Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 615 - Tiba Di Dunia Leluhur


__ADS_3

"Ayo, mari kita pergi.” Ucap Zhang En mengerti apa yang sedang dipikirkan Dong Fang.


Pada akhirnya, Dong Fang hanya bisa mengangguk. Dia dan Zhang En meninggalkan Dunia Harimau Suci menuju Dunia Leuhur dimana Klan Zhu berada.


Melangkah keluar dari portal Dunia Leluhur, Zhang En dan Dong Fang tidak berlama-lama dan langsung menuju ke pusat Dunia Leluhur, Kota Para Leluhur, tempat kediaman utama Klan Zhu berada.


...


Pada saat ini, di dalam aula besar Kediaman Klan Zhu, Patriark Keluarga Zhu, Zhu Lao, dan semua tetua lainnya berkumpul dengan wajah muram melihat mayat dingin di lantai yaitu Zhu Mou.


"Zhang En itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, dia sama sekali tidak menempatkan Klan Zhu kita di matanya!" Salah satu Tetua berkata dalam kemarahan.


"Patriark, masalah ini tidak bisa dibiarkan berakhir begitu saja.!" Tetua lainnya juga angkat bicara dengan marah, "Kita tidak bisa membiarkan Zhang En itu hanya karena dia adalah murid Master Kun yang legendaris dan Master Sekte Roh Api!"


"Itu benar, kita harus peergi ke Sekte Roh Api dan meminta Lin Ming menyerahkan Zhang En kepada kita!"


“Bunuh Zhang En itu, dan kuliti dia hidup-hidup!'


Beberapa Tetua lainnya juga memberi pernyataan.


Tepat ketika para Tetua itu sedang mengekspresikan kemarahan mereka, Patriark Klan Zhu yang belum berbicara sepatah kata pun tiba-tiba berbicara dengan nada berat, “Tentunya, kita tidak akan membiarkan masalah ini berakhir seperti ini, Klan Zhu kita tidak lunak seperti Klan Fu atau Klan Du! Tapi, Zhang En itu telah menanjak ke tempat tinggi dan terkenal karena kekuatannya. Bahkan jika kita mengabaikan keberadaan Lin Ming, masih ada Master Kun yang mendukungnya, membunuh Zhang En bukanlah tugas yang mudah.!"


Semua orang yang ada di aula besar itu terdiam.


"Patriark, menurutku, orang-orang di luar sana melebih-lebihkan tentangnya." Tetua yang pertama berkomentar di awal bersuara lagi, “Bahkan jika Zhang En itu benar-benar telah menerobos ke ranah Alam Dewa Surgawi, seberapa kuat dia? Aku tidak percaya bahwa Dewa Surgawi belaka memiliki kekuatan yang sebanding dengan Dewa Emas!”


"Aku setuju, Zhang En itu hanya berkultivasi selama lebih dari seratus tahun!" Tetua lainnya menimpali, "Sebesar apapun bakatnya, ada batas seberapa kuat dia!"


"Yu Cang dari Sekte Naga Langit itu sebelumnya hanya memiliki reputasi tinggi di luar sana, itu sebabnya dia dengan mudah dibunuh oleh Zhang En karena tidak memiliki kekuatan."


Setelah itu, semakin banyak Tetua yang mengutarakan pendapat mereka, meremehkan Zhang En.

__ADS_1


Tepat pada saat ini, seorang Tetua berlari ke aula besar itu, melaporkan dengan tergesa-gesa, "Melapor ke Patriark, Zhang En ada di sini!"


Dalam sekejap, semua keributan di dalam aula mereda, orang bisa mendengar pin jatuh dalam keheningan.


Para Tetua yang mengejek dan meremehkan Zhang En barusan memiliki berbagai ekspresi di wajah mereka, dari senyum beku hingga keheranan terbelalak seperti terkaget-kaget karena mimpi basah.


Dari awal Zhang En dan Dong Fang tidak menyembunyikan aura mereka saat tiba di Kota itu, jadi, saat mereka muncul, mereka dikenali oleh murid klan Zhu yang menjaga kota dan gerbang teleportasi antar dunia.


"Aku tidak menyangka Zhang En itu akan berani menunjukkan wajahnya!" Salah satu Tetua berkata setelah mendapatkan kembali ketenangannya. Dia mencibir dan menambahkan, "Mengirimkan dirinya sendiri kesini untuk mati. Kalau begitu, kita akan memenuhi keinginannya!"


Seorang Tetua berdiri, berkata, "Patriark, kita harus memanfaatkan kesempatan ini, kita benar-benar tidak bisa membiarkan Zhang En itu melarikan diri!"


Patriarki Zhu, Zhu Lao lalu dengan wajah serius memerintahkan, “Kalian semua ikuti aku keluar, tapi jangan bunuh dia dulu. Tangkap dia dan kita akan melihat apa yang dikatakan Lin Ming setelah itu.”


"Baik, Patriark!"


Zhu Lao tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, memimpin semua para tetua itu berbaris keluar dari aula besar ke lokasi Zhang En dan Dong Fang berada.


Meskipun kekuatan yang ditunjukkan Zhang En di Kota Roh Api sebelumnya telah mengejutkannya, Zhu Yi tidak berpikir bahwa Zhang En bisa menjadi lawan Patriark Zhu mereka, Zhu Lao yang ranah kultivasinya berada di Alam Dewa Emas Bintang Satu tahap menengah.


Di sisi lain, Zhang En dan Dong Fang akhirnya tiba di Kota Para Leluhur. Namun, ketika mereka berdua melewati gerbang kota, mereka menemukan bahwa setiap sudut kota memiliki murid Klan Zhu yang berjaga di sana.


Kemudian Zhang En dengan sikapnya yang terlihat santai saat dia dan Dong Fang menuju ke kediaman utama Klan Zhu berada


Tiba-tiba, Zhang En berhenti melangkah.


Dong Fang bingung saat Zhang En berhenti mendadak, tetapi segera mengerti ketika dia melihat Patriark Zhu Lao memimpin semua tetua klannya dengan kemegahan, terbang dari jauh. 


Melihat ini, wajah Dong Fang menegang dengan gugup. Sedangkan Zhang En, dia dengan tenang menunggu orang-orang ini.


Segera, Zhu Lao dan semua tetua yang berbaris di belakangnya tiba di depan mereka berdua.

__ADS_1


WUUSHHH!!!


Indera roh Zhang En menyebar, melihat bahwa para tetua dan murid klan Zhu telah mengepung mereka dalam beberapa lapis pengepungan.


"Zhang En, kau membunuh murid inti Klan Zhu kami, apakah kau datang untuk mengakui kejahatanmu dan menerima hukuman?" Salah satu tetua mencibir dan bertanya dengan dingin, "Namun, nyawa diganti dengan nyawa, bahkan jika kau memohon dan berlutut, hasilnya akan sama."


Mendengar perkataan tetua itu, Zhang En bingung sejebak. Dia kemudian dengan cepat menyadari bahwa murid inti yang di bicarakan tetua tersebut mengacu pada Zhu Mou. Zhang En menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, bertanya-tanya apakah tetua ini terlalu memikirkan kehebatan klan mereka.


"Apa yang kau tertawakan?" Ekspresi tetua itu tenggelam, memelototi Zhang En lagi.


Zhang En menjawab, "Aku tertawa karena kau terlalu bodoh."


"Apa?!" Tetua itu marah dan hendak menyerang Zhang En ketika Zhu Lao membentaknya, "CUKUP!"


Tetua itu membatalkan serangannya, tetapi masih memelototi Zhang En.


Zhu Lao perlahan berbalik menghadap Zhang En, berbicara, "Zhang En, kau membunuh murid inti Klan Zhu kami, Zhu Mou, bagaimana kau ingin menyelesaikan masalah ini?"


Zhang En dengan acuh tak acuh menjawab, "Aku datang ke sini untuk menemui Leluhur kalian, suruh dia keluar untuk berbicara denganku."


Semua Anggota Klan Zhu yang hadir di tempat tercengang. Terlebih lagi, mereka sangat marah dengan sikap tidak hormat Zhang En terhadap Leluhur mereka.


Ini seperti Zhang En mengatakan bahwa mereka semua di sini tidak memenuhi syarat untuk berbicara dengannya? Bahkan Patriark mereka tidak layak berbicara dengannya.


Ekspresi wajah Zhu Lao menjadi gelap, tatapannya dingin dan menakutkan.


"Sungguh lancang!" Tetua lainya juva berteriak. “Zhang En, jangan berpikir bahwa hanya karena kau telah membunuh Yu Cang itu, kau benar-benar tak terkalahkan! Asal kau tau, kultivator di bawah ranah Alam Emas, semuanya hanyalah semut belaka. Leluhur kami bukanlah seseorang yang dapat ditemui oleh orang rendahan sepertimu hanya karena kau mengatakannya. Bahkan di depan Patriark kami, kau hanya memenuhi syarat untuk menjadi pelayannya!”


"Patriark, biarkan aku memberi pelajaran pada bocah arogan ini!" Tetua lain meminta dan sudah dipicu oleh api amarah.


Zhu Lao melambaikan tangannya, menghentikan semua tetua klannya untuk melakukan gerakan apapun.

__ADS_1


Tatapan dinginnya tertuju pada Zhang En sebelum beralih kepada Dong Fang yang berdiri di samping. “Zhang En, alasan kau ingin menemui Leluhur kami, pasti untuk memintanya membatalkan pertunangan antara Klan Zhu kami dan Klan Huan, kan? Baiklah, aku akan membiarkan kau menemuinya jika kau dapat menahan satu serangan dariku!"


__ADS_2