
Di dalam cincin spasial mereka semua, terdapat sejumlah besar pil roh, batu roh, koin bintang, dan ramuan, tetapi itu tidak berguna bagi Zhang En. Oleh karena itu, semua harta yang ada di masing-masing cincin soasial mereka dengan cepat diberikan Zhang En kepada anggota klannya.
Kemudian, mayat mereka semua dilemparkan Zhang En ke dalam Pagoda Dewa Emas untuk dijadikan makanan Serangga Mayat Beracun yang masih dia pelihara sejak dulu.
Zhang En lalu memutuskan untuk tinggal di Kediaman miliknya untuk sementara waktu untuk mengurus hal-hal didalam klan serta mengobati kedua Tetua kepercayaannya.
Setelah itu, Zhang En berjalan sambil merenung saat dia berjalan keruangan tempat tinggalnya di dalam klan. Dia membutuhkan Ahli tingkat tinggi untuk melindungi anggota klannya di Benua Awan Laut ini. Kalau dia tidak disini,, bagaimana dia akan bisa santai mengkhawatirkan keselamatan mereka semua.
Namun, Zhang En juga merasa khawatir kejadian yang sama akan terjadi lagi jika dia menyewa ahli untuk menjaga keamanan mereka. Selain itu, para ahli tingkat tinggi yang disewa biasanya sangat sulit dikendalikan, apa lagi dia jarang berada dikediaman klan miliknya.
'Sepertinya aku hanya bisa mencari sekumpulan binatang iblis untuk dijinakkan dan menjaga mereka semua .' Zhang En berpikir sendiri.
Zhang En lalu bertanya kepada Naga tua Long Xioba, menanyakan apakah ada Dunia terdekat dengan Dunia Awan Laut yang memiliki sejumlah besar binatang iblis tingkat tinggi.
Setelah berbicara dengan Long Xioba, Naga tua itu memberitahunya sebuah dunia yang disana banyak binatang iblis. Tempat itu dinamakan Dunia Hitam.
Zhang En lalu meninggalkan klannya dan segera menuju ke Dunia Hitam. Di Dunia Hitam, tidak ada manusia yang menghuni dunia itu selain binatang iblis.
Jarak dari Dunia Awan Laut ke Dunia Hitam tidak jauh. Zhang En tiba di Dunia Hitam yang sudah memiliki gerbang teleportasinya sendiri, dibangun di tempat yang tidak terlihat di dalam sebuah lembah.
“Formasi pembatas yang melindungi gerbang teleportasi ditempatkan di sekeliling lembah ini, untuk mencegah binatang iblis merusak dan menghancurkan gerbang teleportasi.” Long Xioba lalu melanjutkan perkataannya, “Begitu keluar dari sini, Kau harus waspada. Selalu ada kemungkinan binatang iblis mengamuk di luar formasi, beberapa murid yang datang ke sini mati tepat ketika mereka melangkah keluar dari formasi, dilahap oleh binatang iblis yang berada diluar formasi."
Zhang En mengangguk, "Keluarga besar mana yang membuat gerbang telportasi ini..?"
Long Xioba lalu berpikir sejenak sebelum menjawab, "Aku juga tidak tau. Biasanya, gerbang teleportasi di dunia ini dikelola oleh beberapa klan besar, gerbang teleportasi tidak bisa dirawat dan dibuat oleh satu klan besar.”
__ADS_1
Senyum bahagia menyebar di wajah Zhang En saat dia berkata, “Di masa depan, setelah aku menjadi Kultivator tingkat tinggi, aku juga akan membuat gerbang teleportasi pribadi seperti ini. Pada saat itu, bahkan tanpa harus susah mencari banyak uang, aku dapat memiliki persediaan koin bintang yang tak ada habisnya jika gerbang teleportasi milikku di gunakan oleh orang lain.. ”
Long Xioba lalu membalas perkataan Zhang En, “Daripada kau membuat gerbang teleportasi, bukankah lebih baik kau merebutnya dari klan besar..? Itu akan menghemat usahamu. Ha ha haa...”
"Benar juga. He he he...!"
Keduanya langsung tertawa geli dengan apa yang mereka bahas barusan.
Pada saat ini, Zhang En meninggalkan lembah gerbang telportasi. Melihat depan setelah melewati formasi, Zhang En melihat pemandangan tanah gersang yang sangat luas. Sepertinya keberuntungan Zhang En tidak buruk, tidak ada binatang iblis yang mengelilingi lembah di luar formasi.
Zhang En lalu mengganti jubah murid dalam Sekte Roh Api yang dia kenakan. Dia lalu mengeluarkan pedang kayunya lalu memilih satu arah dan terbang dengan kecepatan tinggi.
Suatu hari kemudian.. Zhang En turun ke atas sebuah puncak gunung.
Satu hari ini, sebagian besar binatang iblis yang ditemukan Zhang En hanya di ranah Dewa Kaisar Dewa dan Dewa Sejati tahap awal. Zhang En tidak tertarik pada binatang iblis level ini, oleh karena itu, dia membunuh setiap binatang yang dia temui.
Dia dengan cepat kembali melompat ke atas pedang kayunya dan terbang agak jauh ketika puncak gunung itu meledak, menembakkan tanah dan bongkahan batu ke mana-mana seperti panah meluncur dari dalam gunung.
Sebelum rasa kaget Zhang En menghilang, binatang iblis seperti batu raksasa yang menyerupai naga dengan seluruh badannya berwarna merah api dari ujung kepala sampai ujung kaki, terbang keluar dari dasar yang dalam.
"Bukankah ini Binatang Iblis Naga Batu Api ?!" Zhang En senang dengan penampilan binatang ini dan bukannya terkejut.
Binatang Naga Batu Api ini adalah salah satu binatang buas di zaman kuno. Meskipun tubuhnya besar, dia gesit dan sangat cepat, dan serangan serta pertahanannya juga sangat kuat.
Binatang Iblis ini berada di level Dewa Sejati Bintang Dua Tahap menengah, tetapi kekuatannya sebanding dengan ahli puncak Dewa Sejati Bintang Dua tahap akhir mendekati Dewa Sejati Bintang Tiga.
__ADS_1
Begitu dia melompat ke udara, Naga Batu Api mengepakkan sayapnya, dan dia sudah berada di depan Zhang En. Rahangnya yang ganas terbuka, melepaskan aliran batuan cair yang berubah menjadi lautan api, bergegas untuk melahap Zhang En.
Ini adalah ludah batu cairan api miliknya, dengan suhu berkali-kali lebih panas daripada magma di dalam kawah, sehingga cairan itu dengan mudah menghanguskan sebidang besar tanah menjadi berwarna hitam.
Dalam sekejap, Zhang En dengan gesit menghindari serangan lidah cairan yang tumpah seperti hujan api. Pada saat berikutnya, Zhang En sudah berada tepat di atas kepala Naga Batu Api. Dengan cepat, tinjunya mengenai kepala bintang iblis itu dengan akurat.
BOOOMMMMM!!!!!
Suara ledakan dan bobot tinju yang berat terdengar saat tubuh Naga Batu Api jatuh ke tanah terkena tinju Zhang En.
Duaarr.... !
Tanah bergetar saat tubuh naga batu api menabrak permukaan tanah . Beberapa saat kemudian, binatang iblis itu berdiri dengan tubuh yang sudah goyah ke kiri dan ke kanan sejenak sebelum mendapatkan kembali keseimbangannya.
Matanya berkilauan saat meraung marah pada Zhang En.
GROARRRHHHH!
Naga Batu Api melesat ke udara sekali lagi, bersiap untuk meluncurkan serangan lainnya pada Zhang En, tetapi Zhang En kembali memukul, tepat di perut binatang iblis iru, menjatuhkannya kembali..
Meskipun Binatang Iblis ini memiliki kecepatan yang sangat cepat, itu masih jauh lebih lambat dibandingkan dengan Zhang En.
Setelah lebih dari puluhan binatang iblis itu menerima serangan dari Zhang En, membuat tubuhnya banyak luka dan memar, Naga Batu Api akhirnya tunduk dengan patuh, membuat Zhang En dengan mudah menjinakkannya dengan memberi tanda budak didalam jiwa bintang iblis itu.
Sekarang, Zhang En tidak lagi terbang menggunakan pedangnya, dia lalu melompat ke atas kepala Naga Batu Api untuk mencari binatang iblis lainnya.
__ADS_1
Ini adalah Binatang Iblis pertama yang dia jinakkan.