
Melihat wujud manusia Lang Xiaohua, mata Long Xioba berbinar. Sejak itu, matanya tidak pernah lepas dari tubuh Lang Xiaohua. Sebagian besar tatapannya akan tertuju pada dada wanita rubah itu.
Zhang En telah memanggil Long Xioba beberapa kali tetapi tidak ada jawaban yang datang. Menyaksikan pria tua ini yang tampaknya telah kehilangan jiwanya, Zhang En terpaksa mengirim tendangan ke arahnya.
"Sialan. Siapa yang menendangku!” Setelah tersadar, Long Xioba berteriak.
Melihat ini, Lang Xiaohua terkikik pelan, membuat yang lain merasa seperti seseorang menggelitik hati mereka. Nuyan Yao, Nuyan Tian dan tiga lainnya terus menelan air liur mereka menyaksikan senyum Lang Xiaohua.
Zhang En yang juga mempwrhatikan ini tidak bisa berkata-kata.
Setelah itu, kelompok Zhang En kembali ke Kota Lang.
Setibanya disana, Zhang En menyuruh Lang Sung mengumpulkan semua Tetua Klan Lang dan menandai lautan jiwa mereka juga.
Setelah proses itu, Zhang En juga tidak lupa memberi Klan Lang ribuan batu roh tingkat tinggi di depan semua orang.
Menatap dengan bingung pada tumpukan batu roh tingkat tinggi di depan mereka, reaksi semua orang dari Klan Lang mirip dengan Nuyan Yao dan empat lainnya.
Kelompok Zhang En lalu meninggalkan Dunia Lang keesokan harinya, dengan hanya membawa Lang Xiaohua. Semua ahli dari Klan Lang, termasuk Lang Sung dan Lang Shan, tetap tinggal di Dunia mereka untuk sementara waktu untuk meningkatkan kekuatan klan mereka.
15 hari kemudian, kelompok Zhang En berdiri di tepi lapisan luar ruang kekacauan Dunia Asalnya.
Melihat Dunianya yang melayang di ruang hampa yang samgat luas di depannya, Zhang En kembali bersemangat karena akhirnya kembali.
Long Xioba juga merasakan hal yang sama saat melihat Dunia ini. Seperti Zhang En, Dunia ini adalah asal mereka.
Setelah berhenti sebentar, Zhang En lalu merobek penghalang Dunia asalnya dan melewatinya .
Saat memasuki Dunia itu lagi, energi spiritual yang melimpah dan kaya mengepul melewati mereka.
"Energi spiritual yang luar biasa kuat!..!” Nuyan Tian berseru kagum.
Nuyan Yao, Tiga bersaudara Peng dan Lang Xiaohua juga melihat sekeliling dengan kagum.
__ADS_1
Menyaksikan reaksi orang-orang ini, Zhang En merasa senang dan bangga.
Zhang En lalu memimpin semua orang, terbang menuju Benua dimana klannya berada. Semakin dekat mereka ke diBenua itu, semakin padat energi spiritual yang melimpah.
Saat mereka terbang, melihat pegunungan, sungai yang berkelok-kelok dengan air yang sangat jernih, binatang buas berlarian di dataran, dan kota-kota yang telah dibangun kembali dengan makmur, Zhang En mengangguk puas.
Sepertinya sistem hadiah yang dia terapkan sebelum dia pergi telah sangat mendorong kekaisaran, kerajaan, dan klan tingkat atas di dunia itu untuk bekerja keras dalam membangun kembali dunia mereka.
Zhang En bernafas lega saat dia mengamati perubahan ini. Dunia ini adalah rumahnya sampai kapanpun.
Saat mereka semakin dekat ke Tanah Suci, tempat istana Klan Zhang berada, entah kenapa, Zhang En merasa gugup. Segera, mereka bisa melihat Kota Kekaisaran saat terbang di atas langit kerajaan, Kota Ming.
Dengan kecepatan Zhang En, dari Kota Ming ke Tanah Suci Klan Zhang tinggal butuh waktu kurang dari beberapa menit.
Tidak lama kemudian, Bangunan Istana Klan Zhang terlihat di depan mata.
Dibandingkan dengan waktu ketika Zhang En pergi, area tanah Suci dan luas bangunan Klan dua kali lebih besar dengan banyak bangunan baru dan megah di sekitarnya.
Nuyan Yao dan lima lainnya berseru kagum sekali lagi melihatnya. Kecuali Long Xioba.
Dibelakang puncak gunung Istana Klan Zhang, disana pemandangan laut yang luas.
Di tepi pantai. Pada saat ini, ada seseorang yang berbaring malas di kursi santai dan sedang berjemur. Seorang lelaki tua mengenakan jubah yang sekarang agak bersih tapi dengan lengan jubah yang telah dipotong seperti yukensi, memakai celana pendek dan masih memiliki tubuh kurus dan tampak lemah dan sedang mengenakan topi jerami.
Ketika Zhang En melihat wajah lelaki tua ini, senyumnya melebar dalam tawa.
Orang tua yang berjemur ini tidak lain adalah si tampan Master Kun yang legendaris.
"Pak tua ini benar-benar mengganti jubah usangnya yang biasa dia pakai kemana-mana, dan jenis jubah apa ini?" Zhang En tersenyum kecut.
#Diatas adalah ilustrasi Sitampan Master Kun.
__ADS_1
Oleh karena itu, Zhang En memimpin semua orang menuju tepi pantai.
Merasakan kehadiran mereka, Master Kun dengan malas mengambil minuman di meja samping dan menyesapnya dengan santai sebelum menoleh ke arah orang-orang yang terbang di atasnya.
Ketika dia melihat diantara kelompok orang ini adalah Zhang En, dia merasa bingung sejenak, lalu dia melompat dari kursi santai seperti monyet kurus, tertawa riang, “Ahahaha. Bocah nakal, kau akhirnya kembali! Aku berpikir bahwa jika aku tidak melihat wajahmu dalam sebulan lagi, aku akan melakukan kunjungan ke Sekte Phoenix, mencari keberadaanmu!"
Perasaan hangat memenuhi hati Zhang En, tetapi dengan cepat berubah menjadi senyum pahit ketika dia memikirkan ucapan bocah nakal Master Kun
Zhang En melihat tubuh kurus kecil pria tua ini, dia bahkan lebih tinggi dan berbadan besar dari pria tua ini dalam setiap aspek, perbedaanya adalah terletak pada kekuatan mereka. Meski pria tua kerdil dan kurus dan terlihat lemah, tapi saat bertarung dengannya, pria tua ini sangat mengerikan.
Zhang En lalu turun dari udara dan mendarat ke tanah, lalu berjalan menuju Master Kun dengan yang lain mengikuti di belakangnya.
Tepat pada saat ini, wajah bahagia Master Kun menjadi kaku dan matanya kaget. Tatapannya tertuju pada Zhang En seolah-olah dia sedang melihat monster kecil yang mengerikan.
“K-kultivasimu sudah berada diranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir?! Sedikit lagi naik ke tahap puncak akhir - Semi Alam Dewa Emas.”
Sementara Zhang En bingung dengan perubahan berlebihan tiba-tiba Master Kun, pria tua itu sudah menghilang dan mencapai Zhang En dalam sekejap.
SWUSSHHH!!!
Sebelum Zhang En bisa bereaksi, dua tangan kurus bergerak ke atas dan ke bawah tubuhnya, seperti ingin memeriksa setiap inci tubuhnya. Master Kun curiga ini bukan muridnya.
Perilaku Master Kun ini membuat Zhang En hanya bisa terdiam sebentar, lalu memarahi, “Orang tua, bukankah ini hanya Alam Dewa Surgawi tahap akhir? Mengapa harus dilebih-lebihkan? Tidak bisakah kau mengenali muridmu sendiri?"
Hanya setelah mengonfirmasi bahwa pemuda ini adalah muridnya, Master Kun berhenti memeriksa tubuh Zhang En, tetapi ekspresi tidak percaya tampak terukir di wajahnya, “Bocah, bagaimana kau bisa menerobos begitu cepat? Bagaimana ini mungkin? Tidak mungkin, mustahil, sama sekali tidak mungkin!”
Master Kun mengucapkan setiap kalimatnya untuk menekankan rasa ketidakpercayaannya.
Setelah berpikir sejenak, Zhang En memutuskan untuk berbicara terus terang, "Sebenarnya, aku pergi ke Sekte Phoenix untuk mencari Ancient Phoenix Flame."
"A-apa?!" Sebuah getaran menjalar di punggung Master Kun, menatap Zhang En dengan mata terbelalak, "Maksudmu..?"
Mendengar hal ini juga, Nuyan Yao, Nuyan Tian dan tiga saudara Peng, dan Lang Xiaohua menatap ke arah Zhang En.
__ADS_1
Zhang En mengangguk, "Benar, aku telah mendapatkannya dan berhasil menyatu dengan Ancient Phoenix Flame."