Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 261. Seorang Penyihir


__ADS_3

"Seorang penyihir?" Istilah itu sedikit membingungkan Zhang En. Dia pernah mendengar di masa lalu bahwa manusia di Benua Mata Angin yang mempraktikkan sihir, sehingga disebut sebagai Tukang Sihir.


"Aku tidak menyangka Raja Manusia Petir akan mengirim ahli sihir elemen air tingkat tinggi." Peri bernama Lin mencibir, "Aku punya lebih dari seribu orang peri yang ada di sini, mari kita lihat berapa kali kamu bisa mengeluarkan sihirmu."


“Semuanya, serang bersama!”


Saat mendengar perintah Lin, para peri di sekitarnya bergerak dengan cepat, melemparkan serangan mereka ke arah Zhang En. Busur dan anak panah muncul di tangan mereka, menghujani anak panah tajam ke arah Zhang En.


Menyaksikan gelombang panah yang menuju ke arahnya, ekspresi Zhang En tetap tenang tanpa mengatakan apa-apa. Kedua naga air di belakangnya tumbuh beberapa kali lebih besar, masing-masing panjangnya mencapai seratus meter.


Kemudian, kedua naga air secara bersamaan mengayunkan ekor raksasa mereka, menyapu semburan panah dan peri yang tak terhitung jumlahnya.


Hanya dalam beberapa taikan nafas, ribuan peri telah digantung terbalik di atas cabang pohon, ada juga yang telah berbaring di atas lumpur, atau menempel di batang pohon, hanya menyisakan Lin yang berdiri sendiri.


Lin menatap terperangah pada ribuan perk di sekitarnya dalam berbagai pose menyedihkan, 'Mereka, mereka sebenarnya… begitu saja......!'


"Jenis sihir apa ini ?!" Dia menatap dua naga air di belakang Zhang En. Dia belum pernah mendengar ada orang yang memiliki tingkat sihir seperti ini.


“Kau, kau adalah Penyihir tingkat tinggi !” Suara Lin sedikit bergetar.


Seorang penyihir tingkat tinggi yang dia maksud Ini adalah mewakili segelintir ahli ras manusia yang paling kuat di Benua Mata Angin saat ini.


Dengan satu jentikan jarinya, kedua naga air itu menghilang, Zhang En menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku bukan seorang penyihir."


Lin menghela nafas lega mendengar Zhang En menyangkal bahwa dia bukanlah seorang penyihir.


“Juga, aku tidak dikirim oleh Raja Manusia Petir, aku hanya ingin melewati Hutan peri ini.” Zhang En mengklarifikasi tujuannya.


Ras peri tinggal di dalam Hutan Peri ini, mereka menjauhi urusan duniawi, dan karena hal ini, Zhang En memiliki kesan yang baik tentang ras peri. Oleh karena itu, serangannya sejauh ini hanya melumpuhkan para perk itu daripada mengambil nyawa mereka atau membunuh mereka.


"Melewati Hutan Peri?" Jelas bahwa Lin tidak mempercayai kata-kata Zhang En, penghinaan yang kuat mewarnai mata biru safirnya, "Siapa yang akan mempercayai kebohongan semacam ini, bukannya kita tidak pernah mengalami kelicikan ras manusia."


Zhang En mengangkat bahunya sebagai jawaban, "Tidak masalah apakah kau percaya atau tidak, sampaikan pesanku kepada Tetua atau Ratu kalian, jangan ganggu keberadaanku, kalau tidak aku tidak akan sopan kepada kalian!"


“Hmph! Sungguh besar sekali nyalimu!" Tepat saat suara Zhang En berakhir, suara menderu terdengar di kejauhan. Tiga sosok terbang ke arah mereka dengan sangat cepat, mencapai Zhang En dalam sekejap mata.

__ADS_1


Ketika peri perempuan Lin melihat ketiga orang itu, kegembiraan mekar di wajahnya saat dia bergegas menyambut mereka, "Lin menyapa ketiga Tetua."


Ketiga Tetua peri menganggukkan kepala mereka pada Lin.


“Anak muda, jangan berasumsi bahwa mengetahui sedikit sihir air membuatmu tak terkalahkan di dunia ini.” Di antara tiga Tetua itu, Tetua Peri yang memiliki kekuatan tertinggi membentak, "Jika kau bisa mengalahkan salah satu dari kami, aku akan mengizinkanmu meninggalkan tempat ini!"


Zhang En menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, kalian bertiga bisa maju bersama kalau kalian mau."


Zhang En bisa tahu dengan sekilas bahwa meskipun ketiga Tetua peri itu tidak lemah, yang terkuat di antara mereka adalah Ranah Alam Pertapa Dewa tahap Puncak dan yang dua orang lainnya hanyalah ranah Pertapa Dewa tingkat menengah.


Bahkan dengan ketiganya menyerang bersama, Zhang En yakin dia bisa dengan mudah mengalahkan mereka.


Kata-kata Zhang En benar-benar membuat marah ketiga Tetua Peri.


"Berani sekali kau anak muda!" Seorang Tetua yang memiliki badan kurus pendek berteriak dan menjadi orang yang pertama menyerang.


Dia berlari ke depan dalam sekejap. Dengan memutar pergelangan tangannya, banyak bongkahan es besar muncul mengunci ruang di sekitar Zhang En.


Tapi sebelum pria itu bisa membuat gerakan lain, telapak tangan Zhang En memukul ke depan. Beberapa bola emas membesar ke luar dari telapak tangannya, ke mana pun bola emas itu lewat, semua es besar itu membeku di udara.


“A-apa itu? Apakah ini sihir Hukum Ruang? " Lin bergumam pada dirinya sendiri.


Zhang En memutar pergelangan tangannya dan es besar yang di sematkan di udara berputar kencang, mengarah ke Tetua pria kurus pendek tadi. Serangan balik tiba-tiba itu menyebabkan Tetua kurus itu menjadi panik.


BOOMMM! BOOMMM! BOOMMM!


Serangkaian ledakan keras terdengar di udara.


Di bawah hujan es itu, Tetua kurus pendek itu dipaksa kembali ke belakang dalam keadaan menyedihkan, dia jatuh melalui lapisan celah pohon saat dia jatuh ke tanah.


Dalam sekejap, suasana hening menyelimuti hutan itu dan sekitarnya.


Dua Tetua Peri lainnya baru bereaksi sesaat kemudian, keduanya terkejut dan marah pada saat yang sama, namun, ketika mereka hendak menyerang, sebuah siluet muncul di dari atas langit.


"Berhenti!" Sebuah suara yang terdengar lembut dari atas.

__ADS_1


Orang itu lalu mencapai tempat Zhang En berada dengan sangat cepat. Itu adalah seorang peri perempuan, makhluk memikat lainnya yang memancarkan keanggunan tersendiri.


"Tetua Agung! Kedua Tetua Peri terkejut melihat orang yang baru saja datang dan dengan tergesa-gesa memberi hormat.


Peri perempuan ini adalah Tetua Agung ras peri, Yensi.


Melihat perempuan yang baru saja datang ini, Lin pun buru-buru juga memberi hormat.


Yensi menangguk kan kepalanya kepada peri lainnya dan berpaling melihat Zhang En, "Tuan Muda, Ratu kami ingin bertemu denganmu."


Kata-kata ini seperti guntur di telinga para peri yang mendengar perkataan Tetua Agung mereka.


Zhang En menolak undangan tersebut, menggelengkan kepalanya saat dia menjawab, "Tidak perlu."


Mereka menatap manusia di depan mereka dengan tatapan nanar yang menolak undangan Ratu mereka, apakah ada yang salah dengan pendengaran mereka?


Bahkan Yensi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat Zhang En. Orang harus tahu, bahkan ras manusia terkuat di Benua Mata Angin ini akan sangat menghormati undangan Ratu mereka.


Yensi merasa manusia di depannya ini benar-benar 'unik' untuk benar-benar menolak undangan Ratu mereka.


"Aku akan pergi sekarang meninggalkan hutan ini." Zhang En berkata dan berbalik untuk pergi tanpa banyak melihat.


"Kurang ajar!" Sikap Zhang En sekali lagi membuat marah kedua Tetua Peri itu. Keduanya bergerak untuk memblokir tepat di depan Zhang En. Seorang manusia biasa benar-benar menolak undangan Ratu mereka, ini adalah penghinaan bagi ras mereka.


"Cukup!" Ketika kedua Tetua hendak memaksa Zhang En menggunakan kekerasan, Tetua Agung Yensi berbicara, "Biarkan dia pergi!"


Kedua Tetua Peri itu membeku di tempat.


Pada akhirnya, keduanya tidak punya pilihan selain memberi jalan kepada Zhang En.


Zhang En melirik kedua tetua itu dengan sorotan mata tajam sebelum terbang menjauh.


Sebuah cahaya melintas di mata Yensi ketika melihat sosok Zhang En yang menghilang. Sesaat kemudian, dia memerintahkan Lin untuk merawat para peri yang terluka dan kembali untuk melapor kepada Ratu mereka.


Tidak butuh waktu lama bagi Yensi untuk sampai dan langsung melaporkan semua masalah dan kejadian tersebut kepada Ratu Peri.

__ADS_1


Jangan Lupa Like & Vote !


__ADS_2