Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 89. Bertarung (1)


__ADS_3

Namun, tepat saat Cui Ming hendak menyerang Zhang En, Jiang Tianhua mengulurkan tangannya untuk menghalangi Cui Ming. Sejak dari awal, mata Jiang Tianhua tidak pernah meninggalkan Zhang En. Dengan cibiran yang merendahkan serta nada yang terlihat mengejek, dia bertanya kepada Zhang En, "Apakah maksudmu dengan mengandalkan kekuatan Sekte penyihir Langit, kau dapat memusnahkan Sekte Sembilan Iblis?"


Zhang En mengabaikan pertanyaannya dan memberi jawaban dengan acuh tak acuh, "Mungkin sekarang kekuatan mereka tidak cukup, tapi setelah aku mengambil alih Sekte Penjilat Darah, maka aku bisa melakukannya dibawah kendaliku."


Jawaban Zhang En membuat mereka terkejut sehingga menyebabkan Jiang Tianhua dan Cui Ming menjadi diam sejenak. Detik berikutnya, Qi pertempuran yang kuat meledak, mengubah udara seluruh aula besar menjadi mencekam.


“Apa kau yakin apa yang kau katakan bukanlah lelucon?” Jiang Tianhua memelototi Zhang En dengan tajam, niat membunuh melintas di matanya.


Zhang En menjawab dengan santai "Apakah menurutmu perkataanku adalah lelucon?"


Dalam situasi yang menegangkan, teriakan yang terdengar membuat udara dan aura kuat lainnya menargetkan Jiang Tianhua dari belakang. Wajah Jiang Tianhua sekali lagi terkejut tanpa ada waktu untuk berpikir, dia melompat ke udara saat telapak tangannya sudah siap melancarkan serangan ke arah penyerang yang melancarkan serangan tersembunyi mengarah padanya.


BOOMMMM!


Ledakan keras mengguncang seluruh aula yang luas itu.


Mendarat di salah satu sudut ruangan aula besar, Jiang Tianhua berbalik dan melihat di antara kelompok Tetua Sekte Penjilat Darah yang datang bersamanya bahwa lima dari mereka terbaring di lantai, sedangkan yang menyerang mereka adalah Tetua Penjilat Darah Darah lainnya.


"Kalian semua!" Jiang Tianhua dan Cui Ming terkejut dan marah.


Setelah itu, Tetua Sekte mereka datang ke hadapan Zhang En, berlutut untuk memberi hormat, "Menghadap Tuan Muda!"


Rahang Jiang Tianhua dan Cui Ming turun kebawah ketika mereka mendengar itu, ekspresi wajah mereka berubah menjadi lebih buruk.


“Kalian semua, berdirilah.” Zhang En melihat kelompok Tetua Sekte Penjilat Darah yang berlutut di hadapannya dan berkata.


“Kami berterima kasih kepada Tuan Muda!” Mereka kemudian berdiri dan mundur ke samping Zhang En.


Di antara enam belas Tetua Sekte Penjilat Darah yang Jiang Tianhua bawa bersamanya ke Sekte Penyihir Langit, sebelas dari mereka ternyata telah berpihak kepada Zhang En. Ketika sebelas orang ini meluncurkan serangan dari belakang, selain Cui Ming dan Jiang Tianhua, lima Tetua yang tersisa semuanya terluka.


“Kalian sekelompok pengkhianat!” Cui Ming meraung marah! Siluetnya menghilang dalam sekejap, menargetkan Tetua Sekte Penjilat Darah yang sedang berdiri di sebelah Zhang En. Saat Cui Ming membanting telapak tangannya ke bawah, tangan yang membentuk cakar menghampiri para Tetua itu

__ADS_1


Tetapi, sebelum serangan Cui Ming mencapai targetnya, Zhang En terbang dari kursinya sambil mengeluarkan satu serangan telapak tangan yang menghasilkan sepuluh ribu bayangan telapak Buddha saat cahaya Buddha menerangi seluruh aula.


Telapak Buddha Kebenaran-!


Telapak Buddha Kebenaran langsung menghancurkan cakar Cui Ming, dan pada saat yang sama, Zhang En sudah berada tepat di depan Cui Ming.


Karena tidak dapat menghindar lagi, Cui Ming melakukan serangan ke arah Zhang En, dia memukul kedepan menahan jurus Tapak Buddha Kebenaran Zhang En. Tetapi saat dia menyerang, Bayangan tinju membesar melesat ke arahnya.. Dia merasa seolah-olah tunuhnya menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan.


Ledakan-!


Pukulan Zhang En mendarat di dadanya disertai gelombang energi yang meledak di udara saat mengenai tubuhnya.


Cui Ming terlempar ke atas saat dipukul oleh telapak tangan Buddha Zhang En, tubuhnya berputar tinggi ke atas sebelum menabrak salah satu pilar batu aula dan kemudian jatuh ke lantai.


Saat tubuh Cui Ming jatuh di lantai, semburan cairan hangat naik di tenggorokan Cui Ming menyembur keluar dari mulutnya. Pandangan matanya meredup menjadi buram.


Serangan telapak tangan Zhang En sebelumnya secara akurat telah menghantam dan menghancurkan Dantian Cui Ming. 


“Patriak, kau cepat pergi dari sini, cepat tinggalkan tempat ini!” Cui Ming terengah-engah sambil memaksakan untuk mengeluarkan suaranya.


Jiang Tianhua mendorong Qi nya, ingin memaksa mengeluarkan energi dingin dari serangan telapak Zhang En dari dalam tubuh Cui Ming, tetapi dia merasakan aura yang mengenai Cui Ming keluar dan melingkari telapak tangannya.


Jiang Tianhua kemudian mengamati aula dan melihat Chen Xiaotian, Geng Ken, dan kelompok Tetua Sekte Penyihir Langit memblokir semua jalan keluar aula itu.


Tidak ada lagi jalan untuk bisa pergi dan tidak ada jalan untuk kembali.


Berdiri di dalam aula besar, Jiang Tianhua tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, tawanya terasa menyedihkan dan terdengar putus asa. Ketika tawanya berhenti, Jiang Tianhua menatap Zhang En, mengucapkan sesuatu secara perlahan, "Ayo, kalian semua sekalian maju bersama dan lawan aku."


"Bersama?" Zhang En lalu menggelengkan kepalanya: "Mereka tidak akan ikut campur untuk saat ini."


“Selama kau bisa mengalahkanku, aku akan membiarkanmu pergi dari sini,” Zhang En kemudian menambahkan perkataan nya, “Tapi jika kau kalah, kau harus tunduk padaku. Tentu saja, kau juga bisa memilih untuk mati.”

__ADS_1


Jiang Tianhua terlihat ragu-ragu sejenak, lalu dia mengangkat kepalanya dan menatap mata Zhang En, "Baik, jika kau bisa mengalahkan aku, aku akan mengikuti perintahmu serta tunduk kepadamu, tetapi, jika aku menang, aku tidak akan pergi sendiri. Aku ingin membawa mereka semua pergi dari sini bersamaku. " Jiang Tianhua menunjuk kearah Cui Ming dan lima Tetua Sekte Penjilat Darah yang sedang terluka.


Zhang En kemudian melirik Cui Ming dan lima Tetua Sekte Penjilat Darah, Dia lalu mengangguk, menjawab: "Baiklah, aku setuju."


Saat Zhang En mengakhiri kalimatnya, sebuah cahaya yang menyilaukan meledak dari tubuh Jiang Tianhua, menyemburkan gas kuning berwarna kehitaman. Dibelakang Jiang Tianhua, bola mata merah darah raksasa terlihat mengambang.


Bola mata merah darah ini berbeda dari Mata Langit Zhang En. Di sekitar bola mata merah darah Jiang Tianhua, ada garis-garis berbentuk simbol kuno berputar-putar dan berkumpul tepat di tengah bola mata raksasa yang ada di belakangnya dan membentuk diagram kuno yang lebih besar.


Jiang Tianhua tidak membuang waktu untuk mengubah jiwanya setelah memanggil semangat roh bela dirinya. Setelah melakukan transformasi jiwa, sebuah celah terbuka di tubuh Jiang Tianhua, mengubah bentuk tubuhnya satu demi satu menjadi bola mata merah darah.


Tubuh Jiang Tianhua hampir dua kali lipat dari besar badannya dalam keadaan normal, dia tampak seperti dewa kematian saat dia berdiri.


Melihat Jiang Tianhua memanggil semangat roh bela diri dan melakukan transformasi jiwa, Zhang En tidak menganggap musuhnya dengan remeh. Tiba-tiba cahaya hitam dan biru yang berkilauan menyembur keluar dari tubuhnya, raungan Naga bergemuruh menggetarkan seluruh dinding aula dan di depan mata Jiang Tianhua yang terkejut, dua ekor Naga muncul dibelakang Zhang En dan melayang di belakangnya.


"Spirit Naga Ilahi!" Jiang Tianhuan menatap roh bela diri naga kembar yang ad dibelakang Zhang En.


Jiwa Zhang En berubah setelah memanggil keluar Roh Beladiri Naga miliknya. Sisik naga yang sangat tebal menutupi tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki, lengannya mirip dengan cakar naga yang terlihat sangat kokoh dan kuat dan matanya sangat tajam. Di punggungnya muncul dua tato berbentuk dua ekor kepala Naga kembar.


“Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan!” Merasakan Qi murni mengalir melalui dagingnya setelah transformasi jiwa naga, Zhang En tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa terkejut dengan kekuatannya yang semakin meningkat.


Pada saat itu, Jiang Tianhua berteriak dan melompat terbang ke udara, dia mengambil inisiatif untuk duluan meluncurkan serangan pertama dengan menggunakan tinjunya menyerang Zhang En.


Pertarungan mereka pun akhirnya pecah saat itu juga.


-


-


-


Jangan lupa Like & Vote.

__ADS_1


__ADS_2