Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 22. Turnament Kekaisaran II


__ADS_3

3 jam sudah berlalu, Babak penyisihan masih berlangsung dengan sengit diatas arena. Sambil menunggu menonton, Zhang En masih dikursi peserta sambil menunggu gilirannya. Hampir 30 peserta yang tereliminasi dari babak penyisihan kali ini.


Kemudian Juri kembali mengundi nomor peserta yang akan berhadapan pada pertandingan selanjutnya. Tidak lama kemudian, Juri mengumumkan dan memanggil peserta nomor 24 dan peserta nomor 65 untuk naik ketas arena.


Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, Zhang En mendapatkan giliran untuk bertanding karena nomor 24 adalah nomor peserta Zhang En.


Zhang En segera menuju arena 2 dan naik keatas sambil menunggu lawannya. pria bernomor 65 yang menjadi lawannya kali ini sedikit lebih tua 2 tahun diatasnya. Sebelum mereka bertarung, Wasit kembali memberitahu larangan dan harus mematuhi setiap aturan pertandingan.


•••


Dikursi utama ditempat Kaisar berada.


Disana ada Seorang gadis cantik bermata sipit dan berbadan sexy serta memakai gaun putih. Gadis itu terlihat tersenyum saat melihat seorang pemuda yang dijumpainya naik diatas arena.


"Ternyata dia sangat tampan" Gumam gadis itu.


•••


Setelah memberi penjelasan, Wasit segera menyuruh ke dua peserta itu untuk memberi hormat dan mengambil posisi masing-masing.


Gong !!!


Tanda dimulainya pertandingan telah dibunyikan. Zhang En sedikit grogi diatas panggung arena karena melihat banyak mata yang akan menyaksikan mereka, bahkan Kaisar sendiri menontonnya.


Zhang En tetap bersikap tenang ditambah dengan wajah tampannya membuat sebagian wanita yang melihatnya berteriak Histeris memberi semangat.


Melihat Zhang En yang masih diam diposisinya, Pria yang menjadi lawannya memilih untuk menyerang duluan karena menyadari Zhang En seperti belum ada persiapan.


Pria itu melompat ke udara dan melancarkan serangan mendadak kearah Zhang En. Melihat serangan yang datang kearah wajahnya, Zhang En masih terlihat tenang dan tidak terkejut dengan serangan itu, Zhang en hanya mengelak kesamping dengan memutar badannya sambil mengangkat tangan untuk menangkis tinju dari lawannya.


Karena tidak berhasil mendaratkan pukulannya, Pria itu kembali menarik tangannya serta memutar badan untuk melakukan serangan selanjutnya dengan melakukan tendangan belakang mengarah kepala Zhang En.


Zhang En juga tidak membiarkan tendangan itu mengenai kepalanya, Dirinya menarik kakinya kebelakang sambil memutar badan dan menunduk kebawah sambil menghindari tendangan itu.


Alhasil, Tendangan pria itu meleset hanya mengenai udara kosong. Zhang En segera mengambil posisi untuk melakukan kuda-kuda bertahan dan tidak melancarkan serangan balik kerena Zhang En ingin membuat pertandingan berjalan sedikit lama.

__ADS_1


Karena serangan yang dilancarkan dirinya tidak mengenai Zhang En, Pria itu segera kembali menyerangnya dan meningkatkan kecepatannya.


Zhang En saat ini tidak menggunakan pedang dalam pertarungan, Karena lawannya menggunakan jurus tangan kosong. Dirinya sudah melihat tingkat kultivasi pria itu berada pada tahap pendekar langit awal. Sebenarnya Zhang En bisa mengalahkan Pria itu dengan mudah, tetapi dia sengaja tidak melakukannya.


"Sepertinya, Aku perlu mengeluarkan 25 persen kekuatanku, Sangat membosankan kalau pertarungan ini berakhir dengan cepat" ucap Zhang En dalam hati.


20 Menit Kemudian.


Sudah lebih 15 jurus dikeluarkan oleh pria itu, Tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai lawannya. Zhang En hanya mengelak terus dari awal pertandingan tanpa melakukan serangan balasan.


Beda halnya dengan pria yang menjadi lawan Zhang En, Dirinya semakin marah dan geram karena merasa diremehkan oleh pemuda itu.


Karena bosan dan merasa diremehkan, Pria itu marah hingga berteriak kepada Zhang En,


"Hei Pengecut, dari tadi kau hanya bisa mengelak saja" ucapnya marah.


Zhang En hanya diam saja dan tidak menanggapi ocehan pria itu. Karena kesal dengan sikap lawannya, Pria itu langsung menyerang dan berusaha melakukan serangan demi serangan untuk menjatuhkan lawannya.


Hingga akhirnya Pria itu mengeluarkan salah satu jurus andalan tangan kosong miliknya.


Merasakan jurus yang dikeluarkan oleh lawannya bukan jurus sembarangan, Zhang juga mengeluarkan aura bertarung untuk mengimbangi pria itu dan tidak lagi menganggap remeh lawannya.


Zhang En segera bersiap untuk menyambut serangan lawannya dan mengeluarkan 70 persen kekuatannya sehingga suhu udara sekitarnya menjadi panas.


Melihat hal itu, wasit yang ada diatas arena juga segera menggunakan jurus pertahan miliknya karena dirinya tidak mau mendapatkan efek dari serangan pertarungan itu.


Para penonton merasa pertarungan yang ditampilkan oleh Zhang En dan lawannya diarena 2 sangat menakjubkan dan mengundang banyak reaksi semua orang banyak.


Mereka merasa pertandingan yang ditampilkan oleh kedua peserta diatas arena 2 lebih seru dibandingkan sengan pertarungan yang sedang berlangsung diarena 1 dan arena 3, Bahkan, dari pertandingan awal babak penyisihan, bisa dikatakan pertarungan Zhang En dan pria itu adalah pertandingan yang paling seru kali ini.


Setelah mengalirkan Qi pada kedua Tangannya, Pria itu langsung terbang dengan kecepatan penuh sambil mengarahkan pukulan mengarah Zhang en.


"Jurus Tinju Penghancur"


BOOM!! BOOMM!! BOOMMM!

__ADS_1


Suara ledakan terdengar diatas panggung tempat Zhang En bertarung. lantai yang memjadi panggung arena terlihat mengalami kerusakan akibat pukulan yang meleset tidak mengenai Zhang En.


Peserta yang ada dikursi penonton berteriak menyoraki kedua peserta itu sehingga membuat suasana menjadi riuh dan sesak.


Kaisar sendiri sangat tertarik dengan pertarungan mereka, bahkan Peserta yang sedang bertarung diarena lain menghentikan pertarungan mereka untuk melihat pertarungan yang sedang terjadi diatas arena 2.


Pertarungan antara Zhang En dan pria itu semakin intens, Zhang En tidak hanya melakukan gerakan-gerakan menghindar, Melainkan dia juga melakukan serangan balasan.


Waktu semakin berjalan, Pertarungan diantara mereka masih terus berlanjut dan belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah diantara mereka saat ini.


Zhang En akhirnya melancarkan pukulan mengarah samping mengincar dada pria itu, Melihat serangan mengarah dadanya, pria itu menangkis menggunakan sikut kirinya dan mencoba berusaha menangkap lengan Zhang En.


Pria itu berhasil menangkap lengan bagian kanan Zhang En yang mengarah pada dada kirinya, dengan gesitnya pria itu langsung mengarahkan tangan satunya lagi untuk menarik lengan Zhang En dengan sekuat tenaga dan berusaha melemparkannya keluar arena sambil menggeser kakinya satunya lagi untuk mengkait kedua kaki lawannya.


Zhang En yang merasa dalam posisi terdesak, Karena lengan kananya telah diapit oleh lawannya. Tanpa pikir panjang, dirinya menghentakkan salah satu kakinya dan langsung melompat ke atas dan tangan kirinya langsung meraih kerah baju bagian belakang pria itu agar tidak terlempar keluar dari arena.


Merasakan serangan yang dilancarkan tidak berhasil, Pria itu langsung memutar badannya dan berusaha untuk melepaskan kerah baju bagian belakang lehernya yang telah dipegang oleh Zhang En dengan melepaskan tinjunya kedapan.


Zhang En mau tidak mau melepaskan tangannya dan menangkis pukulan yang kembali mengarah wajahnya. Zhang En melakukan gerakan mundur kebelakang setelah berhasil menangkis pukulan itu sambil melakukan pertukaran serangan lanjutan.


Pukulan dan tendangan saling mereka lancarkan hingga Akhirnya tiba-tiba terjadi suara ledakan yang membuat semua orang yang menonton dari luar arena terdiam sebentar.


DUARRR !


Dengan mengeluarkan hampir sebagian kekuatannya, Zhang En segera mengakhiri pertandingan dengan melancarkan satu pukulan telak mengenai Pria yang menjadi lawannya sehingga Pria itu jatuh dan langsung tak sadarkan diri.


"Peserta nomor 24 memenangkan pertandingan" teriak wasit dengan suara yang keras.


Ketika mendengar ucapan wasit dari atas arena, para penonton langsung bersorak dan berteriak sambil memberi tepuk tangan yang meriah.


"Cukup melelahkan" ucap Zhang En sambil turun dari arena sedangkan pria yang satu lagi segera diangkat untuk melakukan perawatan.


Hingga akhirnya, Pembawa acara memberi pengumuman kepada semua orang yang hadir bahwa babak penyisihan pada hari pertama turnament telah berakhir dan akan dilanjutkan pada hari selanjutnya.


Semua orang akhirnya membubarkan diri dari tempat itu. Zhang En juga memutuskan pergi dan langsung pulang untuk beristirahat. Selama perjalanan, Zhang En juga tidak lupa singgah untuk makan terlebih dahulu.

__ADS_1


◇Jangan lupa Like dan Vote ya teman-teman serta dan berikan ratingnya untuk mendukung saya◇


__ADS_2