Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 681 - Kalian Semua Bisa Menyerang Bersama


__ADS_3

Wushhh!!!


Zhang En dengan cepat turun ke alun-alun di depan istana.


Tapi, saat dia bersiap memasuki gedung utama istana, dia mendengar deru angin diikuti oleh kemunculan sekelompok murid. Mereka juga turun di alun-alun itu


Kelompok murid ini terdiri dari lima belas orang, dan mereka tidak lain adalah murid dari Klan Yu.


Begitu mereka turun, salah satu dari mereka sangat gembira saat dia menatap istana yang berjejer di sekitar, memerintahkan, “Cepat, kirim pesan kepada Kakak Yu Feng dan yang lainnya, beri tahu mereka bahwa kita telah menemukan Istana Dewa Iblis!”


Murid-murid lain juga memiliki ekspresi gembira di wajah mereka, masing-masing mengeluarkan jimat komunikasi mereka untuk memberi tahu murid dari sekte dan klan lainnya.


Setelah itu, mereka menyadari bahwa seseorang ada di sana bersama mereka.


“Zhang En!” Pemimpin kelompok itu berseru ketika dia melihat wajah orang yang dia lihat. Dia terkejut, bersemangat, lalu wajahnya berubah muram, “Kami telah mencarimu dimana-mana, siapa sangka kami akan menemukanmu di sini.  Hahahaa, sekarang kau telah memasuki sarang harimau, mari kita lihat bagaimana kau akan melarikan diri kali ini.”


"Melarikan diri?" Zhang En membalas acuh tak acuh.


Pemimpin kelompok Klan Yu itu mencibir, “Kau mungkin sangat bodoh. Kakak senior kami, Yu Feng dan Kakak Yu Wei akan segera tiba di sini, bersama dengan yang lainnya!”


"Hahahaaa!" Sebuah tawa terdengar dari mulut Zhang En pada intimidasi murid itu. 


Ini adalah hal yang sangat dia nantikan sejak memasuki lubang spasial dari pada berurusan kroco-kroco yang dia temui diluar.


Dengan demikian, Zhang En akhirnya menunggu. Dia berdiri di sana dengan tangan tergenggam di belakangnya, menunggu Yu Feng dan murid klan Yu lainnya tiba.


Murid itu diam-diam bernafas lega ketika mereka melihat bahwa Zhang En tidak akan lari.


Beberapa saat kemudian.


Wushhh!! Wushhhh!! Wusshhhh!!!


Suara deru angin yang menusuk datang dari kejauhan saat sekelompok murid Klan Yu terbang menuju alun-alun istana dengan kecepatan tinggi.


Ketika para murid yang tadinya masih menunggu di alun-alun melihat kelompok ini, kegembiraan yang jelas terlihat di wajah mereka.


Pemimpin kelompok ini tidak lain adalah pemuda yang hampir melangkah ke puncak ranah Dewa Emas Bintang 3, Yu Wei.


Yu Wei turun dengan anggun di alun-alun. Tatapannya yang tajam membuat sapuan cepat di sekitar alun-alun dan melihat Zhang En berdiri di sana, yang terlihat tenang dan acuh tak acuh, dengan tangan di belakang punggungnya.

__ADS_1


Kelompok pertama dari murid Klan Yu yang tiba sebelumnya bergegas maju untuk menyambut Yu Wei, dan pemimpin kelompok mereka segera memprotes, “Kakak Wei, Zhang En ini benar-benar terlalu sombong, tidak menempatkan Klan kita di matanya. Haruskah kita memberinya pelajaran sekarang?”


Kerutan di dahi Yu Wei muncul, menjawab dengan suara serius, "Tidak perlu terburu-buru, kita akan memutuskan setelah Kakak Yu Feng tiba."


Murid itu terkejut dengan jawaban Yu Wei, tetapi dia tidak keberatan. Melempar pandangan tajam kepada Zhang En, dia berkata, "Kalau begitu kita akan membiarkan bajingan ini hidup selama beberapa saat lagi."


Segera, kelompok lain tiba di alun-alun, pemimpin mereka tidak lain adalah Yu Feng sendiri. Namun, Kali ink dia bersama dengan sejumlah murid dari Klan Tang.


Ada seorang murid Klan Tang yang kuat yang terbang di samping Yu Feng, aura yang berasal dari tubuhnya tidak kalah sedikit pun dari Yu Feng. Orang ini tidak lain adalah jenius terkuat dari Klan Tang, yang telah mencapai puncak Dewa Emas Bintang 3, bernama Tang Bei.


"Kakak Feng!" Yu Wei dan murid Klan Yu lainnya sangat senang ketika mereka melihatnya tiba.


Yu Feng sedikit mengangguk pada mereka sebelum berbalik untuk melihat keberadaan Zhang En.


"Mmm.. Alam Dewa Emas Bintang 2 tahap menengah.!" Berdiri di samping Yu Feng, Tang Bei melihat tingkat kultivasi Zhang En dalam satu pandangan, tertawa meremehkan, "Yu Feng, apakah semut seperti ini membutuhkanmu untuk mengurusnya secara pribadi?"


Yu Feng tidak memperhatikan ejekan Tang Bei, malah berjalan ke tempat Zhang En berada. 


Aura tekanan Yu Feng meningkat setiap dia melangkah dan tombak panjangnya muncul di tangannya, tatapannya dingin saat dia berkata, “Tidak heran Yu Lin dan yang lainnya mati di tanganmu. Tapi, ada hal lain yang membuatku penasaran, kau sebenarnya tidak mencoba lari sebelum kedatangan kami di sini. Karena kau tidak lari, apakah itu karena kau tahu kau tidak akan bisa melarikan diri, dan karenanya, pilihan yang lebih baik adalah menungguku di sini dan berharap kau akan cukup beruntung untuk menang melawanku?”


Ujung tombak panjang Yu Feng diarahkan ke wajah Zhang En, tapi saat dia hendak memulai pertarungan dengan Zhang En, Yu Wei menyela, "Kakak Feng, mungkin aku harus menghadapinya duluan?"


Yu Wei meyakinkannya, "Jangan khawatir, Kakak." 


Dia kemudian mendekati Zhang En dengan pedang panjang di tangannya.


Mendengar percakapan sombong antara keduanya, Zhang En menggelengkan kepalanya, berkata spontan, "Tidak perlu membuatku begitu merepotkan, kalian berdua bisa menyerang bersama, atau semua murid Klan Yu kalian bisa menyerang bersama, itu akan menjauhkanku dari kesulitan melawan kalian satu per satu.”


Kata-kata Zhang En membuat marah semua murid Klan Yu


"Sialan, kau mencari kematian!"


Swoosshhh!!!


Pedang panjang Yu Wei tiba-tiba bergerak, memancarkan cahaya serta dengungan suara angin yang jelas, aliran energi berputar-putar di sekelilingnya.


"Serangan Pedang Pembunuh!"


Yu Wei menusukkan pedangnya ke arah Zhang En.

__ADS_1


Murid-murid di sekitarnya segera melihat cahaya pedang terbang keluar, bergetar saat mereka bersiul di udara dan melesat kencang. 


Honggg!!!!


Cahaya pedang itu lalu membentuk formasi pedang, lalu tiba di depan Zhang En dalam sekejap mata.


Swoossshhh!!!


Booommmm!!


Zhang En tidak melirik serangan Yu Wei. Dia hanya mengibaskan tangannya dengan santai, seperti mengusir lalat yang mengganggu. Di hadapan semua murid-murid Kln Yu dan Tang yang menyaksikan, serangan pedang itu yang tampaknya dapat mengiris segala sesuatu di jalannya tiba-tiba meledak, seolah-olah ada tangan raksasa yang menghantamnya.


Sedangkan Yu Wei, gelombang kejut dari benturan ledakan itu membuatnya terhuyung mundur sampai ke tepi alun-alun sebelum berhasil menstabilkan dirinya dengan paksa.


Mata kaget kedua kelompok itu yang menyaksikan apa yang baru saja terjadi terkejut. Termasuk Yu Feng dan Tang Bei.


Tatapan Zhang En menyapu Yu Feng dan semua murid Klan Yu, suaranya dingin acuh tak acuh, "Aku sudah mengatakannya barusan, seharusnya kalian semua harus menyerang bersama, itu akan menyelamatkanku dari kesulitan mengalahkan kalian satu persatu."


Ekspresi wajah Yu Feng menjadi gelap dan sangat suram, tetapi dia menarik napas dalam-dalam dan menenangkan dirinya.


Kemudian menunjuk Zhang En sekali lagi dengan tombak panjang di tangannya, dingin dan tanpa ampun, “Aku akui kau memiliki kekuatan untuk menjadi lawanku, namun, aku sendiri lebih dari cukup untuk membunuhmu! Jangan khawatir, aku akan memastikanmu mati di bawah teknik tombakku!”


Yu Feng berteriak, suaranya mengguncang udara seperti guntur saat dia menerjang ke depan, mirip dengan ikan paus yang tenggelam yang terbang keluar dari dasar laut. Tombak panjang di tangannya melesat ke arah Zhang En.


Hongg!!! Hongg!!! Honggg!!


Dalam sekejap mata, tombak Yu Feng telah menusuk kedapan.


Setiap tusukan tombaknya memadatkan qi tombak menakutkan yang memenuhi sekitarnya, tampaknya mampu menghancurkan semua yang menghalangi jalannya.


Serangan Yu Feng kali ini sepuluh kali lebih kuat dari serangan Pedang Yu Wei.


DUARRRRRR!!!!


Serangan tombak ini terlihat sangat cepat, begitu cepat sehingga Zhang En sepertinya terlihat tidak dapat memblokirnya tepat waktu. Tusukan dari tombak itu mendarat di tubuhnya.


Duarrrr!!!


Sekali lagi, suara ledakan terdengar di mana Zhang En berada. Debu dan pecahan batu di sekitarnya terhempas memunculkan debu menutupi area dimana Zhang En berada.

__ADS_1


Melihat ini, Yu Feng merasa lega dan memasang wajah angkuh. Murid-murid Klan Yu di sekitarnya semua bersorak keras dengan senyum bahagia karena merasa Zhang En sudah mati di tempat.


__ADS_2