Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 120. Dasar Lembah Harimau (1)


__ADS_3

Setengah jam lagi berlalu sampai akhirnya Zhang En mendeteksi sebuah danau kecil. Air yang menggelegak dari mata air berwarna hijau tua, sedangkan di atas mata air ada aliran udara dingin biru yang terbentuk tanpa henti.


“Ini, mungkinkah… ?!” Zhang En tercengang. "Apakah angin dingin biru di dasar celah ini berasal dari mata air dingin ini?" Zhang En merasakan udara dingin ekstrim yang menakutkan datang dari mata air dari danau tersebut.


Mata air itu juga mengandung energi spiritual yang sangat melimpah. Zhang En mengaktifkan Mata Langit untuk menelusuri ke dalam danau kecil dan melihat bahwa ada ikan yang berenang di dalamnya.


"Ikan!"


Tapi ini bukan ikan biasa, ikan itu adalah sesuatu yang berasal dari energi spiritual alami di udara. Ikan yang lahir dari energi spiritual alami.


Zhang En sangat gembira, ini adalah harta karun yang bahkan bisa membuat seorang ahli pendekar Dewa Surgawi akan menjadi gila. Mendapatkan satu ikan saja tidak hanya dapat meningkatkan kekuatannya, tetapi juga melembutkan daging, otot, dan tulangnya, dan menghilangkan kotoran tubuh, ketika seseorang berkultivasi di kemudian hari, membawa manfaat yang tidak terbayangkan, terutama dalam hal menyerap energi spiritual alami yang ada di dasar Lembah Harimau.


Dia tidak akan pernah menyangka bahwa di dasar lembah ini akan ada harta karun seperti itu. Bahkan dengan sikap tenang Zhang En, dia tidak bisa menahan kegembiraan, terlebih lagi, di kolam mata air dingin kecil ini, dia mendeteksi ternyata ada dua ikan energi spiritual alami, bukan hanya satu.


Pada akhirnya, Zhang En mengamati gumpalan energi spiritual yang ada di sekitar mata air dingin berbentuk kabut dan memutuskan untuk menyerapnya terlebih dahulu untuk meningkatkan kekuatannya.


Hari demi hari berlalu.


Saat Zhang En menyerap energi spiritual setiap hari, Qi miliknya meningkat dengan cepat, Energi spiritual yang ada di danau mata air ini sepuluh kali atau lebih melimpah dan kaya daripada angin dingin biru yang pertama kali ia temui. 


Zhang En sedikit ragu-ragu saat dia menatap dua ikan energi spiritual di dalam kolam. 


Dia merenung sejenak dan memutuskan untuk menjelajahi tempat itu terlebih dahulu. Bagaimanapun, kedua ikan itu ada di dalam kolam, mereka tidak bisa terbang. Dengan pemikiran tersebut, Zhang En kemudian memilih untuk menelusuri lembah itu lebih dalam lagi.

__ADS_1


Terbang dengan menggunakan Gunung Dewa Emas, tiba-tiba pemandangan di depannya berubah, lingkungan yang awalnya terlihat tandus dan kering tergantikan oleh tanaman hijau subur yang penuh vitalitas, Selain itu, dinding batu di kedua sisinya, yang seharusnya tersembunyi di bawah lapisan es, memiliki tumbuhan dan dedaunan yang menutupi permukaan berbatu.


Zhang En tercengang saat melihat tempat itu. dengan cepat mengarahkan Gunung Dewa Emas ke tepi yang ada tumbuhan tanaman berwarna hijau, Zhang En keluar dari dalam Kuil Gunung Dewa dan muncul di luar. Saat dia keluar, dia merasakan hembusan angin hangat yang lembut bertiup mengenai tubuhnya, seperti angin musim panas, sangat nyaman, sementara saat dia mundur kebelakang selangkah, tiba-tiba angin dingin yang menggigit seolah menembus kedalam tulang, seolah-olah organ dalamnya akan membeku setiap saat.


Ini seperti dunia dua lapis es dan api. Hanya jarak satu langkah, namun dua sensasi yang sangat berbeda.


Beberapa saat kemudian, Zhang En kembali ke akal sehatnya. Melihat ke depan, dia yakin ada sesuatu yang aneh disana, karenanya, dia terbang ke depan.


Setengah jam kemudian, Zhang En mendarat dan berdiri di depan sebuah pohon.


Sebuah pohon setinggi sepuluh meter, dengan energi berwarna merah yang mengalir di batangnya yang tampak seperti api. Kelihatannya, dari batang, cabang, daunnya, pohon ini seluruhnya berwarna merah terang.


Di antara cabang-cabang itu tumbuh selusin buah merah berapi-api seukuran kepalan tangan. Potongan buah merah menyala ini memancarkan energi spiritual yang sangat besar, tidak lebih lemah dari energi spiritual di sekitar mata air dingin.


"Pohon seperti ini bisa tumbuh di dasar lembah yang dalam ini?" Zhang En bergumam sambil mempelajari pohon merah itu.


Dia kembali teringat saat dia masih di Sekte Naga Merah, dia telah membaca banyak buku di perpustakaan yang memperkenalkan keajaiban aneh yang ada di Dunia Kultivator, tetapi tidak ada informasi yang menyebutkan tentang pohon ini atau mata air dingin itu.


Zhang En mengitari pohon sambil merenung, "Mungkinkah pohon ini tidak pernah muncul di Tanah Kultivator?" Sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di benak Zhang En.


"Tidak perlu dipikirkan, lebih baik makan dulu, bicara nanti." Beberapa detik kemudian, Zhang En menggelengkan kepalanya karena terlalu banyak berpikir. Menyatukan pikiran-pikiran tidak masuk akal ini, dia duduk bersila di tanah dan membuka mulutnya. Sebuah kekuatan hisap menarik salah satu buah merah yang berapi-api langsung ke mulutnya saat dia mulai untuk menyerap energi spiritual di dalamnya.


Saat buah merah itu menyala dan meleleh ke dalam tubuhnya, energi hangat mengalir ke seluruh anggota tubuhnya dan setiap bagian tubuhnya. Situasi yang sama ketika dia memperbaiki energi spiritual mata air dingin, Lautan Qi di dalam Dantiannya berguling dan bergemuruh.

__ADS_1


Duduk bersila di bawah pohon besar itu, Spirit Naga Ilahi kembar melayang di atas kepala Zhang En, aura dari kedua naga itu membanjiri seluruh dasar lembah saat cahaya berwarna hitam, emas, dan berwarna merah menyala berputar di sekitar Zhang En.


BOOOMM!


Akhirnya Zhang En menerobos ranah pendekar Bintang empat, Naga hitam dan biru yang melayang di atas kepalamya mencapai ukuran seratus meter, tampak seperti menutupi langit dan bumi. Qi Naga Sejati Kuno mengalir sangat deras dari atas udara kekosongan.


Satu bulan kemudian, Zhang En yang sedang duduk di bawah pohon, akhirnya berhenti berkultivasi. Saat dirinya berdiri, tanah di bawah kakinya bergetar. 


Merasakan kekuatan yang melimpah di dalam tubuhnya, Zhang En tidak bisa menahan diri untuk tidak meraung ke atas langit seperti Naga sungguhan.


Rooaaarhhhh!


Raungannya bergema melalui celah lembah tersebut, menembus ke atas langit mencapai sejauh seratus mil di sekitar area Lembah Harimau.


Mengeluarkan Qi pertempurannya, tanah berpasir yang melapisi permukaan tanah yang dia pijak terangkat ke atas, batu dan bebatuan berguling dari kedua sisi dinding celah dan seluruh area retakan tampak bergetar.


Ini adalah kekuatan Zhang En saat ini, yang seperti dapat menghancurkan bumi dan dapat meruntuhkan sebuah gunung.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2