
Menunggu di aula besar, selain Kaisar Zhu dan Duan Wuhen terlihat dua pria tua yang mengenakan perlengkapan pertempuran emas.
Zhang En telah melihat dua orang tua ini sebelumnya di dalam istana Kaisar, keduanya adalah bagian dari lima Guru Suci yang Terhormat, Guru di akademi Kekaisaran dan juga pengawal Kaisar.
Melihat Ketua Xin Long, Tetua Chao dan Zhang En datang, mereke berempat berdiri dan memberikan salam.
Ketua Xin Long mengangguk, mengajak semua orang untuk duduk.
“Ketua Sekte Xin, pernahkah kau mendengar tentang reruntuhan Klan Naga Kuno di Hutan Asal?” Setelah duduk, Kaisar Zhu membicarakan masalah ini dengan sikap terbuka dan jujur.
Memang, Kaisar Zhu melakukan kunjungan ini untuk tujuan membahas hal ini.
Ketua Xin Long tersenyum, "Aku baru saja mengetahuinya beberapa saat yang lalu, dan baru saja kami berencana untuk melakukan perjalanan ke Hutan Asal."
Wajah Kaisar Zhu bersinar atas jawaban Ketua Sekte Xin , sambil tertawa dia berkata, "Sebelum datang ke sini, aku berpikir untuk bergabung dengan kalian, kami juga berencana untuk pergi ke Hutan Asal."
"Baiklah!" Ketua Xin mengangguk setuju.
Sebelumnya, ketika Zhang En menebak tujuan Kaisar Zhu untuk bertemu dengan Gurunya, dia sudah membuat keputusan untuk ikut. Jadi, ketika Kaisar Zhu berbicara tentang masalah ini dengan jujur, Ketua Xin Long langsung setuju untuk bersekutu tanpa pertimbangan.
Bagaimanapun, kali ini akan ada banyak ahli tingkat kekaisaran dari ketiga benua, ketika turun ke dalam pertarungan, mereka dibunuh atau membunuh. Karena itu, selalu bagus untuk memiliki lebih banyak tambahan kekuatan.
Selanjutnya, keduanya menyebutkan beberapa istilah yang berkaitan dengan aliansi.
Saat menghadapi musuh, kedua belah pihak akan bergandengan tangan untuk menghadapi musuh, maju dan mundur dalam waktu yang bersamaan. Harta yang ditemukan menjadi milik siapa pun yang menemukannya.
Ketika semua telah disepakati, Ketua Xin Long berkata, "Karena semuanya sudah beres, setiap orang harus bersiap-siap untuk berangkat dalam dua jam menuju Hutan Asal."
__ADS_1
"Sepakat." Kaisar Zhu berdiri, mengucapkan selamat tinggal kepada Zhang En, Ketua Xin dan Tetua Chao meninggalkan Sekte Naga Merah kembali ke Istana bersama Duan Wuhen dan dua orang tua di belakangnya untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dan berkumpul dua jam lagi.
.
•••
Dua jam kemudian, kelompok Kaisar Zhu yang terdiri dari tiga orang kembali ke Sekte Naga Merah. Setelah mereka berkumpul, kelompok itu keluar dari Kota Kekaisaran Ming.
Kali ini, Kaisar Zhu membawa dua orang tua seblumnya bersamanya, sedangkan Zhang En hanya bersama Ketua Xin Long dan hantu raksasa Feng Yang. Tetua Chao memilih untuk tetap tinggal untuk menjaga situasi Kota kekaisaran dalam bayang-bayang dan melindungi semua murid Sekte Naga Merah.
Awalnya, Kaisar Zhu ingin membawa putranya Duan Wuhen, namun, mengingat kekuatan Duan Wuhen, dia hanya bisa menghilangkan pikiran itu.
Keenam orang dalam kelompok mereka swmuanya adalah Ranah Pertapa Dewa, terbang dengan kecepatan kilat, dalam waktu setengah bulan, mereka memotong jalan dari Kekaisaran Musim Semi, memasuki Wilayah Kekaisaran Matahari. Selama mereka bisa melewati Kekaisaran Matahari, mereka baru akan tiba di Hutan Asal.
Malam, cahaya bulan yang kabur menyinari kegelapan yang berkabut. Penglihatan mereka hanya sejauh lima jari dengan tangan terentang. Enam orang itu berhenti di lereng bukit tandus di Kekaisaran Bulan.
Kaisar Zhu dan Ketua Xin Long tidak memiliki pendapat, maka keenam orang itu mendarat di puncak bukit kecil. Memulai api esensi sejati dari Dantiannya, dengan lambaian tangannya, percikan api jatuh ke tanah.
Zhang En sudah menyalakan api untuk malam itu, Kaisar Zhu merasa takjub dan juga yang lainnya karena api esensi sejati Zhang En tidak perlu bergantung pada kayu untuk dibakar. Ketika api jatuh ke tanah, ia menyala dengan sangat terang, menerangi puncaknya seperti siang hari.
Ketua Xin Long telah mendengar terlalu banyak hal yang tidak dapat dipercaya saat Zhang En bercerita tentang yang dia alami selama mengembara, dia tidak lagi merasa banyak hal yang berhubungan dengan Zhang En yang dapat mengejutkannya seperti sebelumnya.
Tapi Kaisar Zhu dan dua lelaki tua lainnya merasa terkejut. Saling bertukar pandang di antara mereka sendiri, mereka melihat keterkejutan mereka tercermin di mata mereka satu sama lain.
Semua orang berkumpul di sekitar api untuk beristirahat malam itu.
Ketika Duan Ren duduk, dia tidak bisa menahan pandangan sekilas ke arah Feng Yang di belakang Zhang En, tubuhnya yang besar tersembunyi seluruhnya di dalam jubah berkerudung hitam besar.
__ADS_1
Selama mereka bepergian, Feng Yang tidak mengucapkan sepatah kata pun, tetapi ada suasana aura misterius yang berasal dari Feng Yang yang membuat Kaisar Zhu merasa sedikit tidak nyaman. Suasana ini adalah sesuatu yang bawaan, yang membuat Kaiar Zhu bertanya-tanya dalam hatinya tentang latar belakang pengawal Zhang En ini.
Namun, Zhang En tidak mengatakan apapun dan itu bukan tempat Kaisar Zhu untuk bertanya. dua pria tua pengawal Kaisar Zhu juga ingin tahu tentang identitas Feng Yang, tetapi terlepas dari banyaknya kemungkinan yang terlintas di benak ketiga orang itu, mereka tidak akan pernah membayangkan bahwa Feng Yang sebenarnya adalah makhluk dunia lain yaitu Manusia hantu.
Malam berlalu dalam keheningan.
Matahari pagi terbit dari ufuk timur, sinarnya yang terang menyebarkan kabut pagi. Yang mengejutkan Kaisar Zhu adalah bahwa api esensi sejati di dekat mereka menyala sepanjang malam tanpa membutuhkan bahan bakar. Ketika semua orang berdiri, bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka untuk hari itu, Zhang En menariknpi esensi sejati itu dengan jentikan tangannya dan menyimpannya kembali di dalam Dantiannya.
Adegan aneh ini sekali lagi menyebabkan Kaisar Zhu dan kedua mata pria tua itu berputar dengan heran.
Kaisar Zhu memandang Zhang En, wajah yang memiliki alis berbentuk pedang dan mata cerah serta wajah tampan yang sedikit terlalu menawan, dia semakin merasa bahwa dia tidak bisa melihat kedalaman pemuda yang ada depannya.
"Ayo pergi." Zhang En berkata setelah mengambil api esensi sejati ke dalam tubuhnya, dia adalah orang pertama yang terbang.
Baru kemudian Kaisar Zhu pulih dari lamunanya. Sisanya dengan cepat menyusul Zhang En. Kelompok itu terus terbang ratusan mil dengan kecepatan tinggi.
Lima hari kemudian, kelompok itu tiba di titik paling utara dari Kekaisaran Matahari, yaitu Kota Matahari Terbit. Saat itu juga adalah hari dimana dengan terik matahari yang panas dan angin kencang datang secara berlawanan.
Zhang En berdiri agak jauh dari gerbang Kota Matahari Terbit, mengamati barisan gerobak dan kereta kuda yang tak berujung, lalu dia berkata dengan sungguh-sungguh, "Kita akan memasuki kota untuk istirahat sejenak, kita harus mengambil kesempatan ini untuk memahami situasi Hutan Asal."
"Benar." Kaisar Zhu dan Ketua Xin Long setuju. Mereka berdua memikirkan hal yang sama. Saat mereka sudah mencapai Kota Matahari Terbit, tidak ada yang terburu-buru untuk bergegas ke Hutan Asal. Oleh karena itu, kelompok itu menuju ke Kota Matahari Terbit.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa Like & Vote!