Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 419 - Pembantaian II


__ADS_3

Hu Yui pada saat ini merasa cemas dan marah saat dia berteriak, "Bocah kurangajar... !"


Monyet kembar lalu melesat menghalangi Hu Yui, Musang Ekor Sembilan menargetkan belasan murid klan Hu yang berada di ranah Alam Dewa Sejati Bintang Tiga tahap awal, sementara Naga Batu Api dan Zhang En menyerang sisanya. 


Pada saat ini, Zhang En tidak lagi repot-repot menyembunyikan sebagian kekuatannya dan memjadikan semua murid-murid klan Hu ini sebagai pelatihannya dan menjadikan area itu me jadi ladang pembantaian.


Zhang En lalu bertranformasi dengan Jiwa Naga Dewa Iblis. Pedang Kayu di bawah kakinya dan seribu lengan Buddha di belakangnya menyerang pada saat yang bersamaan.


Teknik Tapak Buddha Kebenaran yang dulunya salah satu teknik andalannya langsung dieksekusinya dengan menggabungkan serangan Naga Dewa dengan kekuatan penuh, mengirim lebih dari sepuluh murid Klan Hu terpental dan terbang ke udara. Tubuh mereka lalu jatuh menabrak permukaan tanah.


Melihat hal ini, Hu Yui, Hu Ruo, dan murid lainnya yang masih tersisa berteriak tanpa henti karena marah melihat anggota klan mereka dibantai Zhang En..


Meskipun kekuatan Hu Yui snagat kuat, itu bukan masalah yang mudah baginya untuk mengalahkan dua monyet iblis yang memiliki lengan yang kuat dalam waktu singkat. Bahkan, dia tidak bisa melepaskan diri dari serangan kedua binatang monyet ini.


Di tempat lain, Musang Ekor Sembilan melakukan pekerjaan yang baik untuk menunda murid Alam Dewa Sejati Bintang Tiga tahap awal lainnya, membuat mereka semua tidak dapat membantu rekan mereka.


Adapun murid-murid di bawah Alam Dewa Sejati Bintang Satu, Naga Batu Api membuat mereka melompat dan berlari ke mana-mana dan memegang pundak mereka masing-masing sambil berteriak dalam kesengsaraan menyakitkan terkena rudal cairan api.


Dalam setiap satu napas, akan ada seorang murid yang mati terbunuh oleh Zhang En .


Dalam kurun waktu kurang dari lima belas menit, hanya ada enam murid Klan Hu yang berjuang untuk mempertahankan situasi hidup dan mati mereka. Namun, di bawah serangan sengit Zhang En, ada empat orang yang saat ini tidak jauh dari Zhang En dan ematian empat orang ini sudah dipastikan.


Hu Yui menyaksikan murid Klan Hu nya dibunuh oleh Zhang En satu demi satu. Sementara rasa takut mulai menyelimuti hatinya.

__ADS_1


'Bagaimana ini bisa...!' Gumam Hu Yui saat dia melihat ranah kultivasi Zhang En yang masih di ranah Dewa Sejati Bintang Satu. Kultivasinya berada di ranah Alam Dewa Sejati Bintang Tiga Tahap awal, mendekati Puncak Tahap awal, sedangkan kultivasi Zhang En masih di ranah Alam Dewa Sejati Bintang Satu Tahap Awal.


Lima belas menit kemudian...


Tatapan dingin Zhang En akhirnya jatuh pada Hu Yui dan satu orang lagi murid bernama Hu Mao. Puluhan murid Klan Hui sudah tergeletak di sekitar mereka dalam keadaan tak bernayawa dan ini meningkatkan aroma darah segar yang kental di udara.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Hu Yui dengan nada suram, menahan amarah yang meluap didalam hatinya. “Kau tidak akan bisa lari dari sini bahkan jika kau membunuh kami semua karena Tetua Klan Hu kami mengawasi setiap orang yang keluar masuk gerbang teleportasi Dunia Hitam. Kau juga akan mati ditempat ini...!”


"Aku tidak peduli....!" Zhang En menjawab sambil tersenyum pada Hu Yui setelah mendengar ancaman itu.


"Bocah bangsatt!" Hu Yui dan Hu Mao berseru secara bersamaan.


Keempat bintang iblis ini lalu menyerang mereka berdua. Siluet Zhang En juga menghilang saat dia muncul lagi dengan menghujani mereka dengan serangan berturut-turut.


Dua murid Alam Dewa Sejati Bintang Tiga ini dari Klan Hu ini cocok sebagai pelatihan bertarung Zhang En. Awalnya, Hu Yui dan Hu Mao hampir tidak bisa menangkis serangan dari empat binatang iblis itu sebelumnya, dan sekarang dengan Zhang En telah muncul di sekitar mereka, mereka berada dalam keadaan yang sangat berbahaya.


Yang membuat mereka merasa cemas, mereka berdua memperhatikan bahwa tingkat pemulihan tubuh Zhang En lebih menakutkan daripada Binatang Iblis Musang Ekor Sembilan.


Zhang En lalu berlatih Teknik Tapak Buddha Kebenarannya yang sudah lama tidak dia eksekusi, yang juga dapat menghabiskan Qi dewanya. Akan tetapi, hamya dalam beberapa napas saja, dia entah bagaimana mengisi kembali Qi dewanya yang sudah terkuras karena mengeksekusi jurus itu kembali seperti semula..


Saat jumlah tebasan dan luka di tubuh mereka berdua meningkat, suara makian dan amarah yang keluar dari mulut mereka juga meningkat. Menjelang akhir pertempuran mereka memohon minta ampun kepada Zhang En tak henti-hentinya. Tapi Zhang En mengabaikan mereka, menyerang tanpa henti.


Dua puluh napas kemudian, Pedang Kayu Kuno di tangan Zhang En membuat tebasan silang dan menebas leher Hu Yui dan Hu Mao.

__ADS_1


Tangan Hu Yui mencengkeram tenggorokannya, suaranya hampir tidak terdengar saat dia berkata,"Kau, kenapa kau berani membunuh k-kaa-mi..?" Sampai saat ini, dia masih tidak mengerti mengapa Zhang En tidak takut dengan ancaman dan pembalasan Klan Hu mereka.


Untuk setiap Klan Besar, setiap murid diranah Alam Dewa Sejati sebagai harta karun, terutama mereka yang telah mencapai Semi Dewa tingkat menengah ke atas, sedangkan sekarang, Zhang En telah membunuh lebih dari 50 puluh lebih murid ranah Alam Dewa Sejati Klan Hu.


Hal ini pasti akan menimbulkan kemarahan dari Klan Hu, menyebabkan mereka mengamuk dan akan mencari pelaku, bahkan jika mereka harus mencari diseluruh galaksi.


Dari sudut pandang Hu Yui, dia berpikir Zhang En pasti akan berakhir lebih tragis daripada mereka.


"Karena kau telah memprovokasi orang yang tidak seharusnya kau singgung." Zhang En menjawab dengan dingin saat satu jarinya menunjuk tengah alis Hu Yui dan satu panah api menembus jiwa Hu Yui.


Tubuh Hu Yui lalu jatuh lemas ketanah, matanya masih terbuka lebar dan seperti tidak percaya akan jawaban sederhana Zhang En.


Zhang En lalu mebunuh Hu Mao dengan cara yang sama, lalu melemparkan semua mayat murid Klan Hu kedalam Gunung Dewa Emasnya untuk dijadikan santapan makanan Serangga Mayat Beracun miliknya. Kemudian dia mengubah bentuk wajahnya kembali ke bentuk aslinya. 


Setelah itu, dia menunggangi Naga Batu Api dan memimpin tiga binatang iblis lainnya meninggalkan tempat itu, untuk kembali mencari kawanan binatang iblis berikutnya.


15 hari kemudian...


Jumlah binatang iblis Alam Dewa Sejati Bintang Dua keatas yang mengikuti di belakang Zhang En meningkat banyak. Setengah bulan telah berlalu dan gerombolan binatang iblis yang mengikuti Zhang En telah bertambah sebanyak lima belas.


Saat jumlah binatang iblis yang ditaklukkan meningkat dan semakin bertambah setiap hari berikutnya, Zhang En bahkan tidak perlu bertarung melawan bintang iblis yang mereka temui. 


Satu bulan kemudian...

__ADS_1


Gerombolan binatang iblis yang mengikuti Zhang En mencapai tiga puluh. Di antara bintang iblis itu, yang terlemah berada di Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal, dengan yang terkuat berada di puncak Alam Dewa Sejati Bintang Dua. Rata-rata, sebagian besar binatang iblis yang dia jinakkan berada di Alam Dewa Sejati Bintang Dua ke atas.


__ADS_2