Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 272. Istana Harimau Suci (1)


__ADS_3

Jika Goodman tidak memberinya penjelasan yang memuaskan untuk hal ini, bhkan dengan mempertimbangkan semua konstribisi Goodman untuk suku Harimau selama ini, dia tidak akan ragu-ragu untuk membunuh keduanya di tempat.


Goodman tidak mengatakan apapun untuk memberi penjelasan, dia hanya menoleh ke arah Zhang En.


Tindakannya memunculkan niat membunuh di hati Hu Fan.


Pada saat ini, Hu Fan menatap manusia yang mengeluarkan sebuah tongkat. Dari tongkatnya, dia bisa merasakan tekanan yang sangat besar yang langsung mengenai inti jiwanya.


Hu Tong juga merasakan tekanan besar yang sama di rasakan oleh Hu Fan.


Mengeluarkan Tongkat Dewa Binatang, Zhang En menghentakkan tongkat itu ke lantai.


Seluruh aula istana bergetar, retakan dan celah dalam yang melapisi permukaan tanah terus meluas lebih jauh. Satu demi satu, avatar binatang mitos kuno terbang keluar dari Tongkat Dewa Binatang.


Avatar binatang mitos kuno itu meraung ke langit, menyelimuti seluruh ruang istana dengan tekanan yang menakutkan.


Hu Fan, Hu Tong, Goodman, dan para penjaga di dekatnya merasakan ketakutan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya dari jiwa mereka.


“Penguasa, Raja Dewa Binatang..!!!” 


Getaran dalam nada suaranya bisa terdengar saat Hu Fan mengatakan hal ini, kedua kakinya seakan ingin menyerah, lalu tanpa sadar dia berlutut ke lantai.


Seperti terkena sambaran petir yang menggelegar di benak Hu Tong, dia juga jatuh berlutut ke lantai dan badannya menggigil dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Tongkat Dewa Binatang adalah lambang tertinggi yang legendaris dari suku beastmen mereka.


Ketika Zhang En menaklukkan Goodman, dia mengetahui informasi dari Goodman bahwa Tongkat Dewa Binatang mengandung tekanan yang dapat mempengaruhi jiwa mereka. Hal itu memicu rasa ingin tahu Zhang En untuk mempelajari Tongkat Dewa Binatang.


Kemudian, ia menemukan bahwa di dalam ukiran kepala binatang mitos yang ada di ganggang Tongkat Dewa binatang, sebenarnya ada jiwa-jiwa binatang kuno yang tersegel. 


Selama dia bisa menembus segel yang ada di sekitar ukiran kepala binatang mitos di tongkat itu, jiwa binatang buas kuno itu akan terbang keluar. Pada saat itu, garis keturunan yang ada di dalam Tongkat Dewa Binatang akan dirangsang sepenuhnya.


Ketika jiwa dan garis keturunan binatang buas kuno di dalam Tongkat Dewa Binatang bangkit, kekuatan aura sang penguasa seluruh Ras Beastmen adalah mutlak.


Zhang En menyaksikan orang-orang yang berlutut di hadapannya. Kemudian, dia perlahan berjalan menuju ketiga orang itu, berhenti tepat di depan Hu Tong. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Zhang En mengangkat Tongkat Dewa Binatang di tangannya dan menusuk dada HuTong, tubuh Hu Tong berusaha bangkit kembali setelah dia di tusuk dalam kesakitan dan menjerit.


Meski begitu, Hu Tong buru-buru memposisikan dirinya dalam posisi berlutut bersujud kepada Zhang En, "Bawahan ini minta maaf krpada yang Mulia Raja Dewa Bintang...!" Ketakutan meresap ke dalam suaranya saat dia menangis minta ampun.


Sebagai orang terkuat kedua di antara para beastmen yang ada di depan Zhang En saat ini, hati Hu Fan bergetar, namun dia tidak berani bergerak atau berbicara.

__ADS_1


“Apa yang kau katakan tadi kepadaku?” Zhang En bertanya dengan dingin.


“Aku tidak tahu bahwa anda Penguasa Raja Dewa Binatang ..!” Hu Tong meratap meyesali perkataannya sebelumnya, "Aku pantas mati, aku pantas mati!" 


Dia terus menerus membenturkan kepalanya ke lantai, "Aku mohon Penguasa untuk menunjukkan belas kasihan padaku dan memberikan aku kesempatan hidup sekali lagi!"


Zhang En mendengus sebagai jawaban dan menoleh ke arah Hu Fan.


Jantung Hu Fan menegang karena gugup saat Zhang En menatap dirinya.


Selangkah demi selangkah, Zhang En bergerak mendekati Hu Fan dan berhenti di depannya. Tongkat Dewa Binatang di tangan Zhang En bersinar lembut, mata yang ada di ukiran ganggang tongkat kepala binatang mitos itu bersinar berwarna merah darah.


Butir-butir keringat menetes di dahi Hu Fan.


"Sekarang kalian berdiri." Zhang En akhirnya mengeluarkan suaranya.


Suasana tegang di aula itu langsung menjadi tenang


Hu Fan dan Hu Tong merasa mereka baru saja selamat dari cobaan terbesar dalam hidup mereka. Baru setelah mengucapkan terima kasih barulah mereka berani berdiri.


Ketiganya berbaris secara tertib di satu sisi.


Melihat sekelompok penjaga Suku Harimau, kilatan ungu bersinar dari tubuh Zhang En, beberapa cahaya ungu bersinar memasuki kesadaran para penjaga itu melalui bagian tengah alis mereka.


Untuk saat ini, dia tidak ingin terlalu banyak orang mengetahui identitasnya, itulah sebabnya Zhang En menghapus ingatan semua penjaga Suku Harimau yang ada di tempat.


Hu Fan, Hu Tong, dan Goodman terkejut mendengar perkataan Zhang En.


"Baik, Penguasa!" Hu Fan pulih dari keterkejutannya dan mengikuti perintah Zhang En dengan hormat. Dia menyuruh para penjaga itu pergi, dengan tegas menekankan bahwa tanpa perintah darinya, tidak ada yang diizinkan untuk mendekati aula depan atau masuk ke dalam aula itu.


Setelah semua penjaga meninggalkan aula, ketiga beastmen yang tersisa berdiri dengan tenang dan tidak ada dia antara ketiganya yang berani mengeluarkan suara.


Zhang En menunjuk ke kursi utama yang ada di tengah, berkata "Bolehkah aku duduk di situ..?"


Hu Fan dan Hu Tong hampir seperti di sambar petir mendengar pertanyaan Zhang En.


" Yang Mulia, silakan duduk, silakan duduk!" Hu Fan dan Hu Tong menjawab secara bersamaan.


Akhirnya, Zhang En menuju kursi utama dan duduk di sana.

__ADS_1


"Hu Fan, berikan perintah, suruh semua ahli atau Tetua Suku Harimau untuk berkumpul di Kota Harimau Suci." Zhang En memerintahkan Hu Fan, begitu dia mengendalikan semua ahli Suku Harimau, Suku Harimau akan berada di bawah kendalinya.


"Seperti yang Mulia perintahkan, aku akan melakukannya!" Hu Fan lalu membungkuk sedikit memberi hormat.


Hu Fan segera melaksanakan tugas tersebut, mengirimkan perintah ke semua ahli Suku Harimau untuk berkumpul di istana Kota Harimau Suci secepat mungkin. Selain itu, yang terakhir tiba akan dikenakan hukuman.


Dengan hanya satu perintah dari Hu Fan, semua ahli Suku Harimau bergegas menuju ke istana Harimau Suci.


Tiga hari kemudian, semua ahli Suku Harimau sudah datang. yang terakhir tiba adalah Tetua Besar Suku Harimau, Hu Lei.


Ketika semua ahli Suku Harimau sudah berkumpul, Hu Fan sebagai Patriak Suku Harimau memanggil semua orang untuk datang di aula depan istana.


Lantai yang retak tiga hari sebelumnya di telah diperbaiki, tidak ada petunjuk yang bisa dilihat dari kerusakan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.


Yang membingungkan semua ahli SukunHarimau adalah bahwa hari ini, Patriak Suku Harimau mereka tidak duduk di atas kursi utama seperti yang selalu dia lakukan, tetapi dia duduk di kursi yang baru ditambahkan di sebalah Kursi utama


Dalam keheningan, semua orang bertukar pandangan dengan perasaan ragu dan bertanya-tanya di antara masing-masing diri mereka sendiri


"Apa yang terjadi disini?"


Juga, mengapa Patriark mereka menyuruh mereka berkumpul sesegera mungkin?


Keheningan yang canggung memenuhi seluruh ruangan aula, meskipun banyak dari mereka yang ragu dan terkejut, tidak ada satupun dari mereka yang bertanya.


"Patriak, aku punya sesuatu untuk dilaporkan." 


Sesaat kemudian, setelahbmengambil kursi pertama di sebelah kiri, Tetua Besar Hu Lei berdiri dan berkata, memecah kesunyian. “Beberapa hari yang lalu, seorang manusia masuk tanpa izin ke kediaman muridku Ping Bo, bahkan dia mematahkan kedua lengan muridku. Siapa yang tidak tahu bahwa setelah masalah itu, ternyata Goodman benar-benar berpihak pada ras manusia dan membunuh murid lkut !"


“Goodman bekerjasama dengan seorang ras manusia untuk membunuh muridku. Aku mohon Patriak untuk memberikan hukuman kepada Goodman sesuai dengan hukuman suku Harimau!"


Mata Hu Lei menatap Goodman yang dipenuhi dengan kebencian saat dia mengatakan itu.


Ping Bo adalah muridnya yang paling dia banggakan dan memiliki harapan bahwa muridnya itu akan menjadi ahli Beastmen di masa depan.


Mendengar berita ini menggerakkan niat jahat dari ahli Suku Harimau lainnya, mereka yang pernah berselisih dan tidak menyukai Goodman memiliki ekspresi sombong di wajah mereka.


-


-

__ADS_1


-


Jangan Lupa Like & Vote !


__ADS_2