
"Sombong, bocah ini mengira dia sangat hebat hanya karena dia menang melawan Ning Xi...!' Wang Biao mencibir dalam hati, meskipun di luar harapannya dan kebanyakan orang bahwa Zhang En mampu mengalahkan Ning Xi, kemenangan itu tidak berarti apa-apa di matanya.
Setelah mendarat di atas Arena Naga Pertempuran sambil mengabaikan bisikan dan ekspresi terkejut dari semua orang, Zhang En menatap Du Leng dan Wang Biao, lalu berbicara, “Aku menyatakan diri sebagai murid yang menempati peringkat pertama dalam turnament ini, Aku akan menunggu di sini bagi siapa yang ingin menantang aku..?"
Kerumunan yang berisik terdiam mendengar kata-katanya dan fokus mereka jatuh pada sembilan orang yang tersisa, terutama kepada Du Leng dan Wang Biao.
"Bagaimana? Apakah tidak ada yang berani berhadapan denganku?”
Setelah beberapa saat, melihat tidak ada yang naik ke atas arena, Zhang En dengan santai mencibir mereka.
Kilatan tajam meledak di mata Wang Biao, tetapi ketika dia hendak melompat ke atas arena pertempuran, sebuah siluet telah mendarat di depan Zhang En.
“Kai Yu!” Ketika semua orang melihat wajah murid yang maju, kerumunan berteriak keras.
Kai Yi adalah murid luar lama dan diakui bahwa kekuatannya membuatnya memenuhi syarat menempati peringkat 10 besar, tetapi kebanyakan dari kerumunan diam-diam merasa bahwa hanya Du Leng dan Wang Biao lah yang bisa menjadi lawan Zhang En.
Kai Yu tetap memasang wajah yang terlihat tenang meskipun kata-kata yang kurang enak datang dari bawah panggung, matanya berkobar dengan semangat pertempuran saat dia berkata, “Zhang En, aku akui kau memang sangat kuat, bahkan Ning Xi bukanlah lawanmu. Tapi hari ini, aku akan melawanmu dan mengalahkanmu!” Sebuah tekanan aura yang kuat meledak dari tubuh Kai Yu setelah dia menyelesaikan perkataannya.
Saat aura Kai Yu meningkat terus, seluruh panggung tampak bergetar di bawah tekanan aura yang merembes dari tubuhnya.
"Woaah... Ini adalah aura dari pembudidaya ranah Kaisar Dewa Bintang Dua....!"
"Ohh tidak, Kai Yu benar-benar telah menerobos sebelumnya."
Wajah terkejut, tidak percaya, dan suara teriakan memenuhi sekeliling arena.
Du Leng, Wang Biao, dan murid lainnya juga dibuat tercengang oleh Kai Yu, tidak ada dari mereka yang berharap bahwa dalam turnament murid luar kali ini akan ada murid pembudidaya ranah Kaisar Dewa Bintang Dua selain mereka berdua. Tidak heran dia berani menantang Zhang En. Di atas panggung, kejutan juga terlihat di wajah Tetua Zhang Huan.
__ADS_1
Berdiri di seberang Kai Yu, Zhang En tampak tidak terganggu oleh gelombang aura yang dilepaskan oleh lawannya.
"Ranah Kaisar Dewa Bintang Dua. Tidak heran dia begitu merasa percaya diri, menyatakan bahwa dia akan mengalahkan aku." Gumam Zhang En.
Ketika aura Kai Yu sampai ke puncaknya, tekanan dari auranya juga berhenti dan dia memandang Zhang En saat dia kembali berkata, “Zhang En, lebih baik kalau kau yang menyerang duluan. Untuk menunjukkan rasa hormatku kepada Master Sekte, aku akan membiarkanmu untuk menjadi orang pertama yang menyerangku. ” Sedikit rasa arogan dan wajah keangkuhan terlihat di wajahnya.
Murid-murid di sekitarnya tersentak kaget, lalu menjadi bersemangat ketika mendengar perkataan Kai Yu.. Memang benar, Kai Yu memang terlihat sombong dan angkuh, tetapi mereka menyukai sifatnya pada saat ini. Beberapa murid bahkan mulai menyemangati Kai Yu dengan suara teriakan keras.
"Apakah kau yakin ingin aku untuk menyerang terlebih dahulu?" Zhang En bertanya dengan sedikit senyum ambigu tergantung di bibirnya.
"Benar...." Kai Yu mengangguk dengan percaya diri.
Begitu Kai Yai mengangguk, tanpa banyak bacot, Zhang En langsung bergerak dan hanya dalam sekejap, dia sudah mempersempit jarak antara dia dan Kai Yu sambik mengarahkan tinjunya. Tidak ada gerakan berlebihan, bahkan fluktuasi energi kecil pun tidak terdeteksi saat Zhang En menyerang lawannya.
Pada saat ini, Kai Yu merasa terkejut ketika Zhang En telah bergerak ke arahnya. Dalam kepanikan, dia mengangkat tinjunya sendiri untuk melawan tinju Zhang En yang mengakibatkan tinju mereka bertabrakan.
Tepat pada saat ledakan itu, wajah Kai Yu menjadi pucat pasi. Keangkuhan, kebanggaan, dan kesombongannya sebelumnya dihancurkan oleh tinju Zhang En, melahirkan ketakutan dan kengerian yang tak terlukiskan dalam jiwanya.
Duarr...!
"Ughh...!"
Ledakan menggelegar kembali bergema, diikuti oleh ratapan tragis saat siluet seseorang terlihat terlempar ke atas udara, lalu menabrak ke bawah arena.
'Boommm!" Bunyi keras terdengar, mengangkat tirai debu berhamburan di udara.
Para murid yang menyemangati Kai Yu barusan langsung memasang wajah menegang, kegembiraan menghilang dari wajah mereka, digantikan dengan kebingungan yang tidak dapat di artikan.
__ADS_1
Sekarang, Kai Yu juga berakhir hanya dengan satu serangan Zhang En. Sama seperti Ning Xi sebelumnya.
Tatapan semua orang berpindah ke sosok yang tergeletak di bawah panggung Arena Naga Pertempuran, dan merasa tidak yakin apakah Kai Yu ini masih hidup atau tidak, atau tinggal memiliki setengah nyawa. Sekarang, semua orang seakan menahan nafas mereka dan tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Zhang En lalu mengalihkan pandangannya dari tubuh Kai Yu.
Awalnya, dia tidak bermaksud terlalu keras terhadap Kai Yu ini, tetapi karena pemuda sombong, angkuh dan percaya diri ini mengatakan bahwa dia akan mengalahkannya, bahkan membiarkannya melakukan serangan pertama, penghinaan di mata Kai Yu membuat Zhang En kesal. Sehingga dia menyerang dengan hanya menggunakan sepersatu dari kekuatan tubuh naga dewa iblisnya dan juga, hanya 0.9% dari Qi miliknya dalam satu pukulan.
Zhang En lalu berbalik dan melihat ke arah delapan orang murid yang tersisa, dan menyapu Du Leng dan Wang Biao saat dia bertanya lagi, "Apakah masih ada dari kalian yang ingin naik ke sini dan bertarung denganku..?"
Semua orang yang ada di luar arena langsung sadar kembali dari.pikiran mereka yang bingung dan tercengang, tatapan yang datang dari sekeliling arena jelas diarahkan pada Du Leng dan Wang Biao. Tak perlu dikatakan lagi, secara tidak langsung, mereka semua memikirkan hal yang sama 'hanya tinggal Du Leng dan Wang Biao lah yang bisa menekan Zhang En pada saat ini'.
Merasakan tatapan tajam yang di arahkan kepada mereka berdua, Du Leng dan Wang Biao langsung pulih dari keterkejutan mereka dan langsung mencoba berusaha untuk tetap tenang.
Sementara semua area itu masih terdiam, Wang Biao tiba-tiba melompat ke atas Arena Naga Peetempuran, lalu mendarat tidak jauh tepat di hadapan Zhang En.
"WOAAAHHHH...!"
Keheningan sebelumnya langsung pecah saat mereka bersorak dengan penuh antisipasi. Semua orang diluar arena mengarahkan pandangan mereka ke atas arena, memberikan perhatian penuh kepada dua orang di atasnya dan tidak berkedip.
Zhang En menatap Wang Biao, lalu angkat bicara dengan wajah santai, "Kau bukan lawanku...! Ada baiknya kalau kau dan Du Leng yang naik ke atas arena ini. Kalian berdua bisa bekerja sama untuk dapat mengalahkanku, itupun kalau kalian bisa...."
-
-
-
Jangan lupa beri hadiah, vote, dan like jika kalian suka.
__ADS_1
See you next chapter 😊