
Di kediaman istana Master Sekte Roh, Lin Ming yang sedang bersantai di aula utama, sedang terlihat menikmati sepoci teh yang ada di meja.
“Aku ingin tahu bagaimana anak itu melakukannya. Peringkat ketiga, atau keempat?” Suara lembutnya terdengar di aula, bergumam pada dirinya sendiri. Orang lain mungkin tidak tahu kekuatan sebenarnya Wang Biao, tapi dia tahu karena tingkat kultivasinya yang tinggi.
Dia menaruh harapan tinggi pada Zhang En, memahami betapa berbakatnya murid kecilnya, namun, setinggi harapannya, dan seberapa berbakat murid kecilnya, dia tidak cukup naif untuk percaya bahwa Zhang En melawan Wang Biao yang seorang pembudidaya Kaisar Dewa Bintang Dua tahap akhir.
Adapun murid yang bernama Du Leng, dengan kekuatan ranah Kaisar Dewa Bintang Dua dan teknik dewa tertinggi klan mereka, kekuatannya tidak lebih lemah dari Wang Biao. Oleh karena itu, alasan mengapa dia memberi tahu Zhang En bahwa berjuang untuk posisi tiga besar sudah cukup baik.
Pada saat ini, dia melihat murid tertuanya Dong Fang memasuki aula utama dengan langkah yang sangat tergesa-gesa.
Selama ini, murid tertuanya ini, selalu tenang dan lembut, dia tidak pernah menunjukkan sisi seperti itu di depannya, memicu rasa ingin tahu Lin Ming.
"Ada apa..? Kenapa kau terburu-buru dan terlihat bingung.” Lin Ming angkat berbicara dan bertanya.
"Guru...!" Dong Fang melihat Gurunya tepat ketika dia berjalan memasuki aula utama, dengan cepat menyapa Lin Ming. Namun, dia belum menemukan cara untuk memberi tahu Gurunya rincian turnament antar murid luar kali ini. Beberapa saat yang lalu, ketika dia mendengar hasilnya, dia tertegun di tempat sebelum dia berpikir untuk memberi tahu Gurunya dan bergegas cepat.
Lin Ming sedikit mengerutkan keningnya pada ekspresi Dong Fang dan bertanya, "Apakah juat pada turnament sudah di tentukan..?"
"Iya Guru, posisi peringkat sepuluh besar sudah ditetapkan." Dong Fang dengan hormat menjawab.
Lin Ming melirik ke arah Dong Fang, suaranya sedikit muram, “Apa peringkat saudara juniormu? Peringkat ke tiga, empat atau kelima?"
Ekspresi Dong Fang segera menjadi sedikit aneh, menguatkan dirinya dengan napas dalam-dalam, mencoba yang terbaik untuk berbicara dengan tenang, "Guru, adik seperguan menempati peringkat pertama...!"
__ADS_1
Lin Ming mengangguk dengan bijak, namun belum sepenuhnya menelaah kata-kata yang di ucapkan muridnya.
"Apa?! Peringkat pertama? Kau bilang saudara seperguruan kecilmu mengambil peringkat pertama? ” Beberapa saat kemudian, Lin Ming akhirnya bereaksi. Tangannya berhenti di udara sambil memegang cangkir teh saat kepalanya tersentak dengan ekspresi tidak percaya melihat Dong Fang.
Dong Fang mengangguk dengan serius, kegembiraan bersinar di matanya, “Benar, Guru. Adik junior keempat menjadi juara 1, apalagi, dia mengalahkan Wang Biao hanya dengan satu serangan..!"
Cangkir di tangan Lin Ming tergelincir, jatuh ke lantai dengan bunyi gedebuk, tapi itu benar-benar diabaikan oleh mereka berdua. Mata Lin Ming melebar saat isi kepalanya berdengung.
"Adik keempat tidak hanya menerobos keranah Kaisar Dewa, dia bahkan maju ke ranah Kaisar Dewa Bintang Kedua." Dong Fang melanjutkan perkataannya sambil gemetar kegirangan, "Kekuatan satu serangan Adik Keempat bahkan dapat mertakkan panggung Arena Naga Pertempuran, kekuatannya sebanding dengan pembudidaya ranah Kaisar Bintang Tiga...!"
"Setelah dia mengalahkan Wang Biao dengan satu serangan, itu menakutkan Du Leng sehingga Du Leng tidak berani melawannya." Dong Fang melanjutkan dengan penuh semangat.
Apa yang dikatakan setelah itu tidak masuk ke telinga Lin Ming. Baginya, dunia tiba-tiba menjadi sunyi. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba, Lin Ming meledak dalam tawa yang menggelegar, tak terkendali, sampai lupa diri.
Zhang En ini telah memberinya kejutan, kejutan besar yang sangat luar biasa..
...
Setengah hari kemudian, peringkat seratus murid luar dalam turnament telah diumumkan.
Zhang En mengalahkan Wang Biao dalam satu serangan, menakuti Du Leng sampai-sampai tidak berani melawannya menyebar seperti badai liar, bertiup ke setiap sudut Galaksi Bintang.
Kultivator tingkat tinggi dari para leluhur, dan patriark klan besar, serta klan bangsawan peringkat pertama semuanya terkejut.
__ADS_1
Setelah Zhang En menerima hadiahnya, dia kembali ke istana kediaman gurunya dan bertemu dengan Lin Ming, Lin Ming menatapnya selama setengah hari. Menyebabkan tubuhnya merinding sebelum dia berhasil menemukan alasan, memungkinkan dia untuk pergi dari hadapan gurunya.
Kemenangan Zhang En pada pertempuran antar murid luar menimbulkan gelombang kejutan besar di seluruh kekuatan yang ada di galaksi bintang selama hampir sebulan sebelum akhirnya tenang.
Dalam waktu satu bulan ini, Zhang En hanya tinggal di dalam istana Gurunya untuk berkultivasi dan tidak keluar.
Setelah menerobos ke ranah Kaisar Dewa Bintang Dua, Zhang En memperhatikan bahwa waktu dia bisa tinggal di Alam Iblis telah meningkat menjadi kira-kira satu hari. Ketika Qinya habis, periode pemulihan Qi nya sekarang berkurang menjadi sedikit lebih dari satu jam. Dia senang dengan penemuan ini. Jni sangat meningkatkan efektivitas dan kecepatan kultivasi Zhang En.
Awalnya, Zhang En memperkirakan bahwa dia akan membutuhkan empat tahun untuk menerobos ke ranah Kaisar Dewa Bintang Tiga. Sekarang, dia paling lama akan membutuhnkan satu atau dua tahun.
Hari-hari berlalu, kira-kira dua bulan berlalu sejak turnament antar murid luar.
Pada hari ini, Zhang En mengakhiri kultivasi rutinnya.
"Aku seharusnya memiliki halaman tempat tinggalku sendiri sekarang." Zhang En berpikir dalam hati.
Meskipun energi spiritual di kediaman Gurunya sangat berlimpah, itu tidak banyak membantu Zhang En, karena energi spiritual di Alam Iblis jauh lebih murni dan lebih tinggi. Yang terpenting, tidak nyaman baginya untuk berkultivasi di sini dalam jangka panjang.
Dia tidak ingin mengekspos rahasia di tubuhnya pada saat ini, ini termasuk kepada Lin Ming. Oleh karena itu, Zhang En memutuskan untuk pindah dari kediaman Gurunya.
Setiap murid dalam Sekte Roh Api dapat memiliki halaman tempat tinggal masing-masing. Dia sudah menjadi pembudidaya Alam Kaisar Dewa Bintang Dua dan peringkat pertama sebagai murid luar, dia lebih dari memenuhi syarat untuk dipromosikan menjadi murid dalam.
Di Sekte Roh, sebelum seorang murid luar dapat dipromosikan menjadi murid dalam, mereka harus memenuhi dua syarat. Satu, mencapai ranah Kaisar Dewa dan kedua, ditempatkan dalam peringkat tiga puluh teratas yang memiliki kekuatan diantara semua murid luar.
__ADS_1
Setelah memutuskan, Zhang En keluar dari kediaman Lin Ming, dia menuju Aula Seni Beladiri untuk mengambil jubah murid dalam dan token identitasnya sebagai murid dalam.