
Zhang En memerintahkan bawahannya untuk menerima hadiah saat mereka mengucaokan ucapan selamat, tetapi tak perlu dikatakan lagi bahwa setengah dari Tetua ini adalah anggota faksi Wang Nio. Mereka mengucapkan selamat kepadanya di permukaan, tetapi siapa yang tahu kutukan jahat apa yang mereka lemparkan padanya di dalam hati mereka.
Acara dimulai saat siang hari saat semua orang telah berkumpul. Selama proses acara berlangsung, tidak ada yang berani menimbulkan riak masalah sedikit pun dan acara berlangsung dengan lancar.
Master Kunpeng tersenyum sepanjang waktu, dan pada kesempatan langka ini dia benar-benar mengenakan jubah yang rapi. Sayangnya, jubahnya berwarna merah, membuat Zhang En terdiam.
Jubah merah biasanya di pakai saat acara pernikahan dan hal ini membuat Zhang En merasa terganggu.
Ketika Zhang En dengan hormat menawarkan secangkir teh kepada Master Kun, menyapanya sebagai Guru, Master Kun tertawa terbahak-bahak.
“Ha. Ha. Ha... Bagus! Bagus! Murid yang baik, Guru telah menunggu hari ini selama lebih dari puluhan ribu tahun, dan hari ini akhirnya tiba! Hari ini, Guru sangat bahagia.!”
Semua Tetua sekte yang berada di aula itu semuanya memasang ekspresi tersenyum saat mereka mengangguk dengan antusias setuju, memulai gelombang ucapan selamat lainnya.
Ketika tawa mereda, Master Kun dengan sungguh-sungguh mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil, berkata, “Guru tidak memiliki banyak hal untuk diberikan kepadamu, tetapi Guru telah menyimpan harta kecil ini selama enam puluh ribu tahun. Hari ini, itu menjafi milikmu.”
Dengan mengatakan itu, Master Kun memberikan kotak itu kepada Zhang En.
Adapun apa yang ada di dalam kotak kecil itu, Master Kun tidak menyebutkan, dia juga tidak membuka kotak itu di depan semua orang.
Melihat ini, semua mata tetua saat ini berkedip dengan rasa ingin tahu, diam-diam mencoba menebak apa isi kotak kecil itu, termasuk Wang Nio. Namun, kotak itu memiliki lapisan batasan yang ditempatkan di atasnya oleh Master Kun, sehingga bahkan menggunakan beberapa metode rahasia, tidak satupun dari mereka yang bisa menyelidiki bagian dalamnya.
Zhang En menerima kotak kecil itu dengan kedua tangan, berterima kasih kepada Master Kun dan memasukkannya ke dalam cincin spasialnya dan memutuskan untuk melihat apa yang ada di dalamnya setelah acara.
__ADS_1
Dengan ritual acara pemgangkatan Zhang En sebagai murid resmi selesai, perjamuan makanoun dimulai.
Puncak Dewa sekarang dipenuhi dengan sorak-sorai dan tawa, cangkir-cangkir anggur berdenting tanpa henti hingga malam, menembus udara dengan aroma anggur.
Sejak awal, Wang Nio hanya menunjukkan ketenangan di permukaan, seolah-olah dia benar-benar lupa apa yang terjadi kemarin. Tapi Zhang En tahu bahwa penyihir tua ini tidak melupakannya sama sekali, malah diukir jauh ke dalam tulangnya karena kebencian.
Perjamuan berlangsung hingga larut malam, kemudian semua Tetua Sekte, Wang Nio pergi duluan. Kemudian, diikuti Gurunya Lin Ming dan ketiga kakak senior Zhang En.
Setelah seharian penuh kesibukan dan mengikuti pwrjamuan, Puncak Dewa akhirnya menjadi tenang.
Kembali ke istananya sendiri, Zhang En mengeluarkan kotak kayu kecil yang diberikan oleh Master Kun padanya. Bahkan dia sangat penasaran dengan apa yang tersimpan di dalam kotak itu.
Menurut metode yang diajarkan oleh Master Kun, Zhang En lalu membuka batasan di sekitar kotak kayu dan membukanya.
Sementara Zhang En masih merasa bingung, suara gembira Long Xioba bergetar dan terdengar di benaknya, "Ini ... ini, Permata Dewa Legendaris.?!"
"Permata Dewa Legendaris ?!" Zhang En tercengang, menatap batu di tangannya dengan tak percaya..
"Tidak mungkin aku salah, itu pasti permata dewa legendaris!" Long Xioba mengkonfirmasi lagi, suaranya masih terdengar sangat bersemangat. “Itu benar, tidak ada kesalahan tentang itu! Nak, ini adalah harta yang tiada taranya.! Orang Tua Kun itu benar-benar murah hati, memberimu harta yang begitu berharga! ”
Mata Zhang En juga menyala, jika ini benar-benar permata dewa legendaris seperti yang dikatakan Long Xioba, maka itu benar-benar harta yang sangat-sangat berharga, jauh melebihi inti binatang iblis raja binatang iblis.
Inti binatang iblis raja binatang iblis hanya mengandung energi esensi iblis, tetapi permata dewa ini sangat berbeda, ini berisi kekuatan dewa serta Hukum Dewa seorang Ahli Alam Dewa Tertinggi.
__ADS_1
Akhir-akhir ini, Zhang En telah memeras otaknya mencoba mencari tahu di mana menemukan kumpulan lain dari inti binatang iblis tingkat tinggu untuk meningkatkan kekuatannya. Siapa yang mengira Mastet Kun akan memberinya permata dewa.
Sekarang, Zhang En sudah menerobos Alam Dewa Bintang Dewa Sejati Bintang Tiga. Sekarang, dengan permata dewa di tangannya, dia tidak ragu bahwa dia akan mampu menerobos ke Alam Dewa Leluhur Bintang Satu.
Menekan kegembiraan di dalam hatinya, Zhang En bertanya, "Naga Tua, dapatkah kau memberi tahu peringkat apa Permata Dewa ini?"
Long Xioba uga mendapatkan kembali ketenangannya sedikit, melepaskan untaian indra spiritualnya untuk menyelidiki di sekitar permata itu sebelum menjawab dengan sungguh-sungguh, “Ini adalah Permata dewa kelas lima. Sebelum mati, pemilik permata ini mungkin adalah Alam Dewa Emas bintang satu. ”
Zhang En mengangguk lalu menempatkan kembali permata dewa ke dalam kotak kayu dengan ekspresi berat dan keluar dari kediamanya, menuju tempat tinggal Master Kun.
Saat dia masuk, Master Kun tersenyum kecil padanya, “Muridku, pernahkah kau melihat harta karun kecil milik Gurumu ini yang telah kuberikan padamu di kotak kayu itu? Apa kau tahu benda apa itu?” Ekspresi wajah Master Kun terlihat penuh kemenangan.
Zhang En merasa sedikit terdiam melihat ekspresi puas Master Kun. Awalnya, dia datang untuk berterima kasih kepada Gurunya ini, tetapi sekarang, melihat wajah Master Mun, dia merasa bahwa lelaki tua ini meminta pemukulan.
Tapi, seolah-olah Master Kun tidak memperhatikan ekspresi di wajah Zhang En. Dengan senyum puas yang masih terpasang di wajahnya, dia berkata, “Lupakan saja, lebih baik biarkan orang tua ini memberitahumu. Itu adalah permata dewa. Harta tak ternilai yang tak ternilai dan langka! Kau tahu apa itu Hukum Dewa, bukan? Permata Dewa ini adalah sesuatu yang aku dapatkan melalui upaya yang penuh perjuangan, mengalami banyak bahaya, dan aku enggan menggunakannya! ”
Kemudian Master Kun menceritakan banyak kesulitan yang dia lalui untuk mendapatkan permata dewa ini. Pengulangan cerita dan usaha gemilang yang di ceritakan Master Kun pada Zhang En berlangsung hampir setengah jam dengan bibir bergetar serta ludah hujan yang muncrat. Bahkan setelah itu, Maater Kun tampak masih tidak cukup banyak berbicara dan mulai memberi tahu Zhang En betapa berharga dan langkanya permata dewa itu. Ini kembali berlangsung satu jam lagim
Hanya setelah satu jam setengah bercerita, Master Kun akhirya berhenti berbicara. Zhang En duduk dengan tenang sepanjang waktu seperti seorang biksu tua dalam meditasi mendalam, tanpa gerakan sedikit pun, tertidur namun terjaga.
Setelah Master Kun berhenti, memastikan dia tidak melewatkan poin penting dalam ceritanya, dia akhirnya berdehem dan berkata, “Ehem.. Bocah, tidakkah kau menginginkan formula Pil Cahaya? Sekarang, Guru akan memberikannya kepadamu. ”
Zhang En, yang duduk seperti biksu tua dan terlihat meditasi, tubuhnya sedikit gemetar saat matanya kembali cerah.
__ADS_1