Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 289. Tiba Di Hutan Peri


__ADS_3

Jones menatap Zhang En dengan senyum berseri-seri, “Maafkan aku karena sudah berkata tidak sopan, maksudku bunga hutang Ayah Jepe bukan sepuluh persen tetapi lima persen, jadi besar bunga setiap bulannya sebesar seribu emas, jadi totalnya adalah tujuh ribu koin emas. Masih kurang seribu koin emas lagi!”


Jepe benar-benar marah kali ini, mengambil satu langkah ke depan.


"Apakah benar seperti itu?" Zhang En memandangi kurcaci di hadapannya dengan mata acuh tak acuh. 


Sangat jelas, Jones tidak menganggap Zhang En begitu saja, pikirannya yang sedikit liar berputar dengan cepat, menaikkan bunga sebesar seribu koin emas. 


Baginya untuk dapat memberikan pinjaman ilegal di dalam Kota Dwarven, Jones ini mungkin memiliki dukungan yang cukup kuat, jika tidak, dia tidak akan punya nyali untuk melakukan ini.


Jones tertawa, berkata, "Benar, tentu saja, jika kau tidak memiliki sisa seribu koin emas lagi, kau dapat menutupinya dengan memberikan cincin di jari mu," sambil menunjuk Cincin bemotif Naga di jari manis tangan kiri Zhang En. 


Meskipun dia tidak tahu jenis cincin apa itu, matanya yang berpengalaman masih menebak bahwa itu sangat berharga, pasti bernilai lebih dari seribu koin emas.


Zhang En merasa ironis bahwa seorang preman jalanan benar-benar berani menginginkan Cincin Naga lambang Penguasa Sekte Gerbang Naga miliknya.


"Kau yakin menginginkan cincinku?" Zhang En menjawab dan tersenyum.


Jones mengangguk dengan percaya diri, menjawab "Tentu saja !"


Zhang En mengangkat lengannya, jarinya dengan ringan mengetuk permukaan meja batu setebal sepuluh sentimeter. 


Di mata semua orang, lubang seukuran ibu jari terlihat jelas melubangi meja batu yang keras itu.


Dengan bodohnya Jones dan anak buahnya menatap lubang kecil seukuran jari itu, tanpa sadar menarik napas dingin. 


Ketika tatapan mereka terfokus pada Zhang En lagi, sedikit arogansi di wajah mereka telah lenyap, diganti dengan wajah ketakutan.


"Bagaimana..??? Jika kau bisa membuat lubang seperti yang aku lakukan di meja ini, aku akan memberimu cincin ini." Zhang En menawarkan.


“T-tidak, tidak, ini kesalahpahaman, kesalahpahaman, aku membuat kesalahan, bunganya hanya sepuluh persen!” Jones dengan panik melambaikan tangannya dengan senyum canggung di wajahnya. 


Tidak menunggu jawaban dari Zhang En, dia memberi isyarat kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang di lantai. 


Dia sudah tidak sabar untuk melarikan diri dari tempat itu.


“Tidak secepat itu!” Ucap Zhang En dengan nada datar.

__ADS_1


Jones dan bawahannya menegang di tempat.


“Saudaraku, apa maumu…?” Tanya Jones hati-hati.


"Serahkan slip pinjaman yang ada padamu." Zhang En mengingatkan.


Dengan gerakan cepat, dia mengeluarkan slip pinjaman dan meletakkannya di atas meja dengan sopan sebelum berbalik dan melarikan diri dari restoran.


Mengambil selembar kertas yang ada di atas meja, Zhang En lalu menyerahkannya kepada Jepe.


Jepe memandang Zhang En dengan penuh rasa syukur, "Saudara Zhang, I ..!"


“Jangan berkata apapun.” Zhang En tersenyum, "Hanya beberapa ribu koin emas tidak berarti apa-apa bagiku."


Jepe menyingkirkan slip itu, berkata, "Saudara Zhang, apakah kau seorang ahli ranah Pendekar Suci tingkat tinggi?" 


Di mata Jepe, hanya ahli ranah Pendekar Suci tingkat tinggi yang memiliki kekuatan yang dapat menembus membuat lubang di meja batu tebal di depan mereka hanya dengan satu jari.


Meja di Restoran Pahlawan ini dibuat khusus menggunakan batu mineral kualitas tertinggi ras kurcaci, meja batu itu sangat keras sehingga senjata kelas atas rata-rata bahkan tidak bisa meninggalkan bekas goresan di permukaannya.


Zhang En hanya tersenyum bukannya menjawab.


Dia lalu menghela nafas, "Dengan kekuatan Saudara Zhang, di antara ras manusia, kau pasti memiliki status yang cukup tinggi, kan?"


Di Benua Mata Angin ini, ahli ranah Pendekar Suci tingkat tinggi sudah cukup untuk memegang posisi Penatua di klan ras manusia dalam keluarga besar.


Tidak tahu harus bagaimana menjawab, Zhang En terus diam.


"Mari bersulang." Zhang En mengangkat mangkuk anggurnya.


Zhang En menemukan bahwa Jepe terobsesi dengan penempaan senjata dan memiliki bakat yang hebat untuk itu. Ada kesamaan antara penempaan senjata dan membuat pil. 


Teknik tertentu yang digunakan dalam pembuatan pemurnian pil juga berlaku saat penempaan senjata. Dalam beberapa tahun terakhir, Zhang En telah berlatih Teknik Penyulingan Pil Naga Emas dan mengetahuinya dengan baik.


Oleh karena itu, pendapat Zhang En tentang penempaan senjata sangat menguntungkan Jepe.


Tiga jam kemudian, keduanya baru keluar dari restoran.

__ADS_1


Jepe bersikeras untuk menemani Zhang En pergi sampai gerbang kota dan ketika mereka berpisah, Zhang En memberi Jepe Dua puluh ribu koin emas. 


Selama pembicaraan mereka, Zhang En tahu bahwa Jepe bercita-cita untuk membuka toko penempaan senjatanya sendiri. 


Jumlah dua puluh ribu koin emas yang dia berikan sudah cukup untuk membuka toko penempaan senjata terbesar.


Pada awalnya, Jepe menolak untuk mengambilnya, tetapi pada akhirnya, karena paksaan Zhang En dia akhirnya menerima koin itu, menjanjikan kepada Zhang En bahwa dia akan mengembalikan duapuluh ribu koin emas itu dan enam ribu koin emas sebelumnya begitu bisnisnya telah berkembang.


Zhang En tersenyum, tidak mempedulikan perkataannya.


Zhang En lalu meninggalkan Kota Dwarven, menuju ke arah Hutan Peri.


Tidak butuh waktu lama bagi Zhang En untuk meninggalkan wilayah kurcaci dan tiba di tepi Hutan Peri. Tepat saat dia memasuki hutan, jalannya diblokir oleh dua Peri wanita yang sangat cantik.


"Katakan tujuan kedatanganmu!" Suara kedua Peri cantik itu terdengar tinggi dan tegas saat menanyai Zhang En.


Zhang En kemudian memberi tahu mereka tujuannya.


Dua Peri cantik itu menatap Zhang En dengan sedikit penghinaan, salah satu dari mereka berbicara, “Saat ini, semua orang yang datang ke sini menggunakan alasan untuk penyembuhan Pohon Kehidupan kami sebagai alasan untuk memasuki Hutan Peri untuk menyembunyikan niat jahat di hati mereka!"


“Lupakan saja, Ratu telah memerintahkan, siapapun yang datang untuk menyembuhkan Pohon Kehidupan harus diperlakukan dengan sopan.” Peri yang satunya lagi berkata, menoleh ke arah Zhang En, "Ikut kami."


Selama ini, Ras Peri selalu memiliki sikap bermusuhan terhadap manusia. Melihat bahwa Zhang En adalah ras manusia, tak satu pun dari mereka mau repot-repot menunjukkan kesopanan.


Sebenarnya, sudah banyak yang mengaku datang untuk menyembuhkan Pohon Kehidupan, namun begitu memasuki tanah suci mereka, tak terhitung upaya yang orang-orang yang datang itu lakukan untuk mencuri air kehidupan dari mata air kehidupan mereka.


Meskipun air kehidupan tidak bisa dibandingkan dengan Kristal Kehidupan, itu tetap merupakan harta yang tak ternilai harganya.


Kerutan kecil terukir di alis Zhang En melihat sikap kedua Peri wanita itu, namun, dia tidak mengatakan apa-apa.


Setengah jam kemudian, kedua Peri wanita itu membawa Zhang En ke pondok bambu. Salah satu dari mereka menunjuk ke salah satu pondok bambu sederhana sambil berkata, “Kau tinggal di sana untuk beberapa waktu. Besok, seseorang akan datang menjemputmu ke tanah suci. Kami harap kau tidak pergi saat menyembuhkan Pohon Kehidupan. Jika sesuatu yang tidak menguntungkan terjadi, jangan salahkan kami jika kami akan membunuhmu!”


Menyelesaikan perkataan mereka, kedua Peri itu berbalik dan pergi, tidak ingin berlama-lama berbicara dengan Ras Manusia.


Zhang En melihat pondok bambu yang didirikan tidak jauh dari tempat dia berdiri, pondok bambu sederhana itu berukuran sekitar lima hingga enam meter persegi. 


Perlakuan kedua peri tadi adalah bukti bahwa mereka menganggapnya sebagai seseorang yang datang ke Hutan Peri untuk 'bermain' atau seseorang yang memiliki niat lain.

__ADS_1


Jika orang tersebut adalah seseorang yang memiliki status dan identitas, perlakuan mereka akan berbeda. Paling tidak, mereka tidak akan di biarkan tinggal di tempat ini.


__ADS_2