Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 515 - Teknik Iblis Darah


__ADS_3

Selanjutnya, Zhang En juga mendengar beberapa informasi terkait dengan banyak ahli dari Klan Mo dan Klan Ye yang datang ke Dunia mereka. Tetapi, Zhu Ming tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak jumlah mereka, hanya saja Kota Kekaisaran dan Kediaman Klan Zhang yang ditinggali di tempati oleh para Tetua dan pasukan Klan Mo.


Selain itu, kota kekaisaran dan kerajaan-kerajaan lain memiliki dijaga dan dikuasai oleh para ahli Semi Alam Surgawi tahap menengah atau puncak.


"Apakah kau tahu apa kekuatan tetua Klan Mo yang berada di kediaman yang kami tinggalkan?" Zhang En bertanya pada Zhu Ming.


Zhu Ming menggelengkan kepalanya, dengan hormat menjawab, "Aku tidak tahu, tapi aku mendengar bahwa orang terkuat di antara mereka semua adalah Mo Chan."


Mendengar hali ini membuat Zhang En merasa tenang.


Zhu Ming kemudian menambahkan, "Dari apa yang aku dengar, ada empat Tetua Klan Mo yang berada di Kediaman Klan Zhang, dan keempatnya bersaudara." Zhu Ming berhenti sejenak dengan ragu-ragu, melanjutkan, “Keempatnya memiliki sikap kasar dan mesum terhadap wanita yang mereka lihat. Setelah mereka mengambil alih kediaman yang kau tinggalkan, tempat itu berubah menjadi tempat pesta mereka. Setiap hari, prajurit Klan Mo akan menangkap banyak wanita muda dan membawa mereka ke sana untuk mereka berempat dan melampiaskan keinginan mereka.!"


Zhu Ming lalu berkata lagi, “Mereka mengolah teknik yang disebut Teknik Iblis Darah. Setelah para wanita itu di rusak oleh mereka, esensi darah mereka akan tersedot, lalu para wanita itu akan berubah menjadi mayat kering! ”


"Apa?!" Kemarahan Zhang En menembus langit.


Semua orang yang mendengarkan juga sangat marah. Lie Hue yang biasanya diam dan tenang menunjukkan niat membunuh sedingin es yang jarang terlihat dari tatapan matanya.


Aura ganas sedikit merembes keluar dari tubuh Zhang En.


Tetap saja, setelah mempertimbangkan situasi, Zhang En meminta Tetua Su, Tetua Fu, Xiao Hue, ​​​​dan yang lainnya orang bertindak sendiri atau membentuk kelompok yang terdiri dari dua orang untuk menumpas orang-orang dari Klan Mo yang ada di kota dan kerajaan lainnya.


Sedangkan Zhang En, orang tua Lie Hue, dan Lie Hue, ikut bersamanya ke Kediaman Klan Zhang yang telah mereka tinggalkan dulu.


Setelah semuanya di urus, mereka semua yang ditugaskan Zhang En menumpas musuh di kerajaan dan kota lainnya, akan berkumpul lagi di Kediaman Klan Zhang.


Setelah menerima perintah Zhang En, mereka semua berpisah, masing-masing menuju lokasi target mereka.

__ADS_1


Sebelum pergi, Zhang En mengingatkan semua orang untuk mengakhiri semuanya dengan cepat dan berkumpul di tempat yang sudah di tentukan.


Menyaksikan semua orang terbang ke arah yang berbeda, Zhang En berbalik ke arah Lie Hue dan dua orang lainnya "Ayo kita pergi."


Mereka lalu terbang menuju Istana Klan Zhang yang telah mereka tinggalkan dulu.


Tidak lama setelah mereka meninggalkan Kota Kekaisaran, saat terbang melewati sebuah kerajaan kecil, mereka melihat sekelompok pasukan Klan Mo membantai sebuah desa. Kelompok Klan Zhang menampar semua pasukan itu menjadi kabut darah.


Setiap tempat yang mereka datangi, orang-orang dari Klan Mo dimusnahkan tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Meskipun kelompok Zhang En telah membunuh pasukan Klan Mo yang mereka temukan, itu tidak mempengaruhi kecepatan pembersihan mereka, tindakan mereka cepat dan kejam. 


Dalam waktu kurang dari tiga jam, kelompok Zhang En mencapai Kerajaan Yan.


Saat mereka melewati Kerajaan Yan, melihat tanah yang menyedihkan di bawah, yang mereka lihat hanyalah aura kematian dan energi kebencian yang luar biasa menyelimuti Kota Kerajaan Yan. Zhang En menghela nafas berat.


"Hem.. ada delapan tetua di sana." Indera roh Long Xioba menyebar, langsung melihat situasi di dalam kediaman Klan Zhang


Mulut Zhang En melengkung menjadi semyum mengerikan.


Dalam beberapa saat, kelompok Zhang En berdiri tinggi di udara tepat di atas Istana Klan Zhang. Bahkan, mereka bisa melihat perubahan di tempat ini, karena sebagian besar bangunan telah dihancurkan. Selain gedung-gedung yang baru dibangun, patung-patung telanjang dan lukisan tubuh wanita yang tidak memiliki baju yang tidak sedap dipandang ada di hampir setiap sudut bangunan.


Di halaman istana,ada sekelompok wanita muda berpakaian tipis yang dipaksa melakukan tarian erotis. Beberapa prajurit Klan Mo berteriak keras dengan senyum jahat di wajah mereka.


Di udara di atas Istana itu, kabut qi berwarna merah darah yang memancarkan aroma darah samar dan perasaan menjijikkan berkumpul.


Zhang En tahu bahwa kabut ini muncul karena teknik kultivasi iblis. Sepertinya inilah yang dimaksud Zhu Min.

__ADS_1


Kehadiran kelompok Zhang En dengan cepat ditemukan oleh orang-orang Klan Mo yang ada di dalam istana.


"Siapa disana? Kalian berani masuk tanpa izin ke kediaman Klan Mo ?! ” Sekelompok prajurit Klan Mo terbang ke udara. Seseorang yang tampak seperti seorang komandan pasukan lalu berteriak pada Zhang En.


Ketika pria itu itu melihat Lie Hue, matanya berbinar terang seperti bintang di malam hari. Kemudian tatapannya beralih kepada orang tua Lie Hue, mendecakkan lidahnya, "Hehe, aku tidak menyangka akan ada kecantikan sepertii itu di Dunia ini. Sepertinya malam ini akan menyenangkan.”


"Komandan, aku pikir lebih baik kita menangkap mereka semua dan membawa mereka ke kepada Tetua Mo Lei." Salah satu prajurit berkata, "Jika tidak, setelah Tetua Mo Lei dan tetua lainnya mengetahui keberadaan mereka, aku khawatir,"


"Diam," Komandan itu itu tiba-tiba mengirim bawahannya itu terbang dengan satu pukulan, mencibir dengan dingin, "Apakah aku perlu kau mengajariku apa yang harus aku lakukan ?!"


Aura pembunuhan meledak dari tubuh Lie Hue serta ayah dan ibunya.


Secara bersamaan pria yang dipanggil Komandan itu itu dipukul oleh tiga tamparan kuat, tubuhnya dimusnahkan serta jiwanya, tidak meninggalkan apa pun kecuali genangan darah di bwah tanah. Prajurit yang tersisa juga ditampar sampai mati


Fluktuasi energi mereka langsung memperingatkan para tetua di dalam kediaman.


Pada saat ini, Mo Lei dan yang lainnya sedang menikmati diri mereka sendiri dengan para wanita muda dan anggur di aula besar.


"Kau!! Pergi lihat apa yang terjadi di luar." Mo Lei meletakkan cangkir anggurnya, memerintahkan prajurit yang ada di sampingnya.


Prajurit itu lalu berdiri dan dengan hormat mengakui perintah Mo Lei. 


Saat pria itu sampai di pintu masuk aula, pria itu di kirim terbang ke udara.


"Ayo lanjutkan." Mo Lei berkata kepada para tetua yang yang tersisa di aula. Jelas, Mo Lei tidak terganggu oleh fluktuasi energi yang datang dari luar.


Mo Lei mengangkat cangkir anggurnya, memberi isyarat kepada semua orang untuk melakukan hal yang sama. Semua yang ada di dalam aula itu dengan cepat mengangkat cangkir anggur mereka, melanjutkan kegembiraan mereka.

__ADS_1


Saat semua orang mengangkat cangkir anggur mereka, teriakan menyedihkan terdengar dari luar aula utama. Prajurit yang baru saja di perintahkan Mo Lei dikirim terbang kembali ke dalam aula utama melalui atap, dan jatuh tepat di tengah aula itu.


__ADS_2