
Firma Penilai Puncak Kuno dan Toko Aowu selalu menjalin kerjasama bisnis yang baik selama ini. Dalam seratus tahun, hanya karena bantuan dari Firma Penilai Puncak Kuno, Toko Aowu mendapat keuntungan besar, bahkan dapat mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya yang luar biasa.
Luo Yun mengangguk padanya sebelum beralih melihat kelompok Zhang En. Tetapi ketika dia memperhatikan ada dua boneka raksasa di antara kelompok itu, dia mengungkapkan ekspresi wajah yang terlihat gelap.
Dalam rentang waktu yang sangat singkat, tiba-tiba suara angin kencang terus bersiul dan terdengar saat barisan Tetua Toko Aowu tiba satu demi satu di aula itu.
Melihat kedatangan mereka, hal ini membuat kekhawatiran Yang Ying dan Gu Feng rasakan sejak tadi benar-benar hilang.
Yang Ying berkata kepada Luo Yun, "Tuan Luo Yun, barusan orang biasa rendahan ini menghina aku dengan kata-kata kasar, bantu aku untuk memotong lidahnya sebagai hukuman!" Mata indah itu bersinar dengan amarah saat jarinya menunjuk ke arah Zhang En.
Saat ini, Luo Yun dan semua perhatian Tetua Toko Aowu terfokus pada Zhang En. Namun, seolah-olah dengan hanya memotong lidah Zhang En tidak cukup untuk melampiaskan kemarahan Yang Ying, dia menambahkan kalimat lain dengan suara tajam, "Kalau begitu, butakan juga kedua matanya!"
Meski begitu, Luo Yun tampak seolah-olah tidak mendengar kata-kata Yang Ying, ekspresi kemarahan tetap terlihat jelas di wajahnya.
"Tuan Luo Yun!" Menyadari bahwa kata-katanya sepertinya tidak didengar, Yang Ying membesarkan nada suaranya sedikit.
Kali ini, Luo Yun ditarik keluar dari apa yang sedang ada dalam pikirannya.
Namun, Luo Yun tidak segera melakukan tindakan atas permintaan Yang Ying. Menenangkan pikirannya, dia berkata kepada Yang Ying, “Nona, Aku telah mengirim orang untuk memberi tahu tentang apa yang terjadi di tempat ini di Istana. Mereka akan segera tiba, mari kita tunggu saja keputusan pihak Istana untuk memutuskan langkah selanjutnya berkaitan dengan masalah ini."
Yang Ying tertegun sejenak, setengah berpikir bahwa telinganya pasti salah dengar. Sebagai Kepala Pejabat Istana Pemimpin Kota Selatan, selama ini Luo Yun selalu bertindak tegas dan kejam. Di masa lalu, jika sesuatu yang mirip dengan kejadian hari ini terjadi, Luo Yun pasti sudah langsung bergerak sekarang, memusnahkan lawannya hingga mati. Tapi kali ini, Luo Yun tidak berani melakukan tindakan apapun.
Tapi, sebelum Yang berbicara lagi, suara Zhang En terdengar, "Bunuh mereka!"
Dua boneka raksasa di belakang Zhang En langsung bergerak. Luo Yun saat ini sudah terpojok melawan satu boneka raksasa , sementara boneka raksasa yang satunya lagi berhadapan dengan seluruh kelompok Tetua dari Toko Aowu.
Luo Yun sangat terkejut, kecepatan boneka raksasa itu jauh lebih cepat dari kecepatan reaksinya. Boneka raksasa itu dengan cepat mengangkat telapak tangannya, menghantam dada Luo Yun.
Langkah Roh Kera!
Pada saat-saat terakhir, pikiran Luo Yun tersentak kaget. Dengan langkah roh kera , tuubuhnya berputar menjauh dengan gesit seperti kera, mengerahkan semua usahanya untuk menghindari serangan boneka itu. Pada saat yang bersamaan, telapak tangan Luo Yun mengarah ke tubuh boneka raksasa itu.
Telapak Raja Iblis Mengguncang Langit!
__ADS_1
Serangan telapak tangan itu merobek udara, memancarkan aura iblis yang menderu-deru.
Namun, saat Luo Yun mengeksekusi gerakkan awal dari Langkah Kera, aura kekuatan yang menakutkan melonjak ke arahnya saat telapak tangan boneka raksasa itu menghantam dadanya. Bersamaan dengan itu, telapak tangan Luo Yun mendarat di tubuh boneka raksasa itu.
DUUAAARRRR!
Dua ledakan bergema terdengar di udara, diikuti dengan teriakan tragis. Semua orang yang ada di dalam aula, saat ini melihat Kepala Pejabat Pelayan Istana Pemimpin Kota yang perkasa Luo Yun jatuh dari udara, mirip seperti layang-layang yang rusak, sedangkan tubuh boneka raksasa itu hanya sedikit goyah dan mundur dua langkah.
Yang Ying, Gu Feng, dan yang lainnya yang berada di sekitarnya menyaksikan tubuh Luo Yun terbang melewati mereka hingga menabrak sisi dinding sudut aula. Seluruh bagian dalam dada Luo Yun terlihat hancur dengan cara yang mengerikan saat darah muncrat dari mulutnya tak terkendali.
Jeritan lain kembali bergema di aula saat sosok manusia lain juga dikirim terbang. Dari jubahnya, terlihat jelas bahwa orang itu adalah salah satu Tetua Toko Aowu. Tetua itu adalah salah satu Tetua Toko Auwu terkuat di antara semua Tetua yang datang dari Toko Aowu.
Di depan mata wanita yang bernama Yang Ying, Gu Feng, dan mata semua orang, Tetua Toko Aowu yang tadinya tiba-tiba melancarkan serangan diam-diam dengan cepat ditangani oleh kedua boneka raksasa dalam waktu satu nafas.
Sekali lagi, aula yang luas itu menjadi hening yang dipenuhi hawa kematian.
Suara serak memecah keheningan mereka semua ketika suara dari Luo Yun terdengar saat dia berjuang untuk berdiri, matanya menatap lekat-lekat pada kedua boneka raksasa dengan ketakutan yang tak bisa ditutupi lagi.
“Ranah Pertapa Dewa Tingkat Menengah?!” Nada suaranya terdengar gemetar saat dia merasakan pukulan yang dia terima dari boneka raksasa itu berisi kekuatan seorang ahli ranah Pertapa Dewa.
"Ranah Pertapa Dewa tingkat menengah..? Yang Ying, Gu Feng, dan yang lainnya merasakan pikiran mereka berdengung saat menatap kedua boneka raksasa itu, terkejut.
Zhang En berdiri sejak tadi, mendekati Luo Yun. Ketika dia lewat di depan Yang Ying dan Gu Feng, keduanya langsung menegang ketakutan, bahkan tidak ada sehelai rambutpun dari tubuh mereka yang berani bergerak.
"Kau ini sebenarnya siapa?" Melihat Zhang En mendatanginya, Luo Yun terhuyung mundur kebelakang.
“Siapa aku? Hal itu tidak penting untuk sekarang.” Zhang En menggelengkan kepalanya. Di akhir kalimatnya, dia mengangkat satu jarinya.
Seni Naga, Jari Jiwa Mutlak!
Jari Jiwa Mutlak yang diselimuti dengan energi api sejati melesat melubangi kepala dan membakar lubang di tengah alis Luo Yun.
Mata Luo Yun terbelalak kaget seolah dia tidak pernah membayangkan Zhang En akan membunuhnya.
__ADS_1
Tubuh Luo Yun jatuh dan terbaring di lantai dengan mata yang masih terbuka.
Dengan satu lambaian tangan, Zhang En menyimpan tubuh Luo Yun ke dalam Pagoda Gunung Dewa Emas. Mengetahui bahwa Kumbang Mayat Beracun dapat berevolusi, dia berencana untuk menggunakan mayat Luo Yun ini untuk dimakan oleh kumbang-kumbang miliknya.
Zhang En lalu mengalihkan perhatiannya melihat Yang Ying dan Gu Feng.
“Tidak, jangan bunuh aku!” Wajah halus Yang Ying menjadi pucat, dengan cepat menggelengkan kepalanya saat dia memohon ketakutan kepada Zhang En.
Zhang En hanya diam saja dan mengalihkan pandangan matanya kepada Gu Feng dengan menunjuknya dengan satu jari, sama seperti serangannya sebelumnya, Jari Jiwa Mutlak langsung menembus kepala Gu Feng. Darah berceceran mengenai seluruh wajah Yang Ying. Saat dia menyaksikan tubuh Gu Feng jatuh ke arahnya, jeritan suara khasnya terdengar nyaring.
"Ahh... Ahhh... Akhhh!"
"Mari kita pergi dari sini." Zhang En berkata kepada Zhao Shu, Zhang Fu, dan Xiao Tian.
Meskipun mereka merasa sedikit ragu, tidak ada diantara mereka yang mengatakan sepatah katapun kepada Zhang En dan hanya mengikutinya dari belakang.
Dalam sekejap mata, kelompok Zhang En menghilang dari pandangan semua orang yang ada di aula Firma Penilai Puncak Kuno.
Tidak lama setelah mereka pergi, dinding ruang di aula Firma Penilai Puncak Kuno bergetar dengan keras saat beberapa siluet muncul dari kehampaan.
Yang baru saja datang ini adalah Yang Liang, dan di belakangnya, Tetua Yang Qing dari Gedung Phoenix Putih.
“Ying'er!” Hal pertama yang dilihat Yang Liang adalah wajah berlumuran darah Yang Ying yang membuatnya merasa khawatir. Dia melesat dengan cepat dan mencapai sisi Yang Ying dalam sekejap.
Sedangkan Yang Qing dan beberapa orang lainnya menyebarkan kesadaran spiritual mereka pada setiap inci ruang aula di sekitar mereka.
Sedangakan kelompok Zhang En telah meninggalkan Kota Kemakmuran Selatan. Beberapa jam setelah itu, mereka muncul di atas sebuah bukit kecil.
-
-
-
__ADS_1
Malam ini cuma bisa up satu chapter saja karena lagi tidak enak badan.. Author beberapa hari ini bisa di hitung sudah berapa kali crazzy up sampai 6 chapter, tapi, sepertinya yang memberikan Like dan Vote nya masih sedikit. Tapi tidak apa-apa, Author hanya bisa mengucapkan Terima kasih kepada kalian semua yang selalu support, like, vote dan selalu setia memberikan komentar di kolom komentar.
Jangan lupa Like dan Vote!