Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 678 - Alam Dewa Emas Bintang 2


__ADS_3

Saat ini, banyak murid sudah berkumpul di depan lembah berkabut.


Banyak di antara mereka telah mencoba memasuki lembah, namun, tidak lama setelah mereka masuk, kebanyakan dari mereka terluka parah oleh kekuatan kabut di dalam lembah, memaksa mereka untuk mundur dalam keadaan tragis.


Kemudian, dua murid bernama Chu Bai dan Shi Qi memasuki lembah berkabut.


"Apakah Chu Bai dan Shi Qi dapat memasuki bagian terdalam lembah ini?" Beberapa murid dari sekte lain berbisik di antara mereka sendiri.


Seorang murid Klan Chu mendengar apa yang mereka katakan dan mendengus dingin, “'Kalian bahkan tidak memiliki kekuatan untuk memasuki lembah ini, jadi bagaimana banyak dari kalian bisa dibandingkan dengan Kakak Bai? Dengan kemampuan Kakak Bai, dia pasti bisa mencapai bagian terdalam lembah!”


Setengah jam berlalu.


Kerumunan murid sedang menunggu di luar lembah berkabut ketika sosok Chu Bai dan Shu Qi terlihat bergegas keluar. Goresan dan penyok bisa dilihat di armor divine mereka serta debu dan kotoran di wajah mereka. Keadaan menyedihkan mereka berdua tidak lebih baik dari murid-murid yang masuk sebelumnya.


Merasakan berbagai tatapan kepada mereka, Chu Bai dan Shu Qi merasa canggung.


Mengabaikan semua orang, mereka berdua lalu membawa murid-murid dari klan mereka untuk pergi dari tempat itu.


Murid-murid yang tersisa saling bertukar pandang dan akhirnya juga memilih untuk meninggalkan tempat itu.



Di dalam Lembah Berkabut, tepatnya di mana artefak Gunung Harimau berada.


Di dalamnya, Cahaya terang terus melonjak keluar dari tubuh Zhang En, menyebabkan dagingnya pecah dan berdarah inci demi inci.


Namun, dibantu oleh kekuatan roh api, luka Zhang En sembuh sendiri.


Proses ini terus berulang kali saat membentuk ulang tubuh baru Zhang En.


Di atas lembah, sejumlah besar energi kekacauan dari petir surgawi yang sebelumnya berkumpul berubah menjadi gerombolan naga banjir petir, yang memiliki kekuatan penghancur yang mengerikan. Bahkan para murid yang sudah berada sangat jauh dari Lembah Berkabut merasakan jantung mereka berdebar-debar.

__ADS_1


Kemudian, ledakan energi yang lebih mengerikan keluar dari kedalaman lembah seperti tsunami, gelombang demi gelombang.


Ketika energi mengerikan ini mengalir keluar, petir yang marah menghujani batas lembah. Beberapa murid itu tidak bisa menghindar dan mati seketika.


Pada saat ini, tidak ada satupun murid yang berani berada dalam jarak 20 kilo meter dari lembah.


Satu bulan berlalu begitu saja.


Tidak ada perubahan pada poin Zhang En. Tidak hanya dia turun dari peringkat 80 peringkat 100, peringkatnya malah terus turun jauh ke peringkat 450. Semakin jauh dia turun peringkat, semakin kecil jarak antar setiap poin milik peserta. Karena poin Zhang En yang tidak berubah dalam sebulan ini, ada banyak murid yang telah melampaui peringkat Zhang En setiap hari.


Keadaan ini terus berlanjut.


Sudah dua bulan lagi berlalu begitu. Berarti ini sudah tiga bulan sejak Zhang En berada di dalam lembah berkabut dan peringkatnya juga menurun.


Kalau di hitung sejak Zhang En memasuki Alam Rahasia, sudah memasuki bulan ke tujuh.


Pada saat ini, cahaya terang di lautan jiwa Zhang En semakin besar.


Pada akhirnya, cahaya di atas lautan jiwa Zhang En mencapai batasnya dan meledak. Sinar cahaya itu lalu menusuk ke langit, meninggalkan banyak lubang di atas Alam Rahasia


Setelah itu, Zhang En melihat ke dalam lautan jiwanya, di mana ada tiga kristal dewa sedang mengambang dan berputar seperti roda seakan menyatu dan terhubung.


Tiga ktistal dewa ini melambangkan tiga unsur kekuatan dewa yaitu Kekuatan Dewa Naga, Kekuatan Dewa Iblis dan Kekuatan Buddha.


Masing-masing dari ketiga kekuatan ini memancarkan aura kuno kehancuran yang mengerikan.


Energi di dalam dantian Zhang En meledak, kekuatan qi dewa yang tak ada habisnya diubah menjadi Qi dewa sejati.


Buzzzz!!


Aura dan kultivasi Zhang En sekarang meningkat pesat saat menerobos di sertai ledakan dahsyat bergemuruh saat petir surgawi mengenai tubuhnya.

__ADS_1


- Dewa Emas Bintang 1 Tahap awal.


- Dewa Emas Bintang 1 Tahap Menengah.


- Dewa Emas Bintang 1 Tahap Akhir.


- Dewa Emas Biantang 2 Tahap awal.


- Dewa Emas Bintang 2 Tahap Menengah.


Dan pada akhirnya, terobosan kultivasi Zhang En berhenti di ranah Dewa Emas Bintang 2 tahap menengah.


Zhang En perlahan membuka matanya, bergumam, "Akhirnya terobosanku selesai."


Zhang En lalu mengirim untaian inderanya ke dalam token miliknya dan menemukan bahwa peringkatnya sekarang berada di peringkat 700.


Tidak menunggu lama, Zhang En keluar dari artefaknya dan menyimpannya kembali, lalu dia menghilang dari tempat itu dalam sekejap.


Hanya beberapa helaan nafas, Zhang En sudah keluar dari lembah berkabut. Dia lalu mengamati sekelilingnya, menentukan arah, dan terbang menuju Kota Kuno sebelumnya sambil membantai binatang iblis yang dia temui.


Setelah mencapai Kota Kuno, Zhang En berhenti di atas kota lalu membentuk Naga Topan Dahsyat sambil menarik semua energi di sekitarnya.


Swoosssshhh!!


Tiba-tiba, awan gelap di atas Kota Kuno segera tersedot ke dalam putaran Naga topan raksasa di atas kepala Zhang En, bergabung ke dalamnya, memperbesar bentuk Naga topan raksasa yang mengerikan.


Pada saat yang sama, binatang iblis yang tadinya sedang bersembunyi di awan gelap itu, semuanya tersapu ke arah Zhang En, lalu hancurkan sampai mati, kemudian inti binatang mereka diserap olehnya.


Saat ini, Naga Topan Raksasa yang panjangnya hampir seribu meter mendesis di atas kota, Zhang En tampak seperti sosok Dewa Naga.


Para murid di dalam kota yang ada di sekitarnya bergidik ketika mereka melihat awan badai yang terbentuk menjadi topan naga yang akan membawa bencana. 

__ADS_1


Kekhawatiran dan ketakutan memenuhi wajah mereka saat mata mereka menyaksikan sosok Zhang En tepat di bawah Topan Naga dahsyat yang mendesis dan bergemuruh.


__ADS_2