Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 65. Mengunjungi Kediaman Keluarga Luo


__ADS_3

Hari terus berlalu.


Didalam Kuil Gunung Dewa, Zhang En telah berlatih selama lebih dari satu bulan, Kultivasinya sudah berada di puncak Pendekar Dewa Bintang Satu.


Setiap hari, Zhang En terus berlatih Warisan Seni Telapak Buddha Kebenaran dalam Formasi Sepuluh Buddha di tengah aula kuil.


Tiba-tiba, tubuh Zhang En bergetar dan satu menit kemudian suara ledakan terdengar dari tubuhnya diikuti oleh cahaya keemasan yang terang. Naga hitam dan biru langsung menampakan dirinya dan meraung tanpa henti.


BOOMMM!


Pendekar Dewa Bintang 2.


"Sudah waktunya untuk kembali" ucapnya


Zhang En menghilang dari tempat itu dalam sekejap, meninggalkan Kuil. Keluar dari Gunung Dewa, dia lalu menggerakkan telapak tangan ke atad membuat Gunung Dewa yang sudah kecil itu terbang dari tanah ke telapak tangan nya.


Zhang En menyerap gunung emas ke dalam tubuhnya dan melayang di atas lautan Dantian nya, Energi Buddha yang terpancar dari Gunung Dewa membanjiri dan menyebar menyelimuti lautan Qi Zhang En.


Setelah selesai menyerap Gunung Dewa untuk di masukkan ke dalam tubuhnya, Zhang En lalu meninggalkan area hutan dan hilang dengan sekejap.


Beberapa saat setelah Zhang En menghilang, dua siluet terlihat menuju tempat itu menembus angin dengan kecepatan yang sulit untuk dilihat oleh mata.


“Aneh, aku yakin aku merasakan keberadaan harta karun dari sini!”


“Mungkinkah ada orang lain yang mendapatkan nya sebelum kita sampai disini?”


"Ayo kita tinggalkan tempat ini dan terus cari!"


Mereka berdua lalu terbang menghilang dari tempat itu.


Setelah meninggalkan kawasan hutan lebat, Zhang En terbang ke selatan. Satu jam kemudian, dia berhenti. Sesampainya di pintu masuk pusat Kota Kerajaan Bintang Selatan, dia mengingat kejadian ketika dia menerima ritual pengudusan dari energi Buddha di bawah Altar Suci saat Luo Yuan menyerang dia secara diam-diam dengan jarum beracun. Kilatan dingin melintas di mata Zhang En dan dia kemudian masuk ke dalam Kota dan menanyakan lokasi tempat kediaman Keluarga Luo.


•••


Luo Yuanen sedang beristirahat dengan santai di aula utama halaman saat dia mendengarkan bawahannya, Han Fei, melaporkan tentang informasi untuk kompetisi akhir tahunan keluarga Luo.


Setiap tahun, generasi muda dari Keluarga Luo akan berjuang untuk mendapatkan peringkat dalam upaya merebut gelar 'Jenius Keluarga Luo' ke tangan mereka.

__ADS_1


"Tuan Muda, dengan bakat dan kemampuan Anda, gelar jenius Keluarga Luo hanya bisa menjadi milik Tuan Muda." Han Fei mengucapkan kalimat untuk menyanjung pemuda itu.


Luo Yuan tertawa terbahak-bahak, "Tentu saja aku akan memenangkan tempat pertama dalam Kompetisi Keluarga tahun ini, setelah itu, akh juga akan memenangkan tempat pertama dari antara Empat Keluarga Luo lainnya!"


Han Fei tertawa, "Seperti yang dikatakan Tuan Muda, Luo Yi pasti akan dikalahkan oleh Tuan Muda!"


Luo Yuan mengangguk dengan bangga mendengar ucapan Han Fei, dan seolah-olah dia teringat sesuatu, "Apakah anak itu masih di dalam Gua Kehidupan?"


“Ya, begitu, Tuan Muda. Dua bulan telah berlalu tapi dia masih belum keluar! ” Han Fei menjawab. "Aku juga telah mengirim orang untuk berjaga di pintu masuk, selama anak itu keluar dan menunjukkan wajahnya, aku akan segera memberi tahu Tuan Muda!"


Luo Yuan mengangguk dengan puas, "Begitu anak itu keluar, aku akan memberikannya kenangan yang tak terlupakan!"


“ O-ohh benarkah?” Suara dingin terdengar pada saat itu.


"Siapa?!" 


Tiba-tiba muncul seseorang dari ruang hampa.


"Kau!"


Saat melihat wajah pemuda itu membuat Luo Yuan dan Han Fei terkejut. Tamu tak diundang itu tidak lain adalah Zhang En.


Setelah terkejut sesaat, Luo Yuan tertawa terbahak-bahak, "Hahaa.... Kau berani masuk tanpa izin ke sini! Terakhir kali ada seseorang yang datang kesini sama sepertimu, apakah kau ingin tahu apa akhir ceritanya? Dia mati tanpa mayat untuk dikuburkan! Terus terang, Aku sangat mengagumi keberanian dan kebodohan mu! ” Saat ucapannya berakhir, Luo Yuan perlahan bangkit dari kursinya, mendekati Zhang En. Pada saat yang sama, Luo Yuan melirik Han Fei, pria itu mengangguk mengerti lalu memblokir jalan Zhang En untuk tidak membiarkan Zhang En untuk kabur dari tempat itu.


Luo Yuan berdirii sejauh lima meter dari Zhang En, "Karena kau berani masuk tanpa izin ke dalam kediaman keluarga Luo, aku akan memberimu kesempatan. Jika kamu bisa menerima tiga serangan dariku, aku akan membiarkanmu pergi, jika tidak, hehe…!” ucap Luo Yuan.


"Tiga Serangan!" tanya Zhang En datar.


Luo Yuan kembali tertawa terbahak-bahak setelah itu dia berkata, “Benar, satu atau tiga pukulan sudah cukup bagimu karena satu pukulan saja dariku sudah cukup untuk berurusan denganmu. Apakah kamu siap?”


Zhang En menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku katakan kepadamu bahwa hanya perlu satu pukulan ku sudah cukup memberimu pelajaran"


"Apa?!" wajah Luo Yuan berubah menjadi marah dalam sekejap mata, "Aku cukup berbaik hati untuk memberimu jalan keluar, tapi karena kau telah membuat pilihan, maka kau pantas mati!”


Luo Yuan melompat ke udara, menyerang dengan niat membunuh kepada Zhang En.


Tinjun Luo Yuan menembus udara, udara di sekitarnya mengeluarkan suara berderak. Sebelum tinju itu tiba, gelombang panas yang mematikan meledak ke arah Zhang En. Luo Yuan adalah pendekar Tahap Suci menengah, kekuatan dari satu pukulan nya bukanlah yang bisa di anggap remeh. Tapi sayang, yang menjadi lawannya saat ini adalah Zhang En.

__ADS_1


Zhang En memperhatikan dengan acuh tak acuh saat serangan Luo Yuan datang padanya, lalu dengan mengangkat tangannya, Ia lalu membuat energi pedang pada salah satu jarinya.


Jurus Seni pedang Naga Dewa.


Energi pedang yang kuat melesat ke udara, menyelimuti tempat itu.


Menyaksikan serangan Zhang En, wajah Luo Yuan menegang seketika. Dengan cepat melompat mundur, lalu dia berteriak: "Jurus Pertahanan Mutlak"


Tubuh Luo Yuan seluruhnya diselimuti oleh cahaya emas yang membentuk lapisan pelindung kekuatan Qi.


Namun, serangan Jurus Seni Dewa Naga menembus lapisan pelindung yang menyelimuti tubuh Luo Yuan, Pertahanan nya seolah tidak ada apa-apanya, sehingga menembus dada Luo Yuan dan tembus ke belakang.


Akhhh-!


Tubuh Luo Yuan terlempar ke belakang lalu jatuh dengan keras, darah muncrat tak terkendali keluar dari mulutnya.


"Tuan muda!" Han Fei, yang diberi isyarat untuk memblokir jalan Zhang En, hanya menyaksikan adegan itu terjadi dalam sekejap mata. Ketika Luo Yuan dikirim terbang ke udara, dia berseru dengan perasaan kaget dan bergegas ke sisi Tuan Muda nya.


Dada Luo Yuan terluka, tubuhnya berlumuran darah dan wajah nya menjadi pucat.


“Apa yang Kau lakukan?” Suara yang berasal dari tenggorokan Luo Yuan menjadi serak saat dia menatap dengan mata terbelalak kaget pada Zhang En.


Tanpa menunggu lama, Pedang muncul di tangan Zhang En, setelah itu menebas ke arah Luo Yuan. Gelombang energi meleledak di udara melesat dengan kecepatan kilat.


Saat itu juga, Luo Yuan berteriak keras setelah dia mendapat serangan Zhang En menembus kepalanya. Dari tengah dahinya, darah menyembur seperti air mancur. Luo Yuan lalu tergeletak tak bernyawa di lantai dengan badan yang terlihat kaku, matanya terbuka seperti orang yang ketakutan.


"Tuan Muda, Tuan Muda!" Han Fei berteriak ketakutan, sambil berusaha menggoyangkan tubuh itu dengan tangan gemetar. Tapi, tidak peduli seberapa keras Han Fei berusaha karena Luo Yuan sudah benar-benar mati.


Zhang En kemudian mendekat.


Han Fei memutar badannya menatap Zhang En ketakutan. Detik berikutnya, dia lalu berteriak "Tolong! Ada penyusup!"


Tetap saja, teriakan minta tolong yang dia ucapkan tidak menyelamatkannya. Saat kata-katanya berakhir, Zhang En menjentikan salah satu jarinya dan sebuah energi langsung menembus kepalanya sama seperti yang dirasakan oleh Luo Yuan.


"Ini akibatnya kalau kau berani mencari masalah denganku" ucap Zhang En.


Setelah membunuh ke dua orang itu, Zhang En lalu melompat ke udara dan menghilang meninggalkan halaman utama kediaman keluarga Luo.

__ADS_1


Jangan lupa berikan like, vote dan koment nya. See you next chapter!


__ADS_2