Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 514 - Zhu Ming


__ADS_3

Setelah menghancurkan jiwa Mo Chan, Zhang En dengan sembarangan melemparkan kepala Mo Chang, menempatkannya di bagian atas tembok kota, meninggalkan setengah kepalanya.


Pada saat ini, semua pasukan dan Klan Mo akhirnya sadar kembali dan tersebar ke segala arah, melarikan diri ketakutan.


Menyaksikan antek-antek Klan Mo ini melarikan diri dengan putus asa, Zhang En bahkan tidak peduli, membuat Kurama untuk berurusan dengan mereka.


Tepat ketika Zhang En bersiap untuk pergi dan berurusan dengan ahli Klan Mo di gerbamg utara Kota Kekaisaran, sesosok tiba-tiba berlari keluar dari barisan massa tahanan. Dia memanggil Zhang En dengan hormat, serta kegembiraan terlihat di wajahnya, "Tuan, Tuan Zhang En!"


Zhang En berhenti, karena suara ini terdengar sangat familiar, lalu dia berbalik. Dia sedikit terkejut dan ragu ketika melihat orang yang memanggilnya, "Kau Zhu Ming, Putra Kaisar Zhu ?!"


Sulit bagi Zhang En untuk percaya bahwa lelaki tua di depannya, dengan wajahnya dipenuhi dengan tebasan pedang, serta bekas cambukan panjang dari cambuk, dan kurus.


Melihat bahwa Zhang En dapat mengenalinya, siksaan tidak manusiawi yang dia derita selama beberapa dekade diputar kembali di benak Zhu Ming. Diambil alih oleh emosinya, Zhu Ming berlutut di depan Zhang En, meneriakkan kesedihannya, meneriakkan semua rasa beban yang dia rasakan saat ini.


"Tuan, kau akhirnya kembali! Tentang Ayahku ? Apa dia kembali bersamamu?” Mengingat status Zhang En, dia tidak lagi berani menangis. Dia dengan cepat berhenti setelah beberapa saat, bertanya dengan ketakutan yang gugup tentang apa yang paling ingin dia ketahui.


"Hmm. Kau lebih bail berdiri terlebih dahulu." Zhang En menghela nafas dalam diam saat dia berkata kepada Zhu Ming.


Saat Zhu Ming menyebut nama Kaisar Zhu, rasa bersalah muncul di hati Zhang En.


"Ayahmu, serta Leluhur Kan Fang dan Klan Shu telah meninggal." Tidak mau menyembunyikan masalah ini, Zhang En mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Kata-kata ini terdengar seperti petir di benak Zhu Ming, berdiri dengan linglung.


Tidak tahu apakah Zhu Ming mendengarkan atau tidak, Zhang En secara singkat menceritakan apa yang terjadi pada waktu itu. Meskipun Zhang En mengerti bahwa berita ini merupakan pukulan besar baginya, dia tidak tahu bagaimana dia harus menghibur Zhu Ming.


Beberapa saat kemudian, ketika Zhu Ming akhirnya keluar dari keterkejutannya, Zhang En memberinya Pil Dewa dan menyuruhnya untuk menelannya.


Cedera bagian dalam tubuh Zhu Ming tidak luput dari penglihatan mata Dewa Naga Zhang En. Jika tidak dirawat, dia tidak akan pernah bisa berkultivasi di masa depan.


Zhu Ming lalu menelan pil itu tanpa pertanyaan, lalu duduk bersila dan mengedarkan teknik kultivasinya untuk menyerap pul. Segera, dia merasakan aliran energi hangat mengalir ke setiap sudut tubuhnya, membawa kenyamanan luar biasa ke tubuhnya yang rusak.


Zhang En menyaksikan Zhu Ming duduk bersila, sambil menyerap Pil itu. Setelah berpikir sebentar, Zhang En dengan ringan menekan telapak tangannya ke depannya. Untaian qi dewa yang sangat murni mengalir keluar memasuki tubuh Zhu Ming.


Karena bantuan Zhang En, Zhu Ming dapat dengan cepat menyerap pil itu. Ketika dia berdiri, dia terkejut menemukan bahwa semua luka di tubuhnya telah sembuh total! Tidak hanya itu, dia benar-benar telah menerobos ke alam Semi Pertapa Dewa.


Zhang En tidak berkata lebih banyak, sekarang bukan waktunya untuk mengenang masa lalu. Mereka akan punya banyak waktu untuk itu setelah semua anggota Klan Mo dan Ye di Dunia mereka ini ditangani olehnya.


Oleh karena itu, Zhang En mengumpulkan semua ahli dari berbagai klan yang telah dibebaskan saat ini dan menyuruh mereka membersihkan tempat itu, sementara dia lalu terbang ke langit, menuku utara Kota Kekaisaran. Dia akan berurusan dengan ahli Alam Dewa Dewa Sejati Bintang Tiga dari Klan Mo.


Ketika Zhang En tiba, orang itu sebenarnya sedang mengasingkan diri. Ketika dia melihat seorang pria muda yang tidak dikenal masuk tanpa izin ke ruang rahasianya, amarah membara di hatinya, tetapi tepat saat dia akan menegur, jari Zhang En telah membuat lubang di kepalanya.


Kemudian, seperti yang di alami Mo Chan, Zhang En membakar jiwanya.

__ADS_1


Pada saat yang sama, ahli lainnya yang berada di ranah Alam Kaisar Dewa Bintang Tiga dan Alam Dewa Sejati Bintang Satu lainnya dibunuh oleh kelompok Fang Yao.


Segera, di dalam tembok Kota Kekaisaran, semua orang-orang dari Klan Mo semuanya dilenyapkan, tidak satu pun dari mereka yang dibiarkan hidup.


Namun, insiden ini tidak menyebar ke kota lainnya. Seluruh Kota Kekaisaran dikunci atas perintah Zhang En.


Hanya setelah setiap orang dari Klan Mo didalam kota kekaisaran terbunuh, barulah Zhang En duduk bersama Zhu Ming untuk memahami apa yang terjadi sejak dia pergi.


Ternyata, Klan Mo mengirim sekelompok orang lagi setelah Zhang En dan semua orang yang dia bawa pergi waktu itu.


Kewalahan oleh perbedaan dalam kekuatan dan kekuasaan, Klan Ye dan Klan Mo menaklukkan seluruh Benua dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ketika semuanya berada di bawah kendali mereka, kedua kelompok klan itu mulai menangkap setiap ahli rana Tingkat Suci dan Pertapa Dewa ke atas. Beberapa dari mereka yang di tangkap ditugaskan mengumpulkan rmauan, sementara yang lain seperti Zhu Ming mengalami nasib yang lebih buruk, memindahkan biji besi yang di tambang dan membantu mereka menempa senjata.


Sedangkan untuk wanita dan anak-anak,, yang tidak berguna dibiarkan menderita di bawah belas kasihan murid dari kedua klan Mo dan Ye.


Murid-murid dari Klan Mo dan Klan Ye biasanya menggunakan pembantaian seluruh desa sebagai bentuk persaingan, membunuh untuk kesenangan mereka, sedangkan gadis-gadis muda direduksi menjadi mainan dan budak pemuas mereka.


Siapa pun yang berani melawan akan menemui akhir yang menyedihkan.


Semua kelompok Zhang En mendengarkan dengan gigi terkatup, mata mereka berubah merah karena marah dan niat membunuh.


Termasuk Zhang En.

__ADS_1


Tidak mudah bagi Zhang En ketika dia merasa sangat marah, ketika keinginannya untuk membunuh begitu besar. Dia pasti akan melenyapkan Keluarga Ye dan Mo!


"Hmmm...! Hukuman mati secara langsung adalah kemewahan bagi mereka, aku ingin mereka merasakan sakit yang lebih buruk daripada kematian!" Suara dingin Zhang En terdengar, mirip dengan Dewa Kematian yang bangkit dari Alam Neraka.


__ADS_2