Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 77. Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Zhang En mengaktifkan Mata Langit dan mengamati sekeliling mansion. Detik berikutnya, kilatan tajam berkedip di dalam Mata Langit dan dua berkas cahaya merah menembus langit di atas. Beberapa burung yang sedang terbang di udara di atas jatuh ke tanah dan mati seketika.


Ini adalah serangan spiritual Mata Langit. Saat ini, kekuatan spiritual Zhang En masih terlalu lemah, jika tidak, dengan serangan spiritual Mata Langit sebelumnya, burung-burung itu menjadi abu.


Setelah menguji kekuatan serangan Mata Langit, Zhang En kembali menetralkan Energi Qi yang dia gunakan di tubuhnya dan Mata Neraka di dahinya perlahan tertutup menghilang tanpa jejak dan penampilan Zhang En kembali normal seperti sebelumnya.


Zhang En kemudian menuju ke aula utama mansion, memanggil Du Xin dan Deng Guangliang di sana, dia menginstruksikan mereka untuk mempersiapkan perjamuan seperti yang mereka lakukan sebelumnya dan mengundang tiga Sesepuh Sekte Penyihir Langit lainnya.


Du Xin dan Deng Guangliang meninggalkan aula utama setelah menerima perintah Zhang En dan keluar dari mansion untuk melakukan tugas itu. Zhang En sendiri tetap berada di aula utama, perlahan-lahan menikmati aroma anggur merah yang ada di hadapannya.


Tiba-tiba, Zhang En mengangkat kepalanya, sebuah cahaya melintas melewati matanya seperti bayangan saat dia diam-diam mengedarkan Aura Spritualnya, dia langsung membuka Mata Langit di tengah alisnya. 


Ketika dibuka sepenuhnya, Zhang En mengarahkan pandangannya ke pintu masuk utama mansion, di mana Du Xin dan Deng baru saja kembali, memimpin tiga pria paruh baya yang mengenakan jubah Tetua Sekte Penyihir Langit menuju tempatnya.


Akan tetapi, ada tamu tambahan selain ketiga orang ini. Seorang lelaki tua bertubuh kecil yang mengenakan jubah brokat berwarna merah menyala sedang mengikuti di belakang dari ke lima orang itu, lelaki tua kecil itu menyembunyikan kehadirannya dengan terampil. Tubuhnya yang kecil tampak memudar menjadi penampilan setengah tembus cahaya yang menyatu dengan udara, dengan licik lolos dari deteksi Du Xin dan Deng Guangliang.


“Sepertinya lelaki tua kecil ini yang disebut Geng Ken.” Zhang En mencibir.


Melihat Geng Ken diam-diam menyembunyikan kehadirannya, mengikuti di belakang kelompok Du Xin dan Deng Guangliang, terbukti bahwa tindakan Du Xin dan Deng Guangliang selama beberapa hari ini dalam mengundang Tetua Sekte Penyihir Langit telah membangkitkan kecurigaan orang tua ini. Tetap saja, Zhang En tetap tidak peduli akan hal ini.


Sejak lelaki tua itu muncul dan terlihat di matanya, Zhang En berpikir mungkin juga dia menaklukan pria tua itu bersama-sama ke tiga orang Tetua Sekte yang sedang bersama dengan Du Xin dan Deng Guangliang agar tidak merepotkan di masa depan.


Setelah mengendalikan Geng Ken, selanjutnya adalah Chen Xiaotian. Dengan itu, Sekte Penyihir Langit akan sepenuhnya berada di bawah kendali Zhang En.

__ADS_1


Kekuatan Energi Qi spiritualnya telah meningkat pesat dengan latihan baru-baru ini. Mengerahkan sedikit usaha, dia bisa menandai jiwa mereka empat orang sekaligus.


Saat pikiran ini melintas di benak Zhang En, Du Xin dan Deng Guangliang sedang berjalan ke aula utama bersama para Tetua yang baru sampai untuk mengadakan perjamuan.


Sama seperti dengan reaksi Lin Yu, Gao Qing, dan Wu Honggang, ketiga Tetua itu terkejut kepada Zhang En yang sedang duduk di aula utama sambil minum anggur saat mereka masuk.


Namun, kali ini Zhang En tidak membuang waktu dengan omong kosong, sebaliknya, dia melompat dan memukul ketiganya dengan jurus Telapak Buddha.


Ketiga pria itu tidak menyangka pemuda berambut hitam itu tiba-tiba menyerang mereka dan dikirim terbang tanpa melakukan persiapan untuk memblokir serangan Zhang En.


“Kau, siapa?!” Ketiganya jatuh dengan keras ke lantai. Ketika mereka sudah berdiri lagi, ketiganya menuntut dengan amarah dan ketakutan menyelimuti suara mereka.


"Tuan Muda!" Du Xin dan Deng Guangliang menyambut dengan hormat saat melihat Zhang En.


Tindakan Du Xin dan Deng Guangliang dan reaksi mereka terhadap Zhang En membingungkan tiga Tetua Sekte Penyihir Langit. Perasaan tidak nyaman yang kuat muncul di hati mereka.


Geng Ken yang menyembunyikan kehadirannya juga terkejut melihat Zhang En tiba-tiba menyerang ketiga Tetua Sekte itu dan keterkejutan nya semakin besar ketika mendengar Du Xin dan Deng Guangliang memanggil pemuda itu 'Tuan Muda Zhang En'.


Zhang En kemudian perlahan mendekati tiga Tetua Sekte Penyihir Langit yang sedang kebingungan.


"Biarkan aku menjelaskannya kepada kalian, Tetua Sekte Penyihir Langit yang diundang oleh Du Xin dan Deng Guangliang sebelum kalian bertiga, selain Lin Yu yang dibunuh olehku, sisanya telah tunduk kepadaku, seperti Du Xin dan Deng Guangliang." Ucap Zhang En pada saat berhenti di depan mereka.


"Apa?!" 

__ADS_1


Tiga tetua itu kaget setengah mati dan wajah mereka berubah menjadi pucat pasi. Tidak hanya ketiga orang Tetua itu saja yang merasa terkejut, bahkan Geng Ken hampir ketahuan dari tempat persembunyian saat dia terkejut mendengar hal itu.


"Sebagian besar Tetua Sekte Penyihir Langit telah tunduk dan bersumpah setia kepada pemuda berambut hitam ini sebagai tuan?!Tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin." Inilah yang pertama terlintas di benak Geng Ken saat ini.


"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin benar!” Pada saat ini, ketiga Sekte Penyihir Langit menggelengkan kepala dengan keras dalam untuk menyangkal perkataan Zhang En, "Ini tidak mungkin benar. Bocah, apa menurutmu kami akan dengan mudah memercayai omong kosong yang keluar dari mulutmu?!"


"Katakan, siapa kau sebenarnya, dan apa tujuanmu datang ke Kota Kematian!!”


Melihat salah satu dari ketiganya mempercayainya, ekspresi Zhang En tidak berubah. Dia tahu ini memang sesuatu yang sulit dipercaya bahkan siapa pun akan merasa sulit untuk percaya. Tapi sekali lagi, dia tidak berharap mereka percaya begitu saja kepadanya.


"Apakah kau percaya atau tidak, itu tidak penting bagiku." Zhang En melanjutkan, "Sekarang, aku memberimu kesempatan, tunduk padaku atau mati seperti Lin Yu!"


Ketiga Tetua itu langsung ketakutan saat mendengar ancaman Zhang En dan cepat-cepat menjauh dari Zhang En.


Ketika ketiganya bersiap untuk melarikan diri, Zhang En terbang ke depan dengan serangan telapak tangan melintasi udara kosong di sekitar mereka membuat ketiga tetua itu jatuh kembali ke lantai.


Zhang En mencibir saat melihat tiga sosok itu jatuh ke lantai, "Lebih baik jika kalian menghentikan pikiran untuk melarikan diri, ini adalah kesempatan terakhir untuk kalian, tunduk kepadaku atau kalian akan mati."


“Fuihhh, kau pikir kau siapa sehingga kami harus tunduk kepadamu?” Salah satu dari mereka marah dan membentak Zhang En, "Orang tua ini hanya punya satu nyawa dan bunuh aku jika kau berani!"


Zhang En melihat ekspresi tidak merasa takut sedikitpun terhadapnya di wajah pria itu, seringai sinis muncul di wajahnya, mengetahui bahwa Tetua ini memegang pendirian yang sama dengan Lin Yu, bahwa dia tidak berani membunuh mereka di Kota Kematian.


Di depan dua Tetua Sekte lainnya dan Geng Ken yang sedang bersembunyi, Zhang En mengangkat tangannya dan menunjuknya dengan satu jari, jejak energi Qi keluar dari jarinya dan ditembakkan menembus dahi pria itu. Mata Tetua itu membulat karena terkejut tidak menyangka Zhang En akan berani membunuhnya sehingga tubuhnya jatuh ke lantai dengan darah yang masih menyembur keluar dari kepalanya.

__ADS_1


Jangan Lupa Like & Vote. See you next chapter!


__ADS_2