
...
Tiga tahun kemudian.
Pada akhirnya, esensi darah itu berangsur-angsur terserap habis.
Tingkat kultivasi Zhang En naik ke Alam Dewa Surgawi tahap menengah dan dua lengan raksasa di atas altar berubah menjadi abu, menghilang di udara tipis.
Zhang En lalu perlahan membuka matanya.
SWOSHHHH!!!
RUMBLEEE!!!
Seluruh ruangan itu bergetar, angin kencang tiba-tiba bertiup dengan Zhang En sebagai pusatnya, menelan semua yang ada di jalur mereka.
Ketika Zhang En berdiri, angin kencang itu lalu berangsur-angsur berhenti.
"Luar biasa." Zhang En bergumam pada dirinya sendiri merasakan kekuatannya.
Dia membuat gerakan menggenggam di udara, dan dari atas udara hampa, energi spiritual mengalir ke tangannya, mengembun menjadi sepotong batu roh dewa.
"Sudah tiga tahun lamanya berada di tempat ini, ingin tahu bagaimana situasi di luar sana."
Memikirkan hal ini, siluet Zhang En menghilang dari tempatnya. Dalam waktu singkat, dia kembali muncul di atas permukaan tanah.
__ADS_1
Dia lalu berdiri di sana sebentar, indera dewanya menyebar, mencari keberadaan ahli dari klan binatang iblis.
Setelah beberapa saat kemudian , dia segera menemukan sekelompok ahli klan binatang iblis di dalam gua kecil di sebuah lembah beracun.
Ada lebih dari tiga puluh dari mereka, mayoritas dari mereka ini berada di Alam Dewa Leluhur Bintang Satu.
Senyum lebar telihat di wajah Zhang En. Tanpa menuda waktu lagi, dia membantai masing-masing ahli dari klan binatang iblis ini, melenyapkan mereka semua dan sebagian merekam jejak pertarungannya di batu perekam. Dia kemudian mengumpulkan mayat itu mayat ke dalam cincin spasialnya dan meninggalkan Dunia Merah, langsung menuju ke Dunia Phoenix, tempat Sekte Phoenix berada.
...
Dua hari kemudian, Zhang En sudah kembali ke Sekte Phoenix dan segera menemui Tetua Lu.
Ketika Tetua Lu melihat Zhang En, dia terkejut sekaligus merasa senang.
Sudah tiga tahun telah berlalu sejak hari itu Zhang En pergi untuk bergabung dengan Aliansi di Dunia Merah untuk menyelesaikan misinya, tetapi telah menghilang sejak saat itu. Tidak ada berita apapun tentang XenHu alias Zhang En yang menyebabkan Tetua Lu berasumsi bahwa muridnya mungkin telah mati di bawah serangan klan binatang iblis.
“Bagus karena kau telah kembali.” Mendengar penjelasan Zhang En, wajah tuanya yang biasanya tegas berubah menjadi senyuman, dan tidak ragu apakah Zhang En mengatakan yang sebenarnya.
Setelah itu, Zhang En lalu muncul di Puncak Sayap Api yang berdekatan dengan Puncak Guntur Api.
Prosedur untuk kelayakan menjadi seorang tetua di lakukan di Puncak Sayap Api dan ada aula di sana di sebut Aula Misi.
Ketika Zhang En melangkah ke aula utama, ada sekelompok murid elit yang menyerahkan laporan misi mereka. Melihat kehadiran Zhang En, banyak dari mereka terkejut.
Lagi pula, salah satu gosip terpanas dalam beberapa tahun terakhir adalah kematian Xen Hu dan sekarang, pria yang di katakan telah mati sedang berdiri di depan mereka, dan itu mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Xen Hu sebenarnya tidak mati!"
“Jadi bagaimana jika dia masih hidup? Gu Shan adalah putra salah satu Raja Klan Binatang Iblis yang mati karena dia, klan binatang iblis itu pasti akan membunuhnya, kecuali dia memutuskan untuk tidak mengambil satu langkah pun keluar dari sekte kita ini seumur hidupnya. Kalau tidak, hanya kematian yang menunggunya di luar sana!”
Banyak murid yang berbicara dengan rekan-rekan mereka dengan kasar tentang Xen Hu alias Zhang En.
Wajah Zhang En tetap sama meskipun semua ucapan kasar yang disengaja dikatakan tentang dia.
Dia benar-benar tidak terganggu sama sekali akan hal itu. Berdasarkan kekuatannya saat ini, dia tidak perlu takut pada sebagian besar ahli Alam Dewa Surgawi Tingkat Tinggi dan Alam Emas tahap awal. Bahkan jika ayah Gu Shan itu datang secara pribadi menangkapnya, masig akan kesulitan untuk membunuh Zhang En.
Setelah memasuki aula dalam, Zhang En mengeluarkan sepuluh mayat ahli klan binatang iblis sebagai bukti menyelesaikan misinya. Setelah menerima token identitas tetua dan jubahnya, dia meninggalkan Puncak Sayap Api, kembali ke Puncak Guntur Api.
Zhang En lalu beristirahat pada hari itu. Pagi-pagi keesokan harinya, dia mengenakan jubah Tetua dan menggantungkan tanda identitas tetua di pinggangnya sebelum menuju ke Aula Informasi.
Setelah tiba di sana, dia langsung menuju ke lantai bawah tanah tingkat pertama. Dengan token identitas tetuanya, Zhang En masuk tanpa banyak halangan.
Sama seperti yang dia lakukan sebelumnya, Zhang En berdiri diam di depan rak gulungan informasi dengan menyebarkan indera rohnya. Dengan kekuatannya sekarang, itu juga memperkuat indra dewanya, kecepatan melihat informasi dari setiap gukungan meningkat secara signifikan.
Zhang En menghabiskan satu tahun untuk menyelesaikan semua membaca informasi yang ada di bawah ruang bawah tanah. Sekarang, dia merasa bahwa dia hampir mendapatkan informasi yang dia cari dan menentukan Api Ilahi di suatu tempat.
Dalam satu tahun ini juga, Shinshin telah mencari Zhang En beberapa kali dan menemuinya dan sangat gembira ketika Zhang En alias Xen Hu masih hidup.
Dia lalu berterimakasih kepada Zhang En karena telah memberikan pil yang menyembuhkannya. Tetapi, setelah beberapa kali mencari alasan dan ingin dekat dengan Zhang En, Shinshin jelas merasakan ketidakpedulian dan ketidaktarikan Xen Hu ini terhadapanya, Shinshin lalu berhenti menemui Xen Hu alias Zhang En sejak saat itu.
...
__ADS_1
Di dalam Istana Guntur Api saat malam hari.
'Dalam waktu satu tahun lagi, aku akan menyelesaikan mencari informasi di lantai bawah tanah yang tersisa.' Zhang En berkata di dalam hati.