
Keesokan harinya, saat matahari pagi menerangi kegelapan, hari baru pun tiba. Semuanya sama seperti biasanya, tetapi keadaan sekte naga merah, hari ini membawa sesuatu yang berbeda.
Di halaman rumah kecil Zhang En, Shu Fai yang tampak biasa saja datang kesitu dengan jubah merah seperti yang dipakai murid lainnya. Wajahnya terlihat tenang dan memasang senyuman. Di belakangnya ada sepuluh orang murid yang datang bersamanya.
Shu Fai memandang Zhang En sambil tersenyum. Kemudian dia meletakkan tangannya di belakang punggungnya dan dengan lembut berkata, “Saudara Zhang En, kudengar kau telah membuat keributan kemarin. Aku mendengar semuanya sehingga kemarin sangat heboh hingga larut malam."
Kehadian kemarin cukup heboh, dan sekarang kedua kelompok dari murid rakyat jelata dan bangsawan seperti air dan api. Sebelumnya, Shu Ao dan beberapa murid lainnya dipukuli, jadi tentu saja mereka tidak akan membiarkannya begitu saja. Walaupun Shu Ao adiknya mendapat luka yang cukup serius pada saat itu; Shu Fai berhasil menolong adiknya.
Kemarin, setelah Zhang En pergi, dia mendengar tentang apa yang telah dilakukan Zhang En. Dia tidak tau harus berbuat apa karena tidak mengetahui rencana Zhang En. Dia juga tidak menyangka Zhang En akan melakukan sesuatu setelah dia pergi.
Tidak semua orang berani melakukan tindakan seperti Zhang En apa lagi menghajar murid dari keluarga berpengaruh atau murid bangsawan lainnya. Siapa berani ketika menghadapi murid-murid sombong keluarga bangsawan dan memiliki latar belakang yang jauh berbeda dari mereka? apa lagi mencari masalah?.
Zhang En hanya tersenyum santai dan melambaikan tangannya. Dia merasa sedikit malu dan menggelengkan kepalanya dengan rendah hati. "Apa yang sedang kau bicarakan? Aku tidak tahan. Terlebih lagi, kalian dan aku tidak ada bedanya dan tinggal di bawah satu atap yang sama. Melihat tingkah mereka seperti itu membuatku marah juga. Apakah murid dari keluarga bangsawan itu hebat dan menindas kalian terus? Selama kita bekerja keras, bahkan jika kita mulai terlambat dan memiliki dasar yang lebih buruk, kita masih bisa mengalahkan mereka. Aku hanya takut beberapa orang akan menyalahkan diri sendiri. Apakah kita benar-benar lebih bodoh dari mereka?” ucap Zhang En.
Saat Zhang En berbicara, aura di sekitar seluruh tubuhnya berubah dan secara tidak sengaja memancarkan aura kepercayaan diri serta tatapan dan kata-katanya sangat kuat.
Para pemuda yang sedang berada dibelakang Shu Fai menjadi perhatian Zhang En. Shu Fai tersenyum dan menjelaskan, “Saudara Zhang, aku hampir lupa memperkenalkan mereka, mereka adalah saudara seperguruan yang selama ini selalu bersamaku dan berasal dari keluarga yang biasa saja. Kami semua berasal dari keluarga miskin dan selalu diintimidasi, jadi kami berkumpul bersama. Karena itulah pertarungan antar kelompok sering terjadi."
Mendengar perkataan Shu Fai, Zhang En tersenyum ke arah mereka semua dan Zhang En memiliki sikap ramah terhadap siapapun itu yang baik terhadapnya.
__ADS_1
“Sekarang kita telah bertemu satu sama lain dan sudah menjadi saudara seperguruan. Kalian dapat bertemu denganku disini kalau kalian ada waktu".
Kesepuluh pemuda di belakang Shu Fai melangkah maju menyapa Zhang En satu per satu. Zhang En menanggapi dengan senyuman tanpa sedikitpun ekspresi arogansi.
Setelah mengetahui kedatangan Shu Fai setelah mereka berbicara, “Aku tahu mengapa kalian semua datang kesini, jadi jangan khawatir. Aku juga terlahir miskin, dan kalian semua seperti saudara bagiku. Kalau kalian ada rencana, aku bisa bergabung dengan kalian."
Setelah mendengar kata-kata langsung Zhang En, hari mereka semua tergerak. Meskipun tidak ada yang terdengar hebat dengan kata-kata Zhang En, kerendahan dan sikap ramahnya meyakinkan semua mereka.
"Kami sangat senang dengan Kakak Senior Zhang en sepikiran dengan kami, kami juga tidak akan pernah diganggu lagi karena kakak adalah Tuan muda penerus ketua sekte yang ada dipihak kami murid dari keluarga rakyat jelata! " salah seorang pria kekar bernama Hu Zhao mengertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya saat dia mengutuk murid dari kelompok keluarga bangsawan.
"Aku pikir masih terlalu cepat untuk kalian membanggakandiri.” tiba-tiba terdengar dari pintu masuk halaman.
Alis Zhang En dan Shu Fai langsung berkerut dan mereka menyipitkan mata ke arah pintu. Mereka melihat Zin Mo sedang berdiri dengan anggun di ambang pintu dengan kipas giok di tangannya. Dia memandang Zhang En dan Shu Fai bersama teman-temannya sambil tersenyum.
Melihat Zin Mo datang menghampiri mereka, Kesepuluh pemuda yang datang bersama Shu Fai semuanya memelototinya tidak senang. Mereka diam-diam membentuk posisi bulat mengelilingi Zin Mo. Sepertinya mereka siap menyerang Zin Mo jika diberi tanda oleh Shu Fai.
Selam ini, Zin Mo salah satu murid elit yang paling berbahaya, cepat, dan paling ganas. Zin Mo mencibir ketika dia melihat mereka semua, tetapi dia tidak bergerak. Kemudian dia melihat Zhang En dan Shu Fai.
Tatapan bola mata Zin Mo bolak-balik melihat mereka satu persatu. Hanya ketika dia melihat Zhang En, Zin Mo merasa ada sesuatu yang beda kapada pemuda itu.
__ADS_1
Namun, Zin Mo telah diasuh oleh keluarganya sejak dia masih kecil, jadi dia tidak akan mengacaukan situasi apa lagi melakukan tindakan yang tidak sesuai karena emosi. Bahkan sekarang, dia menjadi sedikit lebih dingin.
“Zhang En, apakah kamu mampu jika berhadapan denganku atau kelompok kami?” Dia tidak mengatakan kata-kata kasar, dia hanya mengangkat alisnya. Namun, senyuman di wajahnya, bersama dengan kata-kata ringan itu, lebih menyebalkan daripada provokasi apapun.
Hu Zhao sangat marah, dan ketika dia melihat Zin Mo mengejek Zhang En, wajahnya memerah. “Apakah dia mampu? Cobalah pada ibumu dan kamu akan tahu apakah dia mampu." balas Hu Zhao tidak senang.
“Percaya atau tidak, Aku bisa menangani kalian semua sendirian." Mendengar perkataan Hu Zhao, Zin Mo tidak menjadi marah, tetapi mencibir dengan jijik.
Zhang En hanya tersenyum mendengar perkataan Zin Mo. Semua orang di halaman tampaknya menunggu untuk melihat tanggapan Zhang En dan bagaimana dia akan menangani kedatangan Zin Mo.
Melihat Zhang En tidak bereaksi beberapa saat, kesepuluh pemuda itu sedikit merasa kecewa. Mereka berpikir bahwa Zhan En takut pada Zin Mo. Namun, hanya beberapa saat mereka menghela nafas karena kecewa, kata-kata Zhang En selanjutnya segera membuat darah mereka mendidih, dan mata mereka dipenuhi dengan gairah yang membara!
"Kau terlihat sangat percaya diri dan menyombongkan diri." Setelah Zhang En selesai berbicara, dia tidak lupa untuk merapikan rambut di dahinya beberapa kali sambil tersenyum dan tatapannya yang tajam menatap Zin Mo. Zhang En sama sekali tidak takut dan masih bisa balas menatap Zin Mo.
"Zhang En, aku tahu kau memiliki kekuatan, dan kau pikir dapat mengandalkan ketua sekte itu untuk melindungimu dan bebas melakukan apa pun yang kau inginkan, tetapi ku pikir kau salah. Aku harap kau tidak akan menyesalinya. "
Zhang Enmenutup matanya, dan ketika dia membukanya, dia mengulangi kata-kata yang sama seperti tadi. “Jangan terlalu sombong.”
Zhang En sedikit tertegun saat melihat Shu Fai siap bergerak. Dia berpikir sebentar dan mengerti. Dia akan memberi pelajaran kepada Zin Mo yang angkuh dan sombong. Zin Mo langsung waspada, mencoba siap dan mencegah siapa pun yang melancarkan serangan diam-diam padanya.
__ADS_1
Sebentar lagi pertempuran mereka tidak dapat terelakkan. Awalnya Zin Mo berpikir bahwa jika dia datang ke sini sendiri, dia tidak akan membuat kesalahan dan akan membuat Zhang En tunduk dan takut kepadanya. Tetapi saat ini situasinya berbeda dengan apa yang dia rencanakan.
Jangan lupa like dan vote jika berkenan. Terimakasih!