
Salah satu dari ketiganya menyeringai ganas tanpa peduli, berkata, "Aku yakin kau telah mengumpulkan cukup banyak poin."
Ketiganya bergerak diam-diam dan salah satu dari mereka diam-diam mengeluarkan artefak kuno untuk mengunci dan menutupi area itu agar tidak terdeteksi.
Zhang En tidak melewatkan gerakan licik orang ini, namun dia tidak bergerak sedikitpun dan tenang seperti biasanya dan tidak menghentikan murid itu karena dia ingin melihat mereka bertiga merasakan teror sesungguhnya setelah ini.
Zhang En malah tertawa dan menjawab, “Tidak banyak, hanya beberapa ratusan ribu poin saja.”
"Wah. Ratusan ribu poin!" Mendengar ini, mata mereka bertiga berbinar cerah.
"Hati-hati, jangan menahan diri, selesaikan dia dengan cepat." Le Wang memperingatkan teman-temannya menggunakan transmisi suara.
Sikap tenang Zhang En memberinya rasa tidak nyaman yang kuat.
“Jangan khawatir, Kakak Senior. Dengan kita bertiga bekerjasama sampai habis-habisan, kita akan bisa menghabisinya.” Salah satu dari mereka dengan percaya diri berkata.
Wushhhh!!!
Slebbb!!
Tepat ketika murid itu berhenti berbicara, pecahan pedang cahaya yang terbentuk dari kekuatan jiwa pedang Zhang En telah menembus ruang. Sebelum murid itu bisa bereaksi, bila pedang jiwa itu telah menebasnya, mulai dari atas kepala.
Lalu garis tipis vertikal dengan muncratan darah muncul dari bagian atas kepala murid itu menuju tubuh bagian bawahnya. Sedetik kemudian, jus darah menyembur ke udara.
Bukk..
Tubuh murid itu terbelah dua hanya dalam satu nafas.
Lalu Zhang En melemparkan partikel kekuatan api miliknya dan langsung membakar jiwa pria malang itu.
Swoosshhh!!!
Garis cahaya juga terbang keluar dari tubuh pria itu ke dalam token giok Zhang En saat berkilauan saat poinnya melonjak.
__ADS_1
"S-sialan.!" Dua murid lainnya tersadar, tetapi mereka dipenuhi rasa takut dan teror.
Hanya satu kata yang memenuhi pikiran dua murid yang tersisa, yaitu " LARI"
Namun saat pikiran ini muncul, dua bilah pedang jiwa sudah terbang melesat ke arah mereka dan tubuh mereka ditusuk dengan kejam.
Serangan jiwa pedang Zhang En tidak hanya mampu menyebabkan kerusakan fisik, mereka juga mengandung serangan jiwa.
Namun, kedua orang ini memiliki jiwa yang unik. Meskipun sudah mendapat kerusakan dari serangan jiwa Zhang En, jiwa mereka berhasil bertahan.
"Masih bisa bertahan ya??" Gumam Zhang En.
Duaarrrr!
Zhang En meningkatkan serangannya dan menghapus dua jiwa yang melayang di depannya. Hasil akhirnya mereka bertiga binasa di tangan Zhang En.
Zhang En lalu mengambil semua yang ada di tubuh korbannya. Dia lalu memasukkan semuanya ke dalam cincin spasialnya. Kemudian, dengan ujung jarinya, sebuah manik jatuh ke telapak tangannya saat ruang di sekitarnya kembali normal.
Ini adalah artefak kuno yang digunakan oleh salah satu dari ketiganya untuk mengunci ruang di sekitarnya. Zhang En lalu menyimpannya juga sebagai kenang-kenangan, setidaknya bisa dia gunakan saat dibutuhkan.
Pada akhirnya, namanya berhenti tepat di peringkat 2999.
Tanpa berpikir panjang, Zhang En terbang menuju gerbang kota.
Pada pandangan pertama, bagian dalam kota adalah hamparan kehancuran di sekelilingnya, jalan-jalannya yang luas dan luas tidak memiliki apa-apa selain reruntuhan. Meskipun siang hari, awan gelap dan kilat yang melayang di atasnya memberikan bayangan kegelapan di atas kota, selamanya menjebak tempat ini dalam cahaya gelap.
Zhang En berjalan di jalan yang kosong, memperhatikan bahwa ke mana pun dia melihat ke dalam kota, ada garis-garis halus energi yang mengalir. Meskipun kekuatan destruktif dari garis-garis halus ini kecil, qi nya terkuras habis lima kali lebih cepat saat berada di dalam kota.
Meskipun untaian energi gelap itu hampir tidak dapat membahayakan fisik Zhang En, dia masih mengambil tindakan pencegahan dengan berjaga-jaga, jika terjadi situasi yang tidak terduga.
Boommmm!!!
Saat dia berjalan di jalan, instingnya meneriakkan bahaya dan dia dengan cepat menghindar ke samping. Sama seperti Zhang En menghindar, bola hitam besar mendarat di tempat dia berdiri sebelumnya.
__ADS_1
Sebuah lubang raksasa muncul di tengah jalan, kedalamannya seperti jurang maut.
Bahkan Zhang En terkejut dengan ini, dengan cepat melihat awan gelap di atas.
"Eh..! Sebenarnya ada binatang iblis yang bersembunyi di dalam awan gelap itu! "
Awan gelap itu bisa menghalangi penyelidikan inderanZhang En, jika binatang iblis ini tidak menyerang Zhang En barusan, dia tidak akan tahu sebenarnya ada binatang iblis yang bersembunyi di dalamnya.
Sebuah cahaya tajam bersinar di mata Zhang En saat dia menarik pedangnya dan aura energi naik seperti banjir naga yang dahsyat. Dengan suara rendah, dia melesat ke langit, pedang di tangannya mendorong ke tengah awan gelap itu.
Swwoshhh!
Zhang En juga membentuk bayangan pedang jiwanya untuk menyerang dan melesat.
Pada saat yang sama, seranganya menusuk binatang iblis di dalam awan gelap itu.
Grooarrhhh!!
Ratapan menyakitkan bergema di udara saat beberapa semburan darah mengalir di udara.
Duarrr!!!
Seekor binatang iblis memiliki panjang tiga puluh meter yang menyerupai burung hantu bertubuh hitam legam jatuh ke tanah dengan sepasang sayap di punggungnya yang berkedip-kedip dengan energi petir hitam.
Burung hantu itu mengeluarkan raungan marah di sertai dengan energi raungan yang bisa melumpuhkan jiwa.
Namun, serangan jiwa itu bahkan tidak berpengaruh pada Zhang En.
Di sisi berlawanan, Zhang En malah menerjang, qi naga dewa yang dia salurkan ke dalam pedangnya membentuk pusaran topan berbentuk naga yang melolong dahsyat menuju ke arah target.
Wusshhh!!!
Grooaarrhhhhhh!!!
__ADS_1
Sebuah pusaran angin keras berputar, sembari lolongan naga mirip dengan teriakan amarah naga menggelegar dan mengguncang tempat itu.