Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 42. Memberi Pelajaran


__ADS_3

Pemandangan yang ramai di sekitar danau tiba-tiba kembali tenang dan semuanya kembali normal seakan tidak terjadi apa-apa. Namun, ada sesosok tubuh di seberang danau yang telah lama mengawasi dan melihat mereka semua pergi. Sosok itu diam-diam mengikuti salah satu pemuda yang berbicara tentang pemukulan yang mereka lakukan hari ini. Suara gemerisik datang dari pepohonan di sekitarnya, dan sesaat kemudian, sosok ini juga menghilang dari tempatnya.


•••


Di jalan kecil yang letaknya berada di sebuah puncak sekte naga merah.


Pegunungan itu tak berujung dan mengelilingi sebagian wilayah sekte naga merah dan dari kejauhan, tampak seorang pemuda dengan jubah merah cerah yang terlihat menyanyikan sebuah lagu saat dia berjalan di sepanjang jalan setapak. Dia sepertinya sedang dalam suasana hati yang sangat baik hari ini.


Pemuda yang sedang berjalan itu larut dalam nyanyiannya sendiri ketika dia tiba-tiba terhuyung beberapa langkah dan hampir jatuh ke tanah karena tersandung batu karena tidak memperhatikan jalannya.


Pemuda itu panik dan dengan cepat melihat ke depannya. Ternyata ketika dia tidak memperhatikan, dia bertemu seseorang. Ekspresinya menjadi tidak sabar dan ingin segera melampiaskan amarahnya. Namun, ekspresinya tiba-tiba menegang ketika dia melihat siapa yang dia temui.


Seorang pemuda dengan pedang dipunggungnya serta rambut panjang sebahu sedang menatapnya. Wajahnya tampan dan terlihat tenang, memberikan temperamen yang unik. Pemuda itu adalah Zhang En yang diam-diam telah mengamati mereka sejak dari tadi pada saat ada di sekitar danau.


Zhang En memutuskan untuk memilih mengikuti pemuda itu dan menjadikannya sebagai target pertama. Itu karena Zhang En telah mendengar pemuda itu berbicara tanpa henti, dan ekspresinya sangat arogan. Ketika Zhang En melihat ekspresi pemuda yang arogan itu, Zhang En paling membenci orang-orang seperti mereka.


Apalagi pemuda ini bahkan mengatakan bahwa dia telah memukul tiga atau empat orang di antara murid dari keluarga rakyat jelata dan mengejek mereka murid miskin yang sombong. Dia juga adalah yang paling mencolok pada saat itu, jadi Zhang En secara alami memilihnya untuk target pertama.


Setelah melihat Zhang En, pemuda dengan jubah merah itu panik. Untuk sementara, dia tidak tahu harus berbuat apa karena pemuda yang ada di hadapannya adalah penerus ketua sekte bahkan dia tau bahwa Zhang En adalah pemenang yang berhasil menjuarai turnament kekaisaran. Butuh waktu lama baginya untuk menenangkan hatinya yang bingung karena bertemu dengan Zhang En sambil bergumam bertanya "Kau ... Kau ... Apa yang kau lakukan di sini?"


Zhang En hanya memasang wajah datar dan memasang senyum tipis. Dia dengan ramah memandang pemuda itu dan dengan santai menjawab, "Mengapa aku di sini? Aku di sini kebetulan lewat saja dan bertemu denganmu.”


Ketika Zhang En mengakhiri perkataanya, tangan kanannya sudah bergerak. Pukulan yang terlihat sederhana tapi sangat cepat mengarah ke wajah pemuda itu. Zhang En sedikit berpikir tentang aturan sekte karena tidak mengetahui jika dia menyerang sesama murid sekte akan mendapat masalah atau tidak, jadi dia tidak menggunakan pukulan yang dapat membuat pemuda itu mati.


Wushh-!

__ADS_1


Pukulan ini menciptakan hembusan angin sebelum mendarat di wajah pemuda itu.


Bukk-!


Pemuda itu menerima pukulan Zhang En tanpa persiapan dan dikirim terbang ke udara. Memar di wajahnya membuatnya terlihat seperti panda. Pemuda itu jatuh ke tanah kesakitan, tapi dia memaksa untuk kembali bangkit.


Seluruh wajahnya tampak mengerut menahan sakit. Bibirnya bergerak, dan saat dia akan mengutuk dengan keras, Zhang En dengan tenang berkata, "Sekarang kau tahu mengapa aku memukulmu?."


Pemuda itu sudah berdiri lagi dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi Zhang En tidak memberinya kesempatan. Zhang En bergerak dengan memberikan serangan yang bahkan lebih cepat mengarah wajahnya sehingga pemuda itu kembali terkejut.


Zhang En menggerakkan kaki kanannya dan melompat ke udara. Tubuhnya terbang ke depan dan melesat memberi tendangan. Pemuda berjubah merah cerah itu mencoba menghindar.


Saat ini, dia tidak peduli dengan rasa sakitnya, dia mengeluarkan Qi nya dan terlihat cahaya keluar dari tubuhnya untuk melindungi seluruh tubuhnya. Itu adalah aura Qi perlindungan tubuh yang dapat menahan serangan lawan.


Karena pada saat ini, Dia merasakan adanya bahaya yang mengarah ke arahnya karena merasakan angin tajam menusuk wajahnya, jadi dengan cepat melepaskan Aura Qi untuk melindungi tubuhnya.


Tendangan Zhang En mengenai lawannya sehingga lawannya terhuyung mundur kebelakang karena dampak serangan Zhang En. Karena dia telah menggunakan Qi untuk melundungi tubuhnya, pemuda itu tidak mendapatkan luka.


"Sial.. Zhang En ini bukan lawanku. Aku harus segera pergi dari sini" yang ada dipikirannya adalah lari, karena setiap ingin menanyakan alasan Zhang En menyerangnya, dia tidak diberi waktu untuk berbicara sehingga dia mengeluarkan seluruh Qi dari tubuhnya sambil berusaha pergi dari situ.


Pemuda itu meningkatkan kecepatan sambil berusaha berlari meninggalkan tempat itu. meskipun dia sudah berusaha, Zhang En bahkan lebih cepat mengejarnya dari belakang. Pemuda itu hanya bisa mengumpat di dalam hatinya dan tidak tau bagaimana caranya agar bisa lepas dari kejaran Zhang En.


"Jika kau terus berlari, aku tidak keberatan menggunakan kemampuanku untuk mematahkan sebelah kakimu. Jika kau tidak mempercayaiku, kau dapat mencobanya". ucap Zhang En dingin.


Dengan begitu, pemuda itu berhenti lalu membalas perkataan Zhang En, "Kau ... Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanyanya kesal.

__ADS_1


"O-ohhh, aku lupa mengatakannya padamu. Apa yang aku inginkan? Kalian semua telah menghina dan memukuli murid yang berasal dari keluarga rakyat jelata, menurutmu apa yang aku inginkan?.


Setelah mendengar pertanyaan Zhang En, pemuda itu gugup untuk menjawab. Zhang En mengangkat sebelah alisnya dan wajahnya dipenuhi dengan niat membunuh.


Mata pemuda itu melebar dan dia mulai berpikir. Dia belum pernah mendengar tentang Zhang En ikut campur selama ini diantara kelompok murid dari kelompok keluarga rakyat jelata.


"Apa hubungannya denganmu?"


"Hahaa.. Karena aku berasal dari keluarga yang sama dengan mereka" jawab Zhang En sambil melakukan serangan.


Plakkk-!


Suara tamparan yang keras bergema. Zhang En tidak ragu-ragu untuk mengayunkan tangan kanannya dengan cepat, jejak darah mengalir keluar dari sudut mulut pemuda itu setelah Zhang En menamparnya.


Pemuda itu merasakan sakit di bagian wajahnya dan terlihat lebam. Dia hanya mengeluarkan suara rintihan kesakitan dan tidak dapat berbuat apa-apa.


Zhang En menatap dingin pada lawannya dan kemudian mengucapkan beberapa kata. "Itu hanya pelajaran awal untukmu. Aku ingin lihat apakah kau berani menindas murid lain. Jika kau melakukannya dan mendengar hal itu, aku akan memukulmu setiap kali aku melihatmu."


Pemuda itu tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dia mengelus bagian wajahnya yang sakit. Dia segera berbalik untuk pergi dari situ. Namun, saat dia berbalik, tatapan amarah terlihat dimatanya lalu pergi.


Wajahnya terlihat dendam serta ekspresi kebencian. Dia masih memikirkan tentang bagaimana Zhang En telah memukulinya. Setiap adegan dia kembali putar di benaknya berulang kali. Pemuda itu akhirnya pergi. Walaupun begitu, sikap arogan dan sombong masih terlihat diwajahnya.


Saat ini, Zhang En baru mengerti dan mengapa murid-murid dari keluarga bangsawan itu begitu sombong dan memandang rendah orang lain. Itu karena kepercayaan diri yang dibawa oleh kekuatan dan status keluarga mereka. 


•••

__ADS_1


Saat ini pemuda itu terus berjalan dan hanya bisa mengutuk Zhang En, "Hmph, aku akan membiarkanmu menjadi sombong untuk hari ini. Kau tidak ada apa-apanya dan tidak tau tentang kekuatan kami, aku akan menemui Zin Bai dan akan segera membalaskan perlakuanmu" Dia mengatupkan rahangya serta giginya dan ekspresi wajahnya kejam dipenuhi kekesalan sambil memikirkan cara licik untuk membalas Zhang En.


Jangan lupa like dan votenya jika berkenan. Terimakasih.


__ADS_2