Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 240. Meninggalkan Kota Naga


__ADS_3

Setelah memberi perintah kepada Die Buji, Zhang En berjalan mendekati Patriak Klan Qing.


Patriak Qing tidak bisa merasa tenang dan sangat menyesal, saat melihat Zhang En terus melangkah ke arahnya, dia tidak harus berbuat apa dan mundur kebelakang dengan panik.


Melihat Patriak Qing yang benar-benar panik, Zhang En berkata, "Hari ini tidak akan ada yang menyelamatkanmu!"


"Penguasa Muda, a-aaku mi....!"


Sebelum Patriak Qing melanjutkan kalimatnya, Zhang En mengarahkan satu pukulan dan mengubah Patriak Qing memjadi kabut darah dengan meledakkan kepalanya.


Semua Tetua Klan Qing saat ini benar-benar ketakutan dan wajah mereka berubah pucat menyaksikan Patriak mereka mati dengan hanya satu pukulan.


Salah satu Tetua Klan Qing melompat ke udara ingin mencoba melarikan diri. Tapi naas, Zhang En melambaikan tangan kanannya dan sebuah energi tak terlihat melesat dengan kecepatan kilat mengejar Tetua itu dalam waktu singkat dan Tetua otu tidak bisa bergerak sama sekali dan jatuh ke tanah.


Zhang En langsung melesat dari tempatnya dan sekali lagi mengayunkan Tinjunya meledakkan Tetua itu menjadi kabut darah.


Zhang En mengerdarkan Pandangan matanya melihat dua orang Tetua ranah Pertapa Dewa juga ingin melarikan diri, tetapi saat melihat gerakan cepat Zhang En yang tidak membiarkan satupun dari mereka pergi dari tempat itu, mereka hanya bisa mengurungkan niat saat melihat tatapan mata Zhang En.


"Penguasa Muda Zhang, kami bersedia untuk bersumpah setia tunduk kepada Sekte Gerbang Naga.!" Salah satu dari Tetua yang ingin melarikan diri berlutut ketakutan, dengan cemas memohon kepada Zhang En.


"Penguasa Muda, kami mohon, jangan bunuh kami..!"


Semua Tetua Klan Qing berlutut seperti pohon yang tumbang, bersujud tanpa henti agar hidup mereka bisa diselamatkan.


Zhang En dari awal ingin menghapus Keluarga Qing ini dengan memusnahkan mereka sekaligus.. Tapi sekarang, melihat wajah anak-anak kecil, para wanita, serta Tetua Keluarga Qing yang bersujud dan memohon kepadanya, Zhang En hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.


Melihat anak kecil yang bersujud di lantai, Zhang En tidak tega membunuh mereka yang tidak bersalah dan tidak tau apa-apa. Sebagai manusia yang memiliki hari nurani, Zhang En mengurungkan niatnya.


Die Buji merasa lega melihat perubahan wajah Zhang En yang tadi terlihat sangat menakutkan yang kini perlahan-lahan menjadi tenang, lalu berkata kepada Zhang En, "Penguasa Muda, Kota Naga kita ini adalah Domain yang letaknya sangat strategis dan sangat penting karena langsung berbatasan dengan wilayah Sekte Dewa Bintang, akan lebih baik jika para Tetua Klan Qing ini membantu aku untuk menjaga Kota ini"


Zhang En berpikir sejenak dan menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Die Buji sambil menatap semua Tetua Klan Qing yang masih bersujud di bawah lantai.

__ADS_1


"Kalau begitu, buka penghalang lautan jiwa kesadaran kalian semua!" Ucap Zhang En.


Semua Tetua Klan Qing yang mendengar langsung ucapan Zhang En terperanjat kaget dan pada akhirnya, mereka hanya bisa mematuhi perintah Zhang En seperti anak-anak dan membuka penghalang jiwa mereka, dan Zhang En langsung menggunakan Teknik Pengendalian jiwa untuk mencap jiwa mereka satu persatu.


••


Sementara itu, di sebuah ruangan rahasia Klan Qing, Tuan Muda Hu yang Dantian nya telah di hancurkan dan tangan yang sudah di potong Zhang En sebelumnya, sebagian besar lukanya sudah ditekan setelah mengonsumsi obat mujarab Klan Qing.


Melihat kedua lengannya yang sudah tidak utuh lagi, Tuan Muda Hu ini tidak bisa menahan amarah kebencian kepada Zhang En.


“Pemuda sialan...! Berani-beraninya kau melakukan hal keji seperti ini kepadaku. Lihatlah nanti, setelah kejadian ini, aku akan memotong tubuhmu satu persatu. Aku akan membiarkanmu merasakan sakit ribuan kali dari ink, tidak, sejuta kali lebih buruk dari apa yang aku alami..!"


Saat dia lagi memikirkan rencana agar Ayahnya dan Gurunya Hu Shan mengirim pendekar tingkat tinggi begitu dia kembali untuk menangkap Zhang En, suara keras tiba-tiba terdengar olehnya dari luar mengganggu pikirannya. Saat ledakan keras itu adalah saat dimana Zhang En mengubah Patriak Klan Qing menjadi kabut darah.


Dia mengerutkan keningnya ingin mencari tau apa yang sedang terjadi di luar sana dan melihat satu orang murid Keluarga Qing masuk ke dalam ruangan itu.


"Apa yang sedang terjadi di luar? Tuan Muda Hu membentak murid yang baru saja masuk itu.


Bola Mata Tuan Muda Hu ini bercahaya dan dia tertawa terbahak-bahak, “Bagus, bagus! Awalnya aku berencana untuk meminta Guru dan Ayahku untuk mengirim ahli ke Kota Naga ini untuk membunuh Pemimpin Kota Die Buji kalian, tetapi karena dia sangat tahu diri, maka Tuan Muda ini akan mengampuni nyawanya! " Dia lalu memerintahkan murid itu, "Ikutlah denganku, kita akan melihat apa yang terjadi di luar."


Namun, Saat Tuan Muda Hu masih setengah jalan menuju aula utama Kalan Qing, dia melihat Die Buji bersama Tetua Klan Qing berjalan ke arahnya.


“Pemimpin Kota Die, aku dengar kau secara pribadi datang mengantar penjahat itu kesini..! Haahahahaa... Kerja yang sangat bagus. Saat aku kembali nanti, aku akan memberi tahu Ayahku dan akan memberimu hadiah yang pantas." Nada nya terdengar seolah-olah menganggap Die Buji ini adalah bawahannya dan seakan-akan sedang memuji bawahannya sendiri.


Ekspresi wajah Die Buji menjadi merah mendengar perkataan pemuda itu, berkata, "Kau kira aku ini adalah bawahanmu?" Tangannya terulur mencengkeram tenggorokan pemuda itu dan mengangkatnya ke udara untuk membawanya ke aula utama Klan Qing.


Sebenarnya, Pemimpin Kota Die Buji dan dua Tetua Klan Qing itu sebenarnya datang menemui pemuda yang bernama Hu ini atas perintah Zhang En untuk menangkapnya. Tuan muda Hu ini belum menyadari situasi yang telah terjadi sebelumnya dan bertindak sombong menganggap Die Buji ini adalah bawahannya.


Hu Guang menatap dengan tidak percaya saat tangan Pemimpin Kota Die Biji mencengkeram lehernya.


“Pak tua sialan, apa yang kau lakukan..? Berani sekali kau memperlakukan Tuan muda ini seperti ini! Lepaskan aku! Cepat, lepaskan aku sekarang juga!” Tuan Muda Hu mencoba membebaskan diri sekuat tenaga, tetapi tidak berhasil.

__ADS_1


Murid Klan Qing yang menemani Tuan Muda Hu barusan terpaku di tempatnya saat dia melihat Pemimpin Kota Die Buji mengangkat pemuda itu di udara dengan satu tangan.


Beberapa saat kemudian, mereka masuk ke aula utama Klan Qing dengan Tuan Muda Hu yang masih di cengkram tenggorokannya oleh pemimpin Kota Die Buji.


Saat memasuki aula, Die Buji melemparkan pemuda itu ke lantai dan memberi hormat kepada Zhang En, berkata "Penguasa Muda Zhang, aku telah membawa pemuda sombong ini ke hadapanmu." Setelah itu, Die Buji berpindah tempat ke samping, dengan dua Tetua Klan Qing berdiri di belakangnya.


Saat Tuan Muda Hu itu mengangkat kepalanya, dia melihat Zhang En sedang duduk di kursi utama Patriak Klan Qing.


Pada saat yang bersamaan, Hu Guang masih mendengar jelas Pemimpin Kota Die Buji memanggil Zhang En dengan sebutan Penguasa Muda, bola matanya dengan kaget menatap Zhang En.


Melihat Tetua Klan Qing yang berdiri di dekat Zhang En, Hu Guang meneriaki mereka, “Kalian ternyata pengkhianat, beraninya kalian mengkhianati Sekte Dewa Bintang.!


Hu Guang bukan pemuda yang bodoh, bagaimana mungkin dia tidak mengerti melihat Para Tetua Klan Qing itu sudah memihak kepada Zhang En.


Salah satu Tetua Klan Qing dari mengambil langkah maju, memberi hormat dan memberanikan diri dengan hati-hati nerdiri dihadapan Zhang En, "Peguasa Muda, bocah ini sangat sombong dan sangat arogan, aku ingin menyarankan untuk memberi hukuman kepadanya dengan melumpuhkan kedua kakinya!"


Mendengarkan perkataan Tetua Klan mereka, Tetua Klan Qing lainnya juga melangkah maju, masing-masing dari mereka memberikan saran tentang bagaimana menghukum pemuda itu..


Semua Tetua itu menyarankan kepada Zhang En untuk mematahkan kakinya, memotong lidahnya, mengeluarkan matanya, dan segala macam siksaan yang tidak manusiawi, membuat Hu Guang menjadi marah. Dia kemudian berteriak, "Tetua yang tidak tahu diri, aku akan membunuh kalian semua!"


Mendengarkan permintaan dari semua Tetua Keluarga Qing, Zhang En menjawab, "Baiklah. Lakukan apa yang ingin kalian lakukan!"


Ketika dia mendengar jawaban Zhang En, Hu Guang langsung pingsan di tempat. Jika dia menjadi sasaran pelampiasan amarah dari setiap hukuman yang disarankan oleh Tetua Klan Qing itu, pada akhirnya, dia merasa hukuman itu akan lebih buruk dari pada kematian.


Para Tetua itu langsung mengangkat tubuh Hu Guang yang sudah pingsan dan menunggu sampai dia sadar, setelah pemuda itu siuman, mereka memotong kakinya, mengguliti kulit dan dagingnya sampai suara teriakan tragisnya terdengar bergema memenuhi Aula itu. Setiap Hu Guang pingsan, para tetua itu berhenti menyiksanya, dan tiap kali kesadarannya kembali, mereka melakukan hal yang sama, menyiksa pemuda itu pelan-pelan sampai benar-benar mati.


Hari itu juga, Klan Qing sudah benar-benar menjadi bawahan dan tunduk kepada Sekte Gerbang Naga, sehingga, semua anggota Klan Qing yang telah ditangkap didalam kota sudah dibenaskan dan dua Tetua pendekar tingkat tinggi Klan Qing ditunjuk Zhang En sebagai Wakil Pemimpin Domain Kota Naga di bawah perintah Die Buji.


Keesokan harinya, Zhang En akhirnya pergi meninggalkan Kota Naga melanjutkan perjalanannya mencari keberadaan Putri Hong Bei sekalian menemui Klan Ling yang berada tidak jauh dari Dragon City. Hari itu juga, berita kematian Patriak Klan Qing dan juga Tuan Muda Hu menjadi topik panas pembicaraan setiap orang yang ada di Kota Naga.


Jangan lupa Like & Vote!

__ADS_1


__ADS_2