Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 242. Menyelamatkan Putri Hong Xiao (2)


__ADS_3

Sebelum mereka berdua bisa mengucapkan apa-apa, rasa sakit di bagian tubuh mereka mulai terasa. Saat Shi Shui melihat lengannya, dia melihat Kumbang Mayat Beracun telah menempel dan merangkak di bagain kulit luar atas lengannya. tidak butuh waktu lama bagi Shi Shui untuk merasakan sekujur tubuhnya mulai mati rasa, dia juga tidak dapat menggunakan energi Qi miliknya, membuat dia menjadi pucat pasi.


Su Kong juga sama seperti rekannya Shi Shui, dia juga digigit oleh Kumbang Mayat Beracun.


Zhang En melayangkan satu pukulan ke arah mereka berdua membuat Su Kong dan Shi Shui jatuh ke tanah.


“Zhang En, kau, apa yang kau inginkan?” Saat badannya terjatuh, Shi Shui tidak bisa lagi menyembunyikan kengeriandari wajahnya, lalu kembali berkata, "Ini adalah Istana Pemimpin Kota Treasure!."


Zhang En tersenyum tipis dan memjawab, "Aku tahu bahwa ini adalah Kediaman Pemimpin Kota Treasure." Sambil menarik kembali segerombolan Kumbang Mayat Beracun Miliknya, dia berjalan menuju Shi Shui dan Su Kong.


Melihat Zhang En menarik Kumbang Mayat Beracun yang telah mengelilingi mrlereka, kedua pria itu tampak sedikit lega, berpikir bahwa Zhang En masih ragu membunuh mereka karena saat ini mereka berada di area istana Pemimpin Kota. 


Sementara keduanya sedang memikirkan cara untuk mengulur waktu sampai semua orang menyadari apa yang sedang terjadi dan mencari cara untuk memanggil bantuan, mereka melihat aura yang menyelimuti tubuh Zhang En tiba-tiba berubah menjadi warna Hitam gelap, dua buah cahaya hitam keluar dari matanya langsung menyerang Shi Shui dan Su Kong.


Mereka berdua tampak lesu dan seperti orang yang sedang putus asa.


“Kau, apa yang kau lakukan pada kami barusan ?!” Su Kong menuntut sambil memelototi Zhang En. Yang bisa dia ingat hanyalah kilatan cahaya gelap yang keluar dari mata Zhang En, mereka seolah-olah lalu tidak tahu apa-apa dan kehilangan kesadaran.


Zhang En memandang kedua pria itu, kemudian mengeluarkan Kumbang Mayat Beracun miliknya. Tidak lama setelah itu, jeritan kematian membekukan udara sekitarnya dan bergema di taman belakang Istana Pemimpin Kota. 


Kali ini, Zhang En menyerap jiwa Shi Shui dan Su Kong ke dalam array dormasi Bendera Hantu, yang dapat mengubah jiwa manusia menjadi roh hantu dan menghancurkan tubuh mereka tanpa meninggalkannya sedikitpun.


Sebenelum kematian mereka berdua, Zhang En menggunakan teknik Pengendalian Jiwa untuk menjelajahi pikiran mereka untuk mencari informasi. Namun, dengan tingkat kekuatan spiritual Zhang En saat ini, dia hanya bisa mengetahui sebagian kecil ingatan milik mereka berdua, seperti semua yang terjadi dalam waktu tiga tahun terakhir.

__ADS_1


Dari ingatan terakhir Shi Shui dan Su Kong, Zhang En mengetahui bahwa Putri Hong Xiao dan dua pelayannya yang mengikutinya ke Benua Awan Bintang ini, semuanya telah ditangkap dan dibawa ke Sekte Dewa Bintang oleh Tuan Muda Sekte Dewa Bintang Dewa Bintang, Xie Dan.


"Xie Dan." Mata Zhang En berkilau dengan cahaya berwana putih dan menghilang di kegelapan malam meninggalkan tempat itu.


Karena Zhang En menghalangi ruang di sekitar taman belakang menggunakan Array formasi Bendera Hantu, keributan yang terjadi di taman belakang tidak diketahui oleh Pemimpin kota Hu Shan dan semua orang yang ada di Istana itu.


Keesokan paginya, ketika Hu Shan memasuki aula istananya, dia memerintahkan salah satu pelayan untuk memanggil Tetua Shi Shui. Sejak tadi malam, ada perasaan tidak nyaman yang dia rasakan, maka Hu Shan berencana untuk melakukan perjalanan pulang ke Sekte Dewa Bintang bersama Tetua Shi Shui.


Pelayan itu lalu pergi mencari Tetua Shin Shui


Hu Shan duduk dan menunggu dengan santai di aula utama. 


Tak lama kemudian, pelayan itu kembali.


Pelayan itu menjawab dengan hormat, "Maaf pemimpin, Tetua Shin Shui tidak ada.di kaarnya, dan tidak ada yang tahu di mana dia saat ini."


Alis Hu Shan berkerut, menurut pemikirannya, jika Shin Shui memiliki masalah yang mengharuskannya meninggalkan kediiaman istananya, dia pasti akan datang memberitahunya secara langsung. Semakin Hu Shan memikirkannya, semakin banyak hal yang masuk ke dalam benaknya, dam kemudian dia mengeluarkan slip giok transmisi suara.


Namun, beberapa saat berlalu namun tidak ada balasan dari Shin Shui. Kegelisahan Hu Shan semakin kuat, dia kemudian berdiri dan bergerak cepat ke halaman tempat tinggal Tetua Shin Shui.


“Apakah Tetua Shin Shui mengatakan salah satu dari kalian ke mana dia pergi?” Sesampai di halaman Tempat tinggal Shin Shui, Hu Shan langsung menginterogasi pelayan pribadi Shin Shui di halaman depan.


Pelayan pribadi Tetua Shin Shui menggelengkan kepalanya, “Tidak, dia tidak mengatakan apa pun kepada kami. Oh iyaa, tadi malam, Tetua Su Kong datang mencarinya. "

__ADS_1


"Su Kong!". Hu Shan terkejut.


“Benar, lalu mereka berdua pergi ke taman belakang untuk minum, dan belum kembali sampai sekarang.” Pelayan itu menjawab. 


Mendengar itu, Hu Shan menuju ke taman belakang istana dengan langkah cepat. Ketika dia tiba, dia melihat gubuk yang runtuh dan pohon yang di sekitarnya. Saat memindai reruntuhan di taman, hawa dingin menyelimuti hati Hu Shan


Kerusakan yang ada taman itu disebabkan karena adanya jejak pertarungan.


Namun, tadi malam, tidak ada seorang pun di Istananya yang merasakan fluktuasi energi yang merasakan adanya pertarungan..


Pemimpin Kota Treasure, Hu Shan dengan cepat mengeluarkan slip giok transmisi suara untuk menghubungi Tetua Su Kong, tetapi seperti yang dia pikirkan, tidak ada tanggapan dari pria paruh baya itu. Wajahnya menjadi suram dan merasakan adanya yang kejadian tak terduga menimpa kedua orang itu kemarin malam.


"Sampaikan Perintahku kepada semua pengawal Istana Kota, blokir semua jalan keluar masuk kota dan suruh mereka melapor jika menemukan orang yang mencurigakan!" Hu Shan menoleh dan marah ke salah satu penjaga yang ada di pintu kediaman.


Penjaga itu belum pernah melihat pemimpin mereka begitu marah, wajahnya pucat karena melihat kemarahan Hu Shan. Penjaga itu segera memberi hormat dan lari menjalankan perintah.


Pada saat ini, Zhang En sudah beberapa ribu mil jauhnya tepah meninggalkan Kota Treasure dengan terbang dengan kecepatan tinggi yang hanya menyisakan seberkas cahaya di mana dia lewat.


Mencemaskan keselamatan Putri kakak seniornya Raja Hong Bei, Zhang En tidak peduli dengan para kultivator yang ada di sekitarnya saat dia terbang diata kota melewati setiap kota itu tanpa menyembunyikan aura kehadirannya.


Tindakan Zhang En yang terbang tanpa menutupi jejak auranya, sudah pasti menarik perhatian beberapa Kultivator Pertapa Dewa dari kota-kota ini, beberapa dari mereka bahkan mencoba menghentikan Zhang En dengan memblokir tepat di depan jalur jalan yang dia lewati, namun, begitu mereka melihat kecepatan terbang Zhang En yang seperti tidak memiliki rem, Kultivator yang ingin memblokir Zhang En berusaha untuk menghindar karena merasakan bahaya yang akan menabraknya.


Seiring waktu, Zhang En terbang tanpa henti dan semakin dekat dengan Lokasi Sekte Dewa Bintang berada.

__ADS_1


__ADS_2