
Haruskah dia memanggilnya dengan namanya, Zhang En..? Raja Dewa Binatang? Atau Master Sekte Gerbang Naga...?
Namun, Zhang En sudah mengeluarkan pil obat, memotong kata-katanya, "Ini adalah Pil Esensi Naga Air, bagus untuk penyembuhan, cepat telan."
Shu Ao tersentuh, tangannya gemetar saat menerima Pil Naga Air. Meskipun dia tidak mengetahui nilai pil, dia percaya bahwa pil itu tidak akan lebih rendah dari nilai pil tingkat tinggi.
Dia tidak segera menelan pil penyembuhan yang di berikan Zhang En, sebaliknya, Shu Ao memandang Zhang En, karena dia merasa pil ini terlalu berharga.
Zhang En mengangguk dengan semangat seolah-olah mengetahui pikirannya, tersenyum sambil berkata, "Jenis pil ini, aku punya banyak, mereka tidak berguna bagiku."
Tingkat pil obat tingkat tinggi ini, Zhang En benar-benar tidak terlalu membutuhkannya, karena dianmemiliki banyak pil kelas atas lainnya.
Namun, itu bukan karena Zhang En tidak mau memberikan pil roh tingkat dewa pada Shu Ao, hanya saja kultivasi Shu Ao terlalu rendah. Tubuh dan meridiannya terlalu rapuh untuk menahan efek obat dari pil kelas tingkat dewa.
Mendengar perkataan Zhang En, Shu Ao tidak lagi merasa ragu-ragu, segera dia langsung menelan pil itu.
Zhang En menepukkan telapak tangannya ke tubuh Shu Ao, menyalurkan seutas kekuatan Qi miliknya untuk membantu Shu Ao dalam menyerap pil sebelum berbalik untuk melihat lima orang yang mengejar Shu Ao.
Kelima orang itu akhirnya menyusul, berhenti beberapa meter dari tempat Zhang En dan Fang Yao berdiri, mata mereka berputar sebelum berteriak.
“Kami dari Aula Pedang, kami menyarankan kalian berdua untuk lebih baik tidak mencampuri urusan orang lain. Pergi sekarang, atau, hehe…!”
"Aula Pedang Suci?"
Zhang En menoleh ke arah Fang Yao dan bertanya.
Fang Yao lalu menjelaskan, “Aula Pedang di pimpin oleh seorang murid dalam yang di juluki Tuan Muda Pedang Suci.”
Zhang En akhirnya mengerti.
Zhang En menyadari ada beberapa Tuan Muda Dari Klan Bangsawan di Kekaisaran Ming yang terkenal di antaranya Adalah Zin Mo, sedangkan yang lainnya, Zhang En tidak mengenal mereka.
“Karena kau sudah tahu kami dari Aula Pedang Suci, ketahuilah tempatmu dan enyahlah sekarang.”
Salah satu dari lima orang pengejar mencibir Fang Yao, "Aku akan menghitung sampai tiga, dan setelah itu, kalian berdua tidak akan bisa pergi bahkan jika kalian mau."
"Satu!"
"Dua!"
__ADS_1
Orang itu mulai menghitung.
"Tiga..!"
Ketika dia menghitung sampai tiga dan melihat dua pria yang masih berdiri di tempatnya, seringai dingin muncul di wajahnya saat dia melihat ke empat rekannya, "Cepat, lumpuhkan dua orang itu..!"
Empat orang lainnya langsung menerkam Zhang En dan Fang Yao.
Zhang En menggelengkan kepalanya, ada kegembiraan tersembunyi di matanya. Dia nyaris tidak bergerak dari tempatnya, cahaya berkedip di matanya dan keempat penyerang terlempar kembali seperti mereka menerima pukulan berat.
Duaaarrr!!!
Terdengar ledakan saat empat mayat jatuh ke tanah.
Fang Yao, yang siap untuk bertarung, tertegun sesaat sebelum senyum tak berdaya menggantung di wajahnya.
Orang yang tampaknya adalah pemimpin dari lima orang itu bingung melihat empat rekannya terbang dan mati tanpa alasan yang jelas.
Para murid Sekte Naga Merah yang kebetulan lewat mendengar keributan berlari ke arah suara ledakan dan kerumunan murid mulai berkumpul.
“Itu murid-murud dari Aula Pedang Suci!”
Bisikan yang tidak terlalu rendah dari sekitar murid Sekte Naga Merah yang sudah berkumpul dapat didengar.
Tuan Muda Fang Yao yang selama ini jarang keluar sedang bersama dengan Zhang En, sedangkan Tuan Muda Zin Mo masih berkultivasi di dalam Aula Pedang Suci.
Di Sekte Naga Merah saat ini, Aula Pedang Suci Tuan Muda Pedang tak selama ini telah menjadi seorang Murid dalam yang di sangat di takuti di dalam Sekte Naga Merah.
Di mata semua murid-murid Sekte Naga Merah, Aula Pedang Sci adalah eksistensi yang tidak bisa di singgung oleh siapapun. Itu adalah nasib buruk bagi siapa pun yang menyinggung mereka, bahkan mungkin melibatkan keluarga mereka.
Pria itu lalu berbalik, menatap tajam ke arah Zhang En dan Fang Yao, "Bagus, kalian tunggu saja!"
Setelah mengatakan itu, pria itu ingin pergi untuk meminta bala bantuan.
Zhang En berkata dengan acuh tak acuh.
"Kau, datang kesini.."
Yang membuat pria itu ngeri, dia benar-benar menemukan bahwa tubuhnya bergerak mundur di luar kendalinya, sampai tubuhnya terbang sendiri tepat di depan Zhang En.
__ADS_1
"Kembali dan beritahu Tuan Muda Aula Pedang Suci untuk segera datang menemuiku." Kata Zhang En.
Semua siswa yang berkumpul tercengang ketika mereka mendengar Zhang En memerintahkan Tuan Muda Aula Pedang Suci untuk datang menemuinya.
“Apa anak ini sudah gila? Dia benar-benar memerintahkan Tuan Muda Aula Pedang Suci untuk datang menemuinya? Dia pikir dia siapa! "
“Sudah bertahun-tahun sejak Tuan Muda Pedang bertarung terakhir kali bertarung, apa menurut kalian kita punya kesempatan untuk melihatnya bertarung kali ini? Aku mendengar seseorang berkata bahwa Tuan Muda Pedang Aula Suci sudah di ranah Pendekar Suci tingkat tinggi!”
Kata-kata Zhang En menimbulkan banyak putaran bisikan lain dari para siswa di sekitar mereka. pria muda yang masih berada di depan Zhang En merasa sangat sangat marah, tetapi sebelum dia bisa mengutuk Zhang En, dia melihat sorot mata Zhang En.
Tatapan tajam yang menusuk itu mirip dengan menatap ujung pisau yang mengirim rasa dingin yang menggigit tulang di dalam hatinya. Semua kata yang akan dia katakan ditelan kembali.
Dengan ketukan ringan pada tubuh murid Aula Pedang Suci itu, Zhang En mengirimnya terbang seperti busur melintasi langit, menghilang dari pandangan semua orang.
Meskipun reputasi Fang Yao di Sekte Naga Merah tidaklah buruk, dia jarang muncul di dalam Sekte, itulah sebabnya hanya sejumlah kecil murid yang bisa mengenalinya.
Adapun Zhang En, sudah lebih dari satu dekade sejak terakhir kali dia masuk ke dalam Sekte Naga Merah, orang-orang yang mengenalnya bahkan lebih sedikit lagi. Bahkan di masa lalu, tidak banyak murid yang pernah melihat Zhang En.
Murid Aula Pedang Suci itu jatuh dengan keras ke tanah.
Menekan amarah di hatinya, dia bergegas pergi dengan panik kembali ke Aula Pedang Suci. Begitu dia kembali ke Aula Pedang Suci, dia langsung menuju di sebuah halaman di mana Tuan Muda Aula Pedang Suci sedang berkultivasi.
Ketika murid Aula Pedang Suci itu mencapai sebuah kediaman di mana Tuan Muda Pedang Suci biasanya berkultivasi, dia akhirnya melihat Tuan Muda Pedang muncul setelah seorang murid penjaga Aula Pedang Suci melaporkan kedatangan murid itu.
"Ada apa?" Tuan Muda Pedang Suci memperhatikan ekspresi bingung di wajah murid itu dan kerutan di dahinya saat dia bertanya.
Murid itu segera berlutut dan menceritakan kejadian itu dengan singkat.
“Dia ingin aku datang menemuinya?” Tuan Muda Pedang bertanya dengan bingung.
Murid itu lalu mengatakan kebenarannya, "Benar Tuan Muda, orang itu bahkan mengatakan bahwa akan ada konsekuensi jika kau tidak pergi menemuinya!"
Jelas, kalimat bagian terakhir sengaja ditambahkan oleh murid itu.
Keinginan untuk bertarung terlihat jelas di mata Tuan Muda Pedang Aula Pedang Suci ketika dia menjawab, “Bagus sekali, sepertinya aku sudah terlalu lama berkultivasi sehingga murid-murid di Sekte Naga Merah ini mulai melupakan tentang Tuan Muda Pedang Suci ini!”
Saat dia mengatakan hal ini, dia merasakan pedang di tangan kirinya bergetar, menambahkan, “Sudah bertahun-tahun sejak kau terakhir kali meminum darah lawan-lawanku. Hari ini, aku akan membiarkanmu minum sepuasmu!”
Sosoknya lalu menghilang dari dalam Aula Pedang Suci dalam sekejap, membawa murid yang datang melapor itu bersamanya.
__ADS_1