Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 109. Meninggalkan Kota Kekaisaran Awan Putih


__ADS_3

“Tunggu, Kakak Duojie, dia menyelamatkan kami!” Cui Li berteriak ketika pemuda itu ingin melancarkan serangan kedua kepada Zhang En. Pemuda itu tertegun dan mencari wanita muda yang bernama Cui Li untuk menanyakan hal itu. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Hmph!" Cui Duojie mendengus dengan jijik, "Meskipun dia menyelamatkan kalian berdua, siapa yang tahu pasti jika dia tidak bersekongkol dengan orang-orang dari Sekte Serangga Beracun itu sejak awal!"


Cui Li berdiri melihat ke arah Zhang En, "Tuan Muda, Namaku Cui Li, maafkan aku. Saudara Duojie hanya ..."


Sebelum Cui Li bisa menyelesaikan kata-katanya, Zhang En hanya melirik pemuda itu dan berkata," Namaku adalah Zhang En!" Zhang En lalu berbalik pergi meninggalkan halaman itu.


Melihat siluet Zhang En yang pergi, wanita itu terdiam membisu di tempatnya. Cui Duojie mencibir Zhang En sambil memperhatikan sosok pemuda itu dari belakang.


Zhang En kembali ke penginapan dan masuk ke kamarnya, Zhang En lalj menelan setetes cairan Buddha kebenaran dan mulai berlkultivasi.


Sementara Zhang En berlultivasi di dalam kamarnya, di ruang bawah tanah rahasia di bawah kota, tidak jauh dari Kota Kekaisaran Awan Putih, seorang pria muda berpakaian jubah hitam gelap, dengan alis diwarnai dengan warna hijau samar, sedang mengamati seotang pria tua yang sedang berlutut di hadapannya dengan tatapan amarah.


“Maksudmu, bukan hanya Ma Lai gagal membawa kembali kedua gadis Keluarga Cui, mereka juga terbunuh?!” Pria muda itu bertanya dengan nada dingin.


Menangkap niat membunuh yang tercampur dalam suara pemuda itu, pria paruh baya itu gemetar ketakutan saat dia buru-buru menjawab, “Tuan Muda, ini adalah kecelakaan. Kami tidak menyangka seseorang akan muncul entah dari mana untuk menyelamatkan dua gadis Keluarga Cui itu.”


"Siapa orang itu?" Pria muda itu mengungkapkan seringai dingin.


"Bajingan kecil itu kalau tidak salah bernama Zhang En."  dia kemudian menjawab, " Dia pasti bukan seseorang yang berasal dari Kota Kekaisaran Awan Putih."


“Hemm…” Pemuda itu memiliki cibiran menghina di bibirnya, “Tidak heran dia begitu bersemangat, dia bahkan berani membunuh murid-murid Sekte Serangga beracun.” Aura agresif tiba-tiba muncul memenuhi ruangan itu, es yang terbentuk di permukaan lantai memancarkan hawa dingin yang sangat dingin, dan es itu berwarna hitam.


Pemuda ini adalah Tuan Muda Sekte Serangga Beracun, Hu Er. Sedangkan pria paruh baya yang berlutut di lantai adalah Penatua Sekte Serangga Beracun, Qiao Liang.

__ADS_1


Hu Er memandang Qiao Liang, "Kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya, tanpa aku mengatakannya."


"Baik, bawahan ini mengerti," jawab Qiao Liang. "Bawahan ini pasti akan menangkap Zhang En dan juga kedua wanita dari kelaurga Cui dan membawa mereka ke hadapan Tuan Muda!"


"Pergi sekarang."


"Ya..Tuan Muda!"


Malam berlalu dengan cepat.


Zhang En menghabiskan beberapa waktu untuk berlatih di dalam Kuil Gunung Dewa dan pada saat dia keluar, langit sudah cerah. Dalam beberapa hari terakhir, Zhang En terus berlatih Seni Pemgendalian Boneka Kuno setiap hari dan dia bisa merasakan peningkatan di akhir setiap latihan.


Zhang En percaya bahwa pada tingkat ini, tidak akan butuh waktu lama sebelum dia maju ke tingkat ketiga Seni Pengendalian Boneka Kuno.


Keluar dari Kota Kekaisaran Awan Putih, mereka berlima memilih untuk melakukan perjalanan melewati gunung.


“Sepertinya aku harus meluangkan waktu untuk memperbaiki pedang terbang.” Sebuah pikiran muncul di benak Zhang En saat dia terbang.


Kitab Seni Pedang Naga Dewa pemberian Ketua Xin Long serta penempaan Tubuh Dewa Naga Iblisnya telah maju ke Tahap Dua Belas. Mekuatan internalnya menjadi sepuluh kali lebih kaya dan lebih berlimpah, mampu mempertahankan penerbangan pedangnya dalam batas waktu tertentu. Ketika Zhang En mencapai tahap kesempurnaan, jejak energi inti sejati akan terbentuk di dalam Dantiannya. Pada saat itu, dengan menggunakan pedang terbang, dia bisa terbang sekitar satu kilo meter dalam waktu satu tarikan nafas.


Pada saat berikutnya, Zhang En berhenti tiba-tiba. Melihat Zhang En tiba-tiba berhenti, Qin Yang dan tiga orang lainnya juga mengurangi kecepatan mereka dan berhenti.


Tepat ketika Qin Yang hendak melangkah dan bertanya, Zhang En tiba-tiba berbalik, memasang tatapan menakutkan melihat.ke arah lereng gunung yang mereka lewati "Berapa lama lagi kau berencana untuk terus mengikuti kami, apakah kau tidak akan menunjukkan diri?"


Beberapa saat kemudian, suara keras terdengar saat sosok muncul dari lereng gunung itu , dia mengenakan jubah hitam bercorak gambar 'racun' yang mencolok dijahit di atas jubahnya.

__ADS_1


"Sekte Serangga Beracun!" Qin Yang berseru saat dia melihat jubah pria itu dan menegang. Sepertinya, dia memiliki pengetahuan mengenai Sekte Serangga Beracun.


Orang itu tampak sangat puas dengan reaksi Qin Yang, dia lalau kembali mengeluarkan tawa aneh yang terdengar biasa saja, namun tajam ke telinga. Qin Yang dan yang lainnya merasa gendang telinga mereka ditusuk dengan banyak jarum tajam dan membuat telinga mereka kesakitan.


Pada saat yang itu juga, energi Buddha yang tak terlihat keluar dari tubuh Zhang En, menyelimuti Qin Yang dan yang lainnya. Rasa sakit yang menusuk di telinga mereka langsung lenyap.  


“Tawa Iblis pembunuh ” Qin Yang, Lifei dan yang lainnya menjadi pucat saat mengucapkan nama jurus itu.


Selama ini, mereka mengetahui beberapa keterampilan pertempuran yang menghebohkan yang membuat jantung seseorang berdebar ketakutan hanya dengan mendengarkan nama jurus itu dan Tawa Iblis Pembunuh adalah salah satunya.


Pria itu tercengang melihat Zhang En dapat melawan jurus miliknya. Dia memandang Zhang En dengan keterkejutan, "Ini adalah energi Buddhisme?"


Secara umum, hanya orang yang mempraktikkan ajaran Buddha dan keterampilan pertempuran sampai tingkat yang sangat tinggi yang akan diakui oleh Dunia Buddha, dan hanya dengan menerima pengakuan dari tahbisan Cahaya Buddha yang dapat memiliki energi Buddhisme di dalam tubuh mereka. Di seluruh Dunia Roh Bela Diri, orang-orang semacam itu sangat langka.


“Hehe, bagaimana Tetua Jin? Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa anak ini tidak begitu mudah untuk dihadapi. " Pada saat ini, suara lain terdengar dan pemiliknya perlahan-lahan keluar dari tempat persembunyiannya. 


Orang ini tidak lain adalah orang yang diperintahkan oleh Tuan Muda Sekte Serangga Beracun untuk datang menangkap Zhang En, Tetua Sekte serangga Beracun, Qiao Liang.


-


-


-


Jangan lupa Like & Vote!

__ADS_1


__ADS_2