Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 227. Pertempuran Di Markas Gerbang Naga (5)


__ADS_3

“Zhao Shu, Zhang Fu!” Chen Tianqi berteriak kepada mereka berdua,, "Sekarang Zhang En sudah mati, aku adalah Penguasa Gerbang Naga yang sebenarnya, berlutut dan berikan hormat kalian kepada Penguasa ini!"


“Tidak, Kakak tidak akan mati! Kakak belum mati!" Pada titik ini, suara marah Xiao Tian bergema, wajahnya diliputi oleh kesedihan. Kemudian, Xiao Tian tiba-tiba melesat memukul Chen Tianqi.


Melihat Xiao Tian melesat ke arahnya, ​​Chen Tianqi mendorong tombak malaikat di tangannya, sinar energi cahaya yang terang ditembakkan ke udara dan mengenai Xiao Tian sampai bocah kecil itu terhuyung mundur kebelakang.


"Bocah kecil, jika kau ingin mati aku bisa memenuhi keinginanmu." Nada suara Chen Tianqi dipenuhi dengan amarah dan tombak malaikat di tangannya bersiap untuk menyerang Xiao Tian sekali lagi.


Tiba-tiba, cahaya tajam melintas di depan matanya, kecepatannya hampir terlalu cepat bagi Chen Tianqi untuk bisa bereaksi. Wajahnya memucat, karena tombak malaikat di tangannya tidak bisa membalas tepat waktu.


Perisai Malaikat! 


Gelombang kekuatan energi suci yang terang meledak dari tubuh Chen Tianqi, namun, sebelum perisai itu bisa terbentuk sepenuhnya, cahaya itu sudah tiba, mengiris tenggorokannya.


Tombaknya yang setengah terangkat terhenti di udara, tenggorokannya terasa dingin dan sedikit sakit. Tangan satunya terulur untuk menyentuh tenggorokannya, darah menyembur keeluar seperti pancuran air.


Sebuah cahaya berkedip dan siluet seseorang muncul di depannya.


“Zhang En!” Chen Tianqi menatap sosok di depannya. Zhang En sebenarnya tidak mati setelah menerima serangan Teknik Penghancur Dunia nya.


Di sekitar alun-alun, sorakan meriah dari setiap Pemimpin Domain Gerbang Naga tiba-tiba berhenti, semuanya menatap ke arah Zhang En, menyaksikan Tuan mereka telah digorok di bagian leher.


“Bagaimana? Apakah kau merasa sangat kecewa karena aku tidak mati?” Zhang En menatap dingin Chen Tianqi.


Zhang En harus mengakui bahwa Teknik Kehancuran Dunia Chen Tianqi sangat hebat. Jika dia benar-benar terkena oleh serangan tadi, sekuat apapun fisiknya, dia akan terluka parah bahkan kehilangan nyawanya, tetapi Zhang En memiliki Gunung Dewa Emas.


Harta karun nomor satu yang ada di Daftar Harta Karun Surgawi, Gunung Dewa Emas.


Pada saat paling kritis, Zhang En memasuki Gunung Dewa Emas dan meminjam kekuatan dari Formasi Sepuluh Buddha, dia menahan serangan Chen Tianqi.


"Mustahil!" Chen Tianqi meraung marah dengan gigi terkatup. Dia menolak untuk percaya bahwa Zhang En mampu bertahan hidup di bawah serangan mematikan-nya! Bahkan tidak terluka sedikitpun.

__ADS_1


Zhang En mencibir, dalam sekejap, tangannya sekali lagi menggenggam Pedang Naga dan menyerang Chen Tianqi.


Chen Tianqi merasa terkejut, tetapi dia berhasil bereaksi dengan cepat dengan tombak malaikat menusuk ke arah Zhang En.


Serangan Raja Malaikat!


Saat tombaknya terangkat, kekuatan suci meledak dari tubuhnya berubah menjadi malaikat yang memiliki dua belas sayap berputar di udara, menyebarkan energi Qi nya dan menahan serangan Zhang En.


Tubuh Zhang En bergetar hebat, Chen Tianqi yang masih terkejut dan sekelompok Pemimpin Domain yang tercengang melihat untaian energi naga sejati mengalir keluar dari tubuh Zhang En, berubah menjadi Naga ilahi.


Enam ekor naga ilahi berputar diatas langit disertai enam cahaya cemerlang memenuhi langit.


Malaikat yang terbentuk dari kekuatan energi suci Chen Tianqi segera dipatahkan oleh enam naga ilahi itu, dan aura kekuatannya menyebar.


Zhang En melesat dengan kecepatan kilat saat bilah Pedang Naga di tangannya menebas menggorok tenggorokan Chen Tianqi untuk kedua kalinya.


Sebelumnya, meskipun berhasil memotong tenggorokan Chen Tianqi, kekuatan penyembuhan secara bertahap menyebar ke sekitar tenggorokannya, menyembuhkan luka di tenggorokan lehernya.. Dengan demikian, Zhang En tidak akan membiarkan Chen Tianqi sembuh untuk kedua kalinya.


Kali ini, Zhang En berniat memenggal kepala Chen Tianqi. Tebasan pedangnya benar-benar memisahkan kepala Chen Tianqi dari tubuhnya dan terlempar tinggi ke udara.


Kepala dan tubuh Chen Tianqi jatuh ke tanah dari atas, kepalanya berguling ke arah kaki Pemimpin Domain Gerbang Naga.


"Penguasa Chen!" Mereka berseru dengan serempak.


Saat salah satu Pemimpin Domain itu ingin melangkah maju untuk mengambil kepala Chen Tianqi, Kumbang Mayat Beracun menyerangnya, hanya dalam waktu beberapa detik saja, tubuh pria itu sepenuhnya tenggelam dalam gerombolan Kumbang Mayat Beracun telah mengerogoti hingga ke tulang-tulangnya.


Setiap dari mereka menghirup udara dengan nafas tersedak sampai di tenggorokan mereka masing-masing.


Zhang En mendarat ke atas tanah, dia berjalan perlahan menuju kepala Chen Tianqi tergeletak.


Seorang Kultivator Pertapa Dewa dapat tetap hidup selama jiwa mereka masih utuh, dan meskipun kepala Chen Tianqi tel dipotong, dia tidak akan pernah bisamati, kepala dan tubuhnya perlahan bergerak satu sama lain, mencoba untuk bergabung lagi.

__ADS_1


Zhang En tidak mengatakan sepatah kata, Pedang Naga di tangannya terayun lagi, Energi api yang menyelimuti bilah pedangnya menembus langsung melalui alis Chen Tianqi. Jeritan keras terdengar saat kepala Chen Tianqi melambung ke atas karena benturan serangan pedang Zhang En. Sesaat kemudian, teriakan Chen Tianqi semakin lemah.


“Kau pasti sangat penasaran, kenapa aku tidak mati di bawah serangan Penghancur Dunia milikmu?” Zhang En menatap mata Chen Tianqi, aura kehidupannya pelan-pelan menghilang dengan cepat, Zhang En terkikik keras melihat kepala Chen Tianqi


Kedua mata Chen Tianqi menatap tajam ke wajah Zhang En. Sampai saat ini, dia tidak bisa mengerti bagaimana Zhang En dapat menahan serangan terkuatnya.


“Itu karena aku memiliki Gunung Dewa Emas!" Ucap Zhang En setengah berbisik.


Mata Chen Tianqi membelalak karena terkejut, kaget, dan keheranan, mengandalkan nafas terakhirnya yang semakin lemah, kata-kata Chen Tianqi keluar dengan terengah-engah, “Ka, kau memiliki Gunung Dewa Emas ?!” Sebelum mendapat jawaban dari Zhang En, kesadarannya menghilang selamanya didalam kegelapan.  


Melihat Chen Tianqi yang telah mati, Zhang En diam-diam menghembuskan napas merasa lega karena pada akhirnya, Chen Tianqi sudah mati ditangannya.


Chen Tianqi adalah rintangan terbesarnya dalam mengambil kendali penuh kepemimpinan Gerbang Naga. Begitu Chen Tianqi meninggal, menangani permasalahan lainnya akan jauh lebih mudah.


Ekspresi Zhang En tetap biasa saja sama seperti sebelumnya. Dia lalu menyimpan mayat Chen Tianqi di dalam Pagoda Gunung Dewa dengan melambaikan tangannya untuk di jadikan sebagai makanan Kumbang Mayat Beracun.


Kemudian, Zhang En datang ke samping Xiao Tian, ​​serangan dari Chen Tianqi sebelumnya telah sangat melukai si kecil.


"Kakak laki-laki!" Melihat Zhang En, Xiao Tian berteriak bahagia. Dia sangat senang karena pemuda yang sudah dianggap sebagai Kakaknya masih hidup, dia tidak ingin hidup di masa depan tanpa memakan Tyrant Boar dan daging panggang.


Zhang En hanya tersenyum, "Boacah, telanlah Rumput Ungu Sembilan Daun ini." Dia berkata sambil mengeluarkan Sembilan Daun Rumput Ungu dari Cincin Naga di jarinya.


“Wahhh.... Aroma yang sangat harum!” Mata Xiao Tian langsung menyala saat dia mengendus aroma harum dari ramuan ditangan Zhang En, dengan cepat dia mengulurkan tangan kecilnya dan memasukkan ramuan itu ke dalam mulutnya.


Zhang En tersenyum tak berdaya melihat tingkah laku Xiao Tian. Ramuan langka berumur puluhan ribu tahun ini dimakan begitu saja.


Setelah dia memberi ramuan untuk mengobati luka Xiao Tian, Zhang En lalu berbalik, melihat kelompok Pemimpin Domain Gerbang Naga yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2