Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 679 - Istana Dewa Iblis Kuno


__ADS_3

“Murid itu, dari klan atau sekte mana dia berasal?!" Seorang murid Dewa Emas Bintang 3 berbicara ketakutan kepada rekannya.


“Bahkan Chu Bai tidak semengerikan ini!”


Banyak murid yang berada di bawah, tepatnya di dalam kota dengan penasaran mendiskusikan tentang Zhang En. 


Di antara mereka semua, tidak ada yang berani lari, takut memprovokasi kemarahan Zhang En dengan tindakan ceroboh mereka. Bahkan beberapa murid Dewa Emas Bintang 3 tahap akhir yang berada di sekitar tidak berani melakukan gerakan sembrono.


Zhang En lalu melihat ke bawah, secara acak menunjuk seorang murid Dewa Emas Bintang 3.


"Kau, ke sini."


Murid itu hanya diam saja karena ragu dan ketakutan.


Melihat ini, Zhang En mengarahkan tangannya dan menarik tubuh murid itu


Tubuh murid itu bergerak maju di luar kendalinya, terbang menuju Zhang En tanpa bisa menggunakan kekuatannya.


Ini tidak luput dari perhatian murid lain, dan mereka bahkan lebih takut untuk melakukan gerakan sedikitpun.


"S-Senior, ampuni aku!" Murid itu mulai menangis memohon belas kasihan segera setelah tiba di depan Zhang En, kata-katanya mulai terdengar tidak masuk akal.


Menyaksikan teror di wajah murid itu dan mendengar tangisannya meminta belas kasihan, dalam hati Zhang En merasa sedikit lucu, berkata di dalam hati, "Apakah aku sangat menakutkan? Aku tidak ingat pernah mengatakan bahwa aku ingin membunuhnya."


“Kalau begitu, aku ingin bertanya, ini sudah bulan ke berapa sejak semua peserta memasuki Alam Rahasia ini?” Zhang En bertanya pelan tanpa menekankan suara arogan dan berbicara biasa-biasa saja.


Murid yang sedang sibuk menangis memohon belas kasihan itu seketika langsung terdiam dalam keadaan linglung.

__ADS_1


Melihat murid itu hanya menatapnya dengan bingung, Zhang En mengerutkan kening, dan setelah melihat kerutan di wajah Zhang En, murid itu dengan cepat menjawab.


"Sekarang telah memasuki bulan ke 7. Masih ada satu bulan lagi tersisa sampai kompetisi berakhir." 


Zhang En yang mendengar jawaban murid itu merasa lega karena dia masih ada waktu untuk kembali mengejar ketertinggalannya.


Zhang En lalu mengajukan beberapa pertanyaan lagi kepada murid itu, dan dia segera memberi tahu Zhang En semua yang dia tahu.


"Apakah kau tahu ada di mana murid bernama Yu Feng belakangan ini?"


"Senior mencari murid beranama Yu Feng?" Murid itu tertegun sejenak, sesuatu melintas di benaknya dan dia buru-buru menjawab, “Rumor yang beredar mengatakan bahwa ada beberapa murid menemukan istana Dewa Iblis Kuno di salah satu gunung di Alam Rahasia ini, membuat banyak murid yang mendengar rumor ini dan bergegas ke sana. Chu Bai, Fei Hu, Hou Ya, Shu Qi, Yu Feng, dan murid lainnya mungkin akan pergi ke sana juga.”


Mendengar ini, mata Zhang En berbinar cerah dan bersemangat.


Zhang En kemudian bertanya tentang lokasi tempat Dewa Iblis Kuno. Murid itu lalu memberitahu semua yang dia tahu secara rinci kepada Zhang En.


Semua murid di bawah memiliki perasaan seolah-olah mereka baru saja selamat dari bencana. 


Seperti yang dikatakan, para murid yang masih di kota itu telah merencanakan untuk bergegas Istana Dewa Iblis Kuno, tetapi sekarang, lebih dari setengah dari mereka telah berubah pikiran.


...


Di sebuah puncak gunung yang menjulang tinggi yang menembus awan.


Di atas puncak gunung yang menjulang tinggi ini, ada lubang spasial, yang merupakan pintu masuk ke istana Dewa Iblis.


Saat ini, Yu Feng sedang memimpin kelompoknya, mendekati puncak itu.

__ADS_1


“Ada kemungkinan besar istana Dewa Iblis Kuno ini dulunya memiliki kultivasi tinggi, dan pasti banyak jebakan. Kita harus menemukan formasi jebakan itu terlebih dahulu!” Yu Feng memerintahkan.


Semua murid Klan Yu dengan hormat mengakui perintahnya.


"Kakak Feng, apakah tempat ini juga di datangi oleh Zhang En?" Murid bernama Yu Wei bertanya.


Sebelumnya, Yu Feng juga sudah mengetahui bahwa Yu Lin dan 19 murid dari Klan Yu mereka dibunuh oleh Zhang En, jadi Yu Feng juga dalam beberapa bulan ini terakhir, Yu Feng telah mencarinya di setiap tempat dan belum menemukan keberadaan Zhang En.


“Aku sangat berharap dia akan datang! Aku akan mengulitinya hidup-hidup, mengorek dagingnya dari tulangnya. Aku ingin dia merasakan sakit dan mimpi buruk daripada kematian!"


Dalam waktu singkat, semua murid Klan Yu telah membentuk kelompok dan menghilang ke arah yang berbeda.


....


Pada saat ini, Zhang En semakin dekat di tempat tujuannya.


Ke mana pun dia lewat, semua binatang iblis mati mati oleh sambaran serangan yang datang dari naga topan yang mengikuti Zhang En. 


Poinnya terus meningkat drastis dan peringkatnya kembali berada di daftar peringkat 623.


Karena sudah hampir sampai, Zhang En lalu membubarkan naga topan di sekitarnya, kemudian dia terbang menuju puncak gunung itu dan mencapai lubang spasial.


Namun, saat dia hendak terbang ke lubang spasial di atas puncak, ada tiga puluh bayangan terbang keluar dari arah berbeda menghalangi jalannya.


Mereka semuanya berada di ranah Dewa Emas Bintang 2 tahap menengah dan akhir, mengenakan jubah dengan warna dan gaya yang berbeda, dengan jelas menunjukkan bahwa mereka semua berasal dari klan dan sekte yang berbeda.


"Bocah, kau ingin memasuki lubang spasial itu, kan?" Seorang murid yang mengenakan jubah merah dengan lambang api di dadanya mencibir pada Zhang En, “Hehe, aku menyarankan supaya kau untuk segera pergi. Dengan begitu, kau masih bisa pergi dari sini hidup-hidup.”

__ADS_1


__ADS_2