
Setelah itu, sebuah bola mata berwarna merah tua menakutkan muncul di depan Chen Tianqi.
Bola mata merah tua yang menakutkan itu berputar dengan kecepatan tinggi di udara dan Chen Tianqi merasakan pikirannya perlahan-lahan menjadi pusing.
"I-ini.. Mata Dewa Naga!" Chen Tianqi benar-benar terkejut.
Sebagai murid Ren Wokuang, selalu dia bersama dengan Gurunya selama lebih dari dua ratus tahun, dapat dikatakan bahwa dia tahu betul gerakan Teknik Pedang Naga seperti mainan ditangannya. Bentuk serangan Mata Mata Dewa Naga ini sangat aneh, tidak hanya bisa menyerang seseorang langsung menembus Jiwa, tapi juga bisa menyerang musuh secara fisik.
Tiba-tiba, suara retakan keras terdengar. Wajah Chen Tianqi langsung tenggelam, retakan ini adalah suara dari penghalang yang melindungi tubuhnya yang pecah. Matanya membelalak kaget karena cahaya pisau tajam tiba-tiba melesat menebas ke arahnya. Dengan cepat, dia mengayunkan tombak di tangannya disertai gelombang energi api malaikat bersayap.
Pada saat yang sama, sosoknya berpindah dengan cepat, tapi kecepatan langkahnya terlambat selangkah.
Cahaya pisau yang sangat tajam menebas dinding pelindung api malaikat lanhsung memotong tenggorokan Chen Tianqi.
Chen Tianqi mundur kebelakang. Ketika dia menenangkan dirinya, ada perasaan takut dan amarah saat dia merasakan luka di lehernya. Jika bukan karena pelindung itu, serangan pedang barusan akan menyebabkan dia terluka parah.
Setelah beberapa detik kemudian, cahaya suci bersinar di sekitar leher Chen Tianqi, menyembuhkan lukanya dengan kecepatan tinggi. Ternyata, elemen cahaya dari energi Qi nya dengan cepat dapat memulihkan lukanya dalam sekejap.
Ketika luka di lehernya sembuh, Chen Tianqi mengangkat kepalanya untuk melihat Zhang En, api kemarahan terlihat di matanya. Tombak di tangannya sekali lagi melesat ke arah Zhang En.
Tombak Pembelah Neraka!
Seberkas kekuatan suci melesat mirip dengan letusan gunung berapi, seperti pisau tajam yang menembus kekosongan, lautan tombak yang di selimuti cahaya terang meluncur demgan kecepatan tinggi langsung ke arah Zhang En.
Gerakan kedelapan Teknik Pedang Naga - Gunung Pedang, Lautan Api!
Ketika Gunung Pedang itu terbentuk, langsung membombardir Chen Tianqi dari segala arah, sementara Qi Naga Zhang En membentuk lautan api.
Swoshhhh!
BOOOMMMMM!!!!
Tabrakan serangan Pedang dan Tombak mereka menggema dari atas langit. Siluet Zhang En dan Chen Tianqi terus berkedip dengan kecepatan tinggi di udara, yang satu hitam dan satunya berwanya putih.
__ADS_1
Tubuh Zhang En seluruhnya diselimuti api dunia Dewa Naga berwarna hitam pekat, seperti reinkarnasi seekor Raja Agung Dewa Naga Iblis, sedangkan Chen Tianqi seperti orang yang memiliki cahaya suci, tertutup api berwarna platinum, mirip seperti malaikat agung dari surga.
Siluet hitam dan putih itu terus saling serang sehingga mata telanjang sulit untuk melihatnya, dalam sekejap mata, lebih dari ratusan jurus mereka keluarkan. Benturan kuat yang berulang kali dari serangan mereka mengacaukan ruang udara yang mereka lalui.
Satu demi satu, lubang hitam muncul di langit saat retakan ruang angkasa menyebar lebih jauh.
Zhang En dan Chen Tianqi bergerak berdasarkan naluri mereka masing-masing.
Sedangkan di bawah mereka, Li Molin dan Liu Yang terjebak dalam kekesalan dan amarah karena mereka mengetahui bahwa Kumbang Mayat Beracun yang telah berevolusi itu tidak hanya memiliki pertahanan tubuh yang menakutkan, bahkan kecepatan kubang kuno itu membuat mereka kelabakan.
Ini sangat berbeda dari informasi yang mereka kumpulkan sebelumnya.
Pada awalnya, mereka berpikir bahwa dengan mengandalkan Armor Naga Ilahi dan senjata dewa di tangan mereka, mereka dapat dengan mudah memusnahkan kumbang kuni itu tanpa melakukan banyak usaha. Tetapi, saat ini mereka menemukan bahwa ada hal-hal tidak bisa mereka perkiraan dalam keputusan mereka sebelumnya.
Ketahanan tubuh Kumbang Mayat beracun jauh melebihi imajinasi mereka. Hanya setelah mengerahkan segala upaya, mereka berhasil membunuh beberapa dari Kumbang Mayat Beracun. Selain itu, jumlah kumbang kuno yang dikendalikan Zhang En kurang lebih dari tiga puluh ribu ekor, dibandingkan dengan jumlah total mereka, meski berhasil membunuh beberapa dari Kumbang Mayat Beracun, hal itu tidak dapat mengubah situasi yang mereka hadapi saat ini.
Gelombang kedua Kumbang Mayat Beracun dengan ganas kembali menyerang tepat ketika mereka nyaris tidak berhasil mengusir gelombang pertama.
"Sial!" Emosi Li Molin berkobar, dia merasa sudah tidak mampu menahan amarah di dalam hatinya.
Setelah beberapa saat serangan gelombang pertama Kumbang Mayat Beracun yang mencoba mengebor mata, hidung, dan mulut mereka, mereka mulai kehabisan akal.
Saat Li Molin mengeluarkan suara kutukan dari mulutnya, salah satu Tetua Sekte Gagak Hitam berteriak. Li Molin, Liu Yang, dan yang lainnya memandang ke arah Tetua yang berteriak barusan.
Apa yang mereka lihat adalah mata kiri dari Elder itu, Kumbang Mayat Beracun sedang memakan bola mata kirinya. Dalam sekejap mata, Tetua itu merasa tubuhnya mati rasa dari ujung kepala sampai ujung kaki, dia tidak dapat memggunakan Qi miliknya sedikit pun. Hanya dalam hitungan detik, bola mata sebelah kiri Tetua itu hilang, tertelan oleh Kumbang Mayat Beracun.
“Tidak, tidak, jangan!” Tetua itu berteriak keras dan terdengar menyayat hati. Meski begitu, Kumbang Mayat Beracun lainnya mendarat di mata kanan Tetua itu.
Ketika Kumbang Mayat Beracun memakan kedua bola mata Tetua itu, mereka menggeliat dan menerobos masuk ke dalam tubuhnya melalui rongga mata yang sudah kosong dan tidak lagi memiliki bola mata. Jeritan tak berujung terdengar dari mulutnya membuat bulu kuduk para Tetua Sekte Gagak Hitam lainnya berdiri dan mulai merasa ketakutan.
Ini adalah pertama kalinya Li Molin menyaksikan Kumbang Mayat Beracun memakan daging manusia. Bahkan saat melihat apa yang terjadi di depannya, dia tidak bisa menghentikan rasa jijik dan mual dari tenggorokannya.
“Lebih baik kita segera membunuh Zhang En. Kalau tidak, kita yang akan mati!!” Mencoba menahan keinginan untuk muntah, Li Molin meraung marah ke arah kelompok Tetua Sektenya.
__ADS_1
Kumbang Mayat Beracun ini dikendalikan oleh Zhang En. Selama mereka membunuhnya, berurusan dengan Kumbang Mayat Beracun ini akan jauh lebih mudah. Belum lagi, tugas utama mereka kali ini tidak lain adalah membunuh Zhang En.
Namun, saat ini setiap Tetua itu telah dikelilingi oleh lingkaran tak berujung dari Kumbang Mayat Beracun, tidak memberi mereka kesempatan untuk mendekati atau menyerang Zhang En.
Pemimpin Domain yang bertarung dengan Xiao Tian melihat sekilas ke arah Kumbang Mayat Beracun mengebor masuk ke dalam rongga mata kosong Tetua yang mereka serbu sebelumnya. Mendengar jeritan melengking yang datang dari Tetua itu, wajahnya menjadi pucat.
Pemimpin Domain Asura lainnya juga menjadi pucat di tempat kejadian.
Rumor tentang keganasan Kumbang Mayat Beracun memang menakutkan, namun selama ini, mereka menganggap itu hanyalah rumor belaka. Tapi sekarang, mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Melihat mereka jatuh dalam posisi yang tidak menguntungkan, Zhao Shu dan Zhang Fu tidak tinggal diam, menambahkan satu atau dua serangan dari samping menangkap dan melumpuhkan para Tetua Sekte Gagak Hitam.
Yang membuat Li Molin marah lebih jauh adalah bahwa Zhao Shu dan Zhang Fu tampak mengincarnya dan Liu Yang. Disengaja atau tidak, serangan Zhang Fu selalu berpusat di sekitar payudaranya yang menggairahkan dan pantatnya yang gemuk, hampir membuatnya gila karena marah.
“Zhang Fu, kenapa kau hanya mengincar pantat besar seorang wanita gemuk yang binal itu? Lihat saja ukuran pantatnya, kau tahu dia sudah melahirkan, apa enaknya menyerang di bagian itu?” Zhao Shu mengejek.
"Wanita gemuk yang binal? Melahirkan?" Mata Li Molin terbakar amarah, pada saat itu juga, tatapannya menjadi sangat dingin. Dia belum pernah disentuh oleh pria mana pun, tetapi Zhao Shu ini benar-benar mengatakan bahwa dia telah melahirkan seorang anak dan mengejek pantat besarnya.
"Aku akan menguliti kalian berdua!" Li Molin mengaum marah. Dia benar-benar mengabaikan gerombolan Kumbang Mayat Beracun. Pedang angin biru di tangannya langsung menebas Zhao Shu tanpa ampun.
Zhao Shu melompat menghindar karena khawatir, dia menangkis serangan Li Molin dengan lambaian pedangnya sambil berkata, "Pel4cur gemuk, bahkan jika aku menebaknya dengan benar, kau tidak perlu untuk terlalu bersemangat menyerangku!"
Li Molin hanya bisa berteriak marah dan terus menyerang Zhao Shu seperti singa betina yang sedang kehilangan mangsanya, dia terus mengayunkan pedang panjang di tangannya ke arah Zhao Shu berulang kali.
"Awas!" Tepat ketika Li Molin hendak menyerang Zhao Shu lagi, Liu Yang berteriak dari kejauhan ketika gerombolan Kumbang Mayat Beracun terbang menuju Li Molin.
Serangan mendadak itu membuat Li Molin tersentak kaget dan berhenti mengayunkan pedangnya untuk menyerang Zhao Shu.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu menekan tombol Like & berikan Votenya!