
Di dalam dunia Harimau Suci, Sekte Roh Api tidak membatasi murid pada tingkat yang sama untuk bertarung selama tidak ada kematian yang terjadi dalam pertarungan. Ini juga alasan utama mengapa Seng Kuan ini berani kepada Zhang En.
Zhang En yang baru saja akan melangkah memasuki Aula Seni Beladiri ketika seorang pemuda berotot mendekatinya dengan cara yang kurang ramah. Lengan pemuda ini berotot dan besar.
Berhenti tepat di depan Zhang En, pemuda itu mengangkat tangannya dan mengayunkan pukulan ke arah Zhang En tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Kekuatan yang dipancarkan oleh tinju itu kuat dan kokoh.
FWOSSHHH!!!
Tinju yang membelah udara itu terdengar seperti gesekan tajam antara logam.
Dalam lima belas hari terakhir, Zhang En telah meluangkan waktu untuk membiasakan diri dan mrmpelajari dengan cara bertarung para murid Sekte Roh Api, sehingga dia mengenali teknik bertempur yang ditampilkan pemuda ini.
Zhang En berhenti mrlangkah dan tetap berdiri dalam diam, menunggu tinju pemuda itu tiba di depannya. Kemudian, dia mengangkat telapak tangannya dan melakukan serangan yang sangat cepat.
Serangannya seakan membuka celah antara ruang dan waktu, membuat udara seakan meledak dan tanah bergetar.
Ketakutan terlihat di mata Seng Kuan. Dia secara naluriah ingin mundur kebelakang menarik tinjunya, namun, dia menemukan bahwa tubuhnya tidak bisa bergerak. Dia hanya bisa melihat dengan mata terbelalak saat telapak tangan Zhang En mengenai tubuhnya.
Plakkk....! Suara tamparan yang sangat keras terdengar.
Seng Kuan dikirim terbang dengan satu serangan Zhang En, baju yang menutupi dadanya meledak terbuka, dan tubuhnya seperti anjing mati terlempar di udara.
Detik berikutnya, tubuh Seng Kuan berguling-guling dan jatuh dari ketinggian
"Akhhh....!"
__ADS_1
Jeritan menyedihkan Seng Kuan bergema di udara. Murid-murid yang sedang berkumpul disekitar juga dibuat tercengang.
Zhang En bahkan tidak melirik ke belakang saat dia memasuki Aula Seni Beladiri. Para murid yang berdiri di pintu masuk untuk menonton pertunjukan mundur dengan cepat seperti air pasang, membuka jalan untuk Zhang En.
Setelah dia melangkah ke aula, seorang pemuda berambut putih memblokir jalan Zhang En dengan lengannya, ekspresinya terlihat marah saat dia berkata, "Bocah, apakah kau tahu siapa yang baru saja kau tampar itu..?"
Pemuda berambut putih itu mengenakan jubah berwarna biru yang hanya dipakai oleh murid dalam. Ranah kultivasi pemuda berambut putih ini berada di Alam Kaisar Dewa tahap akhir Bintang satu.
“Aku tidak tahu.” Zhang En menjawab acuh tak acuh, "Bahkan jika aku tahu, lalu mengapa..?"
Ekspresi wajah pemuda berambut putih itu berubah cemberut dalam sekejap. Dia tidak menyangka akan ada seorang murid baru yang berani bertindak begitu arogan di hadapan murid dalam seperti dia.
“Apakah kau benar-benar berpikir telah telah menjadi murid baru berarti tidak ada yang berani mengambil nyawamu? Biarkan aku memberitahumu, setiap tahun, jumlah murid luar yang kehilangan nyawa mereka di luar sekte yang melakukan berbagai misi tidak sedikit. ” Ucapnya mengancam.
"Benarkah?" Zhang En membalas dengan cibiran dingin, "Kalau begitu, mungkinkah mau tidak tahu bahwa cukup banyak murid dalam juga kehilangan nyawa mereka saat melakukan misi di luar sana."
Kilatan tajam meledak di mata pemuda berambut putih itu, niat membunuh timbul di hatinya. Tapi dia masih tidak bergerak, karena murid dalam dilarang menyerang murid luar. Ini adalah salah satu aturan ketat Sekte Roh Api yang tidak boleh dia langgar, jadi dia dengan paksa menekan keinginan untuk membunuh pemuda di depannya.
"Dalam waktu beberapa bulan kedepan, semua murid baru diharuskan melakukan misi di luar sekte, aku akan melihat berapa lama kau bisa menjaga kesombonganmu." Sorot matanya menjadi semakin dingin.
Melempar kalimat itu kepada Zhang En, pemuda berambut putuh itu mendengus dan berjalan pergi.
"Aku bisa merasakan energi es yang muncul dari pemuda ini, dia mungkin murid inti dari Klan Wu ." Long Xioaba lalu menambahkan, "Hanya anggota inti Klan Wu yang mempelajari teknik rahasia Klan Wu, Teknik Api Es, yang dapat memancarkan energi semacam ini."
Klan Wu adalah salah satu klan besar Pusat Dunia Bintang. Hari sebelumnya, mungkin Zhang En tidak memikirkan masalah ini, tetapi sekarang semuanya berbeda.
'Tetap saja, aku harus menerobos ke Alam Kaisar Dewa secepat mungkin.' Zhang En berpikir dalam hati.
__ADS_1
Dengan tingkat kekuatannya saat ini, dia dianggap tak tertandingi melawan pembudidaya ranah Kaisar Dewa Bintang kedua ke bawah, namun, jika dia bertemu musuh di atas ranah Kaisar Dewa bintang dua ke atas, dia akan terjebak dalam situasi yang sulit.
Tentu saja, Zhang En tidak begitu bodoh untuk berasumsi bahwa identitasnya sebagai murid dari Sekte Roh Api akan memungkinkan dia untuk selalu aman di Pusat Dunia Bintang ini jika dia keluar dari Dunia Harimau Suci.
Beberapa saat kemudian, setelah memasuki Aula Seni Beladiri, Zhang En lalu menerima token murid dan jubahnya. Meninggalkan Aula, Zhang En langsung kembali ke kediaman istana Lin Ming. Untuk saat ini, Zhang En tetap tinggal di istana kediaman Master Sekte Roh Api Lin Ming sehingga dia bisa berkultivasi tanpa gangguan dari siapapun.
Setelah Zhang En berjalan ke arah kediaman Gurunya, di kejauhan, seorang murid dalam keluar dari bayang-bayang dengan ekspresi terkejut menatap ke arah di mana siluet Zhang En menghilang. Tidak lama kemudian sebelum dia pulih dari pemikirannya, dia dengan cepat berbalik dan menghilang.
Beberapa waktu kemudian, murid dalam itu tiba di sebuah halaman khusus murid dalam, melaporkan kepada pemuda berambut putih yang ingin berurusan dengan Zhang En apa yang dilihatnya.
Pemuda berambut putih, Wu Yun, tercengang mendengar apa yang dia dengar, "Apakah kau yakin pemuda itu memasuki kediaman Master Sekte ....?!"
"Aku yakin Kakak Senior Wu Yun."
“Zhang En!” Ekspresi Wu Yun menjadi gelap saat dia menyebut nama itu.
Seorang murid baru yang dapat masuk dan meninggalkan kediaman Master Sekte sesuka hatinya, bahkan orang buta pun dapat membedakan identitas murid baru ini.
"Kakak senior Wu Yun, aku pikir kita harus melupakan tentang masalah ini." Murid itu dengan hati-hati berkata .
Sebuah cahaya berkedip di mata Wu Yun, dia melambaikan tangan pada bawahannya sambil berkata, "Baiklah, kau bisa pergi dari sini."
Murid itu mengangguk dengan hormat dan segera meninggalkan tempat itu.
Wu Yun tetap berdiri diluar pintunya dengan tangan di belakang punggung. Dia tidak akan membiarkan Zhang En begitu saja dan mencari cara bagaiman dia akan menanganinya kedepan.
Setelah kembali, Zhang En langsung berkultivasi dengan mengeluarkan pil roh pemberian Lin Ming. Dia berencana untuk memurnikan dan menyerap semua pil yang telah diberikan Lin Ming kepadanya, sebelum acara pemgangkatan murid baru resmi di akhir bulan ini.
__ADS_1