
Dengan setiap gelombang cakar yang terus memborbardirnya dan penghalang elemen tanahnya tepah hancur, Zhu Lao mundur kebelakang, dan dengan setiap langkah mundur, cahaya jejak telapak tangannya yang ingin membalas serangan cakar, menjadi sedikit redup.
Pada saat dia telah dibuat mundur lebih dari seratus langkah ke belakang, dia tidak bisa lagi bertahan melawan serangan yang masih menabraknya. Dalam sekejap mata, sosok Zhu Lao ditenggelamkan di lautan cakar naga dan dikirim terbang ke udara pada saat berikutnya, menabrak bangunan yang telah roboh.
DUARRRR!!!!
RUMBLEE!!!
Getaran hebat seperti gempa bumi mengguncang kawasan itu
Para tetua dan murid Klan Zhu menyaksikan dengan bingung ketika Patriark mereka telah dibuat mundur dan terpental tertutup puing-puing bangunan yang telah roboh.
Sudah dipastikan, Zhu Lao terluka parah akibat terkena serangan Zhang En.
Sedangkan di tempat lain, Dong Fang yang menyaksikan ini tercengang, Patriark klan Zhu, Zhu Lao, seorang Dewa Emas Bintang Satu tahap menengah sejati, benar-benar kalah! Kalah dengan satu serangan telapak tangan dari adik juniornya, yang selama ini mereka sangka masih kultivator Dewa Surgawi biasa.
Dong Fang sudah bisa membayangkan gelombang besar pertempuran ini akan membuat buming dan heboh si seluruh Alam Dewa, terutama di seluruh dunia yang ada di Galaksi Bintang mereka!
Zhang En mengabaikan ekspresi anggota semua Klan Zhu di sekitarnya, kekuatan isap dari telapak tangannya melilit tiga puluh ribu batu roh yang masih menggunung di dideoannya dan memindahkannya kembali ke dalam cincin spasialnya.
Pada saat yang sama, kontak darah pernikahan Klan Zhu dan Klan Huan juga jatuh ke tangannya.
__ADS_1
"Kakak Dong, ambil ini!" Zhang En menoleh untuk melihat Dong Fang, melemparkan kontrak darah itu ke arahnya.
Dong Fang tersentak sadar, dengan perasaan canggung saat ia bergegas untuk menangkap kontrak darah itu. Melihat kontrak darah di tangannya, tangan Dong Fang mencengkeram dengan erat dan kegembiraan berkedip di matanya.
"Mari kita pergi dari sini. Aku juga sudah selesai berlatih menggerakkan otot-ototku." Zhang En kemudian menambahkan, dia tidak peduli dengan semua anggota Klan Zhu yang ada di sekitarnya, karena dia tidak peduli dengan semut-semut belaka dan juga, tidak ingin mengubah suasana hati Dong Fang yang sedang bahagia saat ini.
Menghargai perasaan orang terdekatnya adalah sesuatu yang utama, terlebih lagi perasaan semua anggota klannya. Lagi pula, belum saatnya dia melakukan pembantaian besar-besaran sebelum pertempuran dewa selesai. Ini juga karena dia masih memikirkan Tuan Agung yang misterius itu dan memilih fokus untuk meningkatkan kekuatannya.
SWOOSSSH!!
Zhang En melompat ke udara dan melesat pergi, menghilang di atas cakrawala. Dong Fang juga dengan cepat mengikuti dari belakang.
Saat mereka berdua telah pergi, tidak ada seorang pun dari klan Zhu yang berani menghalangi jalan mereka. Mereka hanya bisa melihat kedua sosok itu menjauh, semakin mengecil di udara, akhirnya menghilang.
Setelah portal antar Dunia Leluhur, semua ketegangan pertempuran tadi telah meninggalkan tubuh Dong Fang. Dia menatap Zhang En dengan penuh terima kasih.
Zhang En melambaikan tangannya, tersenyum ketika dia berkata, "Ini hanya masalah kecil, Kakak dapat berterima kasih kepadaku ketika kau dan Kakak Huan menikah."
"Masalah kecil?" Dong Fang bertanya dalam hati dan tersenyum pahit diam-diam, mungkin hanya adik juniornyalah yang bisa mengklaim kunjungan mereka ke kediaman Klan Zhu sebagai masalah kecil dan melatih otot-otonya.
Ini karena berapa banyak orang di seluruh dunia yang bisa mengalahkan seorang Dewa Emas sejati tahap menengah hanya dengan satu serangan saat masih di ranah Alam Dewa Surgawi. Ini bukan lagi sekedar berlatih.
__ADS_1
Memikirkan hal ini, Dong Fang memiliki ekspresi aneh di wajahnya saat dia melihat Zhang En.
Zhang En secara alami tidak tahu pikiran apa yang mengalir di benak Dong Fang. Memikirkan kembali, dia merasa aneh ketika dia mengalahkan Zhu Lao dan tertutupi oleh puing-puing bagunan, dan bahkan setelah terluka, Leluhur Klan Zhu masih tidak muncul dihadapannya.
Lagian, Zhang En tidak khawatir akan kekuatan Leluhur Klan Zhu akan mencarinya nanti untuk membuat masalah. Bahkan jika Leluhur Klan Zhu itu benar-benar menerobos ke ranah Alam Dewa Emas Bintang Dua, dengan kekuatannya saat ini, Zhang En masih tidak takut.
Beberapa jam kemudian, mereka berdua tiba kembali di Benua Awan Laut, lalu memasuki Kota Roh Api. Dari Kota Roh Api, mereka menggunakan portal untuk di kirim ke Dunia Harimau Suci, Dunia tempat Sekte Roh Api berada.
Zhang En kemudian tinggal selama beberapa hari di puncak kediaman Dong Fang sebelum kembali ke Alam Bawah, Dunia tempat asalnya berada.
Sementara Zhang En melakukan perjalanan kembali ke Alam Bawah, berita tentang dia mengalahkan Zhu Lao dalam satu serangan menyebar ke seluruh dunia, seperti badai.
Segera, seluruh dunia yang ada di Galaksi Bintang tahu tentang kejadian itu.
Banyak klan yang berada di dunia berbeda-beda yang terheran-heran. Baik itu Klan terkemuka, Sekte besar dan kecil, mereka semua terdiam membisu.
...
"Apa?! Zhang En mengalahkan Patriark Klan Zhu dengan satu serangan!?"
"Mustahil! Zhu Lao adalah Dewa Emas Bintang Satu tahap menengah, benar-benar mustahil!”
__ADS_1
"Mustahil? Ini langsung dikatakan dan dikonfirmasi dari mulut beberapa Tetua dan murid Klan Zhu!”
“Bakat Zhang En itu sangat menantang! Dia hanya berkultivasi selama lebih dari beberapa dekade, tapi kudengar dia sudah mencapai ranah Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir. Yang lebih tak terduga lagi adalah kenyataan bahwa Zhu Lao sebenarnya gagal menahan satu serangan darinya dan kalah telak serta terluka parah! Bukankah ini berarti kekuatannya saat ini setara dengan seorang Dewa Emas Bintang Dua tahap awal?!”