.
"Ternyata bocah itu naik satu tingkat lagi" ucapnya sambil terus memperhatikan latihan Zhang En. Karena merasa kelelahan, Zhang En lalu mengakhiri latihannya.
Ketua Xin Long lalu menghampiri Zhang En, keduanya lalu berbicara sebentar. Ketua Xin Long memberikan sedikit masukan setelah melihat beberapa gerakan Zhang En yang kurang bagus dan mengajarinya beberapa hal.
"Pengguna pedang tidak hanya fokus pada serangan saja, kau juga harus perlu mengamati bentuknya, memadatkan energinya dan memahami niat dari pedang itu sendiri. Dengan begitu, energi Qi yang kau keluarkan untuk kau alirkan ke dalam pedangmu akan membuatmu memahami arti niat dari pedang yang sesungguhnya. Apa kau sudah mengerti?". tanya Ketua Xin Long mengakhiri perkataanya.
Zhang En merasa sangat terbantu dengan pemahaman yang dikatakan oleh gurunya, "Terimakasih guru sudah mengajariku beberapa hal dan sekarang aku sudah mengerti".
Zhang En menerima lembaran itu lalu masuk kedalam kamarnya untuk istirahat. Setengah hari kemudian, Zhang En keluar dan mengisi perut yang sudah keroncongan.
Selesai dari sana, Zhang En pulang dan langsung menuju ke dalam kamar lalu mengeluarkan lembaran jurus pedang yang diberikan oleh Ketua Xin Long.
Setelah duduk diatas ranjangnya, Zhang En dengan tidak sabar mulai membaca seluruh isi yang tertulis di dalam lembaran itu.
Di dalam 3 ke tiga lembaran kertas itu menjelaskan tentang Energi Pedang dan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah tentang budidaya Jurus Pedang Seni Naga dan cara menggunakan energi dan mengubah bentuk energi menjadi pedang.
Bagian kedua adalah Bentuk pemahaman energi dalam penggunaan Jurus Pedang Seni Naga, setiap gerakan memiliki gambarnya sendiri.
Bagian terakhir adalah nama Jurus Pedang Seni Naga serta teknik gerakan-gerakan jurusnya. Ada 3 jurus seni naga yaitu Jurus Pedang gelombang Naga Penghancur, Jurus Pedang Naga Surgawi dan terakhir adalah Jurus Pedang Naga Dewa.
__ADS_1
Setelah Memahami isi dari lembaran itu, Zhang En kemudian menghafal seluruh gerakan 3 Jurus Pedang Seni Naga dan menuju halaman tempat tinggalnya.
Saat ini, Zhang En mengeluarkan Qi menuju dua jari nya untuk membentuk pedang energi Sambil meniru gambar yang sudah dia hafal sebelumnya. Setelah mencoba dan beberapa kali gagal membentuk pedang dengan energi Qinya, Zhang En akhirnya berhasil. Dia meluruskan kedua jarinya menunjuk ke depan dan berdiri tegap.
Kemudian dia mengambil dua langkah ke depan sebelum melakukan putaran 180 derajat dan menebas dengan tangan kanannya dan melakukan gerakan menusuk ke depan.
Zhang En menghasilkan angin kecil yang membuat jubahnya sedikit berkibar. Jika orang luar melihatnya, mereka akan mengira dia hanya meniru tanpa pemahaman, tetapi Zhang En perlahan menemukan cara mempraktekkan jurus Pedang Seni Naga.
Setelah berlatih selama beberapa jam, bahkan dengan tubuh fisik telah dia latih, tetesan keringat muncul di dahinya dan mengalir ke bawah. Meskipun beberapa kali gagal, Zhang En begitu tetap semangat untuk terus melatih jurus pedang seni naga.
Pemahaman Zhang En sekarang sudah mulai ada peningkatan, dan dia memperoleh pemahaman yang dalam.
Saat dia menngeluarkan kekuatan Energi dari dalam tubuhnya, titik-titik cahaya mulai terbetuk pada kedua jarinya dan energi pedang perlahan berkumpul di dalam disana.
Zhang En kemudian melepaskan Energi itu dan menembakannya kearah batu yang tidak terlalu besar yang tidak jauh ada di di dekatnya.
DUARRR!!
Suara ledakan terdengar saat Cahaya energi pedang seukuran ibu jari dilepaskan oleh Zhang En ke arah batu itu. Cahaya kecil itu melesat dan juga menyilaukan saat menghancurkan batu itu .
"Hahahaha.. Sepertinya aku berhasil"
Melihat ini, Zhang En mulai tertawa seperti anak kecil dan dipenuhi dengan kepuasan saat dia menepuk tangannya dan terlihat bersemangat. Meskipun itu baru permulaan, dia percaya bahwa seiring berjalannya waktu, dia akan bisa menggunakan Jurus pedang Seni Naga itu selangkah demi selangkah.
Jangan lupa berikan Like, Koment dan Votenya kalau berkenan.
__ADS_1